Kekasih Ku (Psikopat`s)

Kekasih Ku (Psikopat`s)
menjelang misi


__ADS_3

Benar saja apa yang di ucapkan oleh bi Yuyun mengenai Alvin. Jika remaja tampan itu akan pulang tengah malam, mungkin sekarang bisa di sebut juga menjelang subuh, karna jam sudah menunjukan angka 2.30. WIB.


Alvin pulang dengan keadaan yang lusuh, tapi itu hanya di bagian pakaiannya saja. Sedangkan wajah nya sangat bersinar secerah mentari pagi.


Dengan bersenandung pelan Alvin berniat memasuki kamarnya.


''Dari mana?'' seru pemilik rumah yang kebetulan baru saja keluar dari ruang kerjanya.


''Markas'' balas Alvin singkat namun bermakna bagi Nanda.


''Udah kelar aja. Gimana puas gak loe malam ini?''


''Sangat puas bang. Sayang loe gak bisa ikut tadi, padahal mangsa banyak di markas.'' ujar Alvin sengaja memancing kakaknya yang tengah menjalani tugas dari istrinya.


''Tch! Bersih-bersih sono. Terus tidur gak usah main game, liat noh jam'' cetus Nanda yang melewati tubuh Alvin guna menaiki tangga menuju kamarnya.


Nanda menghirup dalam-dalam aroma anyir yang terdapat di baju Alvin, dan hal itu jelas tertangkap oleh Alvin.


''Hi hi. Siap Bos, marah-marah mulu loe mah. Cepat tumbuh uban ntar'' balas Alvin terkekeh kecil, merasa senang menjahili kakaknya hanya dengan begitu saja.


''Bodo!'' sentak Nanda kepalang kesal tanpa mau menoleh lagi pada adik tampannya itu.


''Kasian banget dah abang gue gak bisa bunuh orang untuk saat ini. Padahal itu suatu yang menyenangkan'' monolognya sembari masuk kedalam kamarnya yang berada di lantai satu.


Cklek ….


Ujung bi bir Alvin terangkat melihat gadisnya tertidur nyenyak dengan memakai kemeja putih miliknya. Ingin sekali dia mencium pipi chuby Alice yang sangat kontras di bawah sinar lampu, namun dia sadar keadaan tubuhnya sangatlah kotor dengan noda darah dan harus segera membersihkannya.


Buru-buru dia pergi ke dalam kamar mandi, agar bisa segera mendekap tubuh dan menghirup aroma khas milik Alice.


Tidak butuh waktu lama bagi Alvin. Kini dia sudah berganti pakaian dan siap untuk menyusul gadisnya ke alam mimpi.


''Gue sudah membalaskan rasa sakit, takut dan terkenan yang kamu rasakan sayang. Bahkan mayatnya sudah menjadi abu saat ini''


''Besok kita pulang lagi kerumah kamu sayang. Cup''


Alvin berbisik sembari memeluk Alice dari arah depan, matanya mulai sayu dan kian sayu. Hingga tidak lama dengkuran halus terdengar dari Alvin. Remaja itu benar-benar kelelahan dengan kegiataannya malam ini, hingga dengan mudahnya dia menutup kelopak matanya itu.


Sedangkan Alice tidak bergeming ataupun terganggu dengan kehadiran Alvin di sisinya. Mungkin tubuhnya sudah terbiasa terhadap kehadiran Alvin yang suka secara tiba-tiba menemuinya.


...****************...


Pagi pun menjelang. Kini Agatha dan Nanda tengah berdiskusi di ruang kerja miliknya. Mereka hanya berdua saja, karna Alvin dan kawan-kawannya masih belum kelihatan batang hidungnya.


Sedangkan Anaya, Naomi dan Alice. Mereka tengah mengobrol ringan di ruang tamu sambil menonton drama aksi. Itu merupakan hobi baru untuk Naomi yang entah kenapa sangat suka drama aksi apalagi di dalamnya terdapat adegan kekerasan seperti tembak-menembak dan bacok-membacok.


Kembali lagi pada Agatha dan Nanda ....

__ADS_1


''Adek tampan gue belum melek, Bos?'' celetuk Agatha sambil menikmati kopi panasnya


''Kayaknya'' balas Nanda singkat


''Tumben tuh bocah jam segini masih buat pulau. Biasanya dia paling siang jam 8 kan udah bangun? Ini udah hampir jam 10 masih betah aja dia di kasur'' celoteh Agatha


''Hm!'' balas Nanda tanpa minat.


