Kekasih Ku (Psikopat`s)

Kekasih Ku (Psikopat`s)
Bianca lagi


__ADS_3

Sore harinya Naomi dan Alice tengah membuat cemilan di dapur mewahnya, dengan di temani Bi Yuyun sebagai juru resepnya.


Cemilan yang mereka buat ialah stik renyah yang terbuat dari tepung terigu serta kawan-kawannya.


''Masukin ini ya kapan Bi?'' tanya Naomi pada bumbu halus yang terbuat dari bawang putih.


''Sekarang aja Non''


''Aku masukin yah kak'' sahut Alice membantu menuangkan bumbu halus tersebut pada adonan yang tengah Naomi uleni.


''Eh Non itu ada bulu matanya jatuh, biar bibi ambilkan. Non diem yah'' Bi Yuyun mendekat dan otomatis Naomi memejamkan kedua matanya.


''Nah, sudah'' ujar Bi Yuyun


''Mmm ... Ffffttt. Ha ha ha''


Alice tertawa lepas saat melihat kondisi wajah Naomi sekarang.


''Kamu kenapa ketawa Lis?'' tanya Naomi heran sedangkan Bi Yuyun sendiri sudah menatap majikannya dengan cengo.


''Coba deh kakak liat kaca'' Alice menyodorkan cermin bulat pada Naomi.


Hah! Pantas saja Alice tertawa dan Bi Yuyun terlihat kikuk. Ternyata ada tepung terigu yang namplok di pelipis Naomi hingga menutupi sebelah alisnya.


''Pasti nih tangan Bibi yang berulah'' cetus Naomi yang menunjukan raut marah namun tidak bisa.


''He he maaf Non, bibi lupa cuci tangan tadi. Sini biar bibi bantu bersihin, biar cantiknya gak ketutupan.'' ucap bi Yuyun dengan kekehan kecilnya.


''Iya, bibi harus tanggung jawab'' goda Naomi yang sudah di bantu menghapus tepung tersebut.


Ting. Tong


Ting. Tong


''Siapa'' gumam Naomi saling pandang dengan Alice dan bi Yuyun. Mereka berdua hanya mengedikkan bahunya tanda tidak tahu.


''Biar bibi yang buka Non'' Bi Yuyun segera berlari kecil kearah pintu utama guna melihat siapa yang datang bertamu.


Pintu kokoh itu pun terbuka lebar saat bi Yuyun membuka dari dalam. Sedangkan orang yang bertamu sudah menatapnya dengan angkuh.


''Mau apa lagi anda kemari?'' tanya bi Yuyun berani tanpa santun pada tamu tersebut.


''Suka-suka gue dong. Loe siapa tanya-tanya'' balasnya sombong.


''Maaf. Anda tidak di terima di rumah ini. Permisi''


''Heh, Babu! Berani yah loe sama gue. Loe gak tau gue siapa, hah?'' sentaknya berang saat bi Yuyun ingin menutup pintu itu kembali.


''Anda tidak penting untuk di ketahui, dan saya hanya menjalankan tugas saya''


''Kurang ajar loe. Pembantu aja belagu, mau gue aduin sama pemilik rumah ini biar loe di tendang dari rumah ini''


''Saya tidak takut, karena itu tidak akan pernah terjadi'' tantang bi Yuyun berani


''Siapa sih yang bertamu? Kok bibi gak ajak dia masuk, malah kayak cekcok. Iya gak sih Alice'' ucap Naomi penasaran karna suara adu mulut samar-samar terdengar kearah dapur.


''Apa kita lihat aja kedepan kak, biar jelas siapa yang datang'' usul Alice yang di jawab anggukan setuju oleh Naomi.

__ADS_1


Naomi dan Alice bergerak kearah pintu utama guna melihat hal apa yang sedang terjadi saat ini.


Naomi tertegun sejenak saat melihat sosok orang yang bertamu kerumahnya itu.


''Awas gak loe''


''Awwss hhh''


''Ya tuhan!'' pekik Naomi


Dengan teganya orang itu mendorong bi Yuyun hingga terjatuh sedikit keras di lantai. Naomi dan Alice segera berlari kecil guna membantu bi Yuyun bangkit.


''Bi.'' seru Naomi cemas


''Non Naomi, lebih baik masuk ke kamar bersama Non Alice. Biar bibi saja yang usir perempuan itu'' bujuk bi Yuyun karna khawatir terjadi sesuatu pada majikannya yang tengah mengandung.


Perempuan itu sangat tega dan nekad untuk berbuat jahat pada Naomi, itulah yang bi Yuyun khawatirkan.


''Ha ha ha. Kenapa loe suruh dia buat masuk kamar, hah? Takut gue apa-apain yah'' ocehnya tertawa remeh dengan berdiri angkuh di hadapan Naomi.


''Maksud kamu apa? Ngapain kamu datang lagi kesini. Mau cari perhatian suami saya, iyah?'' sentak Naomi kesal dan merasa berkuasa karna dirinya merupakan Nyonya di rumah ini.


Bi Yuyun dan Alice merasa kagum pada Naomi yang berani melawan perempuan nekad itu.


''Siapa yang loe bilang suami. Nanda? Cih yang benar saja.'' balasnya sinis.


''Kamu itu tidak tahu malu atau bagaimana sih? Tidak bisa terima banget kalo saya adalah Nyonya di rumah ini. Dan Nanda Mahessa adalah suami sah saya'' tekan Naomi lantang. Napasnya memburu dengan wajah yang memerah akibat menahan rasa kesal yang besar.


