
Alvin sudah sampai dimarkas yang ditujukan oleh Abi, dimana Abi sudah berada disana bersama kedua mangsanya Alvin malam ini.
Tak ingin ketinggalan. Aiden dan Atala pun ikut kemarkas tersebut, guna menyaksikan hukuman apa yang akan Alvin berikan untuk mangsanya kali ini.
''Cepet juga loe lumpuhin mereka Bi'' Ucap Alvin tersenyum bangga pada Abi. Namun senyum tersebut hanya sekilas saja, Alvin jelas pantang memamerkan ekpresinya terlalu lama.
''Jelas lah, orang mereka tongkrongan nya dijalan'' Sahut Abi enteng.
''Udah gue tebak sih'' Ujar Alvin santai
''Buruan dah masuk, mereka udah pada sadar dari tadi'' Titah Abi
''Ok'' Alvin pun segera bergerak menuju ruangan khusus, dimana ada kedua mangsanya disana.
Brak....
Pintu kokoh tersebut ditendang keras oleh kaki panjang Alvin, Abi sampai tersentak kaget mendengar itu.
''Kaget gue *njir'' Keluh Abi sembari mengusap dada bidangnya. Alvin hanya melihat acuh kearah Abi.
Alvin masuk dengan langkah santai dan cool, dia ingin melihat seperti apa reaksi para mangsanya, kala melihat sosok dirinya.
Sedangkan Abi sudah tersenyum remeh pada mereka berdua, seolah mengejek dan senang dengan penderitaan yang akan menimpa mereka.
''A-A-LVIN. ABI'' Pekik mereka secara kompak dan terkejut.
''Hallo, good nigth honey'' Seru Abi dengan senyum tengilnya. Raut syok sangatlah kentara diwajah kedua wanita tersebut, mereka masih belum bisa percaya, dengan apa yang dilihatnya malam ini.
Mengapa Abi dan Alvin menculiknya? Dan kenapa tatapan Alvin begitu tajam dan mengerikan malam ini. Seakan dapat membunuh mereka hanya dengan tatapan tersebut.
''Woyyy'' Teriakan seseorang dari arah luar, Abi melihat dengan cepat sumber suara tersebut, tapi tidak dengan Alvin. Dia masih tetap dengan posisinya saat ini, yaitu menatap secara intens kedua mangsanya, yang sudah menggigil ketakutan.
''Hah. Hah. Kita gak telat kan?'' Tanya Aiden, dia datang bersama Atala dengan napas yang terengah-engah. Sudah seperti dikejar hantu saja mereka berdua ini.
''Loh kok! Kalian berdua bisa ada disini?'' Seru Abi setelah melihat kehadiran dua sahabat tengilnya.
''Iya lah, gue sama Atala juga mau liat kali'' Ujar Aiden dengan pasti.
''Tau dari mana kalian, kalo gue sama Alvin ada dimari'' Selidik Abi, tanpa mengingat siapa Atala dan pekerjaan nya. Tanpa mereka sadari jika Alvin sudah tidak ada didekat mereka, melainkan sudah mendekati kedua mangsanya
''Ck, masih muda udah pikun aja loe. Sekali klik gue langsung tau posisi kalian dimana'' Ucap Atala sedikit menyombongkan diri. Abi memutar matanya jengah, mendengar pengakuan nyata tentang Atala.
__ADS_1
''Iya yah, dia kan seorang IT'' Gumam Abi membenarkan.
''Aaaaa. Ampun Vin, maafkan kami, hikss''
''Hikss, ini sakit Vin''
Jeritan pilu dari kedua wanita itu terdengar tiba-tiba, di lihatnya Alvin sudah menggores pipi mereka dengan pisau tajam miliknya.
Aiden, Abi, serta Atala, melihat secara serius perbuatan keji tersebut, tanpa berniat menolong ataupun menghentikan kegiatan Alvin.
''AAAAA'' Pekikan yang begitu nyaring keluar dari salah satu mulut wanita itu, karna Alvin sudah menekan kuat-kuat tusukan pisau tersebut dipipi nya.
Seketika darah segar mengalir pada mata pisau, serta tangan Alvin.
Crat...
''AAaa, hikss hikss''
Dengan keji Alvin mencabut pisau tersebut secara paksa, airmata dan darah menyatu saat itu juga. Dan Alvin sangat menyukai itu, sungguh pemandangan yang mampu membuat hati Alvin senang.
Dijilatnya mata pisau tersebut, tanpa rasa jijik dan mual. Kedua wanita itu mendelik sempurna saat melihat aksi yang dilakukan Alvin.
