
tiga orang pria dalam satu ruangan itu,mereka kini terlihat begitu serius di depan layar monitor mahal nya.
ruslan dan kedua anak nya itu,tengah mencari tahu tentang nomor misterius yang menebar pesan pada mereka,dengan memakai nomor yang sama.
''bagai mana gatha?'' tanya ruslan pada sang anak,agatha tengah pokus menyelidiki sesuatu saat ini di layar komputer.
''dapat,kita dapat melacak nya''seru agatha yang berhasil dengan tantangan nya.
''coba ayah lihat''ruslan memastikan apa yang di ucapkan agatha.
''ini seperti tidak asing,nanda coba lihat ini''tunjuk ruslan pada nanda, menunjukan lokasi orang yang tengah di selidiki mereka itu berada.
dengan sekali lihat nanda sudah mengetahui tempat itu.
''rumah samudra''gumam nanda sinis.
''berarti?pemilik nomor itu si nenek peot''tebak agatha,dengan sebutan lain andalan nya.
''apa yang wanita itu inginkan?''desis nanda,yang memancarkan amarah tertahan dalam diri nya saat ini.
''entah lah,yang pasti dugaan kita salah bos''agatha meluruskan kembali,jika mereka telah salah mengira.
''ayah yakin jika bukan dady kamu pelaku nya nanda,beliau orang baik,mana mungkin dia berniat jahat sama darah daging nya sendiri'' ucap ruslan,dia yakin jika viktor bukan orang yang ada di pikiran nanda selama ini.
''jangan bahas b*jingan itu di sini ayah,dan ingat dia bukan orang baik,dia itu manusia b*adab yang pernah nanda kenal''sentak nanda,dia tidak dapat mengontrol emosi nya,jika menyangkut tentang keluarga resmi nya.
''tapi nak,mau sampai kapan kamu berpikiran jelek tentang dady mu,tanpa tahu alasan dia yang sebenarnya,ayolah nanda jangan kekanak-kanak seperti ini''tegur ruslan,mencoba memberi pengertian pada nanda,agar tidak menyimpan dendam terlalu dalam terhadap viktor.
ruslan hanya tidak ingin nanda salah paham,dan berakhir dengan penyesalan nanti nya.
''apa ayah bilang,aku kekanak-kanak kan?cihh,yang benar saja.perlu ayah ketahui satu hal,aku menderita hidup selama 17 tahun tanpa kasih sayang mereka,ayah tidak lupa itu bukan''nanda mengingatkan kembali tentang kehidupan di masa lalu nya,di mana ayah dan semua keluarga nya,tidak perduli sedikit pun tentang nasib nanda.
''iya ayah sangat tau hal itu nanda,tapi kamu jangan berpikir dengan logika saja,gunakan juga hati kamu''ucap ruslan sedikit menaikan nada bicara nya.
''cihh''decih nanda yang berusaha menenangkan emosi nya,jangan sampai ruslan menyadari kebiasaan buruk nanda.
''sudah,sudah kalian kenapa malah ribut,kalo kalian adu argumen terus,kapan ini kelar nya''sela agatha,yang melerai perdebatan antara nanda dan sang ayah.
__ADS_1
''baik lah,kita lanjut kan saja penyelidikan nya''putus ruslan,pada akhir nya
mereka kembali meneruskan penyelidikan,kali ini mereka meminta bantuan pada reza lewat panggilan vidio.
hampir satu jam mereka pokus di satu titik,hingga semua nya terjawab tanpa keliru,apalagi salah target.
''fiks,ini semua kerjaan nya oma loe bos,bisa-bisa nya dia menyewa IT dengan bayaran fantastis,untuk melindungi data nya''tutur agatha dengan yakin juga kaget dengan keberanian orang tua tersebut.
''tapi ujung-ujung nya ketauan juga,hahaha'' sela reza di balik telpon,dia merasa puas sekarang.
''betul tuh om''sahut agatha senang.
