Kekasih Ku (Psikopat`s)

Kekasih Ku (Psikopat`s)
Tidak ingin pergi


__ADS_3

Waktu terus berjalan, dari terang kini mulai berangsur gelap. Di dekapan Alvin kini Alice tengah tertidur dengan pulasnya, mungkin itu merupakan efek samping dari pereda demam yang dia komsumsi tadi.


Alice terus saja dimanjakan oleh kekasihnya, dia dilarang memasak atau pun melakukan pekerjaan rumah lain nya.


''Ck! Cuma loe yang bisa buat gue nyerahin mangsa pada orang lain Alice'' gumam Alvin yang saat ini sudah mengirimkan pesan pada kakaknya. Dia memberi tahukan jika dirinya tidak bisa pergi meninggalkan Alice dalam kondisi meriang.


Alhasil malam ini dia tidak akan membuat dosa besar dengan membunuh seseorang secara keji, dan malam ini Nanda yang akan bersenang-senang pikir Alvin.


Alvin tersenyum miris kala mendapat ejekan dari kakak nya, saat Nanda menyebutnya budak cinta alias 'bucin'. Tapi itulah kebenaran nya bukan? Untuk apa dia menyembunyikan nya, percuma saja.


''Cantik banget sih pacar gue, padahal muka dia lagi pucat gitu. Cepat sembuh sayang, gue gak mau loe sakit'' ucap Alvin tersenyum hangat kala matanya menatap secara intens rupa dari kekasihnya itu.


Yang mana kini Alice tengah mengatur napas nya sebaik mungkin, tanpa menghiraukan orang disekitar nya.


Alice memang cantik, bentuk tubuh serta rupa nya tidak ada yang mengecewakan. Hanya saja kecantikan nya itu tertutup oleh gaya dan penampilan nya yang sederhana dan lugu, jika sedikit saja Alice memperlihatkan Aura nya, dapat dipastikan semua pria akan terpesona terhadapnya.


Drettt.....


''Hm'' Alvin menjawab panggilan yang masuk pada ponsel nya


^^^''Loe di rumah Alice Vin? Kapan loe balik, kenapa gak temui kita ditempat biasa? Lupa loe kalo punya sahabat yang super tampan disini'' ^^^


''Iya''


^^^''Apa nya yang iya Alvin, panjangin dikit lah kalimat nya biar kita gak emosi''^^^


''Ck. Iya gue dirumah Alice sekarang, dan gue balik kemarin pagi, alasan gue gak nemuin kalian karna itu gak penting, mending gue kerumah kakak gue. Dan kalo loe telpon cuma mau introgasi gue, sorry gue minat. PUAS LOE''


Tut....


Alvin tersenyum sinis setelah mematikan sambungan nya secara sepihak, dapat Alvin tebak jika ketiga teman nya kini tengah bengong atau parahnya mengumpat pada dirinya.


''Rasain kalian, cowok kok pada bawel'' gumam Alvin yang sudah bergerak kearah jendela, lalu dia melihat kegelapan malam dan menghirup udara nya yang menurut nya lebih indah dari pada cahaya disiang hari.


Jujur! Alvin lebih suka suasana dimalam hari, hatinya akan menjadi lebih tenang dikesunyian malam.

__ADS_1


Seketika asap mengepul disekitar nya, hal itu yang selalu dia lakukan setiap malam sampai menjelang subuh, kebiasaan buruk yang tidak ada artinya sama sekali, yang ada hanya akan merusak tubuh bukan?


...****************...


Sedangkan diposisi Nanda. Dia juga tidak mungkin bisa keluar dalam keadaan istrinya yang seperti sekarang.


Naomi dari tiga jam yang lalu, terus saja merengek manja dan tidak jelas pada suaminya. Kadang Naomi marah, tersenyum bahagia, dan tidak lupa dengan permintaan nya yang sangat aneh.


Entah apa yang tengah ada didalam pikiran Naomi saat ini, yang jelas dia sangat senang memakai kan tubuh suaminya dengan baju dress atau pun rok mini.


''Kak, coba kakak pake ini'' seru Naomi dengan bando kelinci ditangan nya. Dan itu suatu permintaan atau perintah yang tidak bisa ditolak


''I-iya sayang'' Nanda segera mengambil barang tersebut meski dengan perasaan yang malas, jengah, dan geli.