''Loe mau juga'' desis Alvin pada wanita tersebut. Wanita itu menggeleng kuat tanda jawaban nya. Namun itu percuma saja, Alvin akan tetap memberikan dia pelajaran yang menyakitkan, bahkan mereka bisa mengalami trauma atau parahnya depresi, setelah ini.
''Ampun Vin, salah kita apa sama loe'' Ucap sendu wanita tersebut. Alvin menyeringai seram kala mendengar kalimat tersebut.
''Aaaaa'' Pekik wanita itu, kala rambut panjangnya ditarik kuat-kuat oleh Alvin. Sampai kepalanya mendongak keatas saking kuatnya.
''Loe masih tanya salah loe apa. Hm?'' Desis Alvin geram.
''Ampun Vin'' wanita itu terus berusaha melepaskan tarikan tersebut, karna kepalanya sudah terasa kebas akibat rasa sakit itu.
Tap...
Abi ikut berjongkok dihadapan wanita yang sudah Alvin robek pipinya, tubuh wanita itu langsung beringsut ketakutan.
''Hukuman apa yang pantas, buat orang yang udah berani ngusik miliknya Alvin'' Ujar Abi dengan smirk nya.
''Aliska!'' Gumam wanita itu menebak. Abi tersenyum sangat manis kali ini.
''Tepat! Loe udah salah pilih musuh Lucy, harusnya Aliska loe jadikan ratu bukan saingan'' tutur Abi
__ADS_1
''Payah! Gak usah buang-buang waktu buat sampah kayak mereka'' Sentak Alvin berang, yang sudah mengadahkan tangan nya kepada Abi.
Mengerti! Abi segera memberikan apa yang diminta Alvin, sebuah air yang sangat bening didalam botol kaca. Terdapat dua botol penuh, satu dipegang Alvin dan satunya lagi oleh Abi.
Alvin tersenyum puas, dan segera membuka tutup botol tersebut begitupun dengan Abi. Dan!
''Aahhh, panas, panas, tolong air, kita mau air. Panasss arggghh'' Lolongan kesakitan menggema diruangan itu, kala Alvin dan Abi menuangkan air tersebut kepada tangan dan wajah mereka berdua.
''Buset, cuci tangan sama muka pake air keras dong'' Seru Aiden tanpa rasa kasihan, melihat Lucy dan Sonya menggeliat penuh kesakitan.
''Meledak'' Imbuh Atala dengan tawanya.
Alvin dan Abi kompak berdiri, lalu menyaksikan bagaimana Lucy dan Sonya, menahan rasa panas dan sakit yang luar biasa pada tubuh mereka.
Persis seperti cacing yang terkena terik matahari, bahkan kini suara mereka sudah tidak dapat keluar lagi, akibat pengaruh besar air keras tersebut.
Hingga pergerakan itu mulai melemah, dan seketika darah merembes keluar dari area yang terkena siraman tersebut.
''Kalo kalian masih hidup, jangan coba-coba melaporkan hal ini. Atau! Air keras ini akan gue masukin kerongga mulut kalian'' Ancam Alvin sangat tegas.
Mereka hanya menjawab dalam hati tanpa mampu mengangguk, namun pandangan mereka sudah jelas memberi Alvin jawaban.
Tanpa menunggu menit selanjutnya, mereka berdua sudah tergeletak tak berdaya dilantai dingin itu.
Alvin tersenyum miring dan segera berbalik menghadap Aiden dan Atala.
''Urus semuanya, buat seolah ini murni kecelakan. Ingat main bersih'' Tutur Alvin memberi perintah kepada kedua sahabatnya.
''Ok. Brother! Serahin sama gue pokoknya'' Balas Atala ringan.
''Bagus'' Ujar Alvin, yang sudah keluar lebih dulu dari ruangan itu.
Tinggal lah Abi, Aiden serta Atala disana, mereka akan memulai misi pembersihan nama serta menutupi jejak mereka. Dan berperan seolah ini real kecelakan tanpa melibatkan mereka dan juga Alvin tentunya.
...****************...
''Ngusik ketenangan nya saja sudah dibikin mampus sama Alvin, apalagi ngusik gadisnya. Ampun sadis bener dah si Alvin, kalo gitu ceritanya tuh anak orang, hidup enggan mati tak mau'' Ucap Agatha yang mengetahui perbuatan Alvin malam ini.
Agatha baru saja selesai menjalankan misinya, dan malam ini dia tengah dalam perjalanan pulang.
Karna besok dirinya serta yang lain, akan menjalankan misi kedua, oleh sebab itu Agatha langsung pulang setelah berhasil mengubah identitas Marco
__ADS_1