
malam pun tiba,di mana semua orang mulai kembali pada kediaman nya masing-masing,begitu juga dengan naomi.
Dengan tepat waktu alvin menjemput kakak ipar nya ke toko,dia tidak ingin mendapat kemarahan dari kakak nya,jika terjadi sesuatu pada naomi.
''itu alvin udah datang,aku pamit pulang dulu yah sinta,kania''ucap naomi berpamitan,saat dia melihat alvin dengan motor nya di depan toko.
''iya mi,kamu hati-hati yah''balas sinta ramah.
naomi mengangguk sembari berjalan keluar,sinta dan kania yang merasa penasaran dengan sosok alvin,ikut melihat di balik pintu kaca toko tersebut.
''wah,sumpah demi apa, tuh anak ganteng nya bukan maen nia''seru sinta saat melihat dengan jelas potongan wajah alvin.
''iya sin,gue setuju sama loe''sahut kania yang tidak mau melepas pandangan nya dari sosok alvin
''kok bisa yah,naomi di kelilingi cowok tampan.jadi iri gue''keluh sinta,dia terus melihat kepergian naomi dan alvin,hingga tidak menyadari sudah ada seseorang di belakang nya.
Kania yang merasa ada orang ketiga pun menoleh,mata nya membola saat tahu siapa yang ada di belakang nya.
''ssttt''kania mencolek lengan sinta,supaya sinta menoleh.
''apaan sih nia''ketus sinta yang masih melihat ke arah luar meski objek yang dia lihat sudah menghilang.
Orang ketiga itu segera memberi kode pada kania supaya diam,dan mau tidak mau kania mengangguk.
''Hem,liat apa''bisik orang itu pada sinta
''Alvin''balas sinta yang masih belum menyadari
''Alvin siapa?''
''adik ipar nya naomi''
''ouh,kenapa musti di liatin?''pancing nya lagi
''karna dia ganteng banget''sinta menunjukan ekpresi greget saat mengucap kan nya,namun insting nya mulai merasa aneh.
''oh ganteng yah''ucap santai orang ketiga itu,sinta menoleh dengan gerakan kaku,dia baru sadar jika suara yang menyahuti nya adalah suara laki-laki.
''eh,pak refan,sejak kapan bapak di sini?''sinta berbasa-basi dengan tawa canggung nya,mata sinta menajam pada kania.
''gak usah basa-basi,sekarang ikut keruangan saya,dan untuk kamu kania.silahkan pulang karna jemputan kamu sudah datang''titah refan mengarahkan,karna memang bara sudah ada di luar toko untuk menjemput kania.
''iya pak,saya pulang dulu,bye sinta''balas kania yang segera berlari kecil menemui kekasih nya,sebelum benar-benar pergi,kania mengatupkan kedua tangan nya pada sinta.
''ikut saya sinta''seru refan dengan suara bass nya.
''eh iya,kita gak langsung pulang aja sayang,ini udah malem loh''balas sinta yang mencoba mengalihkan keadaan.
''nanti,kalo sudah selesai dari ruangan saya,baru kita pulang''ucap refan mutlak
__ADS_1
''kita mau apa dulu di sana''sinta mulai cemas
''memberi hukuman untuk gadis genit''ucap refan kembali,sinta menunduk malu dan takut,dia sudah seperti seorang maling yang tertangkap basah saja.
Refan pun menarik pelan tangan kekasih nya,guna mengikuti langkah nya,sinta sendiri sudah fasrah dengan apa yang dilakukan oleh refan terhadap nya.
...****************...
''situasi aman sampai di sini bang''laporan alvin terhadap kakak nya lewat sambungan telpon.
^^^''bagus,terus pantau keadaan di sekitar naomi,gue gak mau terjadi apapun sama istri gue''^^^
''siap bang''
sambungan pun terputus saat alvin mematikan nya,alvin dengan santai membalas chat dari kedua teman nya.
di sisi lain tepat nya di kamar pribadi naomi,kini naomi tengah tertidur pulas setelah melakukan vidio call dengan suami nya.
