
kembali ke posisi alvin dan kawan-kawan nya,di dalam kelas yang alvin tempati begitu hening,tidak ada satu pun yang berani mengeluarkan suara.
saat sang guru yang bertugas mengajar di dalam kelas tengah menerangkan sebuah materi pelajaran.
namun itu tidak berlaku bagi seorang alvin,remaja yang memiliki bibir merah itu justru tengah memerhatikan teman sebangku nya,dalam keadaan diam dan tanpa ekspresi.
''apa dia tengah melihat aku?tapi kenapa'' Yang di perhatikan membatin, saat ekor mata nya menangkap pandangan alvin terhadap nya.
Alvin terus menyeringai penuh arti meski sekilas,dia yakin bahwa gadis di samping nya itu berusaha menjaga pandangan nya dan terlihat santai,namun sebenar nya dia begitu tidak nyaman,terlihat dari gerak gerik nya yang selalu menunduk.
''ok,anak-anak besok kita bertemu kembali,selamat beristirahat''seru sang guru yang telah selesai melakukan tugas nya.
''Baik bu''jawab serempak semua murid,mereka tidak langsung keluar kali ini,entah apa yang mereka tunggu.
hingga aiden dan atala mengkode mereka supaya diam,menurut.semua nya diam di tempat masing-masing.
tak...
''maaf''ucap gadis lugu itu,saat fulpen milik nya terjatuh,dan menggelinding tepat di bawah kaki alvin,dan alvin tersentak saat pertama kali mendengar suara gadis di samping nya itu.
''buset dah,itu suara atau melodi?merdu banget anjir,bulu roma gue berdiri,sumpah!'' batin alvin kagum,namun tentu saja dia tidak menunjukan hal itu,tampang nya masih datar tanpa berniat buka suara.
Alvin mengambil fulpen milik gadis lugu itu,dan menyerah kan nya pada si gadis,masih sama seperti di awal remaja itu enggan berucap,hanya pandangan tajam nya yang seolah berbicara.
''terima kasih''ucap si gadis dengan suara pelan,kepala nya menunduk hormat pada alvin.
Alvin tidak membalas ucapan teman sebangku nya itu,namun entah apa isi dalam otak nya saat ini.sedari tadi tatapan nya tidak lepas dari si gadis lugu yang ada di samping nya,dan jelas itu di ketahui dan di rasakan oleh sosok cantik di sebelah nya.
''kamu kenapa liatin aku terus?''dengan berani si gadis lugu itu bertanya,dia sudah tidak tahan dengan sikap teman sebangku nya ini.
Alvin menaikkan satu alis nya mendengar pertanyaan si gadis lugu itu,yang mana kini tengah melihat ke arah nya,setelah nya alvin tersenyum penuh arti,senyum miring yang khas melekat di diri alvin.
''kamu bisa bicara kan?gak mungkin bisu, jelas-jelas tadi aku dengar suara kamu''tanya kembali si gadis lugu,dia mulai kesal dan takut dengan sosok alvin.
tanpa sepengetahuan si gadis lugu itu,alvin sudah berada tepat di dekat telinga nya.
dugk..
__ADS_1
''AW''ringisan si gadis saat kening nya beradu dengan kening alvin,dia begitu kaget dengan aksi alvin saat ini,bagai mana tidak! saat di lihat wajah alvin ternyata sudah berada dekat dengan leher putih nya.
''loe! gue kunci''ucap alvin dengan suara berat nan dingin nya,mata si gadis membola saat merasakan hembusan napas alvin,hingga tangan nya mengepal begitu erat di samping bangku,jangan lupakan dengan jantung nya yang mendadak elor.
Alvin masih setia di posisi nya,hingga si gadis lugu salah tingkah,jelas dia gadis normal.siapa yang tidak tegang di tatap pria sedekat saat ini,apalagi alvin sosok pria tampan yang di kagumi banyak wanita,termasuk diri nya.mungkin?
''maaf bisa jauh sedikit gak''karna salah tingkah si gadis lugu itu dengan berani mendorong lembut wajah tampan alvin,dengan sigap juga alvin mencekal lembut pergelangan tangan si gadis.
semua orang melotot melihat keberanian si gadis,tepat nya iri karna si gadis lugu begitu ringan menyentuh kulit wajah yang mulus milik alvin.
''berani menyentuh sama dengan memberikan nyawa''desis alvin yang terdengar begitu mengerikan.
suasana pun menjadi mencekam dengan tiba-tiba,hawa dingin mulai menyelimuti ruangan tersebut.
