Kekasih Ku (Psikopat`s)

Kekasih Ku (Psikopat`s)
menggantikan


__ADS_3

Seperti biasanya. Jika Alvin tengah pergi jauh, kedua sahabatnya yang akan menggantikan posisi Alvin, guna menjaga kekasihnya itu.


Tepatnya bukan dua, melainkan tiga orang yang akan menjaga Alice sekarang ini.


''Alvin kebiasaan deh, kalo pergi selalu gak ada kabar. Takut aku ganggu kali yah?'' keluh Alice saat melihat nomor ponsel milik kekasihnya dalam keadaan tidak aktif.


''Hah! Sudahlah, lebih baik sekarang berangkat kesekolah'' ucapnya lagi, dia berniat akan pergi kesekolah memakai kendaraan roda dua miliknya. Namun! Matanya menangkap benda yang membuat dirinya begitu antusias pagi ini.


''Motor Alvin? Aku bawa kesekolah gak masalah kali yah, toh pemiliknya lagi gak ada disini juga'' monolognya yang sudah berjalan mendekati letak kendaraan berbobot tersebut.


Alice meraba kalung pemberian dari Alvin..'' Al, aku pinjam motor kamu yah? Aku janji gak akan jatuh kok. Sebagai imbalan nya, nanti pas kamu pulang boleh deh minta apa aja sama aku, mau cium juga boleh. Hi hi'' gumamnya terkikik geli, mengira jika alat tersebut tidak akan bisa menghantarkan kalimatnya pada Alvin. Oleh sebab itu dia berani berucap seperti demikian


Dengan tekad hati yang kuat dia memakai helmet milik kekasihnya itu, tidak lupa juga dia memakai celana panjang guna melindungi kakinya.


Brummm....


Seketika motor besar tersebut melesat dari halaman rumah Alice, membawanya kejalanan yang luas dan padat pengendara. Rupanya Kekasih dari Alvin itu sudah lumayan mahir dalam berkendara, membuatnya tidak merasa khawatir akan terjatuh.


''sudah lama aku tidak merasakan hal ini, terakhir aku mengendarai motor sport. Waktu almarhum ayah masih hidup, aku merasa hidupku bebas kembali. Ya tuhan! Apa laki-laki yang saat ini tengah bersamaku, adalah pengganti ayah bahkan ibuku? Semoga saja begitu'' untaian dari suara hati Alice.


...****************...


Disisi lain, tepatnya disekolah Bakhti Karya. Pagi ini sekolah tersebut tengah riuh dengan bisikan-bisikan para murid. Pasalnya hari ini, sekolah mereka kedatangan murid baru, entah itu seorang murid laki-laki atau perempuan, semuanya masih menjadi desas-desus yang belum terkuak.


''Katanya hari ini, sekolah kita mau kedatangan murid baru loh'' Ucap salah satu murid disana.


''Iya, gue berdoa semoga muridnya cowok tampan lagi, nanti sekolah kita bisa menjadi terkenal, sebab murid cowoknya pada ganteng-ganteng'' pekik temannya yang terlihat sangat centil.


''Yeh! Gue juga berharap, murid baru itu cewek yang speknya bidadari. Udah lama nih mata kagak liat yang bening-bening, butuh cuci mata juga kita. Iya gak?'' timpal salah satu murid laki-laki.


''Yoi!'' balas temannya.


Sedangkan ketiga sahabat Alvin, sama sekali tidak terpengaruh oleh berita tersebut. Mereka lebih memilih memantau keadaan Nona bos mereka saat ini.


''Bener-bener nekad banget tuh bininya si Alvin, ntar jatuh kita juga yang disalahin'' ucap Aiden gemas melihat tingkah kekasih dari sahabatnya itu.


''Tapi! Alice kelihatan nya mampu banget'' sahut Atala merasa kagum dengan kelihaian yang dimiliki oleh Alice dalam berkendara. Padahal setau mereka, Alice terlihat lugu dan tidak paham dengan hal seperti itu.


''Gila sih ini, Alice keren banget sumpah. Demage nya kena banget'' seru Abi dengan suara yang lantang.


''Ck! Suara loe cempreng banget dah, sakit nih kuping gue'' sungut Atala ketus.

__ADS_1


''He he, gue pikir kuping gajah tadi'' gurau Abi


''Ha ha ha, itu lebih pantes sih menurut gue'' timpal Aiden dengan tawanya.


''B*ngk* loe berdua, kalian pikir gue gajah'' sentak Atala tidak terima dikatai gajah oleh Abi dan juga Aiden.


''Bukan kita loh yang ngomong'' balas Aiden yang sudah mengangkat kedua tangan nya keudara. Atala menatap sinis kearah sahabatnya itu, mungkin sebentar lagi hidung Atala akan berasap, saking kesalnya.


''Ha ha ha'' lagi-lagi tawa Aiden dan Abi pecah, mereka sangat senang sekali menggerjai Atala. Sedangkan Atala sendiri sudah menendang satu persatu sahabatnya itu.


''Si*lan loe pada, rasain nih'' dengus Atala, dengan terus menendang kaki keduanya silih berganti.


''Ampun. Ampun. Gue minta maaf Tala, ah elah'' rintih Abi kala kakinya terus mendapatkan serangan dari Atala.


