Kekasih Ku (Psikopat`s)

Kekasih Ku (Psikopat`s)
pengalaman pertama


__ADS_3

Tatapan yang menghunus tajam itu senan tiasa menghiasi raut wajah seorang pria tampan,yang tengah duduk berhadapan dengan seorang gadis.


Di tangan kanan nya terdapat sebuah minuman kaleng bersoda,bukan win atau pun sejenis nya,ingat! Hanya minuman kaleng biasa. Tidak di temani rokok karna dirinya masih menghargai gadis yang ada dihadapan nya


Gadis yang merasa tertekan dengan atmosfir yang terasa mencekam itu,tidak berani hanya untuk menatap mata tajam pria yang duduk di kursi single tersebut,meski dirinya sering menerima tatapan begitu dari nya,namun tidak setajam dan mengintamidasi seperti saat ini.


''Kayak nya dia beneran marah deh!'' batin gadis itu sedikit gusar.


''Vin!''


''Jelaskan!'' potong nya cepat dengan nada yang super dingin.


Yah! Dia adalah alvin dan sang gadis tersebut adalah aliska,alice tengah di introgasi oleh alvin tentang kejadian malam itu, Setelah keadaan alice tenang dan ini lah waktu ya.


''Jelaskan tentang a-pa?'' dalih nya,si pria mendelik makin tajam pada gadis nya


''Oke.oke. Aku jelasin sama kamu semua nya''putus nya yang merasa jika kekasih nya tidak sedang main-main.


''Hm'' balas nya cuek tanpa mau mengalihkan pandangan nya dari si gadis


''Waktu aku mau balik dari toilet,aku gak sengaja dengar suara pukulan gitu,otomatis aku penasaran dong.pas dilihat ternyata ada dua orang berpakaian hitam tengah menyeret paksa kak nanda''


''Aku syok dan bingung banget waktu itu,terus aku berinisiatif buat kasih tau kamu tentang itu,tapi kak naomi melarang nya.dengan alasan takut mengacaukan acara nya kak agatha''


''Lalu dia mengusulkan untuk mengikuti mobil pria tersebut,dengan aku yang mengemudi karna kak naomi tidak pandai mengemudi kan mobil nya''


''Dan akhir nya kita berhasil mengikuti ke mana kak nanda di bawa,setelah dua orang itu lengah,aku dan kak naomi segera menolong kak nanda dan melepaskan ikatan nya,lalu yah itu aku ketemu sama kamu terus pulang kesini'' jelas alice panjang lebar masih dengan menundukan pandangan nya


''Kenapa ponsel loe mati?''tanya alvin lagi masih dengan nada dingin.


''A-ku sengaja matiin'' cicit nya pelan,takut jika alvin marah.padahal sudah sedari tadi alvin marah bukan?


''Sengaja? Cih'' alvin berdecih tidak suka.


''Maaf !'' ucap alice


Drap


Drap


Alvin menghampiri alice dengan rasa kesal yang kentara di wajah nya, dia berdiri tepat di depan alice yang terduduk di atas kasur.


Tangan alice saling memilin satu sama lain,dan juga bibir bawah nya yang di gigit kuat,merasa begitu tegang dan takut dengan ada nya alvin yang sangat dekat sekarang ini.


''Liat gue'' pinta alvin tegas,namun alice enggan menuruti nya,dia masih memilih melihat snakers mahal ya alvin.


Kesal dengan tingkah kekasih nya alvin pun berdecak. ''Ck''


''Lebih ganteng sepatu dari pada gue?iyah'' lanjut nya ketus dengan tangan yang sudah berkacak pinggang.


''E-eh'' kaget alice yang dengan sekilas mendongak keatas,hanya sekilas tidak lama mungkin 5 detik. Dan alice kembali menunduk


''Betah banget liatin sepatu gue'' dumel alvin, dirinya lebih memilih mengalah sekarang,dengan napas berat dia berjongkok guna mensejajarkan posisi nya saat ini.

__ADS_1


Dan terkuncilah pandangan dua umat manusia itu sekarang, dan memerah lah pipi alice entah karna apa, yang jelas dia sangat gugup dan terpesona tentu nya, alvin menyeringai kala melihat raut wajah kekasih nya.


