Kekasih Ku (Psikopat`s)

Kekasih Ku (Psikopat`s)
Hot


__ADS_3

''Jadi sinyal nya benar akurat?'' tanya Galih.


''Sangat akurat, Tuan. Mungkin Alvin tidak serius menjalankan perintah dari Tuan''


''Lancang sekali kau'' desis Galih menatap tajam asisten nya itu.


''Maaf Tuan!'' imbuh Antonio tertunduk.


''Kenapa kau terlihat tidak suka terhadap Alvin, apa dia itu musuh mu?'' tanya Galih lagi.


''Bukan Tuan, sekali lagi saya minta maaf.'' balas Antonio.


''Jika kau merasa Alvin lalai dalam menjalankan tugas nya, aku tugaskan dirimu untuk menyelidikinya ke indonesia. Bagaimana?'' ucap Galih tersenyum licik.


''Siap Tuan!''


''Apa kau yakin? Alvin bisa saja murka jika dia tahu bahwa kau ingin mengantikan tugasnya. Dan secara tidak langsung kau mau bersaing dengan nya Anton'' terang Galih yang sudah melirik kepada bawahan nya itu.


''Entahlah, Tuan. Kemungkinan memang begitu, saya merasa akhir-akhir ini Tuan Sagara mengabaikan anda Tuan. Sepertinya dia memang tengah merencana kan sesuatu''


Galih tersenyum miring mendengar kalimat bawahan nya.


''Alvin Sagara! Huh, dia memang pemberani dengan nyali yang besar, tidak memiliki satu pun rasa takut. Persis seperti mendiang ayahnya dulu, tapi sayang dia tidak bisa melihat tumbuh kembang putra tunggal nya itu sekarang. Yang sudah aku rubah menjadi seorang pembunuh yang handal tanpa belas kasih, agar dia tahu dan paham arti kerasnya hidup'' cibir Galih bercampur pujian


''Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang, Tuan? Apa saya harus ke indonesia untuk menyelidiki hal ini''


''Tidak perlu, Kita bermain santai dan bersih dulu. Alvin ingin merencanakan sesuatu bukan? Kita lihat dulu apa itu rencana nya, ikuti seakan kita tidak tahu apa-apa dulu'' titah Galih.


''Baik Tuan''


''Alvin, akan aku perlihatkan kepadamu. Apa yang akan terjadi jika kau berani menusuk ku dari belakang. Wanita itu sedari awal sudah mengacaukan rencana ku, jadi dia harus mati ditangan ku'' desis Galih tersenyum licik.


...****************...


''Huh! Selama tiga tahun aku bersekolah di sini, baru hari ini aku dihukum karna telat'' keluh seorang gadis mungil yang datang terlambat ke sekolah karna suatu hal.


''Ck! Gak usah lebay deh loe, gue aja yang sering banget di hukum biasa aja tuh'' sahut laki-laki yang mengalami hal serupa.


''Alvin! Yang nama ya udah sering, pasti bakal biasa aja jika mengalami nya. Berbeda dengan yang belum pernah, ngerti gak sih kamu'' ucap gadis itu, yang tidak lain adalah Alice.


''Ngerti sayang!'' sahut Alvin santai.


Alice memalingkan wajah nya dengan cepat, karna tidak ingin ketahuan jika dia saat ini tengah salah tingkah mendengar jawaban seperti itu dari Alvin. Meski Alvin cukup sering memanggilnya dengan sebutan sayang, tetapi tetap saja rasanya akan mendebarkan. Alice akan merasa salah tingkah meski dalam posisi kesal sekalipun terhadap Alvin.

__ADS_1


''Atur napas. Huh! Ingat jangan sampai dia tahu kalo kamu lagi baper sekarang Alice, atau kamu akan naik darah menghadapi kelakuan nya yang super mesum itu'' batin Alice berceloteh.


Alice kembali mencuri pandang kepada Alvin. Entah mengapa dia selalu ingin melihat wajah tanpa ekspresi itu akhir-akhir ini.


''Kenapa?'' tanya Alvin singkat


''Gak ada'' dalih Alice cepat.


''Loe duduk aja di situ, biar gue yang bersihin ini semua'' titah Alvin perhatian.


''Nanti kamu cape Vin''


''Tinggal satu toilet ini lagi kan? Jadi nurut aja yah sayang'' ucap Alvin yang lagi-lagi membuat Alice tidak bisa berkutik karna salah tingkah.


''Iya'' balas Alice patuh.


Alvin mulai menyikat seluruh isi kamar mandi, dia tidak mau berlama-lama disana. Atau kepala nya akan pusing karna terus saja mencium bau yang khas dari dalam kamar mandi.


Alice tersenyum hangat saat melihat Alvin yang bekerja keras menjalankan hukuman mereka. Sangat gagah sekali dengan memakai kaos hitam polos miliknya, yang kebetulan muat di tubuh Alvin. Padahal itu adalah kaos berukuran over size untuk Alice.


