Kekasih Ku (Psikopat`s)

Kekasih Ku (Psikopat`s)
tak di ketahui


__ADS_3

''bagai mana om?''tanya pria yang memiliki alis sobek itu,dengan wajah penasaran.


''sial.!nomor ini tidak bisa di lacak''balas reza sedikit heran dan kesal.


''what?kenapa bisa?''sentak agatha kaget dengan ungkapan reza,karna setau agatha reza merupakan peretas handal,namun demikian ada yang lebih dari kata handal itu.


bukti nya pemilik nomor misterius ini,dia bisa mengelabui reza hingga tampak seperti orang bodoh.


''entah lah,biodata nya kosong''jelas reza dengan lesu.


''trus sekarang gimana om?''desak agatha yang makin resah.


''yah gimana lagi,kasih tau nanda yang sebenarnya''terang reza yang merasa pusing,karna baru kali ini ada nomor yang begitu sulit untuk di ketahui identitas nya.


''huuhh,,bisa-bisa gue di giling ama si bos,tapi mau gimana lagi,di tutupi juga dia bakal tetep tau''keluh agatha frustasi


tringg...


suara notifikasi dari ponsel agatha,dengan malas agatha melihat layar ponsel nya.


''ASU''teriak agatha tiba-tiba,setelah dia melihat pesan yang di terima ponselnya.


''ada apa tha?orang itu ngirimin pesan lagi,sini-sini biar om langsung selidiki''tanya reza meminta ponsel agatha.


''bukan om''jawab agatha singkat,reza mengerutkan keningnya penasaran.


''refan om''


''ada masalah apa sama refan?''


''katanya bianca buat ulah sama ibu bos,kebetulan bianca lagi ke sana,entah buat belanja atau hanya liat-liat saja''terang agatha apa adanya,satu masalah saja belum jelas titik terang nya,ini sudah ada lagi masalah baru,alamat tidak tidur dia malam ini.


''naomi?''reza memperjelas lagi,dan agatha langsung mengangguk membenarkan.


''ok,kalo begitu gatha pamit dulu om,nanti kalo ada kabar bagus segera hubungi gatha''pamit nya segera.


''baik tha,hati-hati kamu di jalan,jangan ngebut-ngebut''nasihat reza pada agatha.


''aman om'' jawab agatha yang sudah keluar dari dalam ruangan reza.


.


.


.

__ADS_1


''udah sin,kamu gak cape apa dari tadi marah-marah mulu,lagian aku juga udah gak masalah''ucap naomi yang bosan mendengar uneg-uneg sinta,padahal naomi yang punya masalah bukan dirinya.


saat ini naomi sudah berganti pakaian,dan tengah mengeringkan rambut di bantu kania,sedangkan sinta masih asyik mencak-mencak sambil berdiri.


''ish,kamu lagi mi,di hina-hina kayak gini masih aja diem,kalo gue yang di gitu'in sih udah abis tuh orang,gue jambak,gue tampar,gue tendang,kalo bisa gue giling dia biar jadi daging giling''cerocos sinta dengan napas naik turun karna emosi,naomi hanya tersenyum sembari menggelengkan kepala melihat tingkah sinta yang over protektif itu.


''trus di jadikan bakso,iyakan sin''timpal kania buka suara di samping naomi.


''apa'an sih nia,orang serius juga''dengus sinta cemberut mendengar candaan kania.


''ye,,sensi amat bu,udah napa sih,naomi aja udah gak masalah tuh''ucap kania menenangkan sinta


''huuhh''dengus sinta yang sudah duduk di samping kanan naomi.


''udah yah jangan cemberut terus,nanti cantik nya hilang lagi''goda naomi yang mengusap lembut bahu sinta.


''iya,mau loe pak refan di ambil orang,karna muka loe mendadak jelek,hihi''timpal kania cekikikan,melihat sinta melototi nya.


''mana bisa begitu''balas sinta..''rambut kamu udah kering mi?''sambung sinta yang langsung merubah ekpresi wajah nya dalam seketika,mungkin dia juga sudah sedikit tenang.


''udah kok''balas naomi singkat


''ya udah gue mau keruangan nya pak refan dulu,nia loe lanjutin dulu yang tadi,ok''pamit sinta pada kedua sahabat nya


tanpa menunggu jawaban dari naomi dan kania,sinta berlalu pergi dengan berlari kecil,menuju ruangan refan.


''pak''sapa sinta pada sang atasan atau tepatnya kekasih bagi nya,yang mana kini refan terlihat sedang pokus di depan layar monitor milik nya.


''kenapa sinta?''refan mengajukan pertanyaan,sebab kekasihnya itu,tidak akan masuk keruangan nya jika tidak ada yang penting.


