
Dalam satu ruangan khusus,itu terdapat banyak sekali orang-orang yang tengah melakukan tugas nya.mulai dari bagian atas hingga bawah semua dapat jatah nya.
Entah ada apa sebenar nya?kegiatan hari ini sangat lah riuh dengan manusia yang memenuhi satu ruangan tersebut,atau tepat nya gedung.
''Buset rame banget yah''monolog salah satu umat manusia yang hadir di sana.
''Nama nya juga lagi dekorasi,kalo mau sepi sono noh di kuburan''sahut teman kedua nya
''Tau nih si ryan,hal kecil gini aja harus di omongin''timpal teman ketiga nya.iyah!mereka adalah ryan,gio,serta bara.
''Salah mulu gue perasaan''keluh ryan sembari menggaruk belakang kepala nya yang mendadak gatal,atau mungkin banyak nya ketombe serta kutu di sana,entah lah.
''Tau salah,masih aja hobi ngebacot loe,gue saranin mingkem deh.sebelum loe kita tinggal''ujar bara ketus lengkap dengan ancaman.
Ryan seketika merapatkan bibir nya,gio yang melihat hal itu tersenyum geli,namun berusaha dia tahan agar tidak terdengar.bisa-bisa ryan kembali buka mulut jika mendengar tawa gio.
''Tuh agatha''tunjuk bara pada satu pria yang baru saja turun dari anak tangga.gio tersenyum lebar sembari melambaikan tangan kearah pria tersebut.
''Hai brother,thank's udah datang''sapa agatha saat dia sudah berada di depan ketiga sahabat nya,lalu melakukan tos ala laki-laki.
''Santai bro.justru kita seneng bisa datang kesini''balas gio ramah.
''Iya,berasa jadi tamu terhormat gue''imbuh bara tidak lupa dengan senyuman nya,sedangkan ryan hanya mengangguk-anggukan kepala nya saja tanpa mau menyahuti obrolan mereka.
Agatha tersenyum tengil kala melihat ryan yang bungkam,padahal setahu agatha dia orang yang paling heboh dalam berucap,bukan hanya menurut agatha tetapi menurut semua yang kenal terhadap sosok ryan.
''Si curut mingkem?tumben,sarapan apa loe tadi pagi''ucap agatha masih dengan senyum tengil nya.ryan mendengus sebal melihat senyuman tengil serta ejekan agatha.
''Biasa tha.dia minum jamu mbok eem sebelum makan,makanya otak dia rada tau kondisi''balas bara ringan,mata ryan melotot tajam pada bara,serta mengacungkan tinju kehadapan wajah bara.
''Lah bukan nya tadi si ryan makan jengkol mentah se baskom,makanya dia mingkem takut orang-orang dekor pingsan saking bau nya tuh mulut''sela gio yang makin membuat ryan kesal,karna ketiga teman nya sudah tergelak kencang saat ini.
''Ck,salah loe pada''ucap ryan judes,pada akhir nya dia membuka suara emas nya,karna tidak kuat dengan ejekan yang dia dengar.
''Yang benar apa dong''tanya agatha dengan masih sedikit tertawa.
''Gue minum b*igon sebelum makan,puas kalian''balasnya ketus,sembari mengerucutkan bibir nya.
''Ha ha ha ha''mereka lagi-lagi tertawa keras,kala mendengar jawaban dari ryan,sedangkan ryan sudah memutar mata nya jengah,baru kali ini dia tidak dapat membalikkan situasi.
''Kalian semua ayo kesini''teriakkan seorang wanita mampu meredakan tawa mereka yang tengah berlangsung itu,kompak mereka melihat kearah sumber suara.
''Iya bunda,kita kesana sekarang''sahut agatha sedikit keras,ternyata bunda tercinta nya yang memanggil.
''Ke belakang,kita makan siang dulu sambil nemuin si bos''ajak agatha pada ketiga teman nya.
''Asyik,makan enak.gaskeun lah''seru ryan yang heboh sendiri,huh kumat lagi jiwa bar-bar nya.
''Sikat''balas bara antusias,namun terlihat kalem.berbeda dengan ryan yang aktif luar biasa.
Lantas mereka segera bergerak menuju kearah belakang ruangan tersebut,untuk memenuhi permintaan dari bunda merina,juga memenuhi perut nya yang mulai keroncongan.
__ADS_1
Sesampai nya di belakang,mereka di sambut dengan ada nya sang bos,yaitu nanda.serta keluarga besar agatha termasuk calon istri dari agatha.
''Salam!selamat siang semua nya''sapa gio ramah sembari berjabat tangan dengan semua orang yang ada di meja makan tersebut,hal itu pun di ikuti oleh ryan serta bara.
''Salam,silahkan duduk kalian,kita makan bersama''balas merina lembut serta berwibawa,namun tidak menghilangkan sifat keibuan nya.
''Terima kasih tante''balas bara tersenyum hangat.
mereka bertiga duduk di kursi yang masih kosong,gio duduk tepat di samping reza.yang kebetulan datang hari ini,jelas itu perintah dari nanda.
''Apa kabar gi''sapa reza pada gio.
''Kabar baik om''balas gio,yang mana di balas anggukan pelan oleh reza.
Di sisi lain.ryan tidak menghiraukan apapun lagi saat ini,mata nya seolah terhipnotis dengan beragam aneka menu makanan yang ada di hadapan nya,dengan tanpa ragu dan malu dia segera menyendok setiap lauk tersebut dan di pindahkan pada piring nya.
