Kekasih Ku (Psikopat`s)

Kekasih Ku (Psikopat`s)
Gang merpati


__ADS_3

Di saat nanda tengah asyik dengan dunia nya saat ini,yaitu memotong-motong anggota tubuh bastian.di sisi lain alvin tengah kalang kabut mencari keberadaan kekasih serta kakak nya itu.


Dia mencari ke setiap sudut ruangan yang ada di gedung tersebut,namun hasil nya tetap kosong tidak ada jejak yang menunjukan keberadaan mereka.


''Sial!gue belum pasang GPS buat tau di mana alice''ucap nya yang mulai frustasi,namun ini bukan waktu yang tepat untuk hal itu,dia harus segera menemukan cara guna bisa mengetahui di mana aliska dan kedua kakaknya.


Dengan tergesa alvin kembali ke aula untuk menemui para sahabat nya,sesampainya di sana raut wajah yang awalnya panik kembali normal dalam sekejap mata.dengan natural dia mendekati ketiga sahabatnya yang tengah menikmati hidangan di sana.


''Bini loe masih lama''tanya abi yang mengetahui jika alvin akan menyusul aliska ke kamar mandi,karna alice tidak kunjung kembali.alvin diam tanpa memberi jawaban apapun pada abi


''Bini loe diare atau gimana vin,perasaan lama banget di sana''timpal aiden


Kali ini alvin mau buka suara.''kalian bertiga ikut gue''pinta alvin dingin tanpa mau memberitahukan apa yang tengah terjadi pada kekasih nya saat ini.


Abi,aiden serta atala merasakan kejanggalan dalam kalimat alvin,meski raut wajah nya terlihat biasa saja tetapi kalimat alvin terdengar seperti penekanan.


Tanpa mau membuang waktu,mereka bertiga segera beranjak guna mengikuti langkah alvin menuju belakang gedung yang tidak terdapat satu pun orang kecuali mereka.


''Ada apa al?''tanya abi saat mereka sudah sampai di sana


''Alice hilang''ucap alvin tegas


''Apa?''pekik ketiga nya karna terkejut.


''jangan bercanda lah men,gak lucu''ujar abi ringan.menolak percaya dengan apa yang di ucapkan alvin


''Bukan cuma alice yang hilang,bang nanda sama kakak ipar juga ikut hilang''terang alvin dengan wajah tegang dan serius.meski raut wajah nya tidak bisa di bedakan mana yang tengah bercanda mana yang tengah serius.alvin terlalu datar dan dingin hingga tidak dapat di tebak sekalipun itu abi,yang sudah sangat lama mengenal alvin.


''Atala,loe bawa laptop kagak?''tanya abi yang mulai serius sekarang


''Gue mana ada bawa gituan,noh om eza yang bawa''balas atala memberitahu,tanpa di suruh aiden segera pergi menemui reza di dalam aula.


''Loe tenang aja al,kita pasti bisa menemukan di mana alice dan kak nanda''ucap abi yang berusaha menenangkan alvin.meski alvin tidak menunjukan hal itu,abi jelas tahu jika sahabat nya ini tengah khawatir.


''Gue takut mereka terluka bi,kalo sampai itu terjadi gue gak akan pernah bisa maafin diri gue''ungkap alvin dengan keresahan nya.dia tidak bisa melihat orang yang dia sayang terluka,apalagi jika nanda yang terluka sudah pasti alvin akan sangat menyalahkan dirinya sendiri.


''Loe percaya kan sama abang loe?kalo dia orang yang kuat.bahkan loe aja yang notabenenya iblis kematian masih kalah jauh sama bang nanda''ujar abi apa adanya.


''Gue harap begitu bi''ucap alvin.tidak lama aiden datang dengan membawa laptop di tangan nya.


''Om eza tau den?''tanya abi cengo.


''Ck,perlu gue perjelas?''balas aiden malas.ada apa dengan kepala si abi,hingga hal jelas seperti ini saja meski di jadikan pertanyaan.


''He he,gue basa-basi doang kali den.elah''ujar abi membela diri


''Gak mutu tau gak''sentak aiden yang sudah membuka laptop milik reza.


