
Hari minggu pun tiba, hari dimana Dian dan Yusuf akan mengadakan acara tasyakuran pindahan rumah mereka, nampak para asisten keluarga dirumah Agung Hermawan sibuk mempersiapkan jamuan untuk para tamu yang datang, mereka hilir mudik membawa beberapa makanan untuk dibawa kerumah Dian yang baru yang letaknya bersebelahan dengan rumah kedua orang tuanya hanya selisih satu rumah saja
tak lama kemudian nampak beberapa tamu sudah berdatangan, mereka langsung menuju kerumah baru Dian dan Yusuf
nampak kedua orang tua Yusuf dan Arin sudah tiba dirumah Agung hermawan, dan langsung diantar oleh salah satu asisten rumah tangga Agung hermawan menuju kw rumah baru Dian
"ayah, ibu...ayok langsung aja masuk kedalam, mama dan papa ada diruang tengah" sambut Dian saat mertuanya tiba diteras rumahnya dan tak lupa ia menyalami dan mencium tangan kedua mertuanya
kedua mertuanya langsung masuk keruang tengah, dan langsung membaur dengan kedua orang tua Dian yang ada disitu sambil menunggui baby Alif, cucu kesayangannya
sedangkan Dian dan Yusuf sibuk menerima para tamu, dan menyalami tamu tamu yang datang
"hallo say....." sapa Dewi yang datang bersama Beni dan ke dua orang tuanya
"haii....Wi, om tante....ayok ayok, langsung aja semuanya masuk keruang tengah, semua keluarga sudah berkumpul disana" balas Dian mempersilahkan rombongan keluarga Dewi
"oh ya Wi....mana kak Dewa, kok gak ikut kalian ?" tanya Dian sambil pandangannya mencari seseorang disekeliling halaman rumah
"iya say....kak Dewa nya masih ada urusan bentar, mungkin bentar lagi juga nyusul kesini" jawab Dewi
"oh ya sudah kalo gitu...kamu langsung gabung aja sama mama dan mertua aku diruang tengah", dan dibalas anggukan oleh Dewi
setelah para tetangga dan beberapa tamu undangan datang, acara pengajiannya pun segera dimulai yang dipimpin oleh pemuka agama di komplek rumah Dian
"sorry ya bro, gue sedikit terlambat, tadi masih ada urusan sebentar sama teman gue" ucap Dewa yang barusan datang saat acara pengajiannya baru dimulai dan langsung duduk disebelah Yusuf
"gak apa apa bro !, yang penting loe sudah datang" jawab Yusuf sambil menepuk tangan Dewa
acara demi acara berlangsung dengan khidmad dan lancar sampai pada akhir acara tak lupa do'a dipanjatkan oleh pemuka agama dan diamini oleh semua yang hadir, agar membawa berkah bagi pemilik rumah dan semuanya
__ADS_1
setelah acara selesai, semua undangan para tetangga dekat satu persatu mulai berpamitan kepada tuan rumah, dan hanya beberapa keluarga dan teman dekat, dan beberapa karyawan Dian yang masih berkumpul, mereka nampak menikmati suasana dirumah baru Dian dan Yusuf
"rumah kamu ini waktu kamu beli model nya memang sudah seperti ini ya ?" tanya mama Dewi pada Dian sambil pandangannya menyapu kesekeliling ruangan
"iya tante.....aku dan suami memang cari yang model seperti ini, gak pakai lantai atas, demi keselamatan si Alif tante" jawab Dian
"iya,,,,ya, bener juga, kalo punya anak kecil harus benar benar diperhatikan keselamatannya" balas mama Dewi
"oh ya sayang...tante mau tanya, adik ipar kamu yang namanya Arin itu yang mana ya ?" tanya mama Dewi lagi dengan rasa penasarannya sambil mukanya mendekat ketelinga Dian
"itu tante, yang duduk disebelah Dilla, yang pakai baju warna cream" jawab Dian sambil mukanya menunjuk keseberang tempat duduknya
"emangnya kenapa tan ?" tanya Dian balik
"ahh...gak kenapa napa, cuma Dewi bilang si Dewa lagi pendekatan sama adik ipar kamu, tapi tante sendiri belum tau kejelasannya, mau tante tanya langsung ke Dewa gak enak takut menyinggung perasaannya" jawab mama Dewi
