Kekasih Ku (Psikopat`s)

Kekasih Ku (Psikopat`s)
Ada hubungan apa?


__ADS_3

Setelah menempuh 45 menit perjalanan. Akhirnya Nanda dan Naomi sampai di kediamannya. Tanpa mengetuk ataupun menekan bel terlebih dahulu, Nanda langsung saja membuka pintu kokoh di hadapannya itu.


Dengan masih menggenggam tangan mungil istri cantiknya, dia melangkah masuk secara lebar dan pasti.


''Tuan. Nona'' sapa Bi Yuyun dengan cepat.


''Di mana dia'' tanya Nanda tegas.


''Di ruang tamu Tuan'' jelas Bi Yuyun.


Sebelum mereka melangkah menuju ruang tamu, sebuah pekikan kencang telah terdengar.


''NANDA. I miss you'' pekik seseorang yang sudah lama menunggu kehadiran nya itu. Dan tanpa tahu malunya dia berlari menuju kearah Nanda sembari merentangkan kedua tangannya seperti ingin berpelukan.


''Kayak pernah lihat'' suara hati Naomi yang melihat dengan jelas potongan dari rupa wanita yang tengah berlari kecil tersebut.


Naomi yang melihat hal tersebut pun dengan sigap memeluk tubuh suaminya. Dia tidak akan pernah rela miliknya tersentuh oleh orang lain. Sedangkan Nanda sudah menyodorkan sebuah pistol pada orang tersebut dengan jarak yang tidak terlalu jauh.


Bak adegan slowmotion, orang tersebut berhenti secara pelan dengan mata melebar sempurna, tidak lupa dengan posisi tangan nya yang sudah berubah menjadi terangkat.


''Ke- kenapa?'' tanya nya terbata. Nanda tersenyum miring dengan kilat kemarahan yang jelas.


''Gue gak sudi di sentuh sama orang hina kayak loe. Hanya dia seorang yang berhak atas tubuh gue'' desis Nanda yang sudah menarik pelatuk pistol miliknya itu.


Jantung Naomi berpacu lebih hebat, saat mengetahui emosi suaminya sudah menguasai dirinya.


''Ya tuhan! Semoga saja kakak bisa menahan emosinya, serta tidak melupakan apa yang aku minta.'' batin Naomi berharap


''Kenapa kamu bicara seperti itu Nanda? Kamu lupa aku ini siapa bagi kamu'' tukas orang itu dengan tubuh gemetar.


''Sampah!'' celetuk Nanda sinis.


''Please! Jangan main-main sama pistol itu Nanda. Atau kamu akan menyesal nantinya'' ucapnya kembali.


Dor …


Prang …


''Aaaaa'' jerit wanita itu sembari berjongkok menutup kedua telinganya.


''Ya tuhan!'' gumam bi Yuyun dari arah dapur, yang juga kaget mendengar suara tersebut.


Satu peluru lolos dari sangkarnya, untungnya timah panas itu tidak mengenai wanita tersebut. Tepatnya sengaja di plesetkan oleh Nanda.


Sedangkan Naomi makin mengeratkan pelukannya mendengar suara tersebut. Nanda segera mengusap lembut surai hitam Naomi, guna menenangkan nya.

__ADS_1


''Kakak!'' bisik Naomi sedikit terisak di dada bidang suaminya.


''Suttt …. Kamu jangan takut sayang. Kakak tidak akan melanggar permintaan kamu kok. Hm. Biar ini menjadi bagian Adik iparmu, dan dia pasti akan sangat senang'' Ucap Nanda yang di balas anggukan kepala oleh Naomi.


''Apa yang kamu lakuin Nanda? Mencoba membunuh gue, iyah? Dan siapa wanita itu'' sentak wanita itu dengan urat leher yang menonjol, bertanda bahwa dia tengah menahan amarah yang besar.


Dia adalah Bianca ...


Yah! Bianca yang menjadi tamu untuk Nanda hari ini. Masalalu yang dianggap tidak penting oleh Nanda.


''Sekalipun gue bunuh loe disini sekarang, itu bukan hal yang sulit buat gue. Perlu bukti?'' ujar Nanda santai.


''Jangan bercanda terus Nanda. Ini aku Bianca! Orang yang pernah had-''


''Bos!'' sapa Agatha yang memotong kalimat dari Bianca.


''Kak Naomi'' ucap Anaya merasa khawatir.


Agatha dan Anaya datang menyusul kerumah Nanda. Namun! Mereka di kagetkan oleh pemandangan yang tidak biasa saat ini.


''Bianca? Berani banget loe datang kesini'' desis geram Agatha.


''Kenapa? Gue kan orang penting bagi Nanda. Lupa loe kacung'' jawabnya angkuh dengan sedikit makuan untuk Agatha.


''Cih! Crazy'' Nanda berdecih sangat jengah.


