Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Malam pertama


__ADS_3

Didalam kamar, Dian langsung melepaskan semua atribut pengantinnya, lalu ia duduk didepan meja rias dan menghapus make up yang ada di wajahnya.


tok...tok...tok...., terdengar pintu kamar Dian diketuk dari luar, ternyata Yusuf yang mengetuknya.


"boleh aku masuk ?", tanya Yusuf.


"hheeemmmmm...", tanpa ada jawaban apa - apa dari Dian.


Yusuf langsung masuk dan menghampiri Dian yang duduk didepan meja riasnya.


"apa perlu aku bantu ?", tanya Yusuf lagi.


"gak usah, aku bisa sendiri", jawab Dian datar.


"kalo mau mandi dan bersih - bersih, kamar mandinya ada dipojok sebelah kanan ruang kerjaku", ucap Dian sambil menunjuk ke sebuah ruangan diseberang pintu balkon kamarnya.

__ADS_1


tanpa berkata apapun Yusuf langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, sedangkan Dian mengganti gaun pengantin yang dipakainya dengan baju tidur baby doll kesukaannya.


beberapa menit kemudian Yusuf keluar dari kamar mandi dan tanpa berkata apapun, lantas gantian Dian yang masuk kamar mandi, cukup lama juga Dian berada didalam kamar mandi, maklumlah namanya juga cewek, pasti butuh waktu berjam - jam dikamar mandi.


"kamu mau makan malam atau tidak ?", tadi Dilla kesini nawarin kita untuk makan malam", tanya Yusuf saat Dian baru keluar kamar mandi.


"kalo kamu mau makan, makan aja sendiri....aku capek mau istirahat aja", jawab Dian yang langsung menuju ke ranjang dan merebahkan tubuhnya.


"sayang...", ucap Yusuf sambil memegang tangan Dian yang berbaring disebelahnya.


"bukan itu yang aku mau....aku hanya ingin mengatakan sesuatu sama kamu", ucap Yusuf.


"ini sudah malam, kalo mau bicara besok pagi aja, aku capek", jelas Dian.


"tapi aku mau mengatakannya sekarang....aku mohon dengarkan aku sebentar", pinta Yusuf.

__ADS_1


Dian lalu bangun dan memposisikan duduknya sejajar dengan Yusuf di atas ranjang.


"sayang....aku sudah tau semua tentang kisah cinta kamu dimasa lalu, aku mengerti kenapa kamu begitu membenci yang namanya cinta, dan kamu begitu dingin terhadap laki - laki, aku menyadari semua itu, karena pastinya begitu menyakitkan mengalami semua itu", jelas Yusuf.


"akupun tak akan menuntut lebih dari kamu, aku akan menunggu kamu sampai siap menerimaku sepenuhnya dan aku akan berjanji akan selalu menyayangimu, membuat kamu bahagia dan membuat kamu percaya terhadap namanya cinta, yang pastinya aku tak akan pernah menyakiti dan mengecewakanmu", jelas Yusuf lagi, sambil menggenggam tangan Dian dan mengecupnya dengan lembut.


"baiklah kalo memang itu mau kamu aku setuju, akupun berharap agar kamu tidak meminta dariku lebih dari ini, kita akan sepakati kalo hanya didepan orang tua kita, kita berpura - pura mesra tapi dibelakang mereka kita bersikap biasa aja selayaknya sebagai teman", jelas Dian.


"iya....aku gak keberatan, seandainya kamu minta semua kesepakatan itu ditulis diatas surat perjanjian pun aku akan memenuhinya dan akan aku buatkan surat perjanjiannya", ucap Yusuf.


"gak perlu.....ingatanku masih oke kalo hanya untuk mengingat hal seperti itu, dan kalo kamu sudah merasa bosan dengan semua ini kamu bisa menceraikan aku kapanpun kamu mau", kata Dian.


"aku gak akan menceraikanmu sampai kapanpun, aku berjanji akan selalu mencintaimu, dan aku tau kalo perceraian itu sangat dibenci oleh alloh", jelas Yusuf.


"terserah kamu...", kata Dian singkat sambil merebahkan tubuhnya, dan berusaha memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2