''kak''
tok
tok
''kakak ipar''panggil alvin dengan mengetok pelan pintu kokoh kamar naomi,namun tidak ada sahutan dari dalam ruangan tersebut.
''mungkin kak naomi udah tidur kali yah,gue tinggal bentar kagak apa-apa lah''monolog nya sembari meninggalkan area tersebut.
singkat waktu,alvin kini sudah tiba dan bertemu dengan kedua teman nya...''bro''sapa aiden pada alvin,lalu melakukan tos ala laki-laki,di ikuti dengan atala.
''loe kapan mau pindah ke apartemen al''tanya atala yang sudah mengetahui tentang niat alvin.
''kalo gak besok,nusa palingan''balas alvin sekena nya.
''Abang loe balik nya besok''aiden menyakinkan
''hm''balas alvin
''ntar boleh lah kita main,bosen gue di rumah mulu''cetus aiden yang di sambut anggukan kepala oleh atala.
''bebas''jawab alvin singkat
''yes''seru aiden dan atala,mereka bertos saking senang nya.
''gue pengen ngomong serius sama kalian''ucap alvin dengan mode datar nan dingin.
Aiden dan atala saling pandang sembari membuang puntung rokok mereka,mulai mengerti dengan keadaan.
''apa al,kayak nya serius banget''tanya atala
__ADS_1
''iya''sela aiden
''gue punya hobi ekstrim,loe berdua boleh tentuin ini setelah tahu,masih mau berteman sama gue atau enggak nya''ucap alvin sedikit panjang.
''hobi ekstrim,mendaki gunung gitu maksud nya''ujar atala menebak
''atau pelihara hewan buas,iyah''sambung atala pula.
''bunuh orang''sahut alvin santai,tidak sedikit pun terlihat wajah tegang atau takut,raut wajah alvin masih sama seperti di awal.
''oh bunuh orang''ucap kompak atala dan aiden..''HAH,BUNUH ORANG''mereka baru sadar dengan arti dari ucapan alvin.
''jangan bercanda al''atala masih tidak percaya dengan ucapan alvin,padahal raut wajah alvin nampak serius sedari tadi.
''terserah''ucap sinis alvin tidak peduli
''jadi serius,apa yang loe omongin tadi adalah kenyataan''aiden menelisik raut wajah alvin,namun itu sangat sulit untuk di tebak,karna yang terlihat hanyalah datar-datar saja.
''perlu bukti''tantang alvin santai
Aiden dan atala kompak menggeleng,yang benar saja mereka ingin melihat orang membunuh orang.
''keputusan nya?''tanya alvin dingin
lagi-lagi aiden dan atala mengangguk kompak..''kita mau temenan sama loe al,apapun hobi loe''ucap aiden pasti,dia yakin jika alvin berbuat hal tersebut dengan satu alasan kuat.
''iya al,kita nerima sisi baik maupun buruk hidup loe''sahut atala yang berpikiran sama dengan aiden
''ok,thank's''alvin kembali merangkul kedua teman nya.
''but remember, this is only our secret,okay''tekan alvin kembali.
''safe bro''balas aiden dengan senyum lebar
''iya aman bro''sahut atala
''okay''balas alvin,sembari mengechek keadaan ponsel nya.
''DAMN!''desis alvin saat melihat seorang laki-laki tengah memantau kamar utama,tepat nya kamar pribadi naomi.bahkan laki-laki yang terlihat di layar handphone nya tengah berusaha memanjat guna sampai di lantai atas.
''kenapa bro''tanya aiden penasaran saat mendengar umpatan alvin
''ada orang yang bosan hidup''balas alvin geram,lalu menyodorkan layar ponsel nya pada aiden dan atala.
''nekat banget nih orang''seru atala
''gue cabut''alvin dengan sigap merebut ponsel nya,kemudian segera pergi dengan motor besar nya.
''kita bisa bantu loe al''teriak aiden menawarkan diri
__ADS_1
''gak perlu''balas alvin yang juga berteriak,aiden dan atala tidak khawatir terhadap alvin,karna mereka kini tahu siapa alvin sebenar nya.