
Setelah selesai makan malam, Dian langsung masuk ke dalam kamarnya dan menuju ke ruang kerjanya, di dalam ruang kerjanya Dian langsung disibukkan dengan lap topnya
Yusuf yang menyadari istrinya sudah lama di ruang kerjanya, ia langsung berjalan masuk ke dalam ruang kerja Dian, dan melihat istrinya sibuk didepan lap topnya
"sayang....kamu jangan terlalu capek, kamu harus istirahat, dan kamu juga harus memperhatikan kondisi kamu dan anak dalam kandungan kamu", ucap Yusuf sambil mengelus rambut dan pundak istrinya
"aku belum ngantuk, kamu tidur aja dulu", ucap Dian sambil tangannya berusaha mengalihkan tangan Yusuf dari pundaknya
Yusuf pun tak bisa berkata apa - apa lagi, ia pergi dari ruang kerja istrinya dan membiarkan Dian tetap berada di ruangan tersebut
sampai akhirnya tak terasa malam semakin larut dan Yusuf pun sudah terlelap dalam tidurnya, sampai keesokan paginya Yusuf yang bangun dan membuka matanya, seketika itu pula ia menyadari kalo disampingnya ia tak menemukan sosok istrinya, maka ia pun bangun dan melangkah menuju ruang kerja Dian, saat ia membuka pintunya Yusuf melihat istrinya terlelap dengan meletakkan kepalanya diatas meja kerjanya dengan hanya menopang pada kedua tangannya, ia menyadari rupanya semalam istrinya tertidur di ruang kerjanya. Yusuf yang melihat pemandangan tersebut, merasa batinnya begitu sedih karna harus membiarkan istrinya yang sedang mengandung anaknya, merasakan menderita karna perbuatan mantan pacarnya
dengan penuh kasih sayang Yusuf mulai membangunkan Dian dengan mengelus rambut dan mencium pucuk kepala istrinya
Dian yang menyadari hal itu, langsung membuka matanya dan melihat suaminya yang berdiri disampingnya, tanpa berkata apapun Dian langsung bangun dan melangkah keluar ruangan dan menuju ke dalam kamar mandi, setelah selesai mandi iapun segera menyiapkan dirinya untuk berangkat kekantor
"Lisa tolong kamu pesan kan tiket penerbangan ke kota A untuk satu orang, kamu minta untuk jadwal penerbangan sore hari", ucap Dian saat ia baru tiba di depan ruangan kerjanya
"baik bu", jawab Lisa sambil menganggukkan kepalanya
"pak Andika, tolong bapak segera ke ruangan saya", Dian langsung menelpon Andika, saat dirinya sampai didepan meja kerjanya
setelah menelpon Andika, Dian pun langsung menelpon Dewi untuk memintanya juga segera menghadap dirinya di ruang kerjanya
tak berapa lama kemudian, Andika dan Dewi masuk keruang kerja Dian sesuai dengan perintahnya
__ADS_1
"ada apa bu Dian memanggil saya dan bu Dewi untuk menghadap ibu, pagi - pagi sekali ?, apa ada meeting dadakan ya ?", tanya Andika
"saya meminta anda berdua untuk menghadap saya pagi - pagi sekali karna ada sedikit yang perlu saya bicarakan dengan anda berdua"
"mulai nanti sore sampai beberapa hari kedepan saya akan pergi keluar kota, dan saya akan tetap memantau jalannya setiap meeting di kantor ini dari jarak jauh, dan saya mohon selama saya tidak ada di kantor ini, bapak dan Dewi bisa menggantikan saya sementara jika ada beberapa klien kita yang datang, dan semua laporan bisa bapak kirim lewat email", Dewi menjelaskan semuanya kepada Dewi dan Andika
"baik bu, saya akan laksanakan semua perintah bu Dian, sekarang saya permisi kembali ke ruangan saya", pamit Andika, dan disambut anggukan kepala oleh Dian