''Dengerin gue. Lain kali kalo ada bahaya seperti kemarin lagi panggil gue, jangan bertindak bodoh kayak kemarin. Gue khawatir loe kenapa-napa sayang, percuma loe punya gue kalo ada masalah loe tanggung sendiri'' tutur alvin merendahkan suara nya, bahkan terdengar sangat lembut hingga makin membuat alice bersemu malu.


Alice mengangguk cepat sebagai jawaban..''Loe percaya sama gue kan?'' tanya alvin lagi


''P-percaya kok vin'' balas alice gugup, pasal nya jarak mereka saat ini sangat lah dekat, hanya berjarak 30 centi meter saja, bahkan deru napas dari masing-masing mulut begitu terasa.


Bayangkan saja jika kalian di tatap secara intens oleh pria tampan, dengan potongan wajah yang nyaris sempurna, pasti sama dengan yang alice rasakan kini.


''Good girls'' puji alvin dengan mengusap lembut kepala alice, lalu dia duduk berhimpitan dengan gadis cantik itu, detik berikut nya tangan alvin bergerak mengumpulkan semua rambut alice dari arah samping.


''Hadap situ dulu'' titah alvin, kali ini alice menurut begitu saja tanpa rasa takut.


Setelah berhasil menyampirkan semua rambut alice ke satu sisi, tangan alvin kembali merogoh saku kemeja putih nya. Di mana terdapat sebuah kalung permata yang indah di sana.


''Ini kalung buat aku vin?'' tanya alice cengo, jelas lah itu untuk dirinya, tidak mungkin untuk orang lain di pakai kan ke leher nya bukan. Memang kadang otak alice suka lola, mungkin saking gugup nya atau,,entah lah.


Cup ! Seketika tubuh alice merinding disko, kala ada sesuatu yang lembut selembut sutra menyentuh leher nya.


''Hiiiih'' alice bergidik ngeri dengan otak yang nge blank, baru setelah dia sadar jika alvin telah mengecup leher nya, rona di pipi nya kembali muncul lagi, bahkan lebih panas sekarang.


''Bukan! Buat pacar gue, ya kali buat abi gue pakein ke elo'' balas alvin sedikit sewot.


''Hi hi,, Bagus kalung nya cantik, makasih alvin'' alice tersenyum indah kala berucap, melupakan rasa merinding nya dan beralih pada rasa kagum


''Sa-ya-ng'' tekan alvin lagi


''Iya itu maksud nya, makasih sayang, hi'' ulang nya lagi


''Wah, kapan kamu pasang nya, hebat udah kayak di film-film aja'' seru nya terkagum-kagum, sembari terus memegangi permata yang terdapat di kalung tersebut.


''Bukan gue yang pasang, tapi abi'' terang alvin


''Abi? Wah udah ganteng jenius pula, idaman para cewek sih itu'' ucap alice spontan tanpa menyadari tatapan tajam tengah menyerang nya.


''Termasuk loe?'' pancing alvin


''Em,, hah? E-enggak cuma kamu seorang, serius deh'' balas alice dengan senyum full,untung saja alice segera menyadari kesalahan nya, jika tidak habis lah dia di tangan psikopat tampan, yang sial nya adalah kekasih nya sendiri.


''Yakin?'' goda alvin lagi dengan tampang datar nya, padahal hati nya tengah berbunga-bunga mendengar pengakuan alice tadi.


''Iya'' balas alice mantap


''Coba bukti'in'' tantang alvin sengaja dengan seringai di wajah nya, namun alice tidak melihat pemandangan tersebut.


''Bukti'in apa?'' ujar alice berani tanpa menaruh curiga sedikit pun


''Cium gue di sini'' pinta alvin sembari menepuk pelan bibir nya dengan jari telunjuk.


''Hah, mesum. Gak mau'' tolak alice cepat.


''Berarti loe bohong dengan dong ucapan tadi, loe tau kan kalo gue anti di bohongi'' ucap alvin sengaja memojokan kekasihnya itu.

__ADS_1


''Ih mana ada bohong vin, aku serius'' sergah alice


''Ya udah buktiin dong kalo serius'' desak alvin lagi. Alice terlihat salah tingkah dan menggeram kesal saat ini, tapi demi keselamatan nya dia rela melakukan apa yang di minta kekasih mesum nya itu. Toh dia juga tidak akan rugi bukan? Orang alvin kekasih nya


''Merem'' pinta alice ketus, kedua tangan nya kini sudah berada di bongkahan pipi alvin dan bersiap untuk mencium bibir tipis alvin


Bukan alvin yang menutup mata nya, melainkan alice sendiri bahkan sangat rapat saking grogi nya, maklum saja ini adalah hal pertama bagi dirinya menyentuh bibir lawan jenis nya.


