
''Dari mana loe?''bentak seorang pria tampan yang memiliki alis sobek itu,pada seorang remaja tampan yang baru saja tiba di apartemen mewah milik si remaja tersebut.
Yah!mereka adalah alvin dan agatha,dua umat manusia yang selalu julid satu sama lain,tapi! meski begitu mereka merupakan sodara yang solidaritas dalam hal apapun.
''Nih beli es kopi''sahut remaja tampan itu santai.
''Ck,bukan nya loe dari suatu tempat tadi,pagi-pagi gini udah bucin aja loe''ucap agatha masam,karna diri nya lelah menunggu seorang diri di apartemen alvin.
Alvin mengangkat satu alisnya,dengan raut wajah sedikit heran,dan itu membuat pesona alvin bertambah,jika di lihat oleh kaum hawa.
''Napa loe?liat gue kayak gitu,naksir berabe nanti dunia hancur seketika''oceh agatha tanpa tahu apa yang tengah alvin pikirkan.
''loe awasi pergerakan gue bang?''tanya alvin serius,pasalnya kalimat yang agatha ucapkan tadi mengundang rasa curiga bagi alvin.
''maksud loe apa?''balas agatha berpura-pura tidak paham,dan berusaha tidak mengundang curiga.
''jangan sok polos,gue bukan bocah ingusan seperti yang di lihat,loe tau gue siapa bang''alvin berkata dingin,yang mana itu mampu membuat suasana menjadi mencekam seketika,bahkan agatha yang terbiasa dengan moment seperti ini,mulai merasa waspada.
''t*l*l,gue gak sadar kalo lagi bicara sama alvin,nih bocah kan jelmaan nya si bos,sama-sama tinggi tingkat peka nya'' gerutu agatha dalam hati.
''tentang kalimat gue tadi?itu gue cuma nebak aja kali al,gue tahu banget kebiasaan loe,yang gak bisa jauh-jauh dari ikeh-ikeh kan''dalih agatha dengan berusaha tenang ,agar misi dan rencana untuk mengintai alvin berjalan lebih lama.
''oh,kirain''sahut alvin ringan,raut wajah nya sudah kembali pada semula,membuat agatha menarik napas lega.
''nih kopi buat loe bang,gue mau berangkat ke sekolah dulu,udah di tungguin aiden sama atala di bawah''ujar alvin sembari menyampirkan tas punggung nya.
''loe..?''
''And thanks buat jasa angkut barang nya,he he,gue sayang loe bang agatha''ucap alvin cepat,suara nya menggema di lorong bangunan apartemen tersebut.
Agatha hanya bisa mengumpat indah di depan pintu,namun dia tersenyum lega saat alvin tidak curiga lebih dalam tentang ucapan nya tadi.
''tertekan yah loe''sahut seseorang di balik handfree yang ada di telinga agatha.
''si anying,seneng banget denger gue waspada,bukan nya nolongin malah diem-diem aja loe bos''sentak agatha kesal.
''berani loe ngumpat tentang gue,agatha?'' desis nanda geram di balik telpon.
''Gak,anggap aja loe tadi salah denger bos,sebenar nya gue lagi muji loe,paham'' sahut agatha jengah,iya lah dia tengah mengumpati nanda,malah di tanya lagi pikir nya,agatha menyeruput es kopi yang di beli alvin untuk dirinya dengan santai.
''ASU,loe agatha'' nanda balik mengumpat sembari memutuskan sambungan nya,agatha hanya terkekeh pelan di sofa,dengan secangkir es kopi.
''kapan lagi gue bisa maki si bos,cuma lewat earphone doang kan,jadi harus di manfaatkan dengan baik, he he''monolog agatha senang,dia bisa menghilangkan rasa lelah nya hanya dengan hiburan kecil seperti saat ini.
__ADS_1
''Pengecut,ketemu gue kirim loe ke neraka'' nanda kembali menyahut di balik alat komunikasi itu,lalu mematikan nya kembali.
''Ha Ha Ha''tawa agatha meledak saat itu juga,dia sama sekali tidak merasa takut dengan ancaman nanda,malah menurut nya terdengar lucu,aneh memang.
...****************...
Remaja pemilik bibir merah itu,kini tengah menikmati makanan yang ada di hadapan nya,dengan di temani kedua sahabat nya,yaitu atala dan aiden,mereka sedang berada di kantin sekolah saat ini.
Tidak jauh dari sana ada satu anak gadis yang tengah melakukan hal serupa,bedanya dia hanya seorang diri di meja sana.
''tuh anak nya di sana''seru salah satu siswi,pada seorang gadis yang terlihat angkuh saat berjalan.
Langkah kaki mereka mengarah pada meja yang berisi satu siswi di sana.
Brak .....
Semua penghuni kantin tersebut melihat ke arah sumber suara,dengan mimik wajah serius.kecuali ketiga remaja yang berada tidak jauh dari sana,mereka begitu santai melihat nya.
''Heh,cupu.loe bener-bener gak tau diri yah,semalam loe kemana,hah?''bentak seorang gadis angkuh itu,mata gadis itu melolot sempurna pada lawan bicara nya itu.
''aku ada di rumah kok helena,pulang kerja aku langsung pulang,emang nya kenapa?''balas nya taku-takut.
''Bulshit,gue sama mama tadi malam kerumah elo,dan apa?rumah loe sepi''ucap helena memojokkan lawan bicara nya.
