
Setelah pertemuan Dian dengan lelaki tersebut, ia sempat berpikir mengapa harus bertemu lagi seakan semua itu membuat luka dihatinya tergores lagi.
tapi semua itu seakan terobati saat Dian berada dirumah dan melihat seorang lelaki yang duduk didepannya menyantap makanan diatas meja makan, lelaki tersebut tak lain adalah Yusuf suaminya.
"mengapa kamu memandangku seperti itu ?", tanya Yusuf yg penasaran dengan pandangan Dian.
Dian tak berkata apapun, ia terus mamandang wajah suaminya, seakan ia tak rela untuk meninggalkannya.
"kenapa aku seakan enggan meninggalkannya, padahal aku masih belum bisa menerimanya seutuhnya, apakah aku sudah mulai jatuh cinta padanya ?", Dian bergelut dengan hatinya.
"hhaaaiii......", sapa Yusuf sambil melambaikan tangan kanannya didepan muka Dian.
sontak membuat Dian kaget, dan membuyarkan lamunannya.
"ayo cepat dimakan, nanti keburu dingin makanannya", ucap Yusuf sambil mengambilkan beberapa makanan dan menaruhnya diatas piring Dian.
__ADS_1
"ada apa, koq kamu memandangku seperti itu ?, ada yang aneh sama diriku ?", tanya Yusuf lagi seakan penasaran dengan sikap istrinya.
"aahhh....gak ada apa - apa koq", jawab Dian sambil terus menyendok makanan yg ada dipiringnya.
"aku masuk kamar dulu ya.....", ucap Yusuf setelah menghabiskan makanan diatas piringnya.
Dian tanpa menjawab apa - apa, ia hanya menatap dan memperhatikan langkah suaminya sampai ia menghilang dibalik pintu kamar dilantai atas.
tak lama kemudian iapun segera menyusul suaminya ke kamar, ia langsung menuju ke ruang kerjanya, untuk menyiapkan beberapa file dan dokumen yang akan ia bawa besok.
tiba - tiba pintu ruang kerjanya terbuka, dan Yusuf pun masuk membawakannya secangkir teh untuk dirinya.
lagi - lagi Dian dibuat terpaku dan terpesona dengan sikap suaminya.
setelah Dian menyelesaikan semua pekerjaannya ia bergegas keluar dari ruang kerjanya menuju kamar tidurnya, ia melihat suaminya sudah terlelap diatas sofa yang ada diseberang ranjangnya.
__ADS_1
ia sempat memandang lama wajah suaminya, lalu ia mengambil selimut dan berniat menyelimuti tubuh suaminya.
tapi saat tangannya hendak meletakkan selimut diatas tubuh suaminya, tiba - tiba tangan suaminya menarik tangannya dan membuat tubuhnya jatuh tepat diatas tubuh suaminya, wajah mereka berdua saling berhadapan begitu dekat.
"terima kasih sayang, atas perhatianmu padaku", ucap Yusuf sambil mengecup kening Dian.
lagi - lagi Dian dibuat terpesona dan Dian pun tak menolak ketika suaminya mengecup keningnya, ia pun memejamkan matanya seolah ia menikmati semuanya.
"sayang......kamu mau tidur seperti ini ?, tanya Yusuf yang menyadari kalo istrinya merebahkan tubuhnya diatas dadanya .
"maaf......aku gak sengaja, sekali lagi maaf, aku gak bermaksud.......!!!!", Dian langsung mengangkat tubuhnya dan sontak membuat wajahnya memerah karna malu.
lalu ia pun melangkah menuju ranjangnya sambil senyum - senyum dengan wajah memerah karna malu.
Yusuf yang melihat sikap istrinya yang terlihat salah tingkah, hanya senyum dan melanjutkan memejamkan matanya.
__ADS_1
Dian lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang, tapi sesekali ia mencuri pandang ke arah suaminya.
dalam hatinya ia berfikir apakah ia sudah jatuh cinta pada suaminya, karna setiap ia dekat dengannya didalam dadanya terasa ada getaran aneh dan ia pun merasa nyaman bila berada didekatnya.