Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Makan siang


__ADS_3

pagi itu seperti biasa dian bangun & langsung mandi dilanjutkan menyiapkan beberapa file yang siap dibawa kekantor. dian keluar dari kamar setelah ia merasa semua sudah siap.


"pagi non....", sambut salah seorang pembantu dirumah itu.


"pagi juga bi....", jawab dian sambil duduk didepan meja makan.


"pagi juga non...., maaf mobil sudah siap", tiba tiba dari arah pintu ruang tamu muncul pak atmo.


pak atmo adalah seorang sopir, yg selalu mengantarkan dian kemanapun dian pergi, tak terkecuali ke kantor.


"iya pak atmo.....ayo berangkat sekarang", jawab dian sambil beranjak dari tempat duduknya.


belum sempat beranjak jauh, tiba tiba mamanya muncul dari dalam kamarnya.


"sudah mau berangkat sekarang ya?", tanya mamanya.


"iya ma....dian ada meeting direksi pagi" jawab dian sambil menyalami & mencium tangan mamanya, itu selalu dilakukan dian setiap kali berangkat ke kantor.


"oh ya dian.....nanti cepat pulang ya, ada yang mau papa omongin sama kamu"


"baik ma....", jawab dian.


lantas dian keluar menuju mobil dan pak atmo siap membukakan pintu mobil belakang dan tak lama kemudian mobil tersebut melaju menuju kekantor dian di pusat kota.


30 menit kemudian sampailah dian didepan bangunan tinggi yg tak lain adalah kantor tempat dian bekerja.


pak atmo langsung memarkirkan mobilnya di tempat yg sdh disediakan khusus utk mobil dian.


tak lama kemudian dian keluar dr dalam mobil dan langsung masuk kekantornya.


tak lupa satpam yg berdiri di depan pintu masuk langsung memberi hormat dengan menganggukkan kepalanya. karena ia sadar kalo dian adalah seorang direktur utama dikantor tersebut.


semenjak papanya sering sakit sakitan, dian lah yang menggantikan posisi papanya sebagai direktur utama diperusahaan yg bergerak di bidang properti.


dian langsung masuk keruang kerjanya dan duduk didepan meja kerjanya, sambil membuka laptop dan siap menjawab semua email yang masuk.


10 menit kemudian terdengar suara pintu diketuk, "masuk...." perintah dian.


masuklah seorang wanita cantik yg tak lain adalah sekertaris dian yg bernama lisa.


"pagi bu dian...., maaf 15 menit lagi meeting direksi segera dimulai ".


tanpa banyak cakap dian langsung menyiapkan file yg ia rasa bakalan diperlukan di ruang meeting. dian langsung melangkah keluar ruangan menuju ruang meeting dg diikuti lisa dibelakangnya sambil membawakan beberapa file yg sudah disiapkan.


didalam ruang meeting sdh ada beberapa orang yg siap mengikuti meeting direksi, tak terkecuali dewi.


dikantor tersebut dewi dipercaya dian menempati posisi sebagai kepala marketing.


meeting berlangsung kurang lebih selama 2 jam & berjalan dengan lancar, nampak wajah dian terlihat senyum sumringah sambil menyalami beberapa rekannya yg ada di ruang meeting tersebut.


setelah selesai meeting dian langsung kembali keruang kerjanya dan disusul oleh dewi.


" dian....entar habis pulang kantor temani aku ke toko kue ya....", ajak dewi.

__ADS_1


"sorry ya wi.....aku gak bisa, mama nyuruh aku langsung pulang, karna ada sesuatu yang mau papa omongin sama aku", jawab dian.


"oky deh....", dewi menjawab sambil ada sedikit raut kecewa diwajahnya.


"ohh ya, bentar lagi kan jam makan siang, makan diluar yuk....aku bosen makan dikantin kantor terus.


"eehhmmm....bentar aku tanya lisa dulu, kira kira ada jadwal meeting lagi apa nggak setelah jam makan siang ", lanjut dian


dian langsung mengankat telfon kantor dan dari seberang telfon terdengar lisa mengatakan kalo gak ada jadwal meeting lagi setelah jam makan siang.


nampak senyum senang dari wajah dewi mendengar permintaannya diiyakan oleh sahabatnya itu.


tak menunggu lama mereka langsung keluar dari ruangan dian.


" oh ya lisa....nati klo ada tamu untuk saya, suruh tunggu di lobby saja dan bilang kalo saya ada urusan sedikit diluar ", pesan dian sebelum berangkat.


" baik bu.....", jawab lisa.


sesampainya mereka di lobby bawah tiba tiba pak atmo muncul dan menawarkan untuk mengantar mereka berdua.


"gak usah pak atmo....saya berangkat sendiri aja lagian saya keluarnya sama dewi ", jawab dian dengan ramahnya.


lalu mereka berdua masuk kedalam mobil dewi dan tak lama mobilnya melaju meninggalkan kantor.


" emangnya kita mau makan dimana sih?....", tanya dian pada dewi.


" sudahlah tenang aja, kita cari rumah makan yang suasananya enak ", jawab dewi sambil senyum senyum ke arah dian.


setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai disebuah rumah makan yang dapat dibilang itu sebuah tempat makan lesehan.


mereka berdua langsung mengambil tempat dipojokan yang kanan kirinya dikelilingi tanaman bunga bunga yang membuat susana tempat tersebut semakin nyaman & asri.


mereka berdua sangat menikmati hidangan dirumah makan tersebut, dan mereka makan sambil ngobrol sesekali mereka tertawa lepas


selayaknya dua sahabat yang saling bersendau gurau.


tanpa disadari tak sengaja tangan dian menyenggol sedotan yang ada digelas dian & tak ayal sedotan itu langsung jatuh mengenai rok dian.


