Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Surprise.....


__ADS_3

Didalam mobil yang sedang Dian kendarai menuju hotel X, air matanya terus menetes membasahi pipinya, pikirannya pun tak karuan


"maaf, ibu baik baik saja ?" tanya sopir taxi itu kepada Dian, karna ia melihat Dian yang terus menangis sambil duduk bersandar dikursi penumpang


"iya pak !, saya gak apa apa" jawab Dian sambil menyeka air mata yang membasahi pipinya


tanpa banyak tanya lagi, sopir itu tetap melajukan mobilnya menuju hotel X sesuai permintaan Dian, dan sesampainya dihalaman parkir hotel X, Dian langsung turun dari mobil dan ia pun dengan jelas melihat mobil suaminya terparkir dihalaman hotel tersebut, lalu ia pun tetap melangkahkan kakinya menuju ke ruang lobby hotel tersebut


"selamat malam bu !, apa ada yang bisa saya bantu ?" tanya salah satu petugas receptionis hotel saat Dian sudah berada didepan mejanya


"malam mbak !, saya mau tanya, apa benar ada seseorang yang bernama Yusuf sudah booking salah satu kamar di hotel ini ?" jawab Dian


"sebentar bu, saya cek dulu" jawab receptionis tersebut


sebelum receptionis tersebut memberikan jawaban atas pertanyaan Dian, tiba tiba ponselnya berbunyi, dan muncul sebuah pesan agar Dian menuju kamar no 302 lantai 4


"maaf mbak, saya permisi dulu, ini saya sudah mendapatkan no kamar yang saya mau" pamit Dian ke receptionis tersebut


"oh, iya bu !" jawabnya singkat


Dian langsung menuju ke lift dan memencet no lantai yang dituju, setelah sampai ia segera mencari kamar no 302, setibanya ia didepan kamar tersebut Dian dengan seluruh jiwa raganya memberanikan diri memegang gagang pintu kamar itu dan dengan perasaan campur aduk ia memberanikan diri membukanya, yang ternyata pintu tersebut tidak dikunci


dengan perlahan namun pasti Dian melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar itu, yang dalam keadaan gelap tanpa ada sinar lampu sama sekali, langkahnya tiba tiba berhenti ketika lampu kamar tersebut dinyalakan dan matanya terbelalak tak percaya dengan apa yang dilihatnya

__ADS_1


"HAPPY BIRTHDAY.... SURPRISE...." kata kata dan ucapan itu muncul dari orang orang yang ada dikamar itu, yang tak lain adalah Dewi, Beni, Dilla dan Arin, suasana kamar hotel yang seketika berubah menjadi terang dengan hiasan balon dan pita berwarna warni menghiasi dinding dan tembok kamar tersebut membuat Dian berdiri mematung tak percaya


dari balik pintu kamar madi, muncullah Yusuf dengan membawa kue tart yang bertuliskan "happy birthday istriku tercinta" dan dihiasi beberapa lilin, segera menghampiri Dian


"selamat ulang tahun ya sayang !!!" kata kata itu muncul dari mulut laki laki yang beberapa hari ini bersikap acuh dan dingin terhadap Dian, sambil menyodorkan kue tart ditangannya


"tiup....tiup....tiup...!!!" ucap mereka yang ada dikamar itu, dan Dian pun meniup lilin tersebut sambil berurai air mata haru di pipinya, sontak sorak sorai dan tepuk tangan dari mereka orang orang yang ada disekitar Dian


"sekali lagi, selamat ulang tahun ya sayang !, maaf kan aku dan sikap aku selama ini yang telah menyakiti perasaan kamu dan telah membuat kamu tidak nyaman, aku gak bermaksud membuat kamu bersedih aku hanya ingin memberi kamu sedikit kejutan" ucap Yusuf sambil mencium kening Dian setelah ia meletakkan kue tart yang dibawanya


