Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Pernikahan Dewi


__ADS_3

Hari hari berlalu, Dewi dan Beni pun semakin sibuk untuk mempersiapkan pesta pernikahan mereka, sementara kandungan Dian semakin membesar, dan usia kandungannya pun sudah memasuki jalan sembilan bulan, dan ia pun semakin rutin memeriksakan kandungannya, sesekali ia merasakan sedikit kontraksi pada kandungannya


dua hari lagi pernikahan Dewi dan Beni pun akan dilaksakan dan keduanya pun sudah ambil cuti menikah, mereka berdua sudah tidak boleh ketemuan hanya bisa bercakap cakap lewat ponsel masing masing


nampak dikediaman Dewi para keluarga sibuk untuk mempersiapkan acara ijab qobul antara Dewi dan Beni, meskipun untuk acara resepsi tidak dilaksanakan di kediaman Dewi namun para keluarga juga harus mempersiapkan untuk menyambut kedatangan keluarga Beni


akhirnya hari yang dinanti nanti pun tiba, nampak Dewi sedang dirias didalam kamarnya dan ditemani oleh Dian


"kamu cantik sekali Wi !" ucap Dian sambil berdiri disamping Dewi dan memandang sahabatnya itu dari cermin dimana Dewi dirias, Dewi hanya tersenyum kearah Dian sambil menggenggam tangan sahabatnya itu


"aku gak nyangka Wi ! kamu akan segera menjadi seorang istri, aku merasa bahagia, akhirnya kamu menemukan orang yang tepat untuk menjadi pendampingmu" ucap Dian


"makasih ya say ! semua karna kamu, karna kamu sudah mempertemukan aku dengan seseorang yang mencintai aku" ucap Dewi sambil nampak matanya sedikit berkaca kaca, lalu nampak keduanya saling berpelukan


"eeehhhh.....ditungguin dibawah, malah enak enakan berpeluk pelukan disini" tiba tiba terdengar suara kak Dewa dari depan pintu


"kak Dewa, bikin kaget aja !" ucap Dian


"udah sana ! calon suami kamu dan rombongannya sudah datang, cepat kalian turun !" perintah kak Dewa sambil pergi meninggalkan kamar Dewi


kemudian Dian dan Dewi pun segera keluar kamar dan menuju tempat dimana akan dilangsungkan ijab qobul antara Dewi dan Beni, Dewi yang mengenakan kebaya putih dengan rambutnya yang disanggul nampak anggun berjalan dengan digandeng sahabatnya Dian, semua mata tertuju pada mereka berdua saat mereka berdua tiba ditempat ijab qobul, begitu juga dengan Beni yang tak lepas pandangannya, memandangi calon istrinya yang terlihat begitu cantik, pagi itu


kemudian Dewi segera dituntun ibundanya dan duduk disebelah calon suaminya, sementara Dian duduk di samping Yusuf, tak lama kemudian acara ijab qobul pun dimulai dan seketika itu terdengar ucapan "saaahhh" dari para tamu yang mengikuti acara ijab qobul tersebut, dan sekarang juga Beni dan Dewi sudah sah menjadi sepasang suami istri


"kamu kenapa sayang ?" tanya Yusuf yang seketika panik melihat Dian yang meringis seperti menahan sakit dan memegangi perutnya


"gak apa apa mas ! cuma sedikit kontraksi, mungkin debaynya juga ikutan senang melihat kebahagiaan Dewi dan Beni" jawab Dian yang tersenyum kearah Yusuf sambil menggenggam tangan suaminya itu


"selamat ya Wi....! kamu sekarang sudah jadi seorang istri" Dian berdiri sambil memeluk dan memberikan ucapan selamat pada Dewi, saat sahabatnya itu menghampirinya, begitu juga dengan Yusuf dan Beni


"oh ya Wi.....maaf ya kalo aku gak bisa lama lama disini, dan aku gak bisa ikutan nganter kamu ke tempat pesta, kamu kan tau sendiri kondisi aku sekarang, tapi aku janji nanti malam aku akan langsung datang ke acara pesta kamu" ucap Dian sekaligus berpamitan kepada kedua orang tua Dewi dan kak Dewa


