
''keluar''desis alvin dingin,pada orang yang berhasil dia tikam di balik tirai.
tirai bergerak saat pria itu memaksakan diri untuk keluar,mata aliska kembali melotot kala melihat tangan pria itu berlumuran darah dengan keadaan pisau masih tertancap di sana.
''maaf kan saya tuan,,,arrghh''ringis pria itu sambil berlutut.
''arggh,ampun tuan''
Aliska kembali terkejut melihat pergerakan alvin yang begitu cepat,seperti petir yang menyambar kini tangan alvin sudah berada tepat di leher pria itu.mata alvin menatap tajam dengan rahang mengeras.
Aliska bingung harus bagai mana sekarang,dia tidak berani hanya untuk mengeluarkan suara nya,karna kini aura di ruangan itu begitu dingin dan mencekam.
Namun aliska juga tidak bisa melihat pria jahat itu,tersiksa lebih parah lagi di tangan alvin.
''ya tuhan,siapa alvin sebenar nya?kenapa dia terlihat menyeramkan sekali''batin aliska
''Alvin''gumam aliska sangat pelan hingga tidak terdengar,mendadak suara nya hilang begitu saja,saat melihat aksi brutal alvin terhadap pria tidak di kenal itu.
''krek ... argggh ...''jeritan kembali keluar dari mulut si pria,dengan tanpa beban alvin mematahkan tangan malang yang sudah berlumuran darah itu,setelah nya alvin mencabut pelan pisau milik nya dari telapak tangan pria itu.
''ya tuhan,al tolong hentikan itu,kamu bisa di laporkan atas tindak kekerasan''pekik aliska mencoba menghentikan aksi kejam alvin,yang menurut nya sudah melewati batas.
Tidak menjawab apapun,alvin hanya tersenyum miring saat mendengar penuturan aliska,dengan ringan psikopat tampan itu melempar kasar tubuh laki-laki tersebut, hingga terbentur pada ding-ding beton di ruangan itu,mata elang alvin menatap tajam pada pria yang terlihat sedang menarik napas nya rakus.
Darah terus keluar dari telapak tangan yang sudah patah itu,karna ulah alvin.
''bilang sama mereka,jangan pernah main-main sama milik gue,kecuali sanggup menanggung akibat nya''ucap alvin tegas namun datar,dan itu mutlak.
''B-baik''balas pria itu mengangguk cepat,seperti nya dia sudah salah mengambil pekerjaan,hingga berakhir tragis seperti saat ini.tulang tangan nya patah dan telapak tangan nya robek,pokok nya dia harus meminta bayaran tinggi pada para wanita yang menyuruh nya,untuk biaya perawatan tangan nya.
''pergi''titah alvin dingin.tanpa menunggu waktu lama pria itu berlari keluar menghindari ancaman dari alvin,si psikopat tampan yang harus di hindari.
Alvin berbalik menghadap sang gadis,senyum simpul tercetak jelas di wajah nya sekarang,pelan namun pasti dia menghampiri aliska yang gemetaran di sudut meja.
''pacaran mau''ucap alvin spontan,hingga mampu membuat aliska cengo,pasalnya alvin bicara tanpa ekpresi.
''kamu lagi nyatai'n perasaan sama aku''tanya aliska malu-malu,dia harus memastikan apa yang di katakan alvin itu benar atau hanya main-main saja.
''mau atau enggak?''desak alvin lagi
''kalo gak mau,,ya harus mau.atau''sambung alvin sengaja menggantung kalimat nya.
__ADS_1
''atau?''aliska mengulang kembali
''gue bakal nyebar hoax tentang loe di sekolah''balas alvin santai
''jangan''cegah aliska cepat,dia tidak mau tercoreng oleh pihak sekolah meski dengan berita bohong sekali pun,apalagi sampai harus di keluarkan.
