
Selama dalam perjalanan, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Dewa maupun Arin, hanya suara mesin mobil yang terdengar
Arin sibuk dengan ponselnya, sedangkan Dewa tetap fokus menyetir dan pandangannya lurus melihat kedepan, tapi sesekali juga Dewa melirik dan mencuri pandang kearah gadis yang duduk disamping kirinya
"aku perhatikan dari tadi kamu sibuk sama ponsel kamu terus" ucap Dewa mengawali pembicaraan untuk mencairkan suasana
"iya nih kak !, aku sedang menghubungi teman aku yang desainer itu, tapi ia bilang katanya semingguan ini butik nya tutup, soalnya ia lagi ada kerjaan diluar kota" jawab Arin
"jadi sekarang aku gak bisa ketempat teman kamu itu dong !" ucap Dewa
"iya, maaf ya kak !" balas Arin
"iya gak apa apa.....kalo gitu sekarang kita cari makan siang aja dulu, kamu gak ada acara kan ?" ucap Dewa sambil bertanya pada Arin, dan Arin pun hanya membalasnya dengan menggelengkan kepalanya
melihat tanggapan dan respon dari Arin, Dewa hanya tersenyum dan dalam hatinya ia merasa senang karna ternyata rencananya untuk dekat dan mengenal Arin berhasil, tapi itu semua berkat bantuan Dian, pikirnya
tak lama kemudian sampailah mobil Dewa disebuah resto yang cukup ramai, dan setelah ada sebuah mobil keluar dari area parkir, Dewa pun segera memposisikan mobilnya ditempat yang kosong tersebut
lalu Dewa pun keluar terlebih dahulu dari dalam mobil, kemudian ia membukakan pintu mobil untuk Arin
"ayok....!! kita makan siang dulu disini !" ajak Dewa dan Arin pun segera keluar dari mobil, tak lupa Dewa meletakkan tangannya dibagian atas pintu untuk melindungi kepala Arin
"makasih kak !" ucap Arin
kemudian mereka berdua berjalan menuju resto tersebut dan mencari tempat duduk diujung yang tak begitu ramai pengunjung, lalu Dewa pun menyeret salah satu kursi agar Arin bisa mendudukinya, dan setelah itu Dewa mengambil posisi duduk didepan Arin
"maaf, ada yang bisa saya bantu ?" tanya salah satu pramusaji yang menghampiri meja mereka dan menyodorkan buku menu diatas meja mereka
"saya pesan yang ini aja mbak sama yang ini !" ucap Dewa sambil menunjuk salah satu menu makanan dan minuman dibuku tersebut
"kamu pesan yang mana ?" tanya Dewa pada Arin
__ADS_1
"aku pesannya sama kayak kakak aja" jawab Arin
"baiklah kalo begitu, tunggu sebentar ya, segera menu yang bapak dan ibu pesan akan segera kami siapkan" ucap pramusaji tersebut dengan sopan lalu pergi meninggalkan Dewa dan Arin
"oh ya, ngomong ngomong kuliah kamu jurusan apa dan sudah semester berapa ?" tanya Dewa basa basi
"sudah semester tujuh kak, jurusan sastra inggris" jawab Arin
"kalo begitu satu semester lagi kamu bakalan diwisuda dong" ucap Dewa
"kamu sendiri cuma dua bersaudara dengan Yusuf ?" tanya Dewa lagi
"iya kak" jawab Arin singkat
"maaf ya kalo aku banyak tanya, habisnya aku sendiri bingung apa yang harus aku omongin sama kamu, gak enak kan kalo harus diem dieaman aja" ucap Dewa sambil cengar cengir
"aahhh....gak apa apa kak, lagian pertanyaan kakak gak melanggar batas kok !" balas Arin
"hheemmmm..." jawab Arin
"maaf pak, bu...silahkan menikmati menu makanan sesuai pesanan bapak dan ibu!" tiba tiba pramusaji tersebut datang dengan membawa menu pesana Dewa dan Arin dan meletakkannya diatas meja mereka
"iya....terima kasih ya mbak !" ucap Dewa, dan dibalas anggukan oleh pramusaji itu, lalu pergi meninggalkan meja Dewa dan Arin
"oh ya....kakak tadi mau tanya apa ?" tanya Arin pada Dewa, karna memang ucapan Dewa sempat berhenti gara gara kedatangan pramusaji yang mengantar pesanan mereka berdua
"apa kamu sudah punya pacar ?" tanya Dewa langsung tanpa basa basi
"oohhh....kalo itu sih belum kak !" jawab Arin
"kenapa emangnya ?, apa gak ada laki laki yang cocok ?"
__ADS_1
"itu sih salah satunya, tapi yang pasti aku mau menyelesaikan kuliah dulu sampai aku jadi sarjana, dan bisa membanggakan kedua orang tua ku selain mas Yusuf" jawab Arin
"kalo begitu aku ada kesempatan dong, untuk bisa jadi pacar kamu" ucap Dewa tanpa basa basi lagi
"uhuukkk....uuhuuukkk....." tiba tiba Arin tersedak saat ia menyesap minumannya
"kamu kenapa ?" tanya Dewa kaget
"gak kenapa napa kak !" jawab Arin sambil mengusap mulutnya dengan tissu
"aku cuma kaget aja dengar ucapan kakak tadi"
"aku serius rin, sejak pertama aku lihat kamu di acara aqiqoh baby Alif beberapa hari yang lalu, sudah timbul dalam hati aku rasa suka padamu" ucap Dewa sambil memegang tangan Arin yang kebetulan ada diatas meja
"kakak jangan bercanda" balas Arin sambil menarik tangannya dari genggaman tangan Dewa
"aku tidak bercanda, aku serius.....sebenarnya aku tadi tidak berniat untuk pesan pakaian di teman kamu itu, tapi semua itu rencana aku untuk bisa dekat dan mengenal kamu, dan aku minta bantuan Dian supaya kamu mau jalan sama aku" jelas Dewa
"jadi ternyata kak Dian sama kak Dewa sudah bersekongkol membohongi aku, aku gak suka kak !" ucap Arin sambil berdiri dan lalu pergi meninggalkan tempat duduknya, sementara Dewa terkejut dengan sikap Arin yang tiba tiba marah dan pergi meninggalkannya
"Arin.....tunggu.....!" teriak Dewa
"mbak....aku minta bill nya ya !" panggil Dewa ke salah satu pramusaji
"ini mbak ! mbak ambil aja kembaliannya !" ucap Dewa sambil meletakkan lembaran uang diatas bill yang diberikan oleh pramusaji tersebut, lalu Dewa buru buru pergi mengejar Arin yang meninggalkannya dengan kemarahannya
sementara pramusaji yang melihat tingkah dan sikap Dewa hanya berdiri sambil menggeleng gelengkan kepalanya
"Arin....tunggu, Arin !! aku bisa jelaskan semuanya !" teriak Dewa lagi, tapi Arin tak memperdulikannya, ia terus berjalan hingga ia menyetop sebuah taxi yang ada didepannya dan ia pun lalu masuk kedalam taxi tersebut tanpa menghiraukan teriakan Dewa yang terus mengejarnya
melihat Arin sudah masuk kedalam taxi, Dewa pun lalu menghentikan langkahnya sambil mengusap wajahnya dengan kasar
__ADS_1
"aaahhhh....kenapa semua bisa seperti ini, apa aku terlalu terburu buru mengungkapkan perasaanku padanya ?" gerutu Dewa dalam hatinya