''Nih siapa yang mau kerja?''aiden menyodorkan laptop kehadapan abi dan atala.

__ADS_1


''Biar atala aja,dia lebih jeli dan cepat dalam hal pelacakan''ungkap alvin memberi jawaban atas pertanyaan aiden.


''Ok''sahut atala cepat,yang sudah membuka file-file kecil yang jika di lihat orang awam pasti pusing.raut wajah mereka tidak ada yang santai,semua terlihat tegang saat ini,menunggu hasil kerja dari kecerdasan atala.


Alvin bergerak tidak tenang di tempat nya,dia terus mencoba menghubungi nomor kekasih nya,namun masih saja tidak aktif.


''Alice loe di mana sayang''geram alvin gundah gulana.


Hingga lima belas menit berlalu,dan..''Dapat''seru atala bahagia,alvin segera menghampiri atala.


''Di mana?''tanya alvin tidak sabaran


''Mereka ada di gang merpati,tepat nya di perumahan yang ada di sana al''terang atala secara rinci.


''Ok.loe sama abi tetap di sini mantau keadaan.gue sama loe den,kita pergi kesana sekarang,ingat jangan rusak acara malam ini,tetap santai dan natural paham!''instruksi alvin yang langsung di mengerti oleh mereka.


Tanpa mengulur waktu,alvin dan aiden segera pergi ke alamat yang di katakan atala menggunakan mobil alvin.tanpa takut alvin membawa mobil tersebut dengan kecepatan tinggi,seolah jika dia tidak begitu waktu nya akan terbuang sia-sia.


''Buset,si alvin kagak takut mati apa yah.bawa mobil kayak kesetanan aja,padahal setan nya dia sendiri.ya tuhan gue mohon lindungi lah hamba mu yang tampan ini,gue gak mau meninggal sekarang.kasian calon bini gue ntar,belum kawin udah koid aja gue'' batin aiden berceloteh tidak jelas saking panik nya dengan laju mobil yang di atas rata-rata tersebut.alvin memang gila!pikir aiden.


''Woyyyyyy'' seru atala di sebrang sana,yang memantau pergerakan alvin


''Sekarang ke mana?''tanya alvin pada atala lewat alat komunikasi nya.


''Gang nya kelewatan anjir,loe bawa mobil udah kayak bawa apaan aja dah,mundur lagi''


''Di sini''


''Ok''alvin segera mengikuti apa yang di katakan oleh atala,mobil tersebut terus memasuki gang hingga akhir nya berhenti.karna ada satu mobil yang menghalangi akses mereka


''Ck,set*n pake nangkring di sana lagi tuh mobil,ah''decak alvin kesal,dia bersama aiden pun turun guna menegur pemilik mobil yang ada di depan nya itu.


''Itu mobil nya-''


''Biar gue yang urus''potong alvin cepat,atala langsung bungkam ingin melihat bagai mana ending nya


''Woy!,bisa minggir gak loe''sentak alvin sembari mengetuk kaca mobil itu.sedangkan orang yang ada di dalam merasa tidak asing dengan suara alvin.perlahan dia menurunkan kaca mobil nya guna memastikan


''Alvin''pekik orang yang ada di dalam mobil tersebut,dengan menghambur ke pelukan alvin setelah berhasil membuka pintu mobil nya.alice tidak perduli dengan posisi dia saat ini,yang dia ingin hanya satu sekarang.di peluk erat oleh alvin


''Alice.ini loe sayang''seru alvin yang membalas pelukan alice


''Bucin''desis aiden malas


''Kakak gak papa kan?''tanya aiden kembali pada naomi.


''Tidak aiden,kakak baik-baik saja''balas naomi yang sudah keluar dari dalam mobil tersebut.


''Syukurlah.kak nanda di mana sekarang''aiden kembali menanyakan posisi nanda,padahal dia sudah mendapat informasi dari atala, jika nanda ada di dalam rumah besar yang ada di hadapan mereka.