Di tambah lagi dengan tendangan aktif Baby nya di dalam perut. Kenapa anaknya itu tiba-tiba aktif bergerak, seakan senang jika ibunya bertindak seperti saat ini.


''Loe gak usah belagu dan merasa tinggi karna telah berhasil menikahi Nanda. Belum tentu dia mencintai loe dengan tulus'' tunjuknya berang dan gemas pada keberanian Naomi.


''Humpt!'' Naomi terkekeh kecil sembari menurunkan telunjuk perempuan itu dari hadapannya.


''Kamu masih meragukan cinta dia untuk saya? Lalu ini apa'' balas Naomi yang sudah mengusap bulatan di perutnya dengan penuh bangga.


Bi Yuyun dan Alice makin terkagum-kagum pada Naomi, mereka tidak menyangka jika Naomi yang terkenal lembut bisa melawan guna mempertahankan harga diri dan kedudukannya sebagai Nyonya Mahessa.


Perempuan itu sangat marah dengan ucapan Naomi terhadapnya, dia melihat perut buncit Naomi yang mana itu buah cinta Naomi dan Nanda.


''Gue dorong aja dia sampai jatuh terus nanti dia keguguran deh, sebelum gue dorong gue jambak dulu dan tampar aja pipinya. Iya, itu ide bagus'' batinnya berniat jahat pada Naomi.


''Kamu kenapa melihat saya seperti itu Bianca?'' selidik Naomi curiga.


Bianca terus saja maju kearah Naomi untuk melancarkan aksi jahatnya itu. Dan Naomi pula terus mundur guna menghindari Bianca.


''k-kamu mau apa Bianca? Stop gak''


''Mau apa anda'' hadang Bi Yuyun cepat.


Bruk ...


Lagi bi Yuyun di dorong kesamping oleh Bianca dan melayangkan tangannya keudara bersiap menampar Naomi.


''Kak'' Alice segera merangkul Naomi guna terhindar dari pukulan Bianca.


Namun, sudah masuk beberapa detik tidak ada suatu pukulan atau sentuhan dari Bianca yang mengenai tubuh mereka.

__ADS_1


''Kakak'' gumam Naomi tertegun saat melihat suaminya datang dan menahan laju tangan Bianca, sehingga menggantung saja di udara.


Bukan hanya Naomi dan Alice saja yang terkejut, Bianca juga tidak kalah syok melihat tatapan tajam yang menghunus kerahnya saat ini.


Nanda menghempaskan secara kasar tangan Bianca dan segera mendekap istrinya.


''Sayang. Are you oke?''


''Naomi baik-baik saja kok kak'' balas Naomi yang senang suaminya datang dengan tepat waktu.


''NANDA!'' teriak Bianca murka saat dirinya tidak dihiraukan oleh Nanda.


Plak ...


''K-kamu tega tampar aku cuma buat belain wanita rendahan ini, Hah?'' sentak Bianca tidak terima dan tidak tahu malu tepatnya.


Plak ....


Plak ...


''Siapa yang loe bilang rendahan? Ngomong sekali lagi coba'' desis Nanda sembari menjambak rambut lurus Bianca, dengan kondisinya yang sudah lebam dan berdarah di sudut bi birnya akibat tamparan keras dari Nanda.


''Hiks hiks. Kenapa kamu tega sama gue Nda, kenapa?'' jerit Bianca yang menahan rasa sakit yang berdeyut di area pipi serta kepalanya.


''Bangsaat! Sekali pun gue bunuh loe saat ini juga, itu hal yang sangat mudah bagi gue. Dengan senang hati gue kabulin, dan jangan pernah loe tanya apa salah loe Sialaan''


''Aaa haaaa hiks hiks, sakit Nda'' tangis Bianca menggema di depan pintu saat dengan ringannya Nanda mencengkram wajah Bianca dengan sangat kuat.


Naomi yang melihat emosi suaminya yang tidak terbendung pun menjadi panik dan cemas.


Dugh ....


''kakak. Stop!'' pekik Naomi tak tega melihat kepala Bianca di benturkan ke lantai, hingga darah keluar dari keningnya.


Dugh ...


''A-ampun Nda. S-sakit'' lirih Bianca yang kembali mendapat serangan dari Nanda.


''Loe mau mati kan? Makanya loe datang lagi kesini dan berniat mencelakai istri gue. Mati saja loe sekarang''


Bukh ....


''Kak, udah berhenti kak. Kasian dia kak'' cegah Naomi menahan lengan kekar suaminya.


''Dia mau sentuh kamu tadi sayang. Hanya kematian yang pantas dia dapatkan sekarang''


''Kak. Naomi minta sama kakak untuk berhenti siksa dia, kakak mau kan turutin maunya Naomi?'' tutur Naomi yang merasakan cengkraman tangan suaminya pada rambut Bianca melonggar.


''Iya seperti itu sayang'' Naomi berkata sangat lembut pada suaminya itu.


''Pergi'' desis Nanda pada Bianca


''Kenapa kamu te-''


''PERGI ATAU GUE BUNUH LOE SAAT INI JUGA'' bentak Nanda yang kini ada di dekapan istrinya.


''Bi Yuyun, tolong bantu dia keluar dan antarkan sampai ke dalam mobilnya'' titah Naomi berempati

__ADS_1


''Baik Non'' balas Bi Yuyun yang langsung memapah Bianca untuk keluar dari rumah majikannya.


Keadaan Bianca sangatlah mengkhawatirkan saat ini. Keningnya berdarah-darah, rambut acak-acakan serta pipi yang lebam di bagian tertentu. Bi Yuyun saja sampai meringis ngilu melihatnya, antara kasian dan kesal pada Bianca yang keras kepala.


__ADS_2