
Dua hari sudah setelah acara lamaran berlangsung.
Dian dan Yusuf beraktifitas seperti biasanya.
tiba - tiba saat Dian sedang duduk dan menghadap laptopnya, dari ponsel Dian muncul sebuah panggilan dengan no. yang tidak dikenalnya.
Dian hanya memandangi ponselnya dan mengabaikan panggilan tersebut.
Dian hanya menggerutu dalam hati karna no tersebut tidak ia kenal.
setelah beberapa kali ponselnya berbunyi, akhirnya Dian mengangkatnya juga.
"assalamu'alaikum....", terdengar suara lelaki dari seberang telponnya.
"waalaikum salam...", jawab Dian.
"ini aku Yusuf...maaf ya kalo aku ganggu waktu kerja kamu, aku hanya ingin mengajak kamu makan malam diluar, sekalian aku mau lebih dekat mengenalmu", Yusuf mengutarakan keinginannya.
"dari mana kamu tau no ponselku?", tanya Dian.
"aku tau dari papa kamu, beliau memberitahu lewat ayahku", jawab Yusuf.
"sudah kuduga...", gerutu Dian pelan.
"apa....kamu bilang apa?", tanya Yusuf lagi.
"ahhh....tidak ada apa - apa", jawab Dian.
"ya sudah....jangan lupa nanti malam aku jemput ya", tanpa berkata apa - apa lagi Yusuf langsung mengakhiri telponnya.
Dian hanya diam termangu, tanpa ada respon apapun, ia hanya memandangi ponselnya yang ada di depannya.
sampai - sampai ia tidak menyadari kedatangan Dewi.
"wooiii...", sapa Dewi sambil memukul meja kerja Dian, yang sempat membuat Dian kaget dan sadar dari lamunannya.
"sialan.....kirain siapa", ucap Dian dg nada kesal
"habisnya, siang bolong gini enak - enakan nglamun, ntar kesambet lho.....hehehehe", ucap Dewi menggoda.
"aku tuh tadi ditelpon ama Yusuf, dia ngajakin aku makan malam.....aku bingung mau ngomong apa, lantas aku belum sempat ngasih jawaban dianya sudah nutup telponnya", jelas Dian.
"oohhhh...kirain nglamunin apa, udah ikutin aja sekalian kamu bisa lebih mengenal siapa calon suami kamu", kata Dewi.
"kamu ikut ya?, nemenin aku.....", pinta Dian.
"enak aja....ntar bisa - bisa aku jadi obat nyamuk, udah.....ikutin aja, selamat berkencan yaaaa", ucap Dewi sambil melangkah meninggalkan ruangan Dian.
sesampainya dirumah, Dian langsung menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang.
__ADS_1
lamunannya melayang ntah kemana, ia kepikiran omongan Yusuf yang sebentar lagi menjemputnya untuk mengajaknya makan malam.
"sayang...kamu nglamunin apa sih?, oh ya....tadi Yusuf nelpon mama, ia minta ijin untuk mengajakmu makan malam", tiba - tiba mamanya datang dan membuyarkan lamunan Dian.
"iya ma.....tadi ia juga nelpon aku dikantor, ngajakin makan malam, sekalian agar ia bisa mengenal aku lebih dekat katanya", ucap Dian.
"kalo gitu kamu cepetan siap - siap, sebentar lagi Yusuf pasti jemput kamu", perintah ibunya.
"tapi sebenarnya aku males ma berurusan dengan laki - laki, kecuali urusan bisnis", ucap Dian sambil duduk di tepi ranjangnya.
"huuusstttt...jangan gitu, Yusuf itu kan calon suami kamu, jadi gak ada salahnya kalo kamu dekat ama dia", ucap ibunya.
"udah sana cepetan kamu siap - siap, pokoknya kalo Yusuf datang kamu sudah siap", ucap ibunya lagi sambil melangkah keluar dari kamar Dian.
tak lama kemudian Yusuf pun datang menjemput Dian, ia dipersilahkan oleh bi Siti untuk menunggu Dian diruang tengah.
Yusuf pun berbincang - bincang dengan orang tua Dian, selama ia menunggu Dian keluar dari kamarnya.
tak berapa lama, akhirnya Dian keluar dari kamarnya dan turun ke ruang tengah. lalu mereka berdua pun berpamitan untuk pergi makan malam.
nampak senyum kebahagiaan tersungging dari kedua orang tua Dian.
selama dalam perjalanan tak ada pembicaraan apa - apa, keduanya hanya diam.
Dian asyik memainkan ponselnya dan Yusuf pun serius mengemudi.
"apa kau ada tempat favorit untuk kita makan malam?", tanya Yusuf memulai pembicaraan.
"kamu koq diam aja"?, tanya Yusuf lagi.
"kamu tuh aneh....yang ngajak makan malam kan kamu, ya harusnya kamulah yang punya tempat favorit", cetus Dian dengan nada sinisnya.
