
di sebuah ruangan yang sedikit gelap,dengan nuansa hitam itu,terdapat beberapa tetes darah yang masih segar.
bukan hanya itu saja,di atas meja juga terdapat beberapa botol minuman yang sudah kosong sebagian.
''AAAaaa''
''B*NGSAT''
''B*DEBAH,SI*LAN''
''berani loe usik hidup gue lagi''teriak nya sambil terus menonjok keramik marmer yang di duduki nya.
kata-kata kasar itu spontan keluar dari mulut pria tampan yang terlihat marah,matanya memancarkan kebencian yang amat dalam,entah itu tertuju pada siapa.
di teguk nya kembali minuman beralkohol itu tanpa menggunakan gelas,berharap bisa mengurangi sedikit emosi yang kini telah menguasai diri nya.
brakk....
seseorang nekat menendang pintu hingga terbuka,matanya seketika membulat,melihat pemandangan di depan matanya.
ruangan itu sangat berantakan,dengan botol minuman keras berjejer di atas meja,bukan hanya ruangan itu saja yang berantakan!melainkan seorang pria yang tengah terduduk di lantai juga begitu berantakan.
''bos,sadar woyy,apa yang loe laku'in hah?loe mau mampus,iyah?''sentak nya sembari mengguncangkan tubuh pria yang di panggil 'bos' itu,dia berusaha menyadarkan tuan nya saat ini,bahwa apa yang di lakukan nya ini 'SALAH'.
''hiiih''hanya senyum sinis yang terlihat dari nya,tanpa mau membalas ucapan pria yang terus mengguncang tubuh nya,bahkan dia kembali menuangkan botol minuman keras itu ke mulut nya.
''berhenti si*lan,loe denger gue ngomong gak?loe kenapa nanda?please jangan kagak gini'' dia merebut paksa botol minuman yang ada di tangan nanda,tanpa ada kata embel-embel 'bos',yang sering di sematkan nya.
agatha!.itulah pria yang tengah memarahi nanda,tak perduli siapa nanda dan apa yang akan dia dapatkan nanti nya,setelah membuat nanda kesal,baginya keselamatan nanda lebih penting dari apapun.
''pergi''desis nanda tanpa melihat ke arah agatha,dan agatha tau jika itu peringatan yang mutlak,meski nada bicara nanda pelan,namun itu adalah sebuah tekanan bahwa ia sedang marah besar.
namun,!agatha tak perduli tentang hal itu,dia bukan tipe manusia yang 'pengecut'meninggalkan orang lain dalam keadaan kacau,seperti yang tengah di alami nanda saat ini,meski agatha tidak mengetahui apa akar masalah yang menimpa nanda sekarang.
''gak!.gak akan gue ninggalin loe''
__ADS_1
''pergi atau gue bunuh loe di sini''ancam nanda yang terlihat sungguh-sungguh,meski dia tak akan pernah bisa untuk membunuh agatha.
''coba aja kalo loe berani''tantang agatha dengan suara lantang.
''AGATHA''sentak nanda kemudian,nanda benar-benar kacau,hingga tidak bisa berpikir jernih.
''loe kenapa nanda?apa yang buat loe sampe nyentuh kembali minuman itu,APA?inget loe punya penyakit bro,mau loe mati konyol di sini hah?''nasihat agatha yang mampu membuat nanda sedikit tenang dan sadar.
''mungkin itu lebih baik gatha''
nanda merasa hidupnya akan lebih baik,jika dia pergi untuk selama nya,tanpa memikirkan orang disekitar nya,payah bukan.
''cihh,,dan dengan begitu loe udah berhasil buat orang yang menyayangi elu nangis,iyah?inget loe punya naomi sekarang men,tanggung jawab loe itu,ibu gue bunda merina,gue,om reza dan ayah ruslan,bahkan puluhan anak buah loe,kita semua gak mau kehilangan loe s*alan''
sengaja agatha berbicara keras,supaya nanda sadar,juga agatha merasa emosi melihat sosok lemah nanda,agatha lebih senang melihat jiwa bengis dan tegas seorang nanda.
