
Semua menu sudah tertata rapi di meja makan.
para asisten rumah tangga Dian juga sibuk dengan tugas masing - masing.
"bi Siti.....nanti kalo tamunya sudah datang, tolong kue yang dihidangkan yang ada di atas meja makan saja, kalo yang ada di sudut itu nanti untuk dibawakan waktu mereka pulang", perintah bu Retno.
"iya....nyonya", jawab bi Siti sambil menganggukkan kepalanya.
tak lama kemudian Dewi tiba di rumah Dian dan langsung masuk ke kamar Dian.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya keluarga pak Maulana pun tiba di rumah Agung hermawan.
mereka semua disambut hangat oleh keluarga Agung hermawan.
tak butuh waktu lama kedua keluarga itu sudah nampak akrab dan saling kenal satu sama lain.
hanya Dian yang tak nampak .
"oh ya.....ngomong - ngomong mana nih calon menantu saya?", tanya ibundanya Yusuf.
"iya maaf Diannya masih mempersiapkan diri di kamar", jawab bu Retno.
Kemudian bu Retno menyuruh Dilla untuk memanggil kakaknya.
__ADS_1
"kak.....kak Dian", panggil Dilla sambil membuka pintu kamar Dian.
"kak Dian sudah ditunggu sama mama dan papa di bawah".
kemudian Dian berjalan menuju ruang tamu, diiringi Dilla dan Dewi.
"nah itu anaknya sudah muncul", ucap bu Retno.
"oh ini calon menantu saya", ucap ibundanya Yusuf sambil bersalaman dengan Dian.
kemudian tiba - tiba pandangan Dian mengarah ke Yusuf dan mereka berdua saling bertemu pandang.
"ka.....kamu.....,bukannya kamu yang waktu itu!!!", Dian nampak heran melihat Yusuf.
"tidak juga bu.......kami berdua waktu itu ketemu di sebuah resto, dan waktu itu saya tidak sengaja menabrak anak ibu dan sudah membuatnya kesal karna bajunya kotor ketumpahan minuman saya", jelas Yusuf.
para orang tuapun hanya tersenyum dan saling menggangguk mendengar penjelasan Yusuf.
"Baiklah kita mulai saja inti dari acara ini", ucap pak Agung hermawan.
kemudian acara pun dimulai, keluarga pak Maulana mengutarakan niat mereka untuk melamar Dian sebagai menantunya.
keluarga pak Agung hermawan pun menerima lamaran dari keluarga pak Maulana.
__ADS_1
akhirnya kedua keluarga sudah saling menerima calon menantu mereka masing - masing.
"baiklah kalo begitu pernikahannya kita laksanakan minggu depan saja, untuk tempat dan segala sesuatunya keluarga kami yang akan mengatur semuanya", kata pak Agung hermawan.
"tapi pa.....", potong Dian tiba - tiba.
"tapi apa sayang......papa rasa dalam waktu seminggu cukuplah untuk kalian saling kenal", jelas papanya.
"maaf pak......apa tidak terlalu terburu - buru?, biarkan mereka saling mengenal lebih dekat dulu", kata pak Maulana.
"iya.....pa, beri waktu Dian sama nak Yusuf untuk pendekatan dulu, ya.....setidaknya biar mereka saling mengenal satu sama lain", pinta bu Retno pada suaminya.
"baiklah papa akan kasih waktu kalian dua minggu, setelah itu acara pernikahan akan tetap dilaksanakan sesuai rencana semula", jelas pak Agung hermawan dengan tegas.
setelah semua saling menyetujui, acara diakhiri dengan makan malam bersama.
suasana nampak begitu hangat dengan canda tawa kedua keluarga di ruang makan.
dan kemudian keluarga pak Maulana berpamitan untuk meninggalkan rumah pak Agung hermawan, dan disusul dengan Dewi yang juga. berpamitan karna waktu sudah malam.
nampak terpancar diwajah pak Agung hermawan senyum kebahagiaan, karna semuanya berjalan lancar.
tinggal satu langkah lagi dan hari bahagia itu akan segera terwujud, gumam dalam hatinya.
__ADS_1