Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Minta maaf


__ADS_3

Keesokan harinya, tepat dijam makan siang, tiba tiba pintu ruangan kerja Dian diketuk dari luar


"maaf bu Dian....ini ada mbak Arin ingin ketemu sama bu Dian" ucap Lisa saat sudah didalam ruangan Dian


"oh ya !, makasih ya Lisa.....kamu bisa kembali ke tempat kerja kamu" jawab Dian dan dibalas anggukan oleh Lisa dengan sopan lalu pergi meninggalkan ruangan Dian


"ayok duduk sayang !" ucap Dian sambil berjalan kearah sofa yang ada diruangannya


"kamu kenapa sayang ? kok mukanya pakai ditekuk gitu ?" tanya Dian dengan lembut saat melihat muka Arin yang terlihat kesal


"kak Dian jahat !, ternyata kak Dian sudah bersekongkol dengan kak Dewa, untuk merencanakan agar aku dan kak Dewa bisa jalan bareng dengan alasan ingin pergi ke tempat teman aku yang desainer itu" ucap Arin dengan wajahnya yang terlihat begitu kesal


"oh masalah itu !, kakak sudah tau semuanya, kemaren kak Dewa langsung menghubungi kakak, dan menceritakan semuanya masalah yang terjadi dirumah makan itu" ucap Dian sambil menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Arin


"kenapa kakak lakuin itu semua ? kenapa kakak membohongi aku ?" tanya Arin dengan nada marahnya


"begini dek !.....baiklah kakak minta maaf kalo sudah membohongi kamu dengan rencana kakak itu, tapi maksud kakak baik untuk mendekatkan kamu sama kak Dewa, karna kakak tau siapa itu kak Dewa, karna kakak sudah lama mengenalnya" jelas Dian sambil menggenggam tangan Arin yang ada disampingnya


"kenapa kakak tiba tiba lakuin itu ?" tanya Arin dengan raut muka yang berubah dari marah menjadi bingung dengan ucapan Dian


"iya sayang ! kakak ngelakuin semua itu karna kak Dewa sudah bercerita banyak sama kakak kalo dia mulai menyukai kamu dan jatuh hati sama kamu saat pertama kali melihatmu diacara aqiqohnya Alif" jelas Dian lagi


"tapi harusnya kan, kak Dian ngomong dulu sama aku, gak harus buat keputusan seperti itu" balas Arin sambil sedikit menghela napas panjang


"iya....kakak memang salah gak ngomong dulu sama kamu, sekali lagi kakak minta maaf ya ! dan sebagai permintaan maaf, kakak mau ajak kamu makan siang dicafe yang ada diseberang kantor kakak" ucap Dian sambil mengelus punggung adik iparnya itu


"tapi kakak janji ya, lain kali kalo ada masalah yang ada hubungannya sama aku, kakak ngomong dulu ke aku" ucap Arin dengan menatap ke arah Dian dan sambil memegang tangan kakak iparnya itu


"iya sayang kakak janji !, kalo gitu ayok ah kita makan siang dulu!" ajak Dian sambil menggandeng tangan Arin lalu berjalan keluar ruangan


"Lisa....aku mau makan siang diluar sebentar, kalo kamu mau istirahat, istirahat aja lagian ini kan waktunya jam makan siang" pamit Dian saat berada didepan meja Lisa


"iya, baik bu !" jawab Lisa sopan sambil berdiri dari duduknya

__ADS_1


kemudian Dian dan Arin berjalan kearah lift, dan turun ke lobby kantor, nampak beberapa karyawan yang berpapasan memberi hormat pada Dian karna saat itu adalah jam makan siang, jadi suasana kantor begitu nampak ramai oleh para karyawan yang sedang berlalu lalang untuk istirahat makan siang


setelah sampai dicafe yang berada diseberang kantor Dian, mereka berdua langsung menuju kesebuah meja dipojok ruangan dan langsung memesan beberapa menu makanan