''bapak sedang sibuk gak?''sinta memastikan dulu sebelum nya.


jika di toko mereka akan layak nya atasan dan bawahan,bahkan sapa'an pun harus tetap formal,meski hanya ada mereka berdua saja,totalitas mungkin.


''gak terlalu kok,ini cuma lagi urus surat pengunduran diri dari aryo''terang refan yang sudah menghentikan aktifitasnya,dan pokus pada sinta yang sudah duduk di sofa yang ada di ruangan nya.


''loh,aryo resign?kenapa?''sinta jadi penasaran tentang aryo,dan melupakan dulu tentang tujuan nya.


''gak tau juga,katanya sih mau pulang kampung,gak tau benar atau enggak nya''jelas refan tetap tenang,dan berlagak tidak tau apa-apa,padahal dia tau alasan aryo yang sebenarnya.


''kan mudik masih jauh yah,aneh kok tiba-tiba dia resign sih''


''mungkin dia ada masalah sama keluarga nya kali,udah jangan di pikirin,sekarang aku mau tau,apa yang membawa kamu kesini?''refan segera mengalihkan pertanyaan,sebelum sinta dan jiwa kepo nya kambuh.


sinta menepuk jidat nya pelan..''ya ampun sampe lupa sama tujuan awal,hehe maaf pak,jadi gini pak saya kesini mau memastikan sesuatu sama bapak''sinta mengungkap kan tujuan nya,dengan terlihat serius.

__ADS_1


''apa itu ?''tanya refan penasaran dengan apa yang tengah menguasai pikiran sinta.


''tapi bapak jawab jujur di sini,dan jangan ada yang di tutup-tutupi,harus terbuka ok''desak nya memasang ekpresi wajah tegang.


''ck,itu tiga kata yang artinya sama sinta''refan jengah dengan kalimat sang kekasih,yang meminta nya jujur,jangan di tutup-tutupi,dan terbuka,padahal itu arti nya sama.


''hehehe,kan harus jelas pak''


''ya udah terserah kamu aja,intinya apa?''putus refan mengalah.


''ekhem,,bapak kenal sama wanita gila tadi''tuduh sinta,namun refan mendadak loading dengan pertanyaan sinta.


''wanita gila?wanita gila siapa maksud kamu?


''ish,itu yang tadi nyiram naomi'' terang sinta judes,karna refan yang telat mikir.


refan manggut-manggut tanda mengerti,siapa wanita yang di sebut 'gila' oleh sinta itu.


''bapak,ihh jawab dong,malah manggut-manggut kayak ikan mangut aja''seloroh sinta kesal karna refan tak kunjung buka suara.


refan nyengir kuda sebelum menjawab.''maksud kamu bianca''refan menyebut nama wanita yang di juluki 'gila' oleh sinta.


''bapak kenal dia?''lagi sinta mendesak refan


''kenal sih enggak,cuma sedikit tau aja tentang dia''refan berkata jujur terhadap sinta,karna memang benar refan tidak kenal dengan bianca,namun dia sedikit tau karna bianca adalah putri dari salah satu orang terkaya di indonesia.


''kiding,bohong,bulshit,masa gak kenal sampe tau nama nya segala''lagi-lagi sinta memborong kata-kata yang memiliki arti 'sama',nada bicara nya terselip keraguan.


''serius buat apa aku bohong,aku cuma sering liat dia di majalah dan berita,coba kamu chek sendiri kalo gak percaya''refan menyodorkan laptop kehadapan sinta,supaya sinta percaya dengan kata-kata nya.


sinta terdiam beberapa menit,sebelum akhirnya mengangguk..''ok saya percaya,kalo begitu saya pamit balik kerja lagi,terima kasih untuk waktu nya,permisi'' sinta berdiri dan segera melangkah menuju pintu,refan mengikuti sinta dari belakang.


''mari pak''ucap sinta yang akan membuka pintu ruangan itu,namun.


''tunggu''cegah refan yang menutup kembali pintu itu hingga rapat kembali.


''iya,kenapa pak?''


''kamu gak marah kan?''refan menggapai kedua tangan sinta,memastikan tidak ada kesalah pahaman di sini.


dengan cepat sinta menggeleng dan tersenyum pada refan..''gak kok pak,saya cuma sedikit kecewa karna tidak mendapatkan info tentang wanita 'gila' itu''ungkap sinta


''beneran?''


''iya,udah ah saya mau balik kerja lagi,selamat siang calon imam,cup'' dengan gerakan cepat sinta membuka pintu dan segera berlari kecil,menghindari rasa malu yang akan lebih besar jika masih ada di dekat refan.

__ADS_1


''eh''refan terkejut dengan aksi sinta,namun juga sangat senang karna mendapat kecupan dari kekasih nya itu,yah walaupun singkat tapi bermakna,buktinya saat ini refan tengah senyum-senyum sembari mengelus pipi yang di kecup oleh sinta.


__ADS_2