
''bukan membeli nya sayang,tapi toko itu emang milik aku dari awal di bangun''sahut nanda menjelaskan
''jadi?''
hilang sudah pikiran tentang nanda,yang akan menikah lagi,dan berganti dengan ketidakpercayaan.
''iya,aku pemilik resmi toko itu,refan cuma menejer di sana''imbuh nanda jujur.
naomi bungkam saat ini,dia baru saja di kejutkan dengan kenyataan yang di luar duga'an nya.bagai mana mungkin naomi sangat BOD*h hanya untuk sekedar mengetahui semua itu.
jadi selama ini,dia bekerja di toko milik suaminya sendiri,pantas saja semua terasa janggal,setelah ia resmi menyandang sebagai istri nanda,mulai dari sikap refan,yang terkesan lebih sopan terhadap dirinya,juga tentang nanda yang selalu tahu,apapun yang terjadi pada nya.
sekaya apa suami nya itu?lalu apakah mungkin dia tidak memiliki satu pun keluarga,kecuali keluarga agatha.
nanda menyentuh dagu naomi,guna melihat kearah nya.''sayang,kamu marah?''tanya nanda memastikan,karna naomi mendadak diam setelah mengetahui kebenaran itu.
naomi menggeleng saja,tak tahu harus menjawab apa sekarang.
''terus kenapa diam?hm''
''aku cuma,kaget aja kak''jawab naomi singkat..''aku boleh minta satu hal sama kakak?''naomi ingin mengajukan permintaan terhadap suaminya.
''apa itu?''balas nanda penasaran.
''tolong ceritakan semua tentang kakak,apa yang di miliki kakak,aku yakin bukan hanya ini saja hal yang tidak aku ketahui,iya kan?''pinta naomi memaksa.
''apakah harus?''
''Hahhh,ya harus dong kak,aku ini istri sah kakak sekarang,masa iya seorang istri tidak tahu semua hal tentang suaminya,pokok nya apapun yang menyangkut dengan kakak,aku harus tahu,ayok cerita'' naomi mendesak nanda,dengan bicara panjang lebar.nanda tertawa gemas melihat naomi yang mencak-mencak saat ini.
''iya,istri ku yang cantik,iya kakak cerita deh''putus nanda yang akan menceritakan semua nya.
naomi merapatkan duduk nya,hingga menjadi menempel pada tubuh nanda,dengan gerakan tangan yang menyelipkan rambut ke telinga,bertanda siap untuk menjadi pendengar setia.
''kamu tau kan kalo kakak itu kuliah?''naomi mengangguk saja..''nah kampus nya itu juga milik kakak,bukan resmi sih,cuma kakak yang menjadi donatur terbesar nya.''
''wah sulit di percaya,terus apalagi yang kakak punya?''
pikiran dan hati naomi seakan tak bisa bekerja dengan baik,apalagi jantung nya yang terus mendapatkan tekanan,karna kaget dan tak menyangka.
__ADS_1
''emh,dokter yang kemaren kesini,nah dia kerja di rumah sakit milik kakak juga,udah cuma itu aja,eh ada satu lagi pabrik bahan''
''udah?''
naomi memicingkan matanya.
''udah sih kayak nya''
nanda menjawab dengan santai
''yakin gak ada yang lain lagi''desak naomi lagi.
''kalo untuk hal kepemilikan,udah gak ada lagi''jawab nanda menyiratkan kecurigaan dengan kata-kata nya.
''jadi masih ada hal lain,yang gak naomi ketahui dari awal?''tanya naomi tepat sasaran.
''iya ada,bahkan masih banyak''nanda berkata apa adanya,karna memang benar nanda masih memiliki banyak rahasia.
''apa itu?''
naomi makin penasaran dengan kisah hidup nanda,meski detak jantung nya sudah tak beraturan saat ini,mendapatkan serangan bertubi-tubi berupa kenyata'an.
''sini''nanda menepuk paha nya,naomi pun berpindah duduk dengan cepat.
nanda mengecup puncak kepala naomi sedikit kuat,ingin rasa nya nanda hidup normal,memiliki emosi sewajarnya seperti orang-orang pada umumnya,tanpa ada bayang-bayang kejam masa lalu nya.
sedangkan naomi mencoba mengerti dengan apa yang di ucapkan nanda,mungkin masa lalu nya nanda begitu pahit dan menyakitkan,hanya untuk sekedar mengingat nya.
naomi mengangguk patuh di dekapan nanda..''kakak minta satu hal sama kamu,bersikap lah seolah kamu gak tau apa-apa,jika nanti ada orang yang mendekati mu,hanya untuk mengorek informasi tentang kakak,paham?'' jiwa tegas nanda hadir seketika,dan naomi menyadari hal itu.