''makasih reza,atas bantuan nya''ucap ruslan ramah.
''iya om,sorry udah ganggu waktu nya''timpal nanda merasa terbantu dengan ada nya reza.
''bukan nya itu kebiasaan nya elo bos?''sela agatha dengan tertawa kecil.
dugh..
''aww''ringis agatha.
''haha,iya sama-sama om,nanda,halah santai saja kayak sama siapa aja kalian ini,ok.kalo gitu aku tutup dulu panggilan nya'' pamit reza,dan langsung mematikan panggilan vidio nya,saat mendapat anggukan dari ke tiga orang itu.
''ya sudah ayah keluar dulu''ucap ruslan pada agatha dan nanda.
''iya ayah''jawab mereka dengan kompak.
tinggal lah mereka berdua di dalam ruangan itu,mereka menjadi lebih leluasa saat ini.
''apa gue bunuh saja wanita tua itu?''ujar nanda,yang merasa geram dengan permainan yang tengah terjadi.
''loe mau bunuh oma loe bos''
''oma gue udah meninggal gatha,dia itu gak pantas menyandang gelar itu''desis nanda sebal.
''hehe iya tau bos,yakin loe mau kirim nenek sihir itu ke neraka''
__ADS_1
''menurut loe gimana tha?''tanya nanda, baru kali ini dia meminta pendapat pada orang lain,jika ingin membunuh seseorang.
''menurut gue sih jangan dulu lah,nanti kalo dia udah keterlaluan baru deh,lagian opa loe masih hidup juga,kasian kalo jadi duda udah aki-aki di tinggal mati''cetus agatha memberi pendapat dengan di selangi gurauan.
''Ck,peduli setan dengan itu semua,tapi kali ini gue bakal ikut saran loe tha,gue pengen lihat sebesar apa nyali tuh orang tua''putus nanda ,yang ingin mendengar kan apa kata agatha.
''bagus kalo gitu,loe meski ingat tujuan awal kita bos,buat ambil hak loe sebagai pewaris tunggal dari om viktor''
''hm,atur saja semua nya tha,gue percaya kan semua nya sama loe''ucap nanda tegas,meski nanda tidak menginginkan sepeser pun dari hak nya,karna tanpa itu pun nanda sudah sangat berkecukupan.
yang ada di dalam hati nanda,hanya ingin membalas kan semua rasa sakit nya dulu.
......................
''sayang,kenapa kamu masih mau bekerja?kenapa tidak kuliah saja bareng suami kamu''tanya merina,mereka kini tengah menikmati sarapan pagi di rumah nanda.
''iya naomi,itu ide yang bagus''sahut ruslan setuju.
''bukan nya naomi tidak mau kuliah bunda,ayah.hanya saja naomi sudah nyaman kerja di sana''balas naomi.
''biarkan saja lah nona bos ingin seperti apa,mungkin itu sumber kebahagian nya,kita cukup mendukung serta melindungi nya''sela agatha dengan kata bijak nya.
sang bunda tersenyum manis,saat mendengar kalimat yang di ucapkan agatha,merasa setuju dengan usul agatga.sedangkan naomi terlihat berbinar mendengar nya.
''ekhem''dehem nanda entah karna apa,yang jelas saat ini dia tengah tidak senang terhadap agatha.
bahkan dia menendang betis agatha di kolong meja,agatha melihat ke arah nanda dengan kode mata,dan di balas lebih tajam oleh nanda.
''itu kata-kata si bos hehe,gatha cuma ikut bantu menyampai kan nya''ucap agatha dengan lantang,mata nya menyipit pada nanda.
nanda tersenyum lebar saat agatha berucap begitu,padahal dia tidak bicara apa-apa.
''baik lah jika itu yang terbaik''merina mendukung apapun yang di sukai naomi.
''terima kasih bunda,sudah mengertikan naomi''ucap naomi lembut.
''iya sayang''
__ADS_1