Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Ke resto


__ADS_3

"Wi, aku sama mas Yusuf pamit duluan ya !, kayaknya yang didalam perut aku gak bisa diajak kompromi nih !" ucap Dian saat Dewi dan Beni menghampirinya disalah satu meja yang ada dipojok ruangan pesta


"emangnya kenapa sama perut kamu ?, sakit ?" tanya Dewi sedikit khawatir


"kayaknya baby aku sudah capek kali diajak berdiri terus, dari tadi nendang nendang melulu" jawab Dian sambil mengelus elus perutnya


"iya, aku kasihan sama bundanya juga, biar ia cepat istirahat dirumah" ucap Yusuf


"ya udah kalian pulang dulu aja, hati hati ya dijalan, ingat bro jangan ngebut kalo bawa mobilnya kasihan anak istri lo !" ucap Beni sambil menepuk bahu Yusuf


"lo juga, jangan lupa anterin anak orang pulang sampai kerumahnya, jangan sampai anak orang lo bawa kabur !" canda Yusuf menggoda Beni


"sialan lo ! mana mungkin gue berani, tenang aja gue pastiin bakal anterin sampai rumahnya dan dijamin aman" jawab Beni sambil memainkan kedua alisnya, sementara Dewi tanpa berkata apa apa hanya mencubit lengan Beni dan Benipun meringis kesakitan, Dian dan Yusufpun tertawa melihat tingkah kedua sahabatnya itu


"ya udah kalo gitu, aku duluan ya !" pamit Dian lalu pergi meninggalkan Dewi dan Beni dan dibalas anggukan mereka berdua


"gak nyangka ya mas, mereka berdua bisa begitu mesra, padahal aku kira dulu Dian benar benar tertutup terhadap laki laki, karna semenjak ia dikhianati oleh Hendra sikapnya begitu dingin terhadap laki laki" ucap Dewi saat melihat Dian berjalan menjauhinya dengan menggandeng lengan suaminya


"ya kan namanya hati manusia, kita gak akan pernah tau, lagian aku tau kalo Yusuf itu benar benar mencintai istrinya jadi ia akan berusaha meyakinkan Dian agar mau menerimanya sepenuh hatinya" ucap Beni


"kamu kenapa ? iri sama kemesraan mereka berdua ?, aku juga bisa begitu mesra melebihi Yusuf, tunggu kalo kita sudah menikah aku akan memperlakukan kamu sama seperti Yusuf terhadap istrinya" ucap Beni sambil menatap kearah Dewi yang ada disampingnya


"apaan sih kamu mas !, udahlah anterin aku pulang sekarang, jangan sampai aku kemalaman sampai rumah, ntar mama bisa ngomel lagi" jawab Dewi sambil lagi lagi mencubit lengan Beni lalu menhgandengnya meninggalkan pesta tersebut, dan Beni hanya tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu


- - - - - - - - -

__ADS_1


"mas, kita mampir dulu ke resto aku yuk !, yang dulu kamu pernah ajak aku kesana untuk makan malam pertama kali saat kamu mulai pedekate sama aku" pinta Dian pada suaminya saat dalam perjalanan pulang dari pesta pernikahan Hendra


"tapi kamu bilang tadi capek, mau langsung istirahat dirumah" ucap Yusuf sambil langsung menghentikan mobilnya saat mendengar permintaan istrinya


"aku lapar !, aku mau makan disana mas !, aku mau makan masakan menu spesial yang ada diresto itu, aku sudah lama gak makan masakan chef Chika, ia adalah chef handal diresto aku itu, kamu bakalan ketagihan dengan menu masakannya, pliisss !!!" pinta Dian lagi sambil memegangi lengan suaminya yang posisinya masih memegang setir mobil


"baiklah kalo memang itu mau kamu, dari pada ntar anak aku kalo sudah lahir ileran karna keinginannya gak dituruti" ucap Yusuf sambil mengelus perut istrinya, lalu segera tancap gas dan melaju menuju tempat yang dimaksud, sementara Dian hanya tersenyum senang melihat suaminya menuruti keinginannya


sesampainya di resto tersebut, Dian dan Yusuf langsung masuk dan disambut oleh beberapa pramusaji


"selamat malam bu Dian !" ucap beberapa pramusaji sambil membungkukkan badannya memberi hormat pada Dian, yang notabene adalah pemilik resto tempat mereka bekerja


"malam !!" ucap Dian singkat sambil lalu berjalan menggandeng suaminya menuju ke salah satu meja yang dulu pernah ia dan Yusuf tempati saat pertama kali makan malam dan diikuti oleh dua orang pramusaji


"silahkan bu Dian memesan makanan yang ada didaftar menu tersebut" ucap seorang pramusaji sambil menyodorkan buku menu dihadapan Dian