"iya say ! gak apa apa !...yang penting sekarang kamu istirahat aja dirumah, kamu jaga baik baik keponakan aku ini" ucap Dewi sambil mengelus perut Dian yang terasa sedikit menegang


kemudian Dian dan Yusuf pun pergi meninggalkan rumah Dewi untuk pulang kerumah mereka, sesampainya dirumah Dian langsung istirahat didalam kamarnya

__ADS_1


- - - - - - - - -


kemudian pada malam harinya, dilanjutkan dengan pesta pernikahan Beni dan Dewi yang diadakan di aula AH corporation, nampak rombongan kedua mempelai berangkat menuju tempat pesta dengan diiringi beberapa keluarga dari kedua mempelai


setelah tiba ditempat pesta, dan menunggu beberapa saat akhirnya acara inti pun dimulai, dan setelah acara selesai para tamu undanganpun dipersilahkan untuk mencicipi beberapa hidangan yang sudah disediakan dan diiringi suara musik klasik yang terdengar begitu merdu menambah susana makin terasa hangat


sementara dirumah Dian, nampak Dian dan Yusuf bersiap siap untuk segera menghadiri pesta pernikahan Dewi dan Beni, keduanya pun segera masuk kemobil dan Yusuf segera melajukan mobilnya menuju ke tempat dilangsungkannya acara pesta, nampak sesekali Dian memegangi perutnya yang terlihat begitu kencang, melihat kondisi istrinya Yusufpun segera menghentikan mobilnya dipinggir jalan


"kamu bener bener gak apa apa sayang ?" tanya Yusuf yang terlihat panik sambil memegang tangan istrinya


"gak apa apa mas, biasa hanya kontraksi kecil, sudahlah ayok ! ntar keburu kemaleman kita sampainya" ucap Dian sambil mengelus lengan suaminya


"ya udah ! tapi kalo kenapa napa, kamu segera kasih tau aku !" ucap Yusuf sambil langsung mengemudikan mobilnya melanjutkan perjalanannya menuju ke tempat pesta dan Dian hanya tersenyum melihat kepanikan suaminya


dan setelah mereka sampai di depan kantor AH corppration, mereka segera menuju ke lift untuk menuju ke aula AH corporation di lantai 10, tepat depan pintu aula nampak para penerima tamu berjajar didepan meja yang berada disebelah kanan dan kiri jalan masuk ke ruangan Aula, dan tak lupa Yusuf dan Dian segera mengisi buku tamu yang telah disediakan, melihat kedatangan Dian para security yang ditugaskan berjaga dipintu masuk aula memberi hormat pada pimpinan mereka dengan sedikit membungkukkan tubuhnya dan dibalas senyuman oleh Dian


kemudian setelah tiba didalam aula tempat pesta, Yusuf dan Dian langsung berjalan menuju keatas pelaminan tempat Dewi dan Beni berdiri


"akhirnya kamu datang juga ya sayang !" ucap ibundanya Dewi saat Dian menyalaminya


kemudian Dian pun berjalan kearah Dewi dan Beni "selamat ya Wi !.....semoga kalian menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warohmah !" ucap Dian saat menyalami sahabatnya itu sambil memeluknya


"aamiin....aamiin, ya robbal alamin" jawab Dewi dan Beni


"oh ya bro.....pelan pelan ntar kalo malam pertamanya, jangan main serang aja !" goda Yusuf pada Beni


"asem loe...emangnya loe pernah ngerasain malam pertama, kayaknya kalo buat loe bukan malam pertama deh ! tapi malam yang tertunda" balas Beni sambil sedikir terkekeh


"sialan loe.....!" ucap Yusuf sambil memukul lengan sahabatnya itu


"udah....udah ! kenapa kalian malah bercanda disini sih ! gak enak tau sama para tamu yang lain, mereka juga kan ingin memberikan selamat pada pengantinnya" ucap Dian, lalu setelah Dian dan Yusuf bersalaman dengan kedua orang tua Beni juga, mereka berdua lalu berfoto bersama dengan kedua mempelai


