Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Orang lain dibelakang masalah


__ADS_3

"oh ya say, lantas apa rencana kamu selanjutnya ?, mengenai masalah yang sedang menimpa rumah tangga kamu dan mas Yusuf" tanya Dewi


"aku akan menyelesaikan masalah ini sampai tuntas Wi, dan aku akan mempertemukan Luna sama orang yang ada dibelakangnya, dan yang sudah membuatnya hamil serta tidak mau bertanggung jawab" jawab Dian sambil meminum air putih yang ada didepannya


"dan aku akan buat perhitungan sama orang itu yang sudah membuat aku tak mempercayai suamiku lagi" ucap Dian sambil memegang tangan kiri suaminya yang duduk disampingnya


"maksud kamu apa ?, kenapa kamu bilang ada orang dibelakang ini semua ?", tanya Dewi dengan mengernyitkan keningnya


"iya Wi....ternyata semua ini sudah direncanakan oleh Luna dan orang tersebut, dan yang perlu kamu ketahui orang tersebut adalah Hendra", jelas Dian


mendengar perkataan Dian, mereka semua yang ada disitu saling pandang, mereka semua benar benar kaget mendengar Dian menyebut nama Hendra yang ada di balik semua masalah itu


"apa kamu bilang Hendra ?", tanya Dewi lagi yang masih belum percaya dengan semua penjelasan Dian


Dian hanya menggangguk tanpa berkata apa apa


"emang siapa sih Hendra itu ?", tanya Beni yang sempat penasaran dengan nama Hendra


"Hendra itu mantan pacar istri gue" jawab Yusuf


"lantas apa maksud semua itu ?", tanya Dewi lagi


"kamu kan tau Wi, siapa dan bagaimana Hendra, dan kamu juga pernah bilang ke aku kalo ia bakalan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan aku kembali" jawab Dian


Dewi pun hanya mengangguk angguk mendengar penjelasan Dian


"oh ya sayang....dari mana kamu bisa tau kalo ternyata semua masalah ini adalah rencana Hendra dan Luna ?" tanya Yusuf sambil memandang kearah istrinya


"mas Yusuf belum tau ya, siapa kak Dian ?, kakak aku yang satu ini punya banyak mata dan telinga mas !!, jadi bisa tau semuanya, makanya mas Yusuf jangan coba coba selingkuh dibelakang kak Dian, kakak aku pasti bakalan tau dan bisa bisa mas Yusuf digantung dipohon cemara depan rumah kalian" ucap Dilla sambil cengar cengir kayak orang yang tak berdosa

__ADS_1


tawa mereka semua langsung pecah, saat mendengar semua ucapan Dilla, "kamu ngomong apaan sih Dilla" ucap Dian sambil mengacak acak rambut adiknya yang duduk disebelahnya


"oh ya, memang gimana sih cerita yang sebenarnya tentang semua masalah ini?, tanya Beni yang sedikit penasaran


Dian pun menceritakan dari awal semua rencana Hendra sampai Luna hamil dan datang ke rumahnya, sesuai dengan informasi yang ia dapat dari Jack orang kepercayaannya


"bener bener gila dan nekat tu orang", gerutu Dewi


setelah selesai makan siang, mereka semua duduk santai di teras depan villa itu untuk menikmati keindahan dan kesejukan suasana disekitar villa, kecuali Dilla yang langsung asyik chatingan sama teman temannya di ruang tamu


saat sedang asyik ngobrol, tiba tiba Dian merasa perutnya sedikit mual dan ia pun segera menuju ke kamar mandi yang disusul suaminya, sampai dikamar mandi ia langsung memuntahkan semua isi perutnya


"kamu gak apa apa sayang ?", tanya Yusuf yang sedang mengurut tengkuk kepala Dian


"aku gak apa apa, aku mau istirahat dulu aja mas, kamu temani Dewi sama Beni diluar, kasihan mereka", ucap Dian sambil berjalan menuju ke kamarnya dan diantar Yusuf


