Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Hendra wijaya


__ADS_3

"malam Dian..!!!!", tiba - tiba terdengar seseorang menyapa Dian, saat Dian sampai di lobby hotel, ia hendak jalan - jalan menikmati suasana malam.


"boleh aku temani ?", tanya lelaki itu sambil ia menghampiri Dian di depan meja receptionis.


"darimana kamu tau aku menginap disini ?", tanya Dian pada lelaki tersebut sambil ia terus berjalan melangkahkan kakinya menuju salah satu kursi di lobby tersebut.


ia pun duduk, dan kemudian disusul oleh lelaki tersebut duduk di depannya, merek berdua pun saling berhadapan didepan meja yang sama.


"kayaknya kita memang sudah jodoh ya.....akhirnya dipertemukan lagi diproyek besar ini", ucap lelaki tersebut.


"jangan berharap lebih dariku !!!!, semua sudah berlalu, kamu hanyalah masa laluku yang sangat menyakitkan", jawab Dian sambi pandangannya menatap jauh kedepan.


"tapi gak ada salahnya kan, kita bisa memulainya lagi dari awal", ucap lelaki tersebut, sambil memegang ke dua tangan Dian.

__ADS_1


"maaf bapak Hendra wijaya yang terhormat....!!!!, disini kita hanya rekan bisnis saja tidak lebih dari itu", ucap Dian tegas, sambil melepaskan genggaman tangan lelaki tersebut dan iapun berdiri dari tempat duduknya.


ia.....lelaki tersebut adalah Hendra wijaya, mantan pacar Dian yang meninggalkannya selingkuh dengan sekertarisnya.


"aku tau dulu aku telah berbuat salah padamu, tapi sekarang aku mau kita perbaiki lagi hubungan yang telah lama hancur, kita mulai lagi semuanya dari awal, aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahanku untuk yang kedua kalinya", ucap hendra dengan percaya dirinya.


"jangan harap....!!!, aku sekarang bukan aku yang dulu, yang begitu bodoh mempercayai lelaki sepertimu dan begitu mudahnya memberikan cintaku pada orang yang ternyata menghianatiku", ucap Dian tanpa ada respon apapun terhadap Hendra.


"perlu kamu tau selama ini aku menyesal telah meninggalkanmu, aku masih mencintaimu dan aku masih berharap bisa menjalin cinta seperti dulu lagi denganmu".


"sudahlah Hendra !!!!, gak usah kamu ungkit lagi masa lalu, dengan kehadiranmu disini sudah cukup membuat luka lama aku seperti kambuh lagi dan dengan melihatmu makin menambah perih luka dihatiku", ucap Dian dengan mata berkaca - kaca.


"apa kamu masih mencintaiku ?", tanya Hendra dengan menatap wajah Dian.

__ADS_1


"cukup Hendra.....cukup....!!!!!, aku gak mau lagi dengar kata - kata itu", ucap Dian dengan nada tinggi dan menutup kedua telinga dengan telapak tangannya.


"sekarang juga kamu pergi dari hadapanku, Hendra....!!!!", pinta Dian dengan nada kesal.


"baik......aku akan pergi sekarang, tapi kamu jangan lupa kita akan selalu bertemu karna sekarang kita adalah rekan bisnis dan aku akan berusaha mendapatkan cintamu kembali bagaimanapun caranya", ucap Hendra sambil berlalu dari tempat duduknya.


setelah kepergian Hendra, Dian pun kembali kekamar dengan masih meneteskan air matanya, ia menyesal mengapa harus dipertemukan lagi dengan seseorang yang sudah membuat hatinya hancur.


Dian lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang, pandangan matanya jauh menatap langit - langit kamar dan pikirannya masih terngiang kata - kata Hendra, ia tahu siapa Hendra, lelaki yang sangat keras kepala dan semua keinginannya harus didapatkan dengan berbagai cara apapaun.


tiba - tiba ponsel nya bergetar, "apakah kamu sudah tidur sayang ?", ternyata ada pesan singkat dari Yusuf.


Dian langsung tersadar dari lamunannya, dan segera membalas pesan singkat dari suaminya, ada binar - binar kebahagiaan dari matanya saat melihat pesan singkat dari suaminya.

__ADS_1


cukup lama Dian dan suaminya saling berbalas chat mereka masing - masing, ia nampak senyum - senyum sambil tangannya tak berhenti memainkan ponselnya, ternyata itu semua bisa membuat Dian melupakan apa yang barusan terjadi antara dirinya dengan Hendra.


__ADS_2