
Keesokan harinya, seperti biasa saat jam pulang kantor tiba, Dian akan selalu menunggu suaminya di lobby depan, tapi berbeda dengan hari itu justru Yusuf yang harus menunggu istrinya karna Dian masih ada meeting manajemen dadakan dengan petinggi petinggi AH corporation
"silahkan diminum pak tehnya !" ucap salah seorang receptionis sambil menyuguhkan dan meletakkan secangkir teh dimeja depan Yusuf, karna ia tau kalo lelaki yang duduk sofa tamu tersebut adalah suami pimpinan mereka
"makasih mbak !" jawab Yusuf singkat, lalu ia segera meminumnya
satu jam kemudian, Dian pun muncul dari dalam lift dan segera menghampiri suaminya yang duduk sambil membaca surat kabar
"sudah lama mas, nunggunya ?" tanya Dian sambil duduk disebelah suaminya dan meletakkan tas yang ia bawa disampingnya
"lumayan juga sih, tadi mbak nya bilang katanya kamu masih ada meeting" jawab Yusuf sambil mencium kening istrinya
"yaaa, begitulah mas !, biasa kalo papa habis memimpin rapat dengan para pemegang saham, pasti semua sistem manajemen kantor bakalan berubah semua, aku paling males kalo harus berurusan dengan masalah ini, bakalan nguras tenaga dan pikiran banget" ucap Dian sambil menyandarkan kepalanya di pundak suaminya
"terus kita sekarang mau langsung pulang ?, atau kamu mau aku antar kemana biar pikiran kamu fresh, soalnya aku lihat kayaknya kamu capek banget hari ini" Yusuf bertanya pada Dian sambil membelai rambut istrinya
"aku mau langsung pulang aja mas !, aku mau cepet cepet istirahat" jawab Dian sambil berdiri dari tempat duduknya
"ya udah, kalo gitu....ntar dari rumah kamu langsung mandi pakai air hangat dan langsung istirahat, kasihan si dedeknya jangan sampai ia juga merasakan kecapekan yang dirasakan bundanya" ucap Yusuf sambil berdiri dan mengelus perut Dian, Yusuf dan Dian tak memperdulikan beberapa mata yang memandang kearah mereka, dan semua yang ada disekitar mereka merasa iri dengan kemesraan pimpinan mereka dengan suaminya
setelah itu Yusuf pun berjalan sambil memeluk pinggang istrinya menuju halaman parkir kantor, dan menuju ke mobil mereka, tak lama kemudian mobil tersebut melaju meninggalkan halaman kantor menuju kerumah mereka
"bi.....tolong buatkan secangkir teh hangat untuk Dian ya !, dan langsung antarkan ke dalam kamar kami aja" perintah Yusuf setelah sampai di depan meja makan dan bertemu dengan bi Siti
"baik den !" jawab bi Siti singkat dan disertai dengan anggukan kepala, kemudian Yusuf pun melangkah naik ke atas menuju ke dalam kamarnya, setelah sampai didalam kamar ia sudah mendapati istrinya yang sudah merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur sambil memejamkan matanya
"masuk bi, tidak dikunci !!" ucap Yusuf saat mendengar pintu kamarnya diketuk, dan masuklah bi Siti sambil membawa secangkir teh hangat dan langsung meletakkannya diatas meja yang ada didalam kamar tersebut
"makasih ya bi !" ucap Yusuf dan hanya dibalas anggukan oleh bi Siti yang langsung berjalan meninggalkan kamar tersebut, setelah kepergian bi Siti dari kamarnya, Yusuf pun segera mengambil handuk dan pakaian ganti lalu segera masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya
__ADS_1
"kamu sudah bangun sayang ?, ini minum dulu tehnya biar badan kamu lebih enakan !" ucap Yusuf saat melihat istrinya bangun sambil membawakan secangkir teh yang dibuatkan bi Siti
"makasih ya mas !!" ucap Dian sambil meminum teh tersebut, Yusuf hanya tersenyum sambil mencium kening istrinya
setelah itu Dian langsung kekamar mandi untuk segera membersihkan dirinya, ia sudah merasa gerah karna aktivitasnya seharian
tak lama setelah itu terdengar pintu kamarnya diketuk, dan ternyata bi Siti yang mengetuknya
"maaf den !!, diluar ada tamu" ucap bi Siti saat Yusuf membukakan pintu kamarnya
"siapa bi,,,,,,??" tanya Yusuf