"istri lu kenapa bro ?", tanya Beni


"biasa lah....namanya juga lagi hamil muda, tapi sekarang ia sudah istirahat di kamarnya" jawab Yusuf yang langsung duduk di sebelah Beni


"oh ya Wi, tadi Dian bilang kalo kamu mau isirahat, langsung aja ke kamar yang ada didepan ruang makan, nanti kamu biar sekamar sama Dilla", ucap Yusuf


"iya mas.....kalo gitu aku masuk dulu ya", ucap Dewi sambil beranjak dari tempat duduknya


"mau kemana kak ?" tanya Dilla saat melihat Dewi berjalan didepannya


"mau kekamar istirahat, kamu mau ikut ?" tanya Dewi


lalu disambut anggukan Dilla, dan mereka berdua pun berjalan menuju kamar untuk istirahat

__ADS_1


"kamu sudah bangun sayang ?, gimana kami sudah enakan?" tanya Yusuf yang melihat istri disampingnya membuka mata dari tidurnya


"iya mas, sudah mendingan gak mual lagi" jawab Dian sambil turun dari atas tempat tidur


"kamu mau kemana ?" tanya Yusuf


"aku mau kekamar mandi, badan aku gerah, aku mau mandi dulu, kamu mau mandi sama sama gak ??" ucap Dian sambil melihat ke arah suaminya


"mau...mau..!!" ucapan Dian langsung aja diiyakan oleh Yusuf, dan mereka pun mandi akhirnya mandi berdua, tapi kali ini mereka hanya murni mandi berdua tanpa ada aktivitas ranjang didalamnya, karna Yusuf gak mau menyakiti anak yang ada di dalam kandungan Dian


setelah selesai Dian dan Yusuf keluar dari kamar menuju teras depan, dan mereka berdua mendapati Dewi dan Beni duduk berdampingan dihalaman villa, sambil ngobrol dan sesekali terdengar canda tawa dari arah Dewi dan Beni


"ehhmm....eehhmmm..." kayaknya sebentar lagi ada yang bakalan kirim undangan pernikahan nih !!" ucap Yusuf menggoda saat ia dan Dian berada di belakan Dewi dan Beni


"eehhh...elu !!, apaan sih, bikin kaget orang aja" ucap Beni sambil menoleh ke belakang, kearah datangnya suara itu


"sudahlah gak usah malu malu, kita gak masalah kok, kalau kalian berdua jadian, malah dari awal aku dan mas Yusuf juga sudah merencanakan untuk menjodohkan kalian berdua" ucap Dian sambil mengambil posisi duduk di depan Dewi


"apaan sih kamu !!" ucap Dewi sambil menunjukkan raut muka yang memerah karna malu


hari pun sudah semakin sore, mereka pun tak melewatkan menikmati senja di halaman villa sambil bercanda bersama, terdengar tawa mereka semakin lepas, seiiring bergantinya sore menuju malam


"oh ya Dewi....setelah aku menyelesaikan masalah rumah tangga aku, aku akan segera memutuskan kerja sama dengan Hendra, aku akan menyuruh pak Iwan untuk membatalkan semua perjanjian kontrak dengan pt. Angkasa Jaya, aku akan menyuruh pengacara ku untuk menyelesaikan masalah dengan Hendra" ucap Dian sambil duduk bersandar di samping suaminya


"iya aku setuju, aku dari awal sudah curiga dengan Hendra, memang lebih baik kamu segera selesaikan semuanya" ucap Dewi


"oh ya kak, besok kita pulang dari sini pagi aja ya ?, soalnya aku sore ada acara sama teman teman kampus aku" ucap Dilla yang sedari tadi sibuk sama ponselnya


"iya adikku sayang !!, kakak ngerti kok kalo kamu itu super sibuk sama teman teman kampus kamu, kakak sudah pesan kan tiket pesawat untuk penerbangan pagi, biar sampai dirumah gak terlalu sore" jawab Dian sambil mengelus rambut Dilla yang duduk disampinya

__ADS_1


__ADS_2