
Pagi harinya rumah besar Nanda, sudah riuh dengan kehadiran Bi Yuyun. Yah! Hari ini asisten rumah tangga kesayangan nya Naomi itu sudah kembali lagi kerumah besar tersebut.
Bi Yuyun disambut secara baik oleh majikan cantiknya itu, sungguh Naomi sangat bahagia bertemu dengan Bi Yuyun.
''Bi Yuyun, lama banget sih disana. Naomi kangen tau'' sapa Naomi dengan nada manja, dia sudah seperti mengadu pada ibunya sendiri jika dilihat.
''Non! Bagaimana kabarnya? Sicalon bayi gak nakal kan Non, kan bibi bilang tiga hari disana Non'' seru Bi Yuyun setelah dia masuk kedalam rumah besar tersebut. Dia membawa bingkisan khas dari kampung halaman nya, mulai dari yang siap makan hingga yang harus diolah terlebih dahulu.
''Baik kok bi, dia juga seperti biasanya anteng, gak rewel didalam perut. Ini bibi apaan sih banyak banget perasaan'' balas Naomi sembari mengusap lembut perut buncitnya.
''Syukurlah! Nih Non, bibi bawakan oleh-oleh dari kampung, semoga Non Naomi suka'' bi Yuyun menyerahkan satu paperbag yang berisikan makanan khas dari kampungnya itu.
''Apa ini bi?'' tanya Naomi penasaran
''Buka aja Non'' titah bi Yuyun, dan dijawab anggukan patuh oleh Naomi
''Wah! Bika ambon, Naomi suka sama makanan ini bi. Legitnya bikin gagal move on, hi hi'' Naomi tersenyum sangat lebar mendapat bingkisan dari Bi Yuyun.
''Bagus kalo Non suka, dimakan gih sama Tuan. Bibi mau beresin barang-barang ini dulu kebelakang'' tutur Bi Yuyun
''Iya bi, terimakasih yah bi'' ujar Naomi dengan senyum tulus.
''Sama-sama Non'' balas Bi Yuyun ramah. Diapun lantas pergi kearah belakang, dimana letak kamarnya dan juga kamar Neli berada.
Neli? Kemana dia hari ini? Entahlah, mungkin dia malu untuk bertemu dengan Naomi saat ini.
Dari arah ruang tamu, Nanda tersenyum manis melihat atraksi istri dan asisten rumah tangganya itu.
Sungguh Bi Yuyun adalah orang yang tepat untuk dia percaya, dan harus dia lindungi dari bahaya yang selalu mengintai.
''Kak!'' seru Naomi girang
''Iya sayang'' balas Nanda lembut
''Bi Yuyun bawain kita keu bika ambon loh, kakak suka gak?'' terang Naomi yang sudah membuka kotak makanan tersebut.
''Suka kok, soalnya dia manis kayak kamu sayang'' ucap Nanda terdengar seperti gombalan, namun itu adalah kenyataan.
''Eh-'' Naomi tertegun mendengar kalimat suaminya, seketika rona diwajahnya muncul.
''Kakak lagi ngegombal?'' selidik Naomi
''No! This is the real honey'' terang Nanda apa adanya.
__ADS_1
''Em, manis banget sih suami aku ini'' ucap Naomi dengan senyum malu-malu
''Oh jelas! Siapa dulu istrinya, iyakan?'' balas Nanda
''Hi hi, aaa. Buka mulutnya kak'' titah Naomi yang sudah menyodorkan satu potongan kecil makanan tersebut kehadapan Nanda.
Nanda menerimanya dengan antusias, jujur saja dia juga sangat menyukai makanan khas tersebut. Hanya saja dia terlalu sibuk selama ini, itu sebabnya Nanda selalu memilih makanan siap saji, meski dia tahu itu sangatlah tidak baik dan sehat bagi tubuhnya. Tapi itu dulu, sekarang pola hidupnya sudah berangsur normal berkat Naomi.
Ding. Dong.
Suara bel rumahnya berbunyi kembali, Naomi segera meletakan jatah makanan yang sedang dia pegang.
''Naomi buka dulu yah kak'' ucap Naomi ingin bangkit dari duduknya.
''Gak usah sayang, biar kakak aja yang buka. Kamu duduk disini saja, itu pasti Alvin'' cegah Nanda cepat.
''Baik kak'' balas Naomi patuh.
Nanda pun segera bergerak kearah pintu kokoh tersebut, guna memastikan tamu yang datang kali ini adalah Alvin.
