Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Hari pernikahan


__ADS_3

Hari pernikahan Yusuf dan Dian pun tiba, hari yang sangat dinanti - nanti kedua keluarga.


rumah Dian nampak ramai oleh para keluarga dan beberapa tamu yang diundang untuk mengikuti akad nikah Yusuf dan Dian.


setelah beberapa lama menunggu, akhirnya rombongan keluarga mempelai pria datang dan mereka disambut oleh keluarga mempelai wanita.


para rombongan mempelai pria berjalan beriringan menuju halaman yang cukup luas dengan berbagai hiasan janur kuning di bawah tenda yang cukup mewah, untuk melaksanakan akad nikah, nampak Yusuf berjalan didepan dengan menggunakan setelan kemeja putih dan jas warna hitam, nampak begitu serasi.


mempelai pria lalu mengambil posisi duduk didepan meja penghulu penghulu, menunggu kedatangan mempelai wanita.


sedangkan dikamar, nampak Dian sedang dirias dengan ditemani Dewi sahabatnya.


"duh cantik sekali pengantin barunya.....", Dewi menggoda Dian sambil senyum - senyum.


"apaan sih....biasa aja kale !!!!", ucap Dian datar.


"kak !!!!!...udah siap belum ?, dibawah kak Yusuf dan keluarganya sudah nungguin", tiba - tiba Dilla masuk kekamar Dian .


"iya udah koq.....", jawab Dewi.


lantas Dian dengan diiringi Dewi dan Dilla menuju ketempat dimana acara akad nikah akan berlangsung.


Dian nampak cantik dan anggun dengan mengenakan kebaya warna putih, sedangkan rambutnya disanggul yang berhiaskan bunga melati, sungguh terlihat cantik sempurna.


lalu Dian melangkah dan mengambil tempat duduk tepat disebelah kanan Yusuf.

__ADS_1


acara akad nikah pun segera dilaksanakan.


beberapa menit kemudian terdengar suara "saaahhhh" dari para tamu undangan, laku Dian menyalami dan mencium tangan kanan Yusuf, dan akhirnya acara akad nikahpun selesai, mereka berduapun resmi menjadi sepasang suami istri.


----_----


Malam harinya acara dilanjutkan dengan resepsi pernikakan.


acara tersebut mengambil konsep modern.


Dian dan Yusuf nampak berdiri dipelaminan, mempelai pria mengenakan stelan jas warna silver sedangkan mempelai wanita mengenakan gaun pengantin dengan warna senada, benar - benar terlihat anggun dan serasi.


nampak tamu undangan ramai memenuhi tempat tersebut, mereka adalah para relasi bisnis pak Agung, teman - teman Yusuf dan Dian, para karyawan Dian dan sebagian adalah para keluarga dari kedua mempelai


mereka semua nampak menikmati acara dan hidangan yang disajikan.


"duh pengantin baru....bahagianya, kayaknya sudah gak sabar nunggu malam pertama...." , kata seorang wanita menggoda Dian, ternyata ia adalah tantenya Dian, adik kandung mamanya.


Dian tak menjawab apa - apa, hanya sedikit senyum yang keluar dari bibirnya.


lalu Dian melangkahkan kakinya menuju meja tempat minuman dan Dian pun mengambil gelas yang berisi minuman dan meminumnya.


kemudian ia menuju kursi yang ada disebelah kanan meja tersebut.


dari raut wajahnya nampak ia begitu lelah karena seharian dari pagi sampai sekarang sibuk menemani para tamu undangan tanpa istirahat sedikitpun.

__ADS_1


"duh pengantin baru....capek ya?", tanya Dewi yang tiba - tiba duduk disebelah Dian.


"jangan terlalu capek, ntar malam pertamanya gak bisa maksimal lho.....hihihihi", sekali lagi Dewi menggoda Dian.


"sok tau kamu.....", jawab Dian.


"kalo kamu capek, kamu istirahat duluan....biar aku yang menemani para tamu undangan", kata Yusuf yang tiba - tiba muncul dibelakang mereka berdua.


"ehem...ehem...cie...ciee, co cweett...." goda Dewi lagi, sambil pergi meninggalkan mereka berdua.


malampun semakin larut, jam sudah menunjukkan pukul 22.00, para tamu satu persatu mulai berpamitan meninggalkan tempat resepsi, termasuk Dewi dan Beni juga berpamitan.


hanya tinggal beberapa tamu termasuk keluarga dekatnya Dian, para keluarga dari luar kota sebagian ada yang menginap di rumah Dian.


"kamu rencananya mau bulanmadu kemana sayang ?", tanya salah satu tantenya Dian.


"masih gak kepikiran tante", jawab Dian biasa - biasa aja.


lalu Dian pergi meninggalkan keluarganya yang masih ramai ditempat resepsi.


"lho....pengantin barunya sudah buru - buru masuk kamar, sudah gak sabar ya mau malam pertama ?", celetuk tantenya, tapi Dian tidak menghiraukannya, ia tetep melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamarnya.


"sudah sana susul istrimu", kata tantenya lagi.


Yusuf hanya tersenyum malu - malu dan bergegas menyusul Dian ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2