
senyum indah senan tiasa menghiasi bibir naomi,entah apa yang mampu membuat nya begitu senang?ah!mungkin hari ini suami tampan nya pulang dari luar kota.
''duh,yang hati nya tengah berbunga-bunga,senyum nya ngembang terus,ciee''goda bi yuyun saat majikan cantik nya tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia nya,meski begitu naomi merupakan pribadi yang murah senyum.
''ih bibi,naomi malu ah''balas naomi manja,dan itu merupakan hal baru dari sifat naomi,namun bi yuyun memaklumi nya.
''morning,kak''sapa remaja tampan yang baru saja bergabung di meja makan.
''pagi al,tumben bangun nya siang,gak sekolah memang nya''balas naomi ramah,dengan senyum yang selalu menghiasi wajah nya.
''it's sunday sis, don't you remember?''ucap alvin santai
''oh iya yah,ini minggu kenapa bisa lupa,he he maaf al kakak tidak ingat''ucap naomi merasa sedikit malu,dia segera memberikan dua lembar roti tawar yang di tumpuk menjadi satu pada alvin.
''gak masalah kak''alvin mengoles roti tawar nya dengan selai markisa,karna itu adalah selai favorit nya.
''non,den,bibi permisi kebelakang dulu yah,mau nyuci baju soal nya''sahut bi yuyun
''iya bi''balas naomi
''hm''alvin hanya berdehem sebagai jawaban,karna mulut nya saat ini penuh dengan roti.
mereka berdua sarapan dengan santai,hingga suara deru mobil terdengar di halaman rumah mewah tersebut.
''kakak''gumam naomi menebak
''iya,itu pasti abang''ujar alvin juga.
Alvin dan naomi menggerakan badan nya,bersiap melangkah keluar guna menyambut orang di luar itu.
namun sebelum mereka membuka pintu kokoh tersebut,sudah ada seseorang yang membuka nya.
''kak nanda''seru naomi sembari berlari kecil menuju kearah suami nya.
''sayang''balas nanda yang sudah berhasil mendekap tubuh mungil sang istri,tidak hanya mendekap tubuh naomi,nanda juga memberondong istri nya dengan sebuah kecupan rindu.
''psikopat bucin''desis alvin karna jengah dengan situasi saat ini,pasal nya dia harus menjadi obat nyamuk diantara dua umat manusia yang sedang melepas rindu itu.
''kak agatha, mana?''tanya naomi penasaran,saat dia tidak menemukan sosok pria beralis sobek itu.
''kerumah naya sayang''balas nanda yang sedikit meregangkan pelukan nya.
''oh,ya sudah yuk masuk,kakak pasti cape banget kan?biar naomi pijitin''naomi mengapit mesra tangan kokoh suami nya,nanda mengangguk setuju lengkap dengan senyuman manis nya.
mereka melangkah menuju ruang tamu,sembari bergandengan tangan.tanpa menghiraukan keberadaan alvin yang sejak tadi berdiri di antara mereka,alvin pikir dirinya akan menerima sapaan dari kakak nya itu,namun nyata nya,jangan kan menyapa melirik saja tidak.
''gimana bang,loe jaya ambil lagi tuh perusahaan?''tanya alvin saat mereka sudah duduk di sofa ruang tamu.
''al,sejak kapan loe ada disini?''nanda balik memberi pertanyaan,sedangkan alvin sendiri sudah memutar bola mata nya kesal
''kocak!dia kira gue apa,jin?dari tadi kali gue di sini,Ck''balas alvin yang terus mengatur napas nya supaya bisa tetap tenang.
''loe kagak pantes jadi jin,loe lebih mirip kolor ijo,itu baru tepat''olok nanda dengan tawa puas.
__ADS_1
''Dah lah males gue,tanpa loe jawab pun gue udah tau apa jawaban nya''alvin melengos pergi dari hadapan kedua kakak nya,dengan tangan menjuntai.
''dih ngambek ''ucap nanda tersenyum remeh.
''kak,naomi punya kabar''ucap naomi menggantung,entah kenapa laju jantung nya mendadak lari maraton,kabar apa yang akan di sampaikan naomi pada suami tampan nya.
''baik atau buruk?''tanya nanda menelisik,dan mulai curiga
''menurut naomi sih baik,tapi tidak tau dengan kakak''
''apa itu?kenapa kakak jadi begitu penasaran sekarang''
naomi tersenyum canggung,secara perlahan tangan mungil nya merogoh saku celana bahan nya.
''i-ni''naomi menyodorkan benda kecil yang sedikit panjang,lengkap dengan tanda garis merah nya,pada nanda.
''alat tes kehamilan?''gumam nanda yang belum menyadari semua ini.
''sayang,ini beneran''seru nanda ketika otak nya sudah berfungsi dengan semestinya.
naomi mengangguk pasti..''kakak sudah jadi ayah sekarang''ujar naomi terharu,detik berikut nya nanda mendekap erat tubuh naomi,isakan kecil terdengar seketika.yah!nanda menangis,dia tengah menangis bahagia.
''pokok nya mulai hari ini kamu gak kakak ijinin buat kerja,kamu harus jaga dia dengan baik sayang''nasihat nanda,dia mulai posesif sekarang.
''iya kak''balas naomi patuh,naomi juga tidak ingin terjadi apa-apa dengan kandungan nya,karna kehamilan nya sedikit lemah, sehingga naomi di larang terlalu cape oleh dokter khusus yang memeriksa nya kemarin.