Bi Yuyun datang secara tergesa dari arah belakang, dia berniat akan membuka pintu tersebut, tapi majikan nya sudah bergerak lebih dulu.
''Tuan yang buka Non? Bibi keduluan sama tuan, maafin bibi yah Non tadi lagi sedikit sibuk beres-beres'' seru Bi Yuyun merasa sedikit bersalah
''Gak papa kok bi, lagian itu tamu spesialnya kakak. Jadi dia yang pengen bukain pintunya'' balas Naomi memberi penjelasan.
''Siapa Non?'' tanya bi Yuyun.
''Kayaknya Alvin yang datang bi'' ucap Naomi tidak pasti
''Wah! Bibi harus siapin minuman kesukaan nya den Alvin kalo gitu, bibi kedapur dulu yah Non'' ujar Bi Yuyun
''Iya bi'' balas Naomi.
Diposisi Nanda. Dia sudah membuka lebar pintu rumahnya, dan terlihatlah sosok yang sangat dia kenal.
''Hallo! Tumben loe mau bukain pintu bang'' sapa Alvin yang sudah mendekap tubuh kakaknya itu.
''Khusus buat loe'' balas Alvin sekenanya.
"Aw, terharu adek bang'' gurau Alvin
'' Jijik banget gue sumpah, loe abis mabok perjalan yah'' ucap Nanda ketus
__ADS_1
''Kagak! Anti lah gue mabok kendaraan, hilang dong damege gue sebagai cowok tampan kalo gitu'' ujar Alvin yang sudah sampai diruang tamu.
''Kirain!'' balas Nanda singkat
''Alvin, silahkan duduk'' seru Naomi ramah.
''Iya kak, gimana keadaan kakak? Gak mules malam-malam kan kak'' balas Alvin yang sekilas memeluk kakak iparnya itu, tidak lupa dengan pertanyaan nya yang sedikit konyol.
''E-enggak kok Vin'' balas Naomi sedikit tidak mengerti
''Eh. Loe pikir kakak ipar loe mau lahiran apa, segala ditanya mules kagak nya, masih lama ampun'' sentak Nanda geram sekaligus jengah.
''He he. Udah gak sabar gue bang'' balas Alvin dengan tawa kecilnya. Naomi kini sudah paham dengan maksud pertanyaan Alvin, dia menggelengkan kepala tidak habis pikir terhadap adik iparnya ini.
''Lima bulan lagi Vin'' ujar Nanda lagi.
''Iya gue tau. Loh ada kue sedep nih, boleh lah gue minta'' ucap Alvin yang sudah memakan satu potong kue tersebut
''Ngapain minta izin kalo langsung santap, hadeh'' gumam Nanda ketus
''Gue gak minta izin bang, gue minta kue ini. Budeg loe'' dengus Alvin.
''Si*l*n loe! Minta gue tabok nih bocah'' sungut Nanda mulai kesal, sedangkan Alvin sudah panik saat ini.
''Ampun bang! Janji gak ngeselin lagi'' Alvin dengan cepat meminta maaf pada kakaknya itu, berabe jika Nanda sudah marah bukan.
''Udah-udah, kalian jangan ribut bisa gak sih. Kasian nih sicalon bayi'' sela Naomi menengahi adu mulut diantara mereka berdua.
Keduanya langsung bungkam kala mendengar kalimat Naomi, sungguh luar biasa calon anaknya ini, belum lahir saja sudah bisa diandalkan pikir naomi.
''Bisa menjadi senjata ampuh ternyata, hi hi kita kerjain uncle dan Daddy kamu sayang'' batin Naomi tersenyum geli.
Tidak lama bi Yuyun datang membawa tiga minuman kesukaan nya Alvin, dan kebetulan Nanda serta Naomi juga suka dengan minuman berbahan buah alpukat tersebut.
Bi Yuyun juga kembali membawakan satu boks kue yang sama, karna dia sengaja membawa bika ambon itu dengan jumlah yang agak banyak, untuk bekal Naomi nanti pikirnya.
...****************...
''Ternyata disini tempat tinggal kamu Nanda, akhirnya setelah sekian lama mencari gue berhasil juga. Mana besar banget lagi rumahnya, wah Nanda memang benar-benar kaya'' gumamnya tersenyum licik
''Nanti jika saatnya tiba, gue yang bakal mengetuk pintu rumah kamu Nanda. Tunggu saja'' monolognya sembari menjauh dari sana.
Senyum puas dan penuh kemenangan selalu terlihat dikedua sudut bibirnya, dia melenggang pergi membawa sejuta kebahagian dihatinya.
__ADS_1