''iya kak paham''naomi mengeratkan pelukan nya,guna meredam emosi nanda yang tidak tahu kapan datang nya.
''kak?''tanya naomi pelan.
''hmm''
naomi ragu menanyakan hal yang mengganggu pikiran nya,sejak awal mereka bertemu.
''apa sayang?ada yang ingin kamu tanyakan?''nanda mengurai pelukan nya,guna melihat raut wajah sang istri.
__ADS_1
''emh,tapi kakak jangan marah atau bohong''jebak naomi sebelum mengutarakan isi pikiran nya.
''tergantung apa itu''
''ih kok gitu,janji dulu,kalo gak mau naomi gak akan tanya''ancam naomi yang terlihat lucu,dengan mengerucutkan bibir nya.
''iya apa?''nanda mengacungkan jari kelingking nya ke hadapan naomi,dengan cepat naomi menautkan nya.
''emm itu,kakak pernah punya pacar sebelum nya,mantan pacar tepat nya''tanya naomi dengan hati-hati,sembari melihat lekat raut wajah nanda,takut tersinggung tiba-tiba.
''pernah''jawab singkat nanda tanpa mengubah ekspresi nya,berbeda dengan naomi yang terlihat sedikit kaget.
''kenapa?katanya gak boleh bohong,ini udah jujur,sekarang giliran kamu jawab jujur.pernah pacaran atau enggak''goda nanda yang melihat raut tegang naomi,dan mengajukan pertanya'an yang sudah di ketahui pasti oleh nanda sendiri.namun nanda ingin mendengar langsung dari mulut naomi.
''belum pernah dan gak mau membuka hati dulunya''jawab jujur naomi,seketika hati nanda berbunga-bunga mendengarnya,aneh memang hanya dengan pernyata'an seperti itu sudah buat nanda bahagia.
''kenapa?''tanya nanda yang tak kuasa menahan senyum bahagia nya.
''takut aja kalo deket sama laki-laki,gak tau kenapa''
''ouh gitu,terus kok mau di deketin kakak,apa karna kakak tampan iyah?''entah dari mana datang nya,jiwa narsistik nanda hadir,hingga membuat naomi mencebikkan bibir nya.
''dihh pede banget kakak,gak inget apa kalo kakak itu siapa,yah naomi cari aman lah dari pada di bunuh,iya kan.di paksa pula waktu itu''
naomi membeberkan kembali saat pertama kali mereka bertemu.
''jadi kamu terpaksa nikah sama aku iyah?dan sebenarnya kamu gak cinta sama sekali,begitu'' nanda berucap dengan wajah datar,membuat naomi panik setengah mati.
''bu-bukan begitu sayang,sumpah demi apapun,sekarang aku sayang dan cinta sama kamu,percaya sama aku,hati ini udah menjadi milik kakak dan iyah, juga kakak itu ganteng banget,itu sebuah kenyata'an.''naomi dengan cepat meluruskan,sebelum nanda berubah menjadi nanda si pembunuh,tanpa rasa belas kasih.
nanda tersenyum dalam hati,merasa puas dengan jawaban sang istri,namun sebisa mungkin dia menyembunyikan nya,dengan masih menunjukan wajah datar nya.
''tadi kamu bilang kepaksa,cari aman supaya gak aku bunuh''
''kan emang itu kenyata'an nya,tapi itu dulu kak,naomi juga dulu takut sama kakak,apalagi pas tau kakak seorang pembunuh,beda lagi kalo sekarang, jangan kan dekat lebih dari dekat aja aku mau''tutur naomi tersenyum genit pada nanda,itu dia lakukan guna mendinginkan hati nanda.
''kakak tau kok sayang,sejak kamu menyerahkan mahkota dalam diri kamu,di situlah kakak yakin jika kamu juga sudah mencintai kakak'' nanda tersenyum lebar saat ini,merasa sangat bahagia bersama wanita pilihan nya,bahkan kini nanda sudah membawa naomi berbaring.
''pinter banget deh nakutin orang,nah loh sekarang mau apa?itu kenapa tangan nya di sana''naomi mengoda nanda,yang mana kini tangan nanda sudah mulai aktif,menelusup masuk ke dalam baju naomi.
__ADS_1
''mau bantu kamu buka baju,siapa tau gerah iya kan,ini kakak juga buka baju,huuhh gerah banget hari ini''alibi nanda yang mampu membuat naomi tergelak saat itu juga.
bisa saja dalihnya,membantu membuka baju karna takut gerah,jelas-jelas kamar itu terdapat AC yang menyala.