__ADS_1


''Kakak masih di dalam rumah itu''terang naomi sembari menunjuk satu rumah paling besar di sana.


''Kak,kakak baik-baik aja kan,ada yang sakit gak''sahut alvin yang sudah mengingat keberadaan kakak ipar nya.dia memeluk erat naomi setelah memastikan tidak ada yang perlu di khawatirkan.


Naomi membalas pelukan adik ipar nya itu dengan hangat..''bang nanda di mana kak?''tanya alvin lagi


''Di-''


''Di sini''sahut nanda yang memotong kalimat istri cantik nya.


''Bang!kok loe banyak darah?pesta yah loe''tebak alvin yang masih memeluk tubuh naomi.


''Lepasin tangan loe alvin''geraman tertahan dari nanda,yang tidak suka melihat istri nya tersentuh oleh orang lain.tetapi alvin bukan lah orang,dia adik nya sendiri.persetan dengan itu semua,tidak ada yang boleh menyentuh istri nya selain dirinya sendiri.


''Ck,iya.gue juga punya kali,sewot aja loe bang''decak alvin malas,sedangkan aiden sudah tertawa kecil melihat itu semua.


''Kakak''naomi berlari kecil kehadapan nanda,dan segera memeluk tubuh suami nya yang penuh dengan noda merah.


''Sayang,ini kotor''balas nanda


''Biarin.toh naomi suka bau nya''ungkap naomi yang makin mengeratkan pelukan nya,bahkan sesekali dia mengendus kemeja nanda yang kotor itu.


''Hah''semua yang ada di sana terkejut dengan pengakuan naomi.ada apa dengan hidung naomi sampai bau amis dia suka.


''Benar-benar keturan sama sifat bapa nya''gumam alvin


''Mending anak nya cowok,lah kalo cewek gimana cerita nya ntar,bisa-bisa jadi perawan tua dia''sela aiden beramsumsi.


''Kenapa begitu den'' tanya atala di sebrang sana.


''Karna!mana ada cowok yang berani deketin dia,tersinggung dikit putus pala nya''terang aiden


''Sembarangan!''sentak alvin melotot tajam pada aiden.


''Ponakan gue gak bakal begitu yah,gue jamin dia akan terlahir begitu spesial di antara teman sebaya nya.tetapi tidak untuk membunuh,paham loe!''ucap alvin tegas.aiden hanya mengangguk paham sebagai balasan nya,sedangkan alice sudah terkekeh geli melihat raut wajah aiden yang langsung kikuk saat mendapat tatapan tajam dari kekasih nya.


Mereka memutuskan untuk segera kembali kerumah masing-masing,karna jika kembali ke aula pasti tidak akan memungkin kan,mengingat pakaian nanda sudah sangat kotor dengan debu dan juga noda darah dari bastian.


Di tambah dengan aliska yang tidak mau jauh dengan alvin,mungkin dia masih syok dengan apa yang sudah dia lihat tadi.


''Den loe mau balik atau kembali ke aula?''tanya alvin.


''Gue balik aula aja deh,kan si abi ama atala masih di sana.gak enak lah masa gue balik duluan''balas aiden.


''Ok,loe bawa mobil gue aja,biar gue balik sama kakak gue''putus alvin.


''Sip.gue cabut sekarang yah''pamit aiden yang sudah memundurkan mobil alvin,dan segera pergi menuju gedung pernikahan agatha yang masih berlangsung dan akan berakhir dua jam lagi.


''Loe tidur di apartemen gue aja yah''ucap alvin pada alice.kekasih nya itu hanya mengiyakan saja tanpa pikir panjang.toh mereka sudah resmi pacaran bukan,meski belum di sah kan oleh hukum untuk tidur bersama.tetapi untuk malam ini aturan itu akan dilanggar oleh alice,dia masih membutuh alvin saat ini guna menemani nya tidur.

__ADS_1


Seperti waktu di mana alvin diam-diam masuk kekamar nya dan tidur hingga pagi bersama alice,kini gantian alice yang akan tidur di kamar alvin dan tidur bersama nya hingga pagi.


__ADS_2