...----------------...


Saat sudah selesai menjalankan hukuman nya, kini Alvin dan ketiga teman nya tengah berkumpul di halaman belakang sekolah. Meninggalkan Alice di ruang guru yang sedang melakukan susulan materi.


Semua orang yang ada di dalam kantin menoleh dan menatap penampilan Alvin. Para kaum betina sudah menjerit histeris melihat laki-laki dingin dan datar itu. Rasa kagum dan juga ingin memiliki semakin membuat heboh suasana di sana.


Kenapa begitu? Pantas saja, penampilan Alvin saat ini terlihat begitu menggoda di mata para kaum hawa. Pasalnya Alvin bergerak diantara para sahabat nya dengan keadaan yang berantakan. Berantakan dengan artian lebih hot, rambut yang berantakan seperti bangun tidur. Belum lagi seluruh kancing seragam nya terbuka, dan menampilkan kaos hitam polos yang di banjiri keringat.


Ah! Itu sangat hot dan panas, menurut mereka. Andai Alvin orang nya gampang di dekati, pasti saat ini dia tengah di tempeli banyak wanita karena ketampanan nya itu.


Aiden mewakili para sahabat nya untuk membeli cemilan, sedangkan Alvin dan kedua sahabat nya yang lain duduk di kursi yang kosong menunggu Aiden kelar.


''Kalian mau makan gak sih?'' tanya Abi mengkode.


''Mau'' balas Atala cepat.


''Loe Al'' tanya Abi lagi.


''Ambil'' ucap Alvin datar, melihat situasi yang berisik jiwa kutub Alvin kembali aktif dua kali lebih dingin.


''Gue juga, ambilin yah Bi'' sahut Atala memerintah


''Emang gue babu loe!'' sentak Abi kesal.

__ADS_1


''Nah, cocok tuh'' celetuk Atala dengan kekehan nya.


''B*ngs*t! Mau baku hantam, loe. Ayok sini'' pekik Abi makin kesal.


Alvin memutar bola matanya malas mendengar perdebatan itu. ''Udah, gue mau cabut'' ucap Alvin ikut kesal.


''Loh Vin, kita gak jadi makan ini'' teriak Atala saat melihat Alvin dan Aiden melenggang pergi menuju halaman belakang.


''Ck! Gara-gara loe ini'' tukas Abi ketus, sembari ikut mengejar langkah Alvin.


''Kok gue'' tunjuk Atala pada dirinya sendiri.


Sesampainya di halaman belakang.....


''Loe kenapa bisa telat Vin?'' tanya Abi


''Jawaban nya pasti kesiangan'' sahut Atala mewakili Alvin


''Bukan loe banget'' ucap Abi lagi.


''Gue kesiangan'' balas Alvin santai


''Tuh kan. Apa gue bilang juga, loe sih Bi gak percaya. Huuu'' sorak Atala karna merasa tepat dengan dugaan nya.


''kemana loe tadi malam?'' Aiden juga ikut bertanya


''Party'' jawab Alvin singkat.


''Kok, loe gak kasih info ke kita sih?'' protes Aiden


''Nih'' Alvin menyodorkan ponsel nya kehadapan mereka bertiga.


''Uh, mantaf ini'' mereka segera merebut ponsel tersebut untuk melihat aksi keji Alvin tadi malam. Entah kenapa mereka selalu ingin menyaksikan perbuatan dosa yang Alvin lakukan.


''Eh Vin. Kenapa kita gak buat gengs atau perkumpulan aja, dan elo sebagai ketua nya. Kayak Touman atau revenger gitu, keren pasti'' usul Aiden disela-sela kegiatan nya, yaitu menonton rekaman aksi Alvin tadi malam.


''Gue benci orang yang membuat kelompok, karena gue merasa seperti di asingkan. Gue juga benci waktu istirahat, karena itu memperjelas fakta bahwa gue sedang dijauhi oleh semua orang. Gue juga gak suka guru, karena mereka suka mementingkan kerja kelompok, dan karena kita selalu di asingkan'' terang Alvin menjawab dengan kalimat andalan nya.


''Woah! Sekali nya ngomong panjang, epic nya bukan maen. Beuh, good dah pokok nya'' puji Atala saat mendengar kalimat panjang dari sahabat nya itu, yang mana terbilang langka dalam berbicara seperti itu.


''Gue setuju sama isi pikiran loe Vin, lebih asyik begini aja. Iya gak?'' ucap Abi bangga sekaligus kagum dengan pemikiran bijak sahabat datar nya itu.


Bener, apa yang loe bilang Vin. Sorry, gue udah bicara begitu tadi'' ucap Aiden dengan senyum persahabatan.

__ADS_1


''Santai aja'' balas Alvin.


__ADS_2