"oh ya sayang !, kalo menurut kamu kak Dewa itu tipe lelaki yang seperti apa ?" tanya Dewi pada Arin saat sedang menunggu pesanan mereka


"aku gak bisa jawab kak ! kan aku baru sekali ketemu kak Dewa, jadi aku gak tau kak Dewa itu seperti gimana orangnya" jawab Arin


"kalo begitu gak ada salahnya kan, kalo kamu bisa mengenal lebih jauh lagi dengan kak Dewa ?" tanya Dian lagi sambil menatap ke arah Arin


"maksud kakak apa ?" tanya Arin tak mengerti


"maksud kakak, kakak mau kamu bisa lebih dekat dan serius lagi dengan kak Dewa, siapa tau kamu dan kak Dewa itu cocok, karna setau kakak dia itu begitu menyukai kamu" jawab Dian sambil menyesap minuman yang ada didepannya


"jadi kakak minta aku pacaran sama kak Dewa ?" tanya Arin


"ya.....apa salahnya sih ! dicoba" jawab Dian


"tapi kak.....!"


"tapi kak !, gimana dengan mas Yusuf, aku berjanji sama dia gak bakalan pacaran dulu sebelum aku lulus kuliah dan bisa membahagiakan kedua orang tua aku" ucap Arin


"kamu tenang aja sayang ! masalah kakak kamu, kakak akan bicarakan sama dia, pasti mas Yusuf juga gak akan keberatan" ucap Dian sambil mengelus tangan Arin


"makasih ya kak ! aku akan coba pertimbangkan lagi usulan kakak, dan aku akan coba mengenal kak Dewa terlebih dahulu" jawab Arin sambil tersenyum


"kalo begitu, nanti kamu hubungi kak Dewa, kamu minta maaf sama dia, karna sikap kamu kemaren yang pergi begitu saja meninggalkannya dirumah makan"


"iya kak !" jawab Arin


* * * * *


"kak Dewa ya ?" terdengar suara Arin yang sedang menelpon didalam kamarnya

__ADS_1


"iya !, dengan siapa ini ?" tanya Dewa dari seberang telepon


"maaf kak, ini aku, Arin ! maaf kalo aku ganggu kakak malam malam begini" jawab Arin


"oh kamu, Arin !, gak ganggu kok ! aku lagi santai sambil tidur tiduran dikamar" balas Dewa


"emangnya ada apa ya ?" tanya Dewa lagi


"eh...ini, anu kak ! aku mau minta maaf sama kak Dewa, atas sikap aku kemaren, yang pergi meninggalkan kakak begitu aja" jawab Arin sedikit gugup


"ohh....masalah itu, aku sudah memaafkannya kok ! lagian itu salah aku juga, karna sudah membohongi kamu"


"makasih ya kak kalo begitu" ucap Arin


"iya, sama sama" balas Dewa


"oh ya....ngomong ngomong dari mana kamu tau nomor hape aku ?" tanya Dewa penasaran


"maaf kak, tadi kak Dian yang ngasih ke aku" jawab Arin


"ohh...sudah aku duga !" ucap Dewa


"berarti sekarang kamu sudah gak marah lagi dong sama aku" goda Dewa


"he em....." jawab Arin singkat


"kalo begitu, seandainya kalo aku ajak kamu jalan lagi, kamu gak akan nolak dong !" ucap Dewa penuh percaya diri


"eehhhmmmm....ya boleh boleh aja sih" balas Arin malu malu


"assyyiiikkkk....., berarti ada kesempatan lagi kalo gitu" ucap Dewa penuh kegembiraan


"iiihhhh....apaan sih kak Dewa, udah ah, aku tutup dulu ya telponnya, gak enak sudah malam takut ganggu waktu istirahatnya kak Dewa"

__ADS_1


"iya deh.....kamu juga cepet istirahat, dan jangan lupa besok siang aku jemput makan siang" ucap Dewa sambil mengakhiri perbincangannya di telepon


__ADS_2