''kita ke kamar sayang''ucap nanda dengan hati bahagia.
''kakk''jerit naomi karna kaget,dia segera mengalungkan tangan nya pada leher kokoh suami tampan nya.
Tanpa mereka sadari,sepasang mata elang tengah memantau kegiatan mereka di balik pintu.
''bahagia banget abang gue''ucap nya dengan senyuman hangat,jujur diri nya pun sungguh bahagia dengan kabar hari ini.
''Bang,gue keluar bentar''teriak nya pada sang kakak yang sudah hampir sampai di lantai atas dengan gendongan nya.
''iya''balas nanda menggema.
setelah mendapat ijin,alvin segera pergi menemui kedua teman nya di suatu tempat,dengan motor besar nya dia membelah padat nya jalanan kota jakarta.
.......................
''kita harus buat pelajaran sama tuh cewek miskin,biar dia tahu diri''ucap seorang siswa perempuan yang berpakaian serba ketat itu,terdengar nada suara nya begitu menyimpan rasa kesal dan benci.
''gue setuju sama elo soy,lagian apa istimewa nya j*l*ng itu''sahut teman nya,yang tak lain adalah monic,di samping monic ada lucy dan melati,mereka mulai merencanakan sesuatu untuk mengerjai seseorang.
''ok,jangan sampe gagal,kita harus bisa jebak dia malam ini''sonya berucap angkuh
''ok,loe udah dapet kan cowok yang akan tidur sama dia''tanya monic pada lucy.
''beres''balas lucy mengacungkan jempol nya.
''kita pergi ketempat dia kerja sekarang''perintah sonya,mereka semua segera pergi menuju tempat seseorang,menggunakan satu mobil yang sama.
__ADS_1
selang 20 menit mobil yang mereka tumpangi telah sampai di sebuah bar ternama di indonesia,mereka langsung memasuki bar tersebut dengan gaya angkuh.
sedangkan di dalam bar yang sama ada tiga orang remaja yang memiliki wajah rupawan,namun mereka menyembunyikan nya dengan tudung hoodi yang mereka kenakan.sehingga tidak ada yang melihat wajah serta tidak mengenali mereka.
keempat gadis yang baru saja tiba langsung mengambil tempat duduk di dekat mereka,semua nya memesan minuman di sana.
''lakukan sekarang,posisi dia menuju ruang ganti''ucap pelan sonya di balik telpon,setelah mematikan sambungan nya dia tersenyum miring pada ketiga teman nya,lalu melakukan tos kecil di bawah meja.
''bantu gue''bisik seorang remaja pada kedua teman nya.
''sip''balas kedua nya
Remaja itu langsung beranjak dari duduk nya,menuju satu tempat di dalam bar tersebut.
di sisi lain.seorang gadis tengah berjalan santai menuju ruang ganti,karna waktu nya bekerja sudah selesai di bar ini.
''ya tuhan''dia kaget setengah mati kala ada seorang pria yang berada di depan pintu ruang ganti.
''Hai''sapa pria itu tersenyum manis.
''Alvin,kamu ngapain disini''tanya si gadis mulai merasa cemas.pasal nya ada teman satu sekolah nya yang mengetahui pekerjaan nya di sini.
''loe sendiri?''alvin balik bertanya,walau sebenar nya dia sudah mengetahui lebih dulu tentang pekerjaan lawan bicara nya,
''kerja,tapi aku disini cuma sebagai pelayan gak lebih kok''balas nya,dengan sedikit menjelaskan,seolah takut alvin berpikir yang aneh-aneh terhadap nya.
Alvin tersenyum miring saat gadis kesayangan nya,berusaha menjelaskan pada nya.
''masuk''titah alvin setelah dia membuka pintu ruang ganti,sang gadis menunduk dalam saat memasuki ruangan tersebut.
''loh!kamu ngapain ikut,ini aku mau ganti baju''pekik si gadis saat alvin juga ikut masuk bersama nya.
''gue mau liat loe ganti baju alice,kenapa?gak boleh''ujar alvin ringan,dia terus melangkah mendekat pada gadis itu.
''ya gak boleh dong,ada-ada saja kamu''tolak aliska dengan kedua tangan sudah memeluk bagian dada nya,takut karna alvin terus mendekat pada nya.
greb ......
Alvin berhasil mendekap tubuh ramping aliska,seketika gadis itu berontak kuat,dengan kepalan tangan yang di layangkan pada dada bidang alvin.
''lepas''teriak aliska dengan terus meronta di dalam dekapan alvin.
''Diam''tekan alvin tegas,sebelah tangan nya mencekal kuat kedua tangan aliska
''Aaaa ...''ringisan seseorang di balik tirai,saat alvin dengan cepat melemparkan sebuah pisau yang menancap tepat di telapak tangan orang tersebut.
deg.....
Aliska tertegun kala mendengar suara rintihan kesakitan seorang pria dari balik tirai,mata nya melotot sempurna saat melihat tetesan darah tercecer di lantai,dan itu bisa aliska tebak dari mana asal nya.
''Alvin kok bisa sepeka itu,siapa dia sebenar nya,kalo saja alvin tidak di sini,entah apa yang akan terjadi dengan ku'' batin aliska kagum terhadap kepekaan dan kesigapan dari seorang alvin.
''keluar''desis alvin dingin,pada orang yang berhasil dia tikam di balik tirai tersebut.
__ADS_1