
jam sudah menunjukan angka 12 malam,yang mana kini para tamu dan kerabat dekat nanda pun berangsur pulang meninggalkan gedung.
nanda sendiri telah berada di hotel bersama agatha dan kedua orang tua agatha,nanda mendudukan diri lebih dulu karna lelah.
''nanda bunda sama ayah mau pulang dulu yah'' pamit merina pada nanda,namun tak mendapat respon dari sang empu nya,di lihat nya nanda tengah melamun dengan mata memerah,seperti tengah memikirkan sesuatu.
merina menyentuh lembut bahu nanda..''eh bunda,kenapa bun?''tanya nanda setelah tersadar.
''boss''sapa agatha yang baru saja datang bersama sang ayah dari arah depan,agatha duduk di sebelah nanda
''kamu lagi mikirin apa nak?''tanya balik merina dengan lembut,agatha pun mulai mengerti situasi.
''maksud bunda?''nanda berusaha menutupi kesedihan nya,agatha langsung menepuk pelan punggung nanda.
''terserah kalo kamu belum mau jujur sama bunda,tapi janji jangan melamun lagi kayak tadi,apalagi memikirkan yang sudah terjadi,selalu ingat apa kata-kata bunda kan''merina seakan bisa menebak apa yang tengah nanda renungkan saat ini.
''iya bunda merina,selalu''balas nanda tersenyum..''tadi bunda ngomong apa'an?''tanya ulang nanda,yang segera menepis kasar tangan agatha yang masih setia menepuk-nepuk punggung nya
''CK''decak agatha jengah
''bunda sama ayah mau pamit pulang'' merina kembali menjelaskan tujuan nya.
''bunda sama ayah,gak nginep aja di sini?''tanya nanda pada merina,pasalnya merina akan pulang kerumah nya meski sudah tengah malam.
''iya,bun tengah malam loh ini,ayah juga udah keliatan ngantuk itu'' sela sang anak ikut khawatir
merina tersenyum hangat pada kedua pria tampan di hadapan nya.
''emangnya kalian mau bunda nginep di sini?siapa yang bayarin?hotel bintang lima loh ini,hm'' merina menggoda kedua nya.
''ck,,memang nya mau berapa bulan bunda di sini,mau selama nya juga boss nanda sanggup bayarin,iyakan bos'' sahut agatha mengorbankan nanda dalam hal ini,,nanda hanya menggangguk menyetujui ucapan ngawur agatha
''kira'in ayah kamu yang mau bayar tha'' ayah agatha ikut bersuara kali ini.
''hehehe,duit gatha masih dikit yah,kalo di pake buat bayar nih hotel,lama lagi dong buat modal nikah'' bela agatha cengengesan
__ADS_1
''memang nya anak bunda kerja selama ini?'' tanya merina lembut
''iya dong'' balas agatha dengan pasti
''kerja apa sayang?'' lagi pertanyaan dari sang bunda
''sekertaris bun,atau tangan kanan,iya itu'' jawab nya dengan pasti
''dih,kerja apa'an, sekertaris siapa loe tha,perasaan tiap hari gue yang selalu kasih loe duit dah'' nanda melayangkan protes kali ini.
''iya kan gue tangan kanan loe bos,hehehe''
merina dan sang suami (ruslan) menggelengkan kepala melihat tingkah bar-bar sang anak.
''jadi gimana bun?''tanya nanda lagi memastikan
''iya deh bunda sama ayah nginep di sini,kalian juga istirahat sana,,khusus nya kamu nanda,sana masuk kamar pasti istri kamu lagi nunggu'in''titah merina lembut dan tersenyum penuh arti,sedangkan agatha sudah memicingkan mata kearah nanda.
''iya untuk seminggu kedepan ayah gak akan ganggu kamu soal perusahaan,biar nanti agatha yang bantu ayah'' ruslan memberi keringanan pada nanda
''gak'' ucap nanda tegas dan berdiri untuk mengantar merina ke kamar yang akan merina tempati.
''tega banget loe bos'' gerutu agatha juga ikut berjalan di belakang nanda.
''biar loe sekalian belajar tha,mau sampe kapan loe jadi pengangguran hah?gaya nya mau nikahin anaya,gak malu loe duit masih minta sama gue,cih'' sentak nanda memberi penjelasan pada agatha yang selalu menolak untuk terjun ke dunia bisnis.
''ya kan selagi ada yang ringan kenapa harus pilih yang berat,lagian anaya fine-fine aja liat gue nganggur''
''loe belum tau aja gimana bini kalo udah gak dapet uang bulanan,ngamuk nya kayak apa''desis nanda mulai kesal namun harus menahan karna ada merina dan ruslan di antara mereka.
''emang bos udah tau gitu''tantang agatha tidak segan karna ada kedua orang tua nya.
''udah''
''dih membual''
__ADS_1
''serius,bunda merina aja yang kalem,lembut,murah senyum,bisa jadi iblis kalo uang bulanan telat,,masih ingat kan loe tha'' bisik nanda pada agatha,menghindari pendengaran merina sedangkan ruslan hanya memasang senyuman mendengarkan celotehan keduanya.
seketika ingatan agatha melanglang buana,mengingat sang bunda yang berubah jadi super bunda saat uang bulanan nya telat,tepat nya ruslan lupa memberi kan jatah nya waktu itu,agatha bergidik ngeri saat itu juga.
''ekhem,bunda denger loh'' merina membuyarkan ingatan agatha,kedua nya hanya tersenyum lebar menanggapi nya.
''waduh serem juga yah kalo naya begitu,dalam keadaan biasa aja cewek gue galak banget lagi,apalagi kalo lagi kesel,kan'' batin agatha masih menerka-nerka.
.
.
merina dan ruslan memang mengetahui tentang keluarga nanda sedari kecil,dulu mereka bertetangga dan sangat dekat,meski kehidupan keluarga merina sederhana, berbeda jauh dengan kehidupan keluarga nanda yang berada.
tetapi itu tidak menjadi suatu halangan untuk mereka saling melengkapi,sonya (ibu nanda) dan merina sering menghabiskan waktu bersama setiap hari,bahkan mereka mengandung pun hampir berbarengan,ruslan saat itu berprofesi menjadi mandor bangunan di perusahaan milik ayah nanda (viktor).
sampai di mana mereka melahirkan,5 tahun berjalan normal tanpa kendala,merina dan sonya sangat telaten menjaga buah hati nya masing-masing,hingga mereka harus berpisah,karna merina harus pulang ke kampung halaman nya saat itu.
sang ibu dari merina jatuh sakit,mau tak mau merina harus membawa agatha kesana,meninggalkan ruslan di kota besar sendirian,meski berat untuk ruslan dan merina namun mereka sanggup menjalani nya.
ruslan selalu rutin membesuk merina dikampung,setidak nya sebulan dua kali ruslan ke sana,untuk melihat secara langsung anak dan istri nya.
hingga suatu hari di mana kejadian pahit menerpa keluarga nanda,sonya meninggal karna depresi,entah apa penyebab nya?viktor hilang tak tau kemana,meninggalkan nanda seorang diri di rumah besar itu,yang mana saat itu usia nanda baru 8 tahun.
ruslan bingung harus mencari viktor kemana lagi,sedangkan keluarga dari sonya maupun viktor tak mau mengurus nanda,tidak tau apa alasan mereka menolak kehadiran nanda saat itu.
padahal waktu sonya masih ada,kedua belah pihak keluarga nya,terlihat begitu menyayangi nanda layak nya seorang cucu.
''bawa pergi jauh-jauh anak itu,kalo perlu bunuh saja dia,jangan pernah membawa nya kembali kesini''
begitulah ucapan pedas yang di lontarkan nenek dari nanda,ruslan menutup kedua telinga nanda supaya anak itu tidak mendengar apa lagi mengingat nya kelak,namun itu sia-sia saja.
ruslan pun menemui merina dengan membawa nanda,dan menceritakan semua yang ruslan ketahui,dari sana lah merina mengurus nanda dan memberikan kasih sayang yang layak.
''jangan menangis sayang,mulai sekarang bunda yang akan menjaga dan merawat mu,lupakan mereka yang menyakiti mu,ingat masih ada bunda dan ayah juga agatha yang peduli terhadap mu''
__ADS_1
sungguh nanda kecil yang malang...