"tante gak perlu khawatir, doakan saja semoga kak Dewa benar benar berjodoh sama Arin, sepertinya mereka berdua cocok" ucap Dian sambil mengelus lengan mama Dian
"maaf ya tan, aku masuk dulu" pamit Dian dan di balas anggukan oleh mama Dewi
Dian pun segera masuk kedalam kamarnya dan segera menyusui baby nya, dan tak lama kemudian si Alif sudah tertidur pulas digendongan Dian, dan Dian pun meletakkannya kembali di box bayi
"mbak, Alif nya sudah tidur, sekarang mbak nya istirahat dan makan dulu sana, sebelum nanti si Alif nya bangun lagi" perintah Dian pada babysitter Alif saat keluar dari kamarnya dan dibalas anggukan sopan oleh babysitter tersebut
"say....rumah kamu ini nyaman banget deh, luas tapi simpel gak terlalu ribet, gak pakai lantai atas, jadi gak capek naik turun tangga" ucap Dewi yang datang menghampiri sahabatnya
"iya Wi.....aku beruntung banget dapat rumah ini, yang aku rasa sesuai dengan kondisi aku sekarang yang punya anak kecil, jadi gak perlu khawatir lagi anak aku naik turun tangga" balas Dian sambil mengambil minuman yang ada didepan mejanya
"iya...bener juga ya, kalo punya anak kecil emang keselamatannya perlu diperhatikan" ucap Dewi
__ADS_1
"nah, tuh dia !, prioritas aku sekarang....udah ah, kamu nikmati aja hidangan yang ada, aku mau kedepan dulu, mau nemenin mas Yusuf dulu" ucap Dian yang lalu meninggalkan Dewi dan pergi ke depan menemui suaminya yang sedang beramah tamah dengan beberapa tamu yang masih ada
"iya...makasih ya, atas kehadirannya, kami mohon maaf kalo ada yang kurang berkenan di hati semuanya" ucap Dian saat menyalami beberapa teman dekat dan beberapa karyawan Dian yang mulai berpamitan satu persatu
"selamat ya atas rumah barunya" ucap Dika saat mendekat ke arah Yusuf dan Dian
"iya.....makasih Dik ! kamu sudah datang, oh ya mana istri kamu kok gak ikut ?" ucap Yusuf sambil menepuk bahu Dika
"sorry ya, istri aku kan gak boleh terlalu capek, jadi ia aku larang ikut kesini" jawab Dika
"iya....gak apa apa mas, mas Dika sudah datang aja aku sudah senang sekali, sekarang memang mas Dika harus memprioritaskan istri yang nomor satu, demi calon baby yang ada dirahim istri mas Dika" ucap Dian
"iya mbak Dian, makasih untuk semuanya,,,,dan sekarang saya mohon pamit dulu takutnya istri saya nungguin saya kelamaan dirumah" pamit Dika dan kemudian mereka saling bersalaman
"mas.....aku rasa ada yang aneh deh, sama gelagat Arin dan kak Dewa" ucap Dian saat keduanya sedang berdiri di depan salah satu meja setelah bersalaman dengan beberapa tamu yang berpamitan untuk pulang
"emang kenapa dengan mereka ?" tanya Yusuf
"kamu lihat deh, kayaknya dari tadi aku perhatikan Arin selalu menghindari kak Dewa, dan kayaknya dia jaga jarak banget sama kak Dewa" jawab Dian sambil pandangannya tak lepas dari adik iparnya
"ya...mungkin aja Arinnya malu kali, kan banyak orang disini, lagian mereka berdua kan belum resmi pacaran" balas Yusuf tanpa sedikitpun melihat kearah seseorang yang dimaksud
"tapi kan mas..."
"udah ah.....itu urusan mereka berdua, kita gak usah ikut campur" ucap Yusuf datar
"kamu kok gitu sih, mas....seperti gak peduli sama mereka" ucap Dian sedikit kesal
"lantas aku harus gimana, sayang ?, mereka berdua kan bukan anak kecil lagi, mereka berdua tau mana yang baik dan mana yang tidak untuk diri mereka masing masing" ucap Yusuf sambil memegang pergelangan tangan istrinya
__ADS_1
"udah ah.....payah ngomong sama kamu" balas Dian sambil menghempaskan tangan suaminya, dan pergi meninggalkannya dengan wajah sedikit cemberut, Yusuf yang melihat tingkah istrinya hanya tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya