
"mas, temenin aku jalan jalan ya ?" pinta Dian kepada Yusuf, karena hari itu hari sabtu Dian dan Yusuf libur gak ada aktivitas ke kantor
"aku gak bisa, ntar agak siangan aku ada janji sama teman aku, lain kali aja jalan jalannya" jawab Yusuf tanpa ada respon apapun terhadap Dian, pandangannya hanya tertuju ke ponsel yang ada di tangannya
"kamu kenapa sih mas ?, akhir akhir ini sikap kamu berubah sama aku ?, apa salah aku ?, apa kurangnya aku ?, kamu ngomong dong !! kalo ada sesuatu yang gak berkenan dihati kamu" Dian mengeluarkan pertanyaan sambil berdiri dihadapan Yusuf dan pandangannya tajam mengarah ke arah suaminya dengan penuh emosi
"aku kan sudah bilang, aku gak ada apa apa, terserah kamu mau percaya atau tidak" jawab Yusuf dan langsung pergi meninggalkan Dian yang masih berdiri di tepi tempat tidurnya
"aku berangkat dulu" pamit Yusuf saat melihat Dian turun dari kamarnya menuju ruang keluarga
Dian hanya memandangi suaminya yang berjalan keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil serta melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah mereka, setelah itu Dian kembali masuk kedalam kamarnya
"non !....non Dian !" panggil bi Siti sambil mengetuk pintu kamar Dian
"masuk bi !" perintah Dian, dan bi Siti pun langsung masuk sambil membawakan nampan yang berisi sepiring makanan dan meletakkannya diatas meja kamar Dian
__ADS_1
"non, non Dian makan dulu ya !, sudah waktunya makan siang, tadi pagi setau bibi non Dian juga belum sarapan, kasihan bayi yang ada didalam kandungan non Dian" ucap bi Siti sambil menghampiri Dian yang duduk diatas tempat tidurnya
"aku gak lapar bi, aku gak ada selera makan sama sekali" jawab Dian sambil sesekali mengusap pipinya, karna air mata yang menetes dipipinya
"tapi non .....! "
"sudahlah bi, bibi bawa saja kembali makanannya kedapur, ntar kalo aku mau makan, aku bisa ambil sendiri" ucap Dian yang memotong perkataan bu Siti
bi Siti hanya bisa menuruti perintah majikannya, dan keluar dari kamar Dian sambil membawa makanan yang ia bawa tadi
"sayang !, kamu yang sabar ya nak !, bunda akan selalu menjaga dan menyayangi kamu, dan bunda yakin ayah kamu juga sayang sama kamu" ucapan Dian sambil mengelus elus perutnya karna bayi yang ada dalam kandungan Dian terus menendang nendang, mungkin ia tau kalo bundanya sedang bersedih
selama seharian Dian bolak balik mencoba menghubungi nomor ponsel suaminya tapi nomor yang ia tuju tidak aktif sama sekali, Dian hanya bisa menangis, karna ia sendiri bingung apa yang harus ia lakukan, mau pulang kerumah orang tuanya tapi ia gak mau kalo sampai orang tuanya tau masalah yang sedang ia hadapi, mau pergi keluar kota pun gak mungkin dengan kondisinya saat ini, yang sedang hamil, dan sampai akhirnya ia pun tertidur dengan mata yang masih basah dengan air matanya
hari pun sudah mulai gelap, tak ada tanda tanda Yusuf pulang ke rumah, sampai akhirnya Dian terbangun karna ada panggilan dari ponselnya dan ternyata itu hanya misscall dari nomor orang yang tidak ia kenal
__ADS_1
"selamat malam bu Dian, bu Dian bisa temui suami anda pak Yusuf sekarang dihotel X, karna sekarang suami anda sedang booking sebuah kamar dihotel tersebut" tiba tiba muncul pesan di ponsel Dian dari nomor yang membuat panggilan misscall barusan
dalam hati Dian bertanya tanya siapa orang yang telah mengirimkan pesan ke ponselnya
"anda siapa ya ? kalo boleh saya tau ?" Dian membalas pesan tersebut
"anda gak perlu tau siapa saya, dan gak usah banyak tanya, kalo anda gak mau menyesal, segera susul dan temui suami anda dihotel X" jawab dari pesan tersebut
"kalo anda sudah sampai dihotel X, aku akan kasih tau lagi nomor kamar yang telah di booking suami anda" kembali pesan itu muncul di ponsel Dian
Dian terus berpikir kira kira apa maunya orang tersebut, dan apa benar orang itu tau kalo suaminya sekarang ada disebuah hotel, Dian sempat ragu untuk menuruti perintah dari pesan tersebut, didalam kegalauannya Dian langsung menghubungi Dewi sahabatnya, tapi ternyata nomor ponsel Dewi gak aktif dan gak bisa dihubungi, tak butuh berpikir lama lagi Dian langsung memutuskan untuk datang ke hotel X sesuai perintah dari pesan tersebut karna ia gak mau menyesal
"bi, aku pergi dulu ya !" pamit Dian kepada bi Siti
"non Dian mau kemana, sudah malam begini ?" tanya bi Siti penuh dengan rasa khawatir
__ADS_1
"aku mau keluar sebentar bi !" ucap Dian dan langsung ke luar rumah menuju pintu gerbang yang disitu telah menunggu taxi online yang sudah Dian pesan terlebih dahulu, dan bi Siti hanya bisa memandangi kepergian majikannya dan dalam hatinya terus berdoa semoga tidak terjadi apa apa dengan majikannya
didalam perjalanan menuju hotel X Dian hanya bisa pasrah, entah apa nanti yang akan terjadi dengan dirinya sambil terus menghubungi nomor ponsel Yusuf dan Dewi tapi lagi lagi kedua nomor tersebut tidak bisa dihubungi