''maksud kamu?''tanya si gadis lugu tidak paham.tangan nya masih di cekal lembut oleh alvin,mungkin karna si gadis tidak berontak maka nya alvin tidak kuat menggenggam nya,malah itu biasa saja.
''nama?''ucap alvin yang tidak nyambung dengan pertanyaan awal,dia malah balik bertanya pada si gadis lugu itu.
''Hah''si gadis mengerutkan kening makin tidak paham dengan arah pembicaraan teman baru nya itu.
''your name?''tegas alvin datar,semua orang gereget dengan pemandangan di depan nya,mereka seolah tengah menonton drama secara live,ada yang iri,geram,benci,baper,salut,dan acuh saja.
''Aliska maria''ujar kembali aliska,saat melihat reaksi alvin.
''memang jodoh gue,terbukti dari nama nya aja hampir sama.Alvin-Aliska'' batin alvin tersenyum gembira saat mengetahui nama gadis yang di incar nya,namun alvin terlalu pintar menyembunyikan kesenangan hati nya,dan bertopeng datar tanpa ekspresi.
Alvin dengan santai meninggalkan aliska,yang bengong dengan hal yang baru saja terjadi,tanpa mau tahu dengan keadaan jantung aliska yang menggila.
''ke kantin atau ke gudang al''tanya aiden yang mengekor di belakang alvin bersama atala.
''kantin''sahut alvin singkat,yang masih menyembunyikan rasa bahagia nya.
''kuy lah''atala menyela dengan semangat.
sedangkan di dalam kelas,sonya and the geng sudah mengerumuni meja aliska,dengan berkacak pinggang mereka menatap aliska dengan tatapan angkuh,aliska sendiri hanya menunduk takut tanpa mau bersitatap dengan ketua geng tersebut,yaitu sonya.
Brak...
__ADS_1
Aliska terlonjak kaget,kala meja nya di gebrak kuat oleh sonya.
''Heh cupu,maksud loe apa tadi,mau goda alvin iyah?cih murahan ternyata.''bentak sonya angkuh,lengkap dengan wajah garang nya,setelah adegan tadi dia menjadi benci pada aliska sekarang ini.
''lugu sampul nya saja,tapi dalam nya urakan pasti''sela monic dengan tatapan remeh.
''kalian jangan asal kalo bicara,murahan mana? dengan kalian yang rela berdesak-desakan hanya demi satu pria,itu pun di tolak''balas aliska berani,dan sonya sudah mengepalkan tangan karna marah.
''elo''tunjuk sonya dengan urat tegang karna marah,namun dia tidak berani berbuat apa-apa mengingat siapa aliska.
''Apa''tantang aliska meski dengan wajah lugu nya.dia sama sekali tidak takut dengan geng nya sonya.
''udah soy,kita cabut dari sini,ayok''ajak livy yang tidak mau membuat masalah dengan aliska.
''Awas loe''sonya memberi peringatan sebelum pergi dari hadapan aliska.
............................
nanda dan agatha tengah menyelinap masuk kedalam salah satu rumah mewah,yang terletak di tengah kota.
mereka bergerak perlahan seakan takut ketahuan,meski itu adalah kebenaran nya.
''udah kayak maling aja kita bos,padahal nih rumah milik loe juga''bisik agatha yang meratapi aksi nya.
''Berisik agatha''desis nanda yang kesal dengan ocehan agatha sedari tadi mereka masuk.
''Ck,iya gue diem''putus agatha mengalah,karna dia juga takut kepergok nanti nya,akibat suara bisik dari mulut nya.
sampai lah mereka di gudang belakang,mata mereka memindai setiap lubang pentilasi juga kaca kecil yang terdapat di gudang tersebut.
''liat kagak bos orang nya''tanya agatha dengan bisikan.
nanda menggeleng tanda 'tidak',saat mereka akan membuka kunci pintu dengan sebuah jarum kecil,terdengar langkah kaki menuju ke arah mereka berdua,agatha dan nanda saling tatap,sebelum bersembunyi.
seorang wanita dengan seragam khusus membawa nampan dan kunci gudang itu,dia masuk setelah berhasil membuka pintu,lalu menutup nya kembali.
Nanda dan agatha mengangguk sepakat,kemudian mereka ikut masuk tanpa menimbulkan suara,dan berhasil.mereka kini sudah berada di dalam gudang itu,tepat di belakang si wanita yang membawa nampan tadi.
__ADS_1
mata agatha membola saat melihat sosok pria yang tergeletak tanpa kasur hanya tikar pandan yang menjadi hamparan nya,sedangkan nanda tidak bisa berekspresi atau sulit menebak isi hati nya saat ini.
''itu...''gumam agatha pelan.