Bara yang melihat hal memalukan tersebut, pun segera menyenggol pelan lengan gio yang tengah mengobrol ringan dengan reza.gio melihat kearah bara guna menanyakan ada hal apa.
''Kenapa?''bisik gio pada bara
''Tuh si tikus got bikin malu kita aja''balas bara yang geram melihat apa yang ryan lakukan,sehingga dia melototi ryan kala pandangan nya bertemu dengan si biang rusuh itu.namun tersangka hanya cengengesan saja untuk menanggapi nya.
''Dia kan gak punya malu bar,mungkin urat malu nya udah raib dari orok''desis gio yang hanya bisa menggelengkan kepala nya.
''Biarkan saja,jangan sampai kalian gila karna depresi memikirkan sifat gilanya dia''sela agatha ringan,dia mendengar dengan jelas apa yang tengah di bicarakan dua remaja itu.
''Iya,yang waras lebih baik diam''sahut reza demikian,yang mana agatha melakukan tos bersama reza,tanda setuju.
Bara dan gio menghela napas lelah,lalu mengangguk paham,toh keluarga agatha juga tidak masalah jika di lihat,mungkin hal itu yang membuat ryan berani bersikap seperti sekarang.
Meninggalkan kebisingan di gedung yang akan di jadikan tempat istimewa untuk agatha dan anaya.kini alvin dan aliska sudah berada di satu rumah yang terbilang mewah.
Mereka berdua tengah menghabiskan waktu dengan menikmati alunan musik yang berasal dari gitar.
Alvin bernyanyi dengan memainkan sebuah gitar,alice begitu menikmati serta terpesona dengan apa yang alvin lakukan saat ini.
Bukan alvin tidak di beritahu untuk kumpul bersama keluarga besar agatha,namun dia beralasan banyak tugas sekolah pada sang kakak,alhasil dia disini sekarang di rumah nya aliska.padahal nanda maupun agatha sangat tahu apa yang tengah alvin lakukan,namun mereka tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Jreng ....
*Prok ...
Prok ...
Prok* ...
Selesai sudah satu lagu yang alvin nyanyikan,aliska bertepuk tangan dengan antusias.
''Bagus al,aku suka. kamu jago banget main gitar nya''puji alice sembari mengacungkan kedua jempol nya.
Alvin tersenyum miring menerima pujian dari gadis nya.''gue juga jago main di atas loe,gue yakin loe pasti lebih suka''balas alvin tanpa ekpresi,datar tanpa senyum.
__ADS_1
''Orang ini,kenapa sih kamu itu al?isi kepala kamu penuh dengan hal mesum''pekik alice geram.
''Karna enak''sahut alvin santai,dan mengedipkan satu mata nya pada alice dengan wajah datar.alice lagi-lagi menganga menerima jawaban ringan dari alvin.
Dengan kesal alice berdiri dan akan segera meninggalkan alvin yang mesum nya luar biasa.
Cit .. Cit ..
''akhhh''jerit alice kala melihat satu ekor tikus yang sudah tewas terpanggang oleh pisau kecil.
Dari mana pisau itu datang?
Siapa yang bisa membidik begitu tepat sasaran?
Alice masih berusaha menarik napas secara rakus,untuk menstabilkan jantungnya.selain takut dengan hewan kecil tersebut dia juga kaget dengan gerakan yang secepat kilat itu.
Alvin dengan santai menghampiri alice,masih dengan senyum miring nya.alice sendiri melirik pelan pada alvin.
''Kok bisa?''gumam alice pelan.
''Apa nya?''ujar alvin
''aku gak boleh terjebak dengan ucapan mesum nya'' batin alice berjaga-jaga.
''Kamu kenapa bisa sefeka itu?aku saja yang jarak nya lebih dekat dengan tikus itu,tidak tahu jika dia akan lewat''tanya alice memilih pertanyaan yang jauh dengan hal yang akan membuat nya kesal.
''Kenapa?''lagi-lagi alvin bertanya dengan datar serta santai.
''Em aku mau dong belajar itu''ucap alice sekena nya.alvin kembali tersenyum miring mendengar penuturan alice.
''duh salah bicara gak yah,tapi jujur aku mau bisa sefeka itu,mengingat aku yang fobia dengan hewan-hewan kecil seperti itu'' batin alice
''Loe mau jadi murid gue?''tanya balik alvin,alisnya terangkat satu dengan tangan yang dia masukkan kedalam saku celana sekolah nya.
''Iya aku mau''balas alice mengangguk cepat,karna memang pertanyaan itu yang dia inginkan.
''Sayang nya gue gak lagi cari murid,tapi gue lagi cari calon istri''sahut alvin tersenyum pongah,dan.cup alice melotot kesal karna alvin yang terus saja bermain-main,tapi kenapa pipi nya sangat merah sekarang?apa karna alvin yang berhasil mengecup pipi kanan nya.
"Alvin''pekik alice sangat kencang.
''Iya''
''Dasar mesum''sentak alice
''iya''
''Dasar gila''umpat alice
''iya''
''Dasar psikopat si*lan''
__ADS_1
''iya sayang iya''balas alvin sangat santai,padahal alice sudah terengah-engah menahan rasa kesal nya,sudah seperti lari maraton saja kondisi alice sekarang.
''ya tuhan kok aku baper sih'' keluh alice dalam hati,apalagi saat ini rasa panas di wajah nya sangat-sangat terasa,mungkin sebentar lagi akan gosong jika alice tidak cepat-cepat menstabilkan nya.