
Sore harinya Dian sudah bisa duduk ditempat tidurnya dengan bantuan Yusuf yang membantu menopang punggung Dian dengan bantal, agar membuat istrinya bersandar dengan nyaman
"sore sayang !" ucap seseorang dari pintu kamar, yang ternyata adalah orang tua dan adik Yusuf yang datang
"ayah, ibu, Arin !" ucap Dian menyambut kedatangan keluarga Yusuf
"selamat ya sayang ! gimana keadaan kamu nak ?" ucap ibundanya Yusuf sambil memeluk menantunya
"alhamdulillah bu, baik !" ucap Dian sambil mencium tangan ibundanya Yusuf
"selamat ya kak !, oh ya kak, keponakan aku cewek apa cowok, lantas sekarang dimana keponakan aku ?" tanya Arin
"iya, makasih ya sayang !, keponakan kamu cowok dan sekarang masih ada diruang bayi, belum dibawa kesini sebelum aku bisa menyusuinya" jawab Dian sambil memeluk adik iparnya
"oh ya kalo gitu aku keruang bayi dulu ya !, mau lihat ponakan aku" ucap Arin lalu berjalan menuju pintu kamar berniat pergi ke ruang bayi, tapi belum sampai ia keluar kamar, tiba tiba pintu kamar terbuka dan nampak seorang perawat sedang membawa box dorong bayi, dan ternyata itu adalah bayi Dian dan Yusuf
"bu Dian, silahkan ibu menyusui bayi ibu, karna kami lihat ibu sudah bisa duduk, jadi saya bawa bayi ibu kesini untuk disusui, nanti kalo saatnya istirahat kami ambil kembali bayi ibu" ucap perawat tersebut sambil menyerahkan bayinya kepada Dian
"makasih ya sus!" jawab Dian sambil menerima bayinya dari gendongan perawat tersebut, dan di balas anggukan lalu perawat tersebut pergi meninggalkan kamar Dian
lalu Dian mulai menyusui bayinya dengan dibantu oleh ibu mertuanya, nampak ibundanya Yusuf sangat telaten membantu Dian yang merasa kesulitan menyusui bayinya, karna baru pertama kalinya
"iihhh....lucunya !, ganteng ya kak ponakan aku" ucap Arin sambil mengelus pipi keponakannya
"ya jelas lah ! siapa dulu ayahnya" jawab Yusuf yang duduk disofa bersama ayahnya
__ADS_1
"iihh apaan sih, jelas jelas wajahnya mirip kak Dian dan gak ada mirip miripnya sama mas Yusuf" ucap Arin sambil terus mengelus pipi keponakannya
"udah udah ! jangan ribut terus, nanti cucu eyang yang ganteng ini jadi bangun dengar ayah dan tantenya ribut terus" ucap ibundanya Yusuf sambil mengambil alih menggendong cucunya dari gendongan Dian dan membawanya duduk disamping suaminya
sementara Yusuf berpindah duduk diatas tempat tidur disamping istrinya dan membiarkan ibundanya duduk disamping ayahnya sambil menggendong cucunya dan kemudian disusul Arin yang ikut duduk didekat orang tuanya
disaat semua yang ada didalam ruangan sedang asyik dengan kebahagiaan mereka, tiba tiba terdengar suara pintu diketuk dan saat dibuka oleh Arin nampak Lisa, Andika dan beberapa orang karyawan Dian berkunjung menjenguknya
"selamat sore bu Dian !" ucap Lisa, Andika dan beberapa karyawannya sambil bergantian menyalami Dian
"selamat ya bu Dian !"
"iya....sama sama ! makasih ya, kalian sudah datang menjenguk"
"oh ya....dari mana kalian tau kalo aku sudah melahirkan ?" tanya Dian
"tuh anak ya, penganten baru cepet amat nyebarin beritanya" gerutu Dian
"oh ya...baby bu Dian cewek apa cowok ya ?" tanya Lisa lagi
"cowok Lis !.....tuh !! sekarang sedang digendong eyangnya, mertua aku" jawab Dian sambil mukanya mengarah ke tempat mertuanya duduk
"oh maaf bu ! saya gak tau kalo ada mertua ibu" ucap Lisa lalu pergi mendekati kedua orang tua Yusuf dan menyalaminya begitu juga dengan Andika, dan karyawan yang lainnya
lama juga mereka semua ngobrol dan bercanda satu sama lain.....karna Dian memang orangnya begitu dekat dengan karyawannya ia gak pernah membeda bedakan antara satu karyawan dengan karyawan yang lainnya, walaupun mereka beda jabatan, dan dikantor Dian dikenal sebagai pimpinan yang baik
__ADS_1
- - - - - - - - - - - -
"ma....aku boleh ya, pergi jenguk Dian dirumah sakit sekarang ?" tanya Dewi pada mamanya saat semuanya sedang berada dimeja makan, sedang makan malam
"jangan sekarang sayang ! pamali...kamu kan baru saja jadi penganten, kalo bisa besok aja, sekalian kita pergi bareng bareng ngejenguknya" jawab mamanya Dewi dengan lembut
"iya nih !....baru juga jadi penganten baru udah mau keluar rumah aja" cerocos kakaknya
"apaan sih kak ! aku kan keluarnya ada kepentingan, bukan keluyuran" ucap Dewi dengan mukanya sedikit cemberut karna keinginannya dilarang
"iya sayang ! mama tau, kamu begitu peduli sama Dian, tapi besok kan masih bisa, kan masih ada waktu !" jelas mamanya
"ya udah !, kalo gitu aku mau kekamar aja, mau istirahat, capek !" ucap Dewi yang lalu pergi meninggalkan meja makan, mamanya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya
"uuuhhhh dasar penganten baru.....maunya dikamar teruuuussss !!!" keusilan Dewa, tapi tak ditanggapi oleh Dewi, ia terus melangkahkan kakinya kelantai atas menuju kedalam kamarnya
"udah sana kamu susul istrimu, sebelum ngambeknya makin parah, bisa bisa kamu nanti disuruh tidur diruang tengah" ucap mamanya Dewi sambil tersenyum dan memberi kode kearah Beni, dan Beni pun menuruti perintah mertuanya, lalu beranjak pula dari tempat duduknya pergi menuju kamarnya menyusul istrinya
"sayang !...udah dong ngambeknya, ntar gak cantik lagi loh !" rayu Beni saat duduk diatas ranjang disebelah Dewi sambil menggenggam tangan istrinya, sementara Dewi tak menggubris rayuan suaminya, ia malah memerosotkan tubuhnya masuk kedalam selimut, dan menutupi hampir seluruh tubuhnya
"sayang ! apa yang dikatakan mama kamu itu benar, besok kan masih ada waktu, jadi kita bisa perginya bersama sama" ucap Beni dengan membuka selimut yang hampir menutupi muka istrinya, dan membelai pipi Dewi dengan lembut lalu menciumnya
"iya...iya....! aku nurut kalian deh ! sekarang aku mau tidur, capek !"
"kok ! mau tidur sekarang sayang ! lantas kapan dong jatah aku ?" ucap Beni sambil merengek dibahu istrinya, seperti anak kecil yang minta jajan mamanya
__ADS_1
mendengar rengekan suaminya, lalu Dewi membalikkan tubuhnya menghadap kearah suaminya "mas ! jangan sekarang ya, aku lagi dapet, ntar kalo sudah selesai aku janji deh ! bakalan kasih apa yang sudah menjadi hak kamu" ucap Dewi sambil mencubit lembut hidung suaminya, mendapat perlakuan mesra dari istrinya Beni lalu mencium kening istrinya