"baik bu !" jawab pramusaji itu singkat lalu pergi sesuai perintah Dian, tak lama kemudian datanglah pramusaji tersebut dengan seorang perempuan dengan memakai seragam kebesaran seorang chef


"Dian ! apa kabar !" sapa perempuan tersebut sambil menepuk bahu Dian dari belakang


"mbak Chika !!..., aku baik mbak, lama kita tidak ketemu, aku kangen sama masakan spesial mbak Chika" ucap Dian sambil memeluk perempuan tersebut


"iya, aku juga kangen sama kamu, kayaknya terakhir kita ketemu waktu pesta pernikahan kamu, dan sekarang sepertinya kamu sedang hamil ya ?, selamat ya !!" ucap perempuan itu sambil memegang perut Dian yang memang sudah kelihatan membesar


"iya mbak !, aku memang sudah lama gak kesini, karna aku berniat memberikan semua kepengurusan resto ini ketangan Dilla, aku mau adik aku itu punya sedikit tanggung jawab" ucap Dian sambil duduk kembali dan diikuti oleh chef Chika

__ADS_1


"memang Dian, aku lebih sering ketemu adik kamu yang bolak balik kesini untuk mengurus semua manajemen resto ini, tapi ia gak sedewasa kamu dalam setiap menghadapi masalah, ia begitu cepat emosi" curhat chef Chika


"iya mbak, Dilla kan masih begitu muda, jadi sifat emosinya masih tinggi, aku juga mohon mbak Chika lebih banyak membimbing Dilla dalam mengurus resto ini" ucap Dian sambil menggenggam tangan chef Chika yang ada di atas meja


"tenang aja Dian, aku sudah anggap Dilla seperti adik aku sendiri, aku akan selalu mendampinginya, oh ya !!, ngomong ngomong kamu kesini sudah kangen sama masakan aku ya ?" tanya chef Chika


"iya mbak !!, aku mau pesan langsung sama mbak menu spesial buatan mbak Chika untuk resto ini, kayaknya bayi dalam perut aku juga pengen ngerasain masakan buatan chef profesional" jawab Dian penuh semangat


"aaahhhh...kamu bisa aja ! bentar ya, lima belas menit lagi menu pesanan kamu bakalan siap untuk disantap !" ucap chef Chika, lalu pergi meninggalkan Dian dan Yusuf untuk menyiapkan pesanan mereka


"mas ! kamu masih ingat tidak waktu pertama kali kamu menyatakan cinta padaku disini ?" tanya Dian seolah memutar kembali memori diotaknya


"ingat !!, waktu itu sikap kamu begitu dingin merespon perasaan aku, kamu seolah menganggap semua laki laki itu sama, sama sama akan selalu menyakiti perasaan kamu" ucap Yusuf sambil menatap wajah istrinya


"iya mas ! dulu perasaan aku seakan mati terhadap cinta, setelah penghianatan yang dilakukan oleh Hendra, aku gak pernah lagi percaya terhadap laki laki, aku menganggap semua cinta laki laki hanya akan menyakitkan" ucap Dian dengan pandangan kosong kedepan, di raut wajahnya nampak aura kesedihan


"sudahlah sayang ! itu adalah masa lalu kamu, yang harus kamu kubur dalam dalam dan jangan pernah digali lagi, sekarang ada aku disampingmu yang akan selalu setia mencintai dan menyayangimu, aku berjanji sejak aku menyatakan cinta kepadamu aku tak akan pernah menyakiti perasaanmu, percayalah sayang !!" ucap Yusuf sambil menggenggam tangan istrinya yang duduk disampingnya lalu mencium keningnya


"makasih ya mas ! kehadiranmu telah merubah semua pandangan aku terhadap cinta yang menyakitkan, aku berharap kamu akan selalu menjaga cinta kita dan tak akan pernah melupakan janji janji manis kamu" ucap Dian sambil mengelus pipi suaminya dan tanpa sadar setitik air mata bahagianya menetes dipipinya


"iya sayang !!, aku janji akan selalu menyayangi dan menjagamu, kamu harus percaya itu" jawab Yusuf sambil mengusap air mata istrinya


"ayo....!! silahkan kalian nikmati menu masakan buatan aku, sesuai pesanan kalian !!" tiba tiba menu makanan datang dan langsung disajikan oleh chef Chika sendiri


"makasih ya mbak !" jawab Dian

__ADS_1


"sama sama, aku tinggal dulu ya ! kalo kalian perlu apa apa kalian suruh pramusaji untuk memanggil aku" ucap chef Chika dan langsung meninggalkan meja Dian dan Yusuf


"iya mbak !" jawab Dian singkat, dan setelah kepergian chef Chika, tanpa menunggu lama Dian langsung melahap beberapa menu makanan yang ada didepannya, Yusuf pun hanya tersenyum melihat istrinya begitu lahapnya memakan makanan yanga ada di meja


__ADS_2