''Sariawan loe Bos?''


''Kagak. Napa emangnya?'' tanya Nanda balik.


''Ck! Gak sadar ternyata dia'' gumam Agatha yang masih bisa di dengar jelas oleh Nanda.


''Dia abis pesta besar tadi malam. Makanya jam segini masih betah di kamar'' ucap Nanda menjelaskan.


''Emang garcep nih kakak beradik, kalo soal bunuh-membunuh. Heran gue, apa faedahnya coba''


''Jelas ada lah.'' ujar Nanda tersenyum lebar.


''Nambah dosa itu faedahnya.'' sentak Agatha.


''Tch!'' Nanda memutar matanya malas pada Agatha.


''Loe mau bahas tentang apa sekarang?'' tekan Nanda ketus. Pasalnya dia bosen menunggu Agatha yang tak kunjung bicara penting sejak tadi.


''Pelelangan yang sebentar lagi loe ikuti Bos. Tapi kan sekarang anggotanya pada gak ada, gimana mau diskusi coba'' sahut Agatha malas.


Tuut …


Tuut …


''Apa?''


^^^''Gue sama Agatha ada di ruang kerja. Kemari loe''^^^


''Iya, meluncur''


^^^''Gue tunggu''^^^


''Siapa?'' selidik Agatha setelah panggilan telpon Nanda berakhir.


''Alvin'' jawab Nanda sangat ringan dan tanpa dosa.


''Lah udah bangun dia. Katanya masih tidur tadi''


''Kapan gue bilang begitu'' elak Nanda

__ADS_1


''Hah! Tau gitu dari tadi aja gue telpon tuh anak'' omel Agatha


''Dasar!'' desis Nanda


Cklek …


''Apaan bang'' seru Alvin yang datang bersama kopi di tangannya.


''Panggilin teman-teman loe. Suruh mereka gabung di sini'' titah Nanda


''Kita mau bahas soal rencana lalu. Waktu pelelangan akan segera di mulai dua hari lagi kan'' timpal Agatha


''Ok'' Alvin segera menghubungi Abi. Terdengar satu panggilan tak di hiarukan oleh pemiliknya. Lagi Alvin menghubungi Abi untuk kedua kalinya.


''Hallo. Apaan Vin, loe ganggu aja pagi-pagi nelpon gue''


^^^''Ck! Lihat jam Nyet. Pagi apaan, ini tuh udah masuk waktu makan siang''^^^


''Yang bener loe Vin''


^^^''Kapan gue boong Rojali''^^^


''Oh iya. Masih ada dua jam lagi buat gue rebahan. Ada apa loe nelpon, gue gak kangen sama loe yah''


^^^''Dih Sianying. Siapa juga yang kangen Monyeet, loe di suruh kerumah sama bang Nanda. Kasih tau juga kedua temen loe tuh buat ikut gabung kemari''^^^


''Temen gue temen loe juga Toing''


^^^''Udah gue tutup dulu, cepetan loe kemari jangan molor lagi. Awas loe'' ^^^


"Iya ach, bawel banget sih loe. Biasanya juga irit bicara''


Tut …


Alvin mematikan sambungan teleponnya secara sepihak bahkan Abi belum selesai mengucapkan kalimatnya, dan bisa di pastikan Abi tengah mengumpati dirinya saat ini.


''Alice mau balik hari ini?'' tanya Nanda pada adik tampannya.


''Katanya sih gitu. Mungkin sore kita baru balik, kan besok hari senin. Rencana dia mau berangkat sekolah dari rumahnya'' balas Alvin sekenanya.


''Emang dia udah bener-bener tenang'' sahut Agatha merasa khawatir terhadap Alice.


''Maunya gue sih dia gak mengalami Trauma. Tapi itu mustahil'' ujar Alvin sendu


''Sabar Al. Yang penting loe jangan ninggalin dia terlalu lama, meski itu dirumahnya'' ucap Agatha memberi arahan.


''Kan dua hari lagi kita bergerak. Titip di sini aja dia, gue takut terjadi apa-apa sama gadis loe kalo di tinggal terlalu lama tanpa pantauan dari loe'' saran Nanda

__ADS_1


''Ok bang, gue bakal titip Alice di sini kalo lagi jalanin misi untuk kedepannya.'' balas Alvin setuju.


''Bagus'' sahut Nanda


__ADS_2