"emangnya kamu ada tugas ke luar kota ?, apa ada proyek lagi di luar kota ?", tanya Dewi yang masih ada di ruangan Dian
"gak ada, aku mau istirahat dan menenangkan pikiran ku dulu, untuk beberapa hari kedepan sampai aku bisa memulai dan kembali lagi dengan semua yang ada di sini", jawab Dian
"emang kamu lagi ada masalah ?, sama suami kamu ?, terus bagaimana dengan kandungan kamu ?", Dewi terus bertanya dengan rasa penasarannya
"sudahlah, aku gak bisa menceritakannya sekarang, dan sekarang juga aku akan ke dokter kandungan untuk minta surat rekomendasi untuk bisa naik pesawat", jawab Dian lagi sambil mengambil ponsel yang ada di atas meja kerjanya dan memasukkannya ke dalam tasnya, lalu ia pun diiringi Dewi keluar dari ruang kerjanya
"lho non Dian kok sudah pulang ?", sapa bi Siti saat melihat Dian sudah ada di ruang tengah
"iya bi....saya akan pergi ke luar kota sekarang juga" jawab Dian yang langsung pergi ke kamarnya untuk mengambil beberapa perlengkapannya
"saya berangkat dulu ya bi.....bibi baik - baik ya dirumah", pamit Dian pada bi Siti, saat ia turun dari anak tangga
"iya non....non Dian juga hati - hati ya !!, jaga kesehatan dan kandungan non Dian, jangan terlalu capek"
"iya bi", ucap Dian sambil memeluk bi Siti yang sudah ia anggap seperti orang tuanya sendiri
__ADS_1
kemudian ia pun langsung meminta sopirnya lagi, untuk mengantarnya ke bandara
setelah ia sampai di kota tujuan, ia segera menuju villa milik keluarganya, yang ada di kota tersebut, tempatnya cukup jauh dari keramaian dan suasana serta udara di tempat tersebut memang cocok untuk sekedar buat liburan ataupun me refresh pikiran dari rutinitas sehari - hari
penjaga villa yang dipercaya oleh keluarga Dian untuk menjaga dan membersihkan tempat tersebut, heran dan terkejut melihat kedatangan Dian yang secara tiba - tiba, apalagi bukan di hari libur
"non Dian, sendirian aja non ?, tidak sama keluarga ?" tanya penjaga villa tersebut
"tidak pak, saya sendirian, saya lagi butuh menenangkan pikiran saya sejenak di sini", ucap Dian sambil berjalan menuju sebuah ruangan di lantai atas, yang merupakan sebuah kamar favorit Dian setiap kali ia berlibur ke tempat tersebut
Dian pun langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang ada di dalam kamar tersebut, tak berapa lama ia langsung terlelap
>>>>
sementara Yusuf yang tak mengetahui kepergian istrinya, seperti biasa selalu menjemput Dian saat jam pulang kantor tiba, saat ia sampai dihalaman kantor AH corporation, ia segera turun dari mobil dan masuk ke dalam lobby kantor
"maaf pak, bu Dian nya sudah pulang dari siang tadi" ucap salah seorang receptionis saat melihat Yusuf yang masuk lobby kantor
Yusuf yang mendengar perkataan receptionis tersebut langsung pergi meninggalkan lobby, dan segera memacu mobilnya untuk segera menujun ke rumahnya
sesampainya di rumah ia langsung menju kedalam kamarnya, tapi sesampainya di dalam kamar ia tak mendapati istrinya, lalu ia pun segera ke dapur mencari bi Siti
"bi....bi Siti, apa benar Dian tadi sudah pulang ke rumah ?
"iya den, benar, tadi non Dian sudah pulang tapi ia pergi lagi, sambil membawa tas pakaian dan katanya ia mau pergi ke luar kota", jawab bi Siti
__ADS_1
"emangnya non Dian gak pamit sama aden ?"
Yusuf menjawab dengan hanya menggelangkan kepalanya sambil berjalan menuju ke dalam kamarnya, ia begitu merasa bersalah atas kepergian istrinya