"yah....kotor deh rok aku", dian sambil mengusap usap roknya dengan tisu yg ada didepannya.


"kamu sih gak hati hati....sana ketoilet dulu, bersihkan rok kamu pakai air", suruh dewi.


dian langsung berdiri dan berjalan ke toilet.


dian berjalan sambil terus mengusap roknya dengan tisu yang ada ditangannya, sampai sampai ia tidak memperhatikan jalan yang ada didepannya.


" brruuaaakk...pyaarr !!!!, sebuah gelas pecah didepan dian & air yang ada didalamnya tumpah mengenai sepatunya.


" maaf mbak....saya gak sengaja", terdengar permintaan maaf dari seorang lelaki yang ada didepannya


dian langsung mengangkat kepalanya dan langsung pandangannya mengarah ke lelaki tersebut.


"aarrgghhh.....kamu lagi, ucap dian sambil melihat lelaki tersebut dengan pandangan begitu marah.

__ADS_1


"iya mbak, sekali lagi saya minta maaf.....mbaknya juga berjalan sambil menunduk jadi gak lihat kalo ada orang didepan ".


" alasan...", jawab dian sambil berlalu menuju ke toilet.


setelah selesai dari toilet dian langsung kembali ke tempat dewi.


dewi merasa heran melihat sahabatnya yg dari toilet, datang datang dengan wajah kesal.


"kamu kesambet ya ditoilet....datang datang muka ditekuk gitu", tanya dewi.


"sebel...", jawab dian


"sebel sama siapa ?????.....


" tuh....lihat orang yg duduk di meja no 10 itu", dian menunjuk meja yg ada diseberang tempatnya duduk.


"yang mana sih????, yang pakai kemeja biru apa putih????? ", tanya dewi agak sedikit bingung karena yg duduk disitu ada dua orang lelaki


" tuh yang pakai kemeja biru....", seru dian


" lho kayaknya aku pernah lihat orang itu deh....tapi dimana ya????", dewi sambil memutar ulang memori dikepalanya.


" nah aku ingat sekarang....bukannya itu orang yang ketemu kita di toko buku waktu di mall kemaren ".


"emang iya....", jawab dian singkat.


"emangnya apa yang sudah dilakukan orang itu sampai kamu semarah ini", tanya dewi penasaran.


dian lalu menjelaskan apa yang sudah terjadi saat ia menuju ketoilet sampai ia harus bertabrakan sama lelaki tersebut.


dewi meng angguk angguk tanda ia mengerti apa yang sudah terjadi sama sahabatnya itu.


tiba tiba dewi nyeletuk, " eh...kalo dilihat lihat ganteng juga ya orang itu". " aalaahhh...orang kayak gitu koq dibilang ganteng, sudah ah....ayok balik ke kantor". pinta dian


" lagian jam makan siang juga sudah habis".


dian memang gak pernah suka membahas masalah laki laki dan gak ada sedikitpun hasrat di hati dian untuk mengenal lebih dekat dengan seorang lelaki, setelah apa yang terjadi padanya beberapa tahun yang lalu. dian selalu bersikap dingin setiap kali ada seorang lelaki mendekatinya untuk hubungan yang lebih serius, dian tidak mau masa lalunya yang menyakitkan terulang lagi.


"oky deh...kalo gitu kita balik kekantor sekarang", ajak dewi. dian hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda ia menyetujui ajakan dewi.


mereka berdua lalu pergi meninggalkan tempat duduk mereka & berjalan melewati tempat duduk lelaki tersebut.


setelah tepat disamping kedua lelaki tersebut, salah seorang dari mereka menyunggingkan senyum pada dian & dewi. tapi hanya dewi yang membalas dengan senyuman.


" tuh kan apa aku bilang.....ternyata manis juga lho kalo dia tersenyum, hihihihi ", seru dewi. tapi dian tidak menanggapi omongan dewi, ia tetap melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil mereka, dian menganggap omongan dewi hanyalah angin lalu yang gak penting.


sesampainya dikantor mereka langsung masuk ke ruang kerja masing masing, dan mulai lagi dengan pekerjaan mereka.


setelah sibuk dengan file - file yang ada didepan mejanya, dian langsung mengarahkan pandangannya pada jam dinding yang ada diruangannya, ternyata jam tersebut sudah menunjukkan pukul 4 sore, saatnya jam pulang kantor. Dian langsung mengemasi file - file yg ada dimejanya & mematikan laptop yang masih menyala. setelah semua dirasa beres dian langsung berjalan keluar ruangannya untuk segera pulang.


sesampainya didepan pintu dian langsung menyapa sekertarisnya, " lisa kamu gak pulang, kan sudah waktunya pulang?". "oh iya bu, sebentar lagi...masih tanggung, tinggal dikit lagi", jawab lisa.


" oke deh kalo gitu aku pulang duluan ya....."

__ADS_1


"iya bu....hati - hati dijalan bu ".


tanpa berkata apa - apa, dian hanya tersenyum manis ke arah sekertarisnya itu.


__ADS_2