*prok
prok
''pengecut loe.baru kali ini gue liat pimpinan gue lemah kayak gini,lembek kayak ubur-ubur,padahal dia sendiri yang selalu bilang,'kalo kita gak boleh lemah'.''ucap sinis agatha yang bertujuan untuk menyadarkan nanda.
''gue emang bodoh,gue pengecut,bener apa yang loe bilang tha,gue ini pengecut,tapi setiap kali dia datang,rasa sakit dan marah ini seketika menguasai gue''
''siapa maksud loe?jangan bilang tua bangka itu lagi''tebak agatha
''iya.pemilik nomor misterius itu pasti dia,makanya tidak bisa di lacak,iya kan?''jawab nanda terdengar ragu.
''belum tentu juga bro,walaupun gue juga sedikit aneh sama pemilik nih nomor,karna susah di lacak,tapi over thingking aja lah,emang dia chat apa lagi''tanya agatha dan berusaha berpikir tenang.
''tuh,loe baca sendiri'' tunjuk nanda pada hanphone nya yang tergeletak di atas meja,dan segera di ambil oleh agatha untuk membaca isi pesan dari nomor misterius itu.
[hai nanda,apa kabar?apakah kau merindukan ku?lama tidak berjumpa]
[percuma kau menyuruh anak buah mu,untuk melacak keberadaan ku,karna itu akan sia-sia saja]
__ADS_1
[jika kau tidak percaya,tunggu beberapa jam lagi,bawahan mu akan mengabari tentang kegagalan nya,hahaha]
''meski pesan ini benar dari tuh tua bangka,jangan lah loe lupa sekitar bos,masa iya loe nyakitin diri sendiri kayak sekarang ini,rugi dong loe,belum apa-apa dia udah menang karna kematian loe,lupa loe udah punya bini sekarang''
''loe sumpahin gue mati hah?gue gak selemah itu yah''
''maksud gue,harusnya dia duluan yang mati sebelum loe bos,gitu hehe''
nanda tersenyum sedikit,merasa bodoh karna cepat mengambil tindakan tidak jelas seperti tadi.
''sorry,gue gak bisa kontrol emosi,dan terima kasih gatha,loe udah nunjukin rasa peduli yang besar buat gue'' ucap spontan nanda.
agatha melihat kearah nanda dengan ekspresi terkejut,mulut nya sampai menganga,dan nanda melihat hal itu.
''biasa aja tha,gue juga manusia kali'' nanda seakan tau apa yang membuat agatha melongo saat ini.
''wah.wah.wah,moment langka sih ini,coba ulang sekali lagi bos,ulang lagi gue gak terlalu jelas denger yah''desak agatha yang menggoda nanda.
''Ck,mau gue colok tuh kuping,biar budeg sekalian''
''hah,kumat lagi galak nya''
nanda melihat jengah ke arah agatha,namun detik berikutnya,kepala nya terasa berat,di susul rasa sakit di area perut nya.
''tha bawa gue pulang''pinta nanda dengan menahan rasa sakit di perut nya.
agatha melihat raut wajah nanda yang mendadak tengang,dan agatha tahu apa ekpresi itu.
''****.!tuh kan penyakit loe kambuh ahh,batu sih kalo di bilangin''agatha bergerak cepat,membopong nanda menuju mobil yang ada di garasi bangunan itu.
''marah-marah mulu loe tha,bawel tau gak,kayak emak-emak'' nanda mengolok agatha,meski tengah menahan sakit dan badan nya mulai melemah.
''Ck,mau mati aja masih bisa marah loe bos''agatha telah selesai mendudukan nanda,dengan posisi yang nyaman.
setelah selesai mereka langsung meninggalkan bangunan itu,menuju ke rumah nanda.
__ADS_1