"saya kurang tau den !, saya tidak kenal !" jawab bi Siti, dan Yusufpun segera keluar dari kamarnya dan turun untuk melihat dan memastikan siapa tamunya dan diikuti oleh bi Siti
setelah sampai diruang tamu Yusuf benar benar kaget ternyata tamunya adalah Hendra dan Luna, sebelum ia mendekati mereka, ia berpikir kira kira ada masalah apa lagi sampai kedua orang tersebut datang kerumahnya
"malam !!, maaf kalo kedatangan aku dan Luna mengganggu kamu dan Dian" jawab Hendra sambil mengulurkan tangannya ke pada Yusuf dan disambutnya dengan ramah begitu juga dengan Luna
"ada perlu apa, kalian berdua datang kemari ?" tanya Yusuf sambil mempersilahkan tamunya duduk kembali
"bisa aku ketemu dan bicara sama Dian ?" tanya Hendra balik
"tapi...." jawab Yusuf ragu ragu
"tenang aja aku gak akan macam macam, aku janji !!" jawab Hendra sambil mengangkat ke dua jari tangannya
"baiklah !!, tunggu sebentar, aku akan panggilkan istri aku" ucap Yusuf, lalu meninggalkan mereka berdua
"siapa mas tamunya ?" tanya Dian saat melihat suaminya masuk kedalam kamar
__ADS_1
"mereka Hendra dan Luna, dan mereka bilang ingin ketemu kamu sayang !!, ada sesuatu yang akan mereka bicarakan denganmu" jawab Yusuf
"tapi mas !!, aku malas ketemu mereka lagi" ucap Dian sambil duduk disofa yang ada didalam kamarnya
"sudahlah sayang !!, kamu coba temui aja mereka, ada aku yang akan menemanimu dan aku gak akan membiarkan mereka menyakiti kamu lagi" ucap Yusuf membujuk istrinya sambil membelai rambut istrinya, dan akhirnya Dian pun menuruti ucapan suaminya dan segera keluar menemui Hendra dan Luna
"ada perlu apa kalian berdua ke rumah aku ?" tanya Dian dengan nada penuh kebencian saat berada didepan Hendra dan Luna
"maafkan aku sebelumnya, karna sudah mengganggu kamu malam malam begini" jawab Hendra
"sudahlah, gak perlu basa basi !!!!" ucap Dian dengan nada agak meninggi, tapi Yusuf segera menyentuh lengan istrinya untuk meredamkan emosinya
"begini,,,,!! kedatangan aku dan Luna kemari untuk meminta maaf atas semua yang sudah kami lakukan kepada kamu dan suami kamu, dan aku harap kamu mau memaafkan kami berdua" ucap Hendra sambil mengulurkan tangannya kepada Dian, namun sepertinya Dian enggan menerima permintaan maaf mereka
"iya Dian !!!,,,,kami berdua benar benar menyesal atas perbuatan yang kami lakukan dan kami berjanji tidak akan pernah lagi mengganggu kehidupan kalian berdua" ucap Luna menegaskan pernyataan Hendra
"sudahlah sayang !!, apa salahnya sih kamu coba memaafkan mereka berdua, sepertinya mereka sudah menyadari dan menyesali semua kesalahannya" ucap Yusuf mencoba meyakinkan istrinya sambil menggenggam tangannya
"baiklah !!,,,,aku akan memaafkan kalian berdua untuk kali ini, tapi kalo seandainya dilain waktu kalian mengganggu kami lagi aku gak akan pernah segan segan mempermasalahkannya dijalur hukum dan gak akan pernah memaafkan kalian lagi sampai kapanpun" pernyataan tegas keluar dari mulut Dian sambil menatap tajam ke arah Hendra dan Luna
"terima kasih !!, aku janji gak akan pernah mengganggu kehidupan kalian lagi, karna setelah aku menikahi luna, aku akan membawanya bersamaku ke kota tempat tinggal aku" ucap Hendra
"ohh,,,, jadi kalian beneran mau nikah ?, kapan ?" tanya Yusuf seakan tak percaya
"iya.....kalian tunggu aja undangannya, dan aku harap kalian mau datang ke pesta pernikahan aku dan kemungkinan acaranya diadakan di kota ini" jawab Hendra
"baguslah kalo gitu !!" ucap Dian dengan cueknya, dan Yusufpun berusaha meredamnya dengan mengelus punggung istrinya, sementara Hendra dan Luna hanya bisa tersenyum melihat sikap Dian terhadap dirinya
"kalo begitu kami berdua pamit dulu, dan sekali lagi terima kasih atas kesempatan dan waktunya" ucap Hendra sambil bersalaman dengan Dian dan Yusuf
__ADS_1