''Siapa loe. Berani atur-atur gue.'' jawab Bianca terdengar menyebalkan.


''Wah! Bener-bener nih cewek, harus gue kasih paham kayaknya'' Agatha dari dulu tidak pernah menyukai Bianca. Menurut Agatha, dia terlalu sombong dan angkuh karena bisa bersanding dengan Nanda dulu.


''Gue keatas'' ucap Nanda yang melempar pistolnya pada Agatha untuk diambil alih.


Sedangkan Anaya sudah berlari kearah dapur, di mana bi Yuyun berada saat ini. 


Lalu dengan entengnya Nanda menggendong tubuh istrinya melewati semua orang termasuk Bianca. Dan jelas itu membuat hati dan perasaan Bianca terbakar.


''Heh! Turun gak loe wanita si*l*n. Loe gak tau siapa yang loe peluk sekarang ini'' pekik Bianca marah dan berniat menurunkan Naomi dari gendongan Nanda. Namun itu tidak akan mudah selagi Agatha berada di sana.


''Berani loe melangkah, gue gak akan segan buat tembak kepala loe'' ancam Agatha dengan mode wajah serius.


Bianca tidak bisa berkutik saat melihat moncong pistol tepat membidik dirinya.


''Kurang ajar! Agatha kan tidak pernah main-main dengan ucapannya'' desia batin Bianca


''B*d*b*h!'' batin Nanda kesal, benar-benar kemarahannya saat ini telah sampai ke ubun-ubun mendengar kalimat Bianca untuk istri cantiknya. Namun sekuat tenaga dia harus bisa mengendalikannya saat ini, mengingat Naomi yang tengah ketakutan di dalam dekapan nya.

__ADS_1


''Pergi dengan selamat atau keras kepala berakhir musibah'' Agatha kembali memberi pilihan.


''Cih! Gue bakal balik lagi kesini'' sungut Bianca sembari meraih tas selempangnya di lantai. Dan akan segera pergi melewati tubuh Agatha.


''Itupun kalo loe masih hidup besok. Berdo'a saja supaya ada keajaiban yang nolongin loe dari maut'' ucap Agatha terkekeh kecil.


''Lihat saja nanti. Gue pasti bisa rebut kembali hati Nanda, dan menendang loe serta wanita gila itu dari sini'' gerutu Bianca sebelum benar-benar pergi tanpa percaya dengan kalimat Agatha. Satu hal lagi yang dia lupa tentang Agatha. Bahwa Agatha maupun Nanda tidak pernah bicara sembarangan, dan apa yang mereka ucapkan pasti akan menjadi kenyataan.


''Loe tuh yang gila'' sentak Agatha sembari menutup pintu dengan keras dan kuat.


Blugh …..


''Si*l*n! Kurang ajar loe kacung'' bentak Bianca murka.


...****************...


"Siapa wanita tadi itu kak?'' tanya Anaya pada Naomi.


''Entahlah Nay. Kak Nanda belum mau memberitahukan siapa dia sebenarnya'' jawab Naomi apa adanya.


Setelah kepergian Bianca dari rumahnya. Nanda segera pergi ke dalam ruang kerjanya bersama Agatha. Dan Anaya bertugas menunggu Naomi di kamarnya.


''Kayaknya tuh cewek masalalu nya kak Nanda deh. Kelihatan banget iya gak sih kak'' tebak Anaya


''Kakak juga berpikir seperti itu Naya. Pasti dia pernah punya hubungan dengan kak Nanda dulunya. Gak mungkin dia kenal Kakak baru-baru ini, kita tahu sendiri kan kak Nanda dingin nya kayak apa sama cewek lain'' oceh Naomi


''Setuju sih kak.''


''Udah! Kita tunggu penjelasan kakak nanti gimana'' putus Naomi.


''Iya kak''


Sedangkan di ruangan kerja milik Nanda. Kedua laki-laki dewasa itu tengah adu mekanik dalam beradu diam atau mogok bicara, dan pastinya Nanda yang akan menjadi sebagai pemenangnya. Karena Nanda memang memiliki keperibadian datar dan dingin. Sedangkan Agatha kebalikan nya, bukan?


''Dari mana wanita gil* itu mengetahui tempat tinggal loe Bos?'' tanya Agatha mulai membuka suara setelah hampir 15 menit berdiam-diaman.


''Entah!'' balas Nanda cuek dan singkat.


''Entah siapa yang salah, ku tak tahu.'' Agatha menirukan sebuah lagu yang kembali hits saat ini juga pada masanya


''Tch! Berisik'' sentak Nanda yang menatap sinis pada Agatha.


''Terus mau kita apakan dia? Kan loe lagi libur dulu dari hobi aneh loe itu'' tanya Agatha kembali


''Hubungi Alvin'' titah Nanda

__ADS_1


''Wokeh'' Agatha sudah mengerti dengan isi pikiran Nanda.


__ADS_2