"bukannya gitu.....ntar takutnya kamu gak suka ama tempat pilihan aku", jelas Yusuf.
tak berapa lama kemudian sampailah mereka pada tempat yang dituju.
tempat itu adalah sebuah resto yang tak lain adalah milik papanya Dian, tapi Yusuf tak mengetahuinya.
setelah mereka berdua sampai di dalam resto tersebut, tiba - tiba salah seorang pramusaji membungkukkan badannya, memberi hormat pada Dian.
"selamat malam bu Dian....., silahkan masuk", sapa salah satu pramusaji.
"maaf....ibu mau langsung ke ruang meeting apa ke ruangan manajer dulu?", tanya pramusaji lagi.
"tidak....aku mau duduk dimeja tamu aja, karna aku gak ada meeting malam ini, cuma mau makan malam biasa aja", jawab Dian dan langsung memilih tempat yang ada dipaling ujung.
pramusaji tersebut hanya menganggukkan kepalanya, tanpa berkata apa - apa.
kemudian para pramusaji yang berada disitu sempat membicarakan Dian, mereka heran gak biasanya Dian datang ketempat itu dengan seorang lelaki, kecuali klien bisnisnya, mereka semua tau kalo Dian begitu dingin terhadap lelaki.
__ADS_1
"sudah - sudah, ayo kerja lagi.....kalo sampai ketahuan bu Dian bisa habis kalian", kata seorang manajer resto tersebut.
kemudian setelah Dian dan Yusuf duduk dengan posisi saling berhadapan, Yusuf pun bertanya, "apa ini resto milik papa kamu?".
"iya...", jawab Dian singkat.
kemudian salah satu pramusaji datang menawarkan daftar menu yang ada diresto tersebut.
"kamu mau pilih yang mana?", tanya Yusuf sambil membolak balik daftar menu yang ada di depannya.
"terserah kamu aja", jawab Dian tanpa memberi respon apapun.
setelah Yusuf memilih salah satu menunya, pramusaji tersebut pergi meninggalkan mereka berdua.
"Dian...ijinkan aku untuk mengenalmu lebih dekat lagi, sebelum kamu menjadi istriku", tiba - tiba tangan Yusuf memegang kedua tangan Dian yang berada diatas meja.
sontak membuat Dian kaget, dan langsung menarik kedua tangannya dari genggaman Yusuf.
"apa - apaan sih kamu....ini tempat umum, malu tau", ucap Dian dengan nada yang sedikit marah.
"maaf aku gak bermaksud apa - apa, aku hanya ingin lebih jauh mengenalmu, aku ingin serius menjalin hubungan sama kamu", jelas Yusuf.
"aku tau ini semua keinginan orang tua kita, tapi gak ada salahnya kan kalo kita saling mengenal sifat dan kepribadian kita masing - masing sebelum kita menjadi suami istri", jelas Yusuf lagi.
tanpa komentar dan respon apapun dari Dian, ia hanya menikmati hidangan yang disajikan di depannya.
Yusufpun heran mengapa Dian begitu dingin terhadapnya, tapi ia menyadari mungkin karna memang semua ini perjodohan orang tua mereka, jadi ia berpikir kalo Dian gak begitu menyukainya.
saat keduanya asyik menikmati beberapa hidangan yang ada didepannya, tangan Dian bermaksud mengambil tissu yang ada agak jauh darinya, tiba - tiba bersamaan tangan Yusufpun meraih tissu yang sama, dan akhirnya kedua tangan mereka bertemu di tempat yang sama pula.
untuk kedua kalinya tangan mereka saling berpegangan, entah kenapa Dian merasakan getaran yang aneh didadanya, seperti ada sesuatu yang berdetak kencang didalam dadanya. Yusufpun merasakan hal yang sama juga.
"oohhh maaf...aku tidak sengaja", ucap Yusuf sambil melepas genggaman tangannya.
"apa kamu sudah selesai makannya?, kalo sudah antar aku pulang, ini sudah terlalu malam", tanya Dian yang sepertinya ia sedikit salah tingkah.
tanpa berkata apa - apa lagi, lalu Dian melangkah pergi meninggalkan meja mereka, dan kemudian disusul Yusuf dibelakangnya.
para pramusaji hanya memberi hormat ketika Dian melangkah didepan mereka.
kemudian Dian dan Yusuf sampai di halaman resto, dan mereka berduapun langsung masuk kedalam mobil.
beberapa saat kemudian mobil mereka meluncur menuju kediaman Dian.
setelah sampai dihalaman rumah Dian, Dian pun langsung membuka pintu mobil dan hendak melangkah keluar, tapi belum sempat ia melangkahkan kakinya, tiba - tiba tangan kanannya ditarik lembut oleh Yusuf.
Dian pun kaget dan membuatnya menoleh kearah Yusuf, akhirnya keduanya saling berpandangan.
"terima kasih ya.....kamu sudah mau menemaniku", Yusuf berkata dengan penuh makna.
__ADS_1
tanpa berkata apa - apa, Dian langsung melangkah keluar dan masuk ke dalam rumahnya.