''Tau nih anak gajah, sakit ini ya tuhan! Gue minta maaf astaga'' pekik Aiden yang sudah dijepit kuat oleh Atala menggunakan tangannya


Para penghuni kelas tersebut, menatap heran pada ketiganya. Pasalnya mereka telah menyebut-nyebut nama Aliska sedari tadi, teman satu kelasnya yang terbilang minim pergaulan itu, sangat dikagumi oleh ketiga pria tampan tersebut. Seistimewa itukah Aliska dimata mereka?


''Emang beneran yah, Si Aliska pacaran sama Alvin. Rasanya gak percaya deh, ibarat langit dan bumi, jauh banget'' bisik salah satu penghuni kelas tersebut.


''Iya katanya! Jangan mau deh berurusan sama anak yatim itu. Emang sih dia cantik dan punya body goals, tapi sayang nya dia kuper dan miskin. Secara kan orang kayak gitu sukanya modus, morotin duit temen nya yang kaya''ujar teman nya yang memakai jaket rajut berwarna kuning.


''Udah kelihatan itu mah, pasti si Aliska gak jauh-jauh dari prilaku itu'' balasnya ringan.


Brak...


''Ya tuhan!'' ucap kaget kedua gadis itu, kala meja belajarnya digebrak kuat oleh seseorang.


''Bacot loe minta diapain, hah? Jangan pernah loe mandang rendah Alice, kalian gak tau seperti apa dia'' sentak Aiden yang kebetulan mendengar percakapan kedua gadis itu.


Sontak kedua gadis itu berdiri dengan perasaan takut yang luar biasa, mereka tidak mengira obrolan nya akan didengar oleh Aiden dan kedua teman nya.


''Maaf Den! Kita gak bermaksud seperti itu kok, iyakan Desi'' ucapnya pelan dengan rasa takut yang kian bertambah. Pasalnya tatapan mata Aiden begitu mengintimidasi bagi mereka.


''Iya'' balas Temannya yang bernama Desi itu.


''Perset*n dengan kata maaf loe berdua, liat aja ntar, loe berdua gue aduin sama Alvin. Biar loe tau bagaimana cara meminta maaf yang benar'' Bentak Aiden lagi.


Atala dan Abi sudah tersenyum miring melihat gertakatan yang Aiden berikan saat ini.


''Maksud kamu apa? Kita kan udah minta maaf tadi'' ujar Desi memberanikan diri melihat mata tajam Aiden.

__ADS_1


''Cih! Gue gak butuh'' decih Aiden yang pergi tanpa menjawab pertanyaan dari Desi.


''Loe mau tau maksud dari perkataan Aiden apa?'' bisik Atala pada Desi serta temannya itu. Mereka berdua mengangguk tertahan sebagai jawaban nya.


Atala melihat kearah Abi, lalu memberi kode pada sahabatnya itu guna memberi mereka berdua pemahaman tersebut,


''Meminta ampun dengan jeritan yang sangat keras! Kalian tunggu aja waktunya'' bisik Abi dengan senyum manisnya. Desi melototkan matanya, tanpa mampu berkata-kata lagi. Begitupun dengan temannya


Atala dan Aiden melambaikan tangan nya sebelum pergi dari hadapan mereka berdua, jangan lupakan senyum puas yang selalu menghiasi bibir mereka.


Desi dan temannya itu saling pandang, dengan pikiran yang berkecamuk didalam kepalanya, mereka jelas paham dengan apa yang dimaksud oleh Abi tadi.


''Mungkin kita berdua akan kena buly dari Alvin nantinya'' ucap Desi lesu. Mengira jika maksud dari perkataan Abi itu adalah suatu buliyan biasa yang sering terjadi.


''Mudah-mudahan aja gak terlalu berat'' balas teman nya Desi. Tanpa mereka tahu jika makna dari perkataan itu adalah hal yang sangat menakutkan.


Disisi lain. Alice sudah sampai disekolahnya, bahkan dia sudah berada didalam kelasnya sekarang.


Alice duduk dibangkunya seperti biasa, tak lama ketiga sahabat Alvin datang menghampirinya.


''Ada apa?'' tanya Alice curiga.


''Apa?'' Aiden balik bertanya


''Apaan?'' begitu pun dengan Atala


''Iya'' timpal Abi kemudian.


''Kalian abis apain kedua gadis itu? Kok mereka terlihat ketakutan seperti itu?'' ucap Alice yang kebetulan melihat sekilas kejadian tadi. Juga Desi dan teman nya terlihat kaku sampai saat ini.


''Cuma diminta nomor kok'' balas Aiden berkilah


''Kenapa mereka sampe kaku begitu?'' selidik Alice lagi. Betul-betul sudah sangat berani Alice sekarang, terbukti dari cara dia berbicara pada teman-teman nya Alvin sekarang. Begitu luwes dan biasa saja, santai dan tidak canggung.


''Biasa lah, cewek kan suka begitu kalo didatangi cowok ganteng. Apalagi cowoknya itu kita, iya gak'' ujar Atala ikut bersilat lidah.


''Iya! Iseng doang kok kita. Eh! Mereka ngiranya beneran dong'' timpal Abi, mereka kompak sekali dalam berbohong, sehingga Alice pun percaya begitu saja.


''Oh! Aku kira ada apa. Udah gih duduk, sebentar lagi bel masuk berbunyi'' ucap Alice percaya, dan dibalas anggukan patuh oleh mereka bertiga.


Atala dan Aiden saling melempar senyum, merasa berjaya telah mengelabui seorang Alice.

__ADS_1


__ADS_2