''Gak salah nih? Seorang psikopat yang dijuluki dewa iblis keji memakai bando pink. Tuhan! Segera kembalikan mode istri gue yang biasanya'' jerit batin Nanda ingin menangis.


''Sekarang, kakak merem, dan jangan buka mata sebelum Naomi bilang. Paham'' Nanda mengangguk ragu-ragu. Jika dulu dirinya yang selalu memaksa dan bengis, kini istrinya yang menguasai jiwa tersebut, dan Nanda hanya pasrah.


Naomi segera memulai keinginan nya, yaitu memoles wajah Nanda dengan bedak cair, dilanjut dengan eyeliner dan sejenisnya.


Katakan saja, saat ini Naomi tengah mendandani suaminya agar terlihat seperti artis top dunia.


''Masih lama sayang'' ucap Nanda tidak sabaran dan merasa gatal pan t*t tiba-tiba.


''Sebentar lagi kak, ini belum dipasang eyeshadow nya'' balas Naomi


''Ck!'' decak Nanda pelan, dan Naomi sudah mengulum bi birnya manahan tawa.


''Imut banget sih'' Naomi berkata gemas. Bukan nya merasa takut jika suaminya akan marah, tapi dia malah makin menjadi untuk merombak wajah tampan suaminya


Setengah jam berlalu, dan kini Nanda sudah selesai di rombak oleh istrinya.


''Sekarang kakak boleh buka mata'' ujar Naomi girang


Nanda tidak menyahuti kalimat istri cantik nya itu, entah sengaja karna dia marah atau mungkin Nanda hanya ketiduran saking lama nya.

__ADS_1


Naomi menyentuh kedua bahu suaminya..''kakak! Kak Nanda tidur?'' ucap Naomi lagi


''Sayang. Ah! Maafkan kakak'' Nanda tersentak kaget kala mendapat sentuhan dari istrinya. Ternyata Nanda benar-benar ketiduran tadi.


''Lama yah kak, kakak sampai ketiduran begitu''


''I-iya sayang'' jawab Nanda jujur.


''Udah selesai ini kak, tinggal kakak bercermin sekarang'' titah Naomi yang sudah tersenyum jahil saat ini.


''Kenapa harus ngaca segala sih sayang'' protes Nanda


''Kakak gak mau yah'' Naomi mulai kembali murung dengan mata yang berkaca-kaca.


''Eh, mau kok mau, kakak bercermin sekarang yah sayang, kamu jangan sedih dong'' sahut Nanda cepat.


Dia bergerak kearah cermin besar yang ada dikamar mereka, Naomi terkikik geli dengan perasaan yang tidak sabaran.


''YA TUHAN!. Sayang kamu apain wajah aku?'' pekik Nanda yang melihat pantulan dirinya menjadi sangat cantik dan menor.


''Ikuti tren masa kini kak, artis hollywood juga kan sering begitu'' ucap Naomi santai dan ringan


''Iya, tapi gak gini juga konsep nya Sayang. Ini mah bukan Nanda lagi tapi Nindi'' sungut nya kesal


''Hi hi, dedek bayi yang pengen lihat wajah kakak kayak gitu. Tapi sekarang udah enggak kok, jadi kakak boleh cuci wajah nya'' ujar Naomi dengan sekuat tenaga menahan rasa geli nya melihat Nanda yang uring-uringan tidak jelas.


Jika saja Agatha melihat hal ini, dia pasti sudah tidak sanggup untuk bangun saking lelahnya tertawa.


''Yang benar saja, seorang Nanda yang terkenal keji, malam ini berubah menjadi Nindi yang menor'' gerutu Nanda yang kini sudah berada didalam kamar mandi.


Ada-ada saja permintaan istrinya itu, tapi tidak apa-apa yang penting Naomi dan calon anaknya senang setiap harinya.


Di hamparan empuk itu kini Naomi sudah menghentikan tawanya, dia kembali biasa saja saat suaminya tidak ada dihadapan nya.


''Maafkan Naomi kak, Naomi terpaksa melakukan hal ini karna tidak mau jika kakak membunuh seseorang malam ini, apa lagi saat kondisi Naomi yang tengah mengandung'' batin Naomi sendu.

__ADS_1


__ADS_2