Alvin terkekeh geli melihat reaksi kekasih nya itu,.. ''kena loe '' batin alvin bersorak bahagia.


Dengan pasti alice terus saja mengikis jarak di antara mereka,hingga 'Cup' berhasil sudah tantangan yang di berikan oleh alvin, namun sedetik kemudian alvin malah menahan tengkuk nya, dan segera ******* lembut bibir penuh milik kekasih nya itu.


Mata yang awal nya tertutup rapat kini sudah terbelalak kaget, tubuh nya menegang menerima serangan tersebut, bahkan alice sempat sedikit berontak minta di lepaskan, alvin yang memang sudah handal dengan hal beginian, tentu saja tidak akan membiar kan bibir plumpy itu lepas dari serangan nya.


Makin di perdalam dan lembut lah permainan itu, bahkan tangan kiri alvin sudah mengelus punggung alice, bak seperti terhipnotis alice malah kembali memejamkan kelopak mata nya dengan tubuh yang melemah, seakan pasrah dengan permainan alvin.


Nyata nya alice terbuai dengan sentuhan tersebut, alvin bersorak menang di hati nya. Apalagi alice balas memeluk tubuh alvin.


''Ini yang buat gue penasaran sejak pertama liat loe alice, dan ini yang gue mau, loe cuma milik gue'' sorak nya bahagia.


''Balas ciuman gue sayang'' pinta alvin dengan suara serak nya


''A-aku gak bisa'' balas nya terengah, dengan wajah memerah dan hidung yang kembang kempis serta bibir plumpy yang mengkilat, itu makin membuat alice berkali-kali lebih cantik dan menarik dan juga sexy tentu nya.


''Ikuti apa yang gue lakuin ke elo, dan rileks okay'' bimbingan sesat dari alvin, gila nya lagi alice mengangguk patuh, memang iblis bertanduk yang berwarna merah selalu menang dalam hal seperti ini.


Setelah mendapat lampu hijau, alvin segera melanjutkan aktifitas nya, bahkan kini tubuh mereka sudah terbarik di hamparan empuk tersebut.


Dan benar saja alice mengikuti apa yang di minta oleh alvin, meski sangat kaku tapi mampu membuat alvin bahagia, nanti nya alice akan dengan sendiri nya bisa mengimbangi permainan ini pikir alvin.


...****************...


''Vin!'' teriak seseorang menggema di ruang tamu apartemen alvin.


''Tuh kutub es kemana lagi, di panggil kagak nyaut-nyaut, ya kali belum bangun ini udah jam 10 lewat'' monolog nya saat tidak menemukan alvin di ruangan tersebut.


''Tinggal kamar yang belum gue cek, tuh anak kalo masih molor gue guyur air seember, liat aja'' ucap nya yang sudah berlari kecil menaiki tangga di mana lantai dua berada, dan itu adalah kamar alvin dan ruang game


Tanpa mengetuk terlebih dahulu, dia langsung saja membuka pintu kamar alvin.


''Vin, loe masih mol- astaga''


Brug..


Pintu kembali di tutup keras oleh nya, saat melihat pemandangan yang uhh...


Sedangkan alvin yang tengah meresapi manis nya permainan bersama alice, seketika terperangah kaget, tetapi lebih dominan marah dan kesal, berbeda dengan alice yang sangat malu sekarang.


''B*ngsat!, awas loe mony*t'' desis alvin kesal.


''Tunggu di sini sayang, jangan kemana-mana, gue samperin dulu si abi ok, Cup'' titah nya pada alice dengan nada yang lembut, bahkan alvin kembali mencium singkat bibir pink nya alice.


''Iya sayang'' balas alice dengan rambut yang sedikit berantakan akibat ulah nya alvin, mengingat kembali hal yang alvin lakukan pada nya, lagi-lagi membuat pipi gadis itu memerah bak tomat yang siap panen.

__ADS_1


''Kok bisa sih seenak itu'' gumam nya tidak percaya, pengalaman pertama dan rasa pertama yang dia rasakan sekarang, jelas itu menjadi pertanyaan b*d*h yang terlontar begitu saja dari mulut alice. Awas candu loh nanti alice sama permainan alvin ini.


__ADS_2