"kamu benar benar jahat mas !!" ucap Dian sambil memukul pelan dada suaminya


"maaf kan aku sayang !, aku janji gak akan berbuat itu lagi sama kamu, mana mungkin aku tega menyakiti perasaan istri yang aku sayangi dan anak aku ini" ucap Yusuf sambil memeluk Dian dan kemudian mengelus dan menciumi perut istrinya, Dian pun menyunggingkan senyum kebahagiaan sambil sesekali menyeka air matanya dan mengelus rambut suaminya


selanjutnya Yusuf mengeluarkan kotak kecil berwarna pink dari saku celananya, dan memberikannya kepada Dian


"apaan ini mas ?" tanya Dian saat Yusuf memberikan kotak tersebut


"bukalah !!" jawab Yusuf singkat


"cantik banget mas !!, makasih ya sayang" ucap Dian sambil memeluk suaminya, saat ia melihat sebuah cincin emas putih bermatakan berlian dari kotak tersebut


"iya, ini adalah sebuah hadiah untuk istri tercintaku dan sekaligus permintaan maaf aku yang sudah membuat istri aku bersedih" ucap Yusuf sambil menyematkan cincin tersebut ke jari manis Dian, lalu Yusufpun mencium tangan istrinya

__ADS_1


"aduuhh...aduuhh.....so sweet banget, bikin baper deh !!" ucapan Beni yang membuat lainnya tertawa mendengarnya


"loe juga bisa kok kayak gini, tinggal tunggu tanggal mainnya aja, kayaknya ceweknya juga sudah bersedia" ucap Yusuf menyindir Beni dan pandanganya tertuju ke arah Dewi, yang sempat membuat wajah Dewi merah karna malu


"udah...udah....kalo terus terusan drama gini, kapan kita makannya ?" celetuk Dilla


"hhheeeee.....iya sampai lupa, ayookk silahkan kalian cicipi hidangan seadanya ini" jawab Yusuf mempersilahkan sahabat dan adik adiknya untuk menikmati menu yang ada di meja kamar yang sudah ia pesan sebelumnya


"sekali lagi terima kasih ya, semuanya....untuk malam ini, kamu juga wi, aku benar benar panik saat no ponsel kamu gak bisa dihubungi" ucap Dian


"iya....aku juga minta maaf say !, ini semua ide adik kamu Dilla dan Beni, ia meminta untuk meng off kan ponsel kami semua" jawab Dewi sambil memegang tangan Dian yang duduk disampingnya


"lantas yang mengirimkan aku pesan dengan no tak dikenal itu siapa ?" tanya Dian


"itu no ponselnya Beni sayang, kan kamu gak punya nomer nya dia, jadi kami semua disini sepakat agar Beni menghubungi kamu dan menyuruh kamu untuk datang kesini" jawab Yusuf sambil memeluk punggung istrinya dari samping


"kalian ini yaa.....sekenario kalian semua benar benar berhasil nge prank aku, kalian semua gak takut kalo terjadi apa apa sama kandungan aku ini ?" ucap Dian sambil memegangi perutnya


"ya gak lha !!, sebelumnya Yusuf sudah konsultasi sama dokter kandungan kamu, aku sendiri yang mengantarkannya ke dokter kandungan" jawab Beni


"iya sayang, kami semua disini, sudah merencanakannya dengan penuh perhitungan dan gak asal sembarangan, karna kami gak mau mengambil resiko" ucap Yusuf sambil sesekali menyuapi Dian


"kamu juga ya, Dilla sama Arin....sudah berkomplot dengan mereka mengerjai kakak kalian" ucap Dian sambil tangannya menunjuk ke arah Dilla dan Arin

__ADS_1


"hhheee....tapi kan sukses, iya gak, iya gak !!" ucap Dilla sambil senyum senyum dan sesekali memainkan alisnya, membuat semuanya tertawa penuh rasa kekeluargaan


__ADS_2