''aduh!memang nya mengungkap perasaan begini ada nya?kok beda jauh sama film-film romantis yang sering aku liat sih''batin aliska heran.
pasal nya di dalam drama romansa favorit nya, seseorang yang akan mengungkapkan isi hati itu bersikap sangat manis,lembut,dan penuh kejutan,namun ini datar tanpa ekspresi sama sekali.
''so?''ujar alvin yang membuat aliska kembali sadar.
''ya tuhan semoga ini jawaban yang tepat''
Aliska mengangguk tertahan sebagai jawaban.
''ok,deal''Alvin menyodorkan tangan pada aliska,dan di sambut baik oleh aliska sendiri meski tertekan.
''mulai besok loe harus tinggal bareng gue,di apartemen''alvin langsung membuat aturan di hari pertama mereka jadian.
''HAH?kok begitu al,kita belum boleh tinggal bareng,itu gak baik''protes aliska karna tidak setuju dengan pemikiran alvin.
''terus kapan boleh nya?''tanya alvin menggoda.
''jadi loe mau gue halalin, begitu?''goda alvin kembali
''bukan begitu alvin,tapi''
''tapi apa?loe gak mau nikah sama gue begitu''
''enggak al,aduh gimana sih cara jelasin nya''monolog aliska karna mentok dengan alasan nya.
''ok,untuk yang satu ini gue kasih keringanan,tapi loe harus panggil gue dengan sebutan 'sayang' paham''pinta alvin mutlak,lagi-lagi aliska hanya mengangguk patuh,dari pada dia harus tinggal bareng bersama seorang pria yang baru saja dia kenal,meski kini status nya berbeda,tetapi tetap saja tidak baik.
''coba jawab dengan suara''pinta alvin lagi,dia ingin mengetes saja.
''i-iya sayang''ucap aliska pelan dengan wajah tertunduk malu.
Alvin tersenyum senang mendengar nya,dengan gerakan lembut dia mengangkat dagu sang gadis,sedetik berlalu mata mereka saling mengunci,aliska terpesona dengan wajah tampan alvin yang kini resmi menjadi kekasih nya.
''CUP ....'' alvin mengecup bibir ranum aliska,hingga mata aliska membola.
__ADS_1
''tanda bukti sayang''ungkap alvin dengan senyum menawan.
Seketika rona di wajah aliska terlihat begitu jelas,dia merasa tersipu di panggil sayang oleh alvin,benarkah ini nyata?atau hanya sekedar mimpi indah nya saja.
''gue tunggu di luar''bisik alvin yang menyadarkan aliska dari rasa terpana nya.
''iya''balas aliska sedikit keras,alvin mengusap lembut puncak kepala aliska,dan pergi keluar dari ruangan itu,memberi waktu untuk gadisnya mengganti pakaian.
''Huuh''aliska mengatur napas lega saat alvin pergi dan menutup pintu.
''sayang?ini beneran,dia jadi pacar aku?hi hi sayang''monolog aliska masih tidak percaya,dia sampai beberapa kali mengulang kata 'sayang' tersebut.
sedangkan di luar ruangan ganti,kini alvin tengah bercakap dengan aiden lewat via telepon.
''gimana al?''
^^^''beres,malahan gue dapat bonus''^^^
''apa?''
^^^''ntar gue cerita''^^^
''ok deh,bye''
^^^''hmm''^^^
panggilan terputus dan hanya menyisakan alvin dengan senyum kemenangan di sana,menunggu sang kekasih keluar dari dalam.
.........................
''gimana den?''tanya atala penasaran
''lancar''balas aiden singkat
''tapi tuh orang kagak di delete dari muka bumi ini kan sama alvin''
''kagak,palingan cuma di smack down atau patah tulang mungkin''ucap aiden dengan kekehan nya
''gila,alvin memang beda''seru atala menerawang.
''iya lah beda,orang hobi nya aja laen''sahut aiden ringan.atala hanya mengangguk setuju.
__ADS_1
meski mereka terlihat tengah bertukar cerita,tetapi mata mereka tidak lepas dari ke empat gadis yang duduk tak jauh dari mereka.