''em itu,aku ada sedikit urusan tadi malam lena,makanya aku pulang sedikit malam''terang nya jujur.
Helena sendiri merupakan ketua dari geng sonya,helena baru kembali masuk sekolah, setelah tiga hari tidak masuk karna suatu urusan.dia juga sodara sepupu dari aliska.
''Urusan?urusan apa sih cupu,ouh gue tau.loe kan kerja di bar,pasti ada om-om kaya raya yang booking elo yah,segitu nya butuh duit''helena tertawa kecil,di ikuti oleh para antek nya,dia senang menindas aliska seperti ini,apalagi sekarang banyak yang melihat mereka.
''Gak heran sih''sahut sonya ringan.
Suara bisik-bisik mulai terdengar di daun telinga mereka,para penghuni kantin kini tengah bertukar bisik,dengan pandangan jijik terhadap satu orang.
Sedangkan di belakang gerombolan itu,ada seorang pria yang tengah menahan emosi,rahang nya mengeras juga tangan yang terkepal kuat,dialah alvin.
''J*l*ng itu gak dengerin peringatan dari gue,hih.ngeremehin ternyata''batin nya gemas.alvin menyeringai seram entah apa yang ada di pikiran nya saat ini,yang pasti seringai itu tidak baik.
''kita liat sampe finish al,kalo tuh l*nte nyentuh aliska baru kita turun tangan''ucap atala santai dengan posisi duduk di atas meja.
Atala dan aiden tahu,jika aliska merupakan milik alvin sekarang ini,itu sebab nya atala berucap demikian.
''hm''balas alvin dingin,raut wajah nya terlihat biasa saja,padahal amarah nya sudah memuncak,namun bukan alvin nama nya jika tidak pintar menyembunyikan semua itu.
__ADS_1
''kamu jangan fitnah aku kayak gini helena,kamu gak tau seperti apa kebenaran nya,bilang kalo kamu salah ngomong sama mereka''pekik aliska marah,dia tidak bisa jika harga diri nya direndah begitu saja.
jika ditindas seperti biasa,aliska bisa terima,tetapi tidak dengan harga dirinya.
''Cih,loe gak usah membela diri deh,sudah jelas kalo loe itu,PSK.iya kan''tekan helena makin menjadi,bahkan dia sengaja membesarkan volume suara nya,agar lebih jelas di dengar para siswa/siswi di kantin itu.
''Dasar sok suci,sok lugu,sok polos,eh tau nya mengejutkan,munafik tau gak''sela monic ikut mempermalukan aliska.
''Bukan nya kalian yang punya hobi begitu,malahan aku punya bukti nya,mau aku kirim ke grup sekolah gak?biar semua murid tau seperti apa kalian ini jika sedang di luar area sekolah ''ucap aliska tepat,dia tidak ingin terus-terusan di rendah kan,di fitnah,dan di maki.padahal dirinya yang punya kartu AS dari ketiga lawan bicara nya sekarang.
jika sekarang aliska tengah tersenyum manis,berbeda dengan ketiga lawan bicara nya.
Raut wajah helena,monic,dan sonya pucat seketika,bisa-bisa nya mereka melupakan poin penting ini.
''gimana ini helen?gue gak mau terlihat jelek di sekolah ini''bisik sonya pada helena,dia takut aliska benar-benar menyebar vidio tentang mereka.
''gue juga gak tau''balas helena,yang terus berusaha tenang,meski hatinya tengah risau.
''kita pergi aja dari sini,sebelum si cupu nekad''usul monic
''Awas loe!''desis helena dengan menunjuk wajah aliska,yang kini terlihat tersenyum manis.
''urusan kita belum selesai''sahut monic mengacungkan jari tengah nya.
''Cabut''titah helena pada kedua antek nya.
''deebak,cewek loe keren banget anj*r,baru tau gue kalo aliska mengagumkan''seru aiden yang memuji aliska.
Alvin menatap tajam kepada aiden,pandangan nya mampu membuat leher aiden serasa tercekik.
''jangan marah al,gue cuma mengagumi gak lebih''ucap aiden cepat,seketika dia merasa canggung dengan keadaan.
''Dih,mati'in aja dia al,tuman tau gak,ngelunjak ntar''pancing atala yang sudah tergelak melihat raut wajah aiden.
''B*ngs*t loe,ati ampela busuk,habis loe sama gue''aiden mengapit kuat kepala atala di ketiak nya,dengan terus menyentil dahi atala.
''Ampun den''ringis atala
''Rasain loe,enak kan gue sentil,nih gue tambahin''balas aiden.
Alvin meninggalkan kedua sahabat kocak nya ,dia bergerak kearah sang kekasih dengan gaya cool khas dirinya.
''keren sayang''bisik alvin tepat di samping aliska,sehingga jika aliska menoleh sudah di pastikan hidung mereka akan beradu.
__ADS_1
''s-sayang, aku cuma membela diri saja''balas aliska kaku,tubuh nya menegang bak patung sekarang,karna ulah alvin.pria tampan yang resmi menjadi kekasih nya tadi malam itu, selalu bisa membuat jantung aliska berdugem seperti saat ini.
''ikut gue''pinta alvin lembut,aliska mengangguk saja tanpa menyahut.mereka pergi dari area kantin,meninggalkan dua umat manusia yang masih asyik bertengkar di sana.