"hai....bumil ! akhirnya datang juga ya" seru Dewa yang tiba tiba nongol saat Dian sedang mengambil minum dimeja paling ujung yang tidak begitu ramai para tamu


"eh kak Dewa....., bikin kaget aja !, oh ya kak mana pasangan kakak, kok sendirian aja diacara seperti ini ?" goda Dian pada Dewa

__ADS_1


"kamu kan tau selera aku, kayak apa ! aku masih belum nemu yang cocok, seperti kamu" jawab Dewa sambil cengengesan


"aahh kak Dewa bisa aja ! udah sana cepetan cari, mumpung banyak para tamu undangan siapa tau nemu satu yang cocok" ucap Dian sambil mendorong punggung Dewa agar menjauh pergi dari dirinya, karna ia tau kalo kelamaan bercanda dengan Dewa bisa bisa suaminya cemburu lagi


"awas kamu ya...!!!" seru Dewa sambil mengangkat telunjuknya ke arah Dian dan pergi meninggalkannya, setelah kepergian Dewa, lalu Dian pun menghampiri suaminya dan memeluk lengan suaminya


"kamu tenang aja sayang ! aku gak akan marah lagi kok !" ucap Yusuf sambil merangkul dan mengelus pundak istrinya, mendengar ucapan suaminya Dian hanya tersenyum sambil makin mengeratkan tangannya dipinggang Yusuf


"mas aku mau ke toilet bentar ya !" pamit Dian


"apa perlu aku antar !"


"gak usah mas ! aku sendiri aja" ucap Dian lalu pergi meninggalkan Yusuf


"lho mas Yusuf ! mana kak Dian ?" sapa Dilla yang tiba tiba muncul dihadapan Yusuf


"eh kamu Dil !, kakak kamu sedang ke toilet, kamu datang sama siapa, sama pacar kamu ?" tanya Yusuf sambil sedikit bercanda menggoda Dilla


"apaan sih mas ini, jelas jelas aku kesini sama papa dan mama, mereka berdua lagi keatas pelaminan lagi ngasih selamat sama keluarga mempelai" jawab Dilla sambil mengambil minuman yang ada diatas meja


"kirain sama pacar"


"mas kan tau papa orangnya kayak apa, kalo aku pacaran sebelum lulus kuliah, bisa bisa aku diboikot papa jadi anaknya" ucap Dilla sambil sesekali pandangannya menyapu sekitar ruangan yang penuh tamu undangan


sementara ditoilet Dian yang barusan keluar dari kamar mandi, dan berdiri tepat didepan pintu, tiba tiba ia kaget dan merasakan ada cairan yang merembes dikakinya, dan ia pun sedikit merasakan kesakitan pada perutnya karna rupanya perutnya mengalami kontraksi, ia berusaha menguatkan untuk berjalan ke luar toilet, dan untung saja sesampainya didepan toilet ia bertemu dengan Dewa


"kamu kenapa ?" tanya Dewa yang panik melihat Dian seperti menahan sakit dan spontan ia langsung memeluk tubuh Dian


"perut aku kak !" ucap dian sambil terus memegangi perutnya


"kamu tahan ya ! aku akan gendong kamu ke mobil" ucap Dewa


"gak usah kak ! aku bisa berjalan sendiri" jawab Dian, karna ia gak mau kalo sampai suaminya melihat akan cemburu lagi


"sudahlah !" tanpa berpikir lama lagi Dewa langsung membopong tubuh Dian keluar ruangan aula melewati pintu lift darurat yang terhubung langsung dengan lantai bawah, saat ia sampai didepan pintu lift ia menyuruh seorang security untuk mengabarkan pada Yusuf kalo istrinya dilarikan ke rumah sakit

__ADS_1


setelah sampai dihalam parkir Dewa langsung membawa Dian kemobilnya dan langsung membawanya menuju kerumah sakit


__ADS_2