Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Rasa penasaran Dilla


__ADS_3

"kak !, aku mau tanya sesuatu deh sama kakak !" ucap Dilla yang tiba tiba datang menghampiri kakaknya yang malam itu sedang duduk diruang tengah sambil menyusui baby Alif


"emangnya kamu mau tanya apa ?" tanya Dian tanpa melihat kearah Dilla yang ada disampingnya


"aku mau tanya, apa betul Arin sama kak Dewa itu pacaran ?" jawab Dilla sambil bertanya balik pada Dian, yang penuh penasaran sambil duduk menghadap ke arah kakaknya


"mbak ! tolong bawa Alif ke kamar ya, kayaknya ia sudah tidur dengan pulas" perintah Dian, tak menghiraukan pertanyaan Dilla, sambil memberikan baby Alif ke gendongan baby sitternya, dan segera baby sitter tersebut membawa Alif ke kamar Dian


"kak ! jawab dong !" ucap Dilla sambil menggoyang lengan kakaknya


"jawab apa sih ?" tanya Dian pura pura gak dengar pertanyaan Dilla tadi, sambil tangannya mengambil remote tv didepannya


"aku tanya, apa Arin sama kak Dewa pacaran ?" tanya Dilla semakin penasarannya


"emangnya kamu tau dari mana ?, terus kenapa kalo mereka memang pacaran ?" tanya Dian balik, sambil memencet remote tv


"aku tuh tadi siang ketemu Arin dikampus kak, terus dia duduk dibangku taman nunggu seseorang eh gak taunya ia sedang janjian dengan kak Dewa" jawab Dilla


"terus ?" ucap Dian


"ya gak masalah sih, kalo mereka memang pacaran, orang dua duanya sama sama jomblonya" ucap Dilla sambil menatap kearah tv yang sedang menyala


"eehhh....tapi bener kan kak ?, kalo mereka berdua sudah pacaran ?" tanya Dilla lagi sambil mengubah kembali posisi duduknya menghadap kearah kakaknya


belum juga Dian menjawab, tiba tiba Yusuf datang menghampiri mereka


"eh ada Dilla.....kayaknya pembicaraan kalian berdua sangat serius ya ?" tanya Yusuf yang langsung duduk disamping istrinya


"gak juga sih mas, cuma aku tuh tanya sama kak Dian, apa benar Arin sama kak Dewa itu pacaran ?" jawab Dilla dengan pertanyaan penegasan kepada Yusuf


"kalo untuk lebih lanjut sih belum, karna mereka berdua masih dalam tahap saling pendekatan dan saling mengenal satu sama lain" jawab Dian


"koq kak Dian tau sih ?"

__ADS_1


"kan kak Dewa sendiri yang pernah cerita ke kakak, kalo ia sudah menyatakan suka sama Arin tapi Arinnya sendiri masih belum memberikan jawaban iya atau tidak, jadi keduanya masih dalam tahap saling mengenal satu sama lain" jelas Dian


"oh ya.....aku juga penasaran, dari mana kak Dewa itu mengenal Arin, secara setau aku kak Dewa kan belum pernah bertemu Arin sebelumnya ?" Dilla semakin penasaran


"tuh kakak kamu yang nyomblangin mereka berdua" jawab Yusuf sambil matanya melirik kearah istrinya


"enak aja....koq jadi aku sih !" celetuk Dian sambil mencubit paha suaminya


"kan memang kamu sayang, yang mengatur semuanya, sampai akhirnya mereka berdua bisa jalan bareng kayak sekarang ini" ucap Yusus sambil membelai rambut Dian


"iya....tapi kan semua itu karna kak Dewa sendiri yang datang kekantor aku, minta agar dia bisa lebih dekat dengan Arin, karna dia bilang kalo ia sudah jatuh hati sama Arin pada pandangan pertama saat ketemu Arin di acara aqiqohnya baby Alif" jelas Dian


"waahhh.....kakak aku yang satu ini benar benar hebat, pertama sukses menjodohkan kak Dewi sama kak Beni sekarang lanjut menjodohkan Arin sama kak Dewa, saluuuuttt....!!" goda Dilla sambil bertepuk tangan memuji kakaknya, Dian hanya tersenyum cuek menanggapi ucapan adiknya


"kalo memang mereka berdua jadi berjodoh, berarti mereka berdua benar benar beruntung, yang kak Dewa beruntung mendapatkan Arin gadis yang sama sekali belum pernah berpacaran, sedangkan Arin beruntung mendapatkan kak Dewa lelaki yang sudah mapan dan sukses" ucap Dilla sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa yang ia duduki


"sok tau kamu !" celetuk Dian, dan Dilla hanya melirik menanggapi ucapan kakaknya


"kamu cari aja sendiri" ucap Dian malas sambil tangannya sibuk mengubah ubah chanel televisi


"iiihhhh.....lagian siapa juga yang mau dicomblangin, uda ah....aku kekamar dulu udah ngantuk berat nih !" ucap Dilla sambil berdiri dan berlalu dari hadapan Dian dan Yusuf


Dian yang melihat kelakuan adiknya hanya melirik dan menggeleng gelengkan kepalanya, sementara Yusuf hanya tersenyum tanpa berkomentar apa apa


"sayang !"


"hheeemmm.....!" jawab Dian tanpa melihat kearah Yusuf dan langsung menyandarkan kepalanya dibahu suaminya


"sayang, menurut kamu apa Arin dan Dewa benar benar cocok ? apa masalah usia mereka yang terpaut lumayan jauh gak akan jadi masalah ?" tanya Yusuf sambil mengelus tangan istrinya yang ada diatas pangkuannya


Dian yang mendengar pertanyaan Yusuf langsung mengangkat kepalanya dari bahu suaminya dan duduk menghadap ke arah suaminya


"mas....! aku rasa menurut aku usia gak akan jadi masalah yang terpenting mereka berdua saling mencintai, dan aku yakin dengan usia kak Dewa yang cukup dewasa akan bisa ngemong Arin" jawab Dian sambil mengelus tangan suaminya

__ADS_1


"iya juga sih" balas Yusuf singkat


"tapi mas ! yang aku khawatirkan justru Arin, kayaknya dia masih belum bisa seratus persen menerima cinta kak Dewa, dia masih memegang janjinya pada kamu dan orang tua kamu, kalo dia gak akan pacaran sebelum lulus kuliah dan bisa membuktikan kepada orang tua kamu sampai dia bisa jadi sarjana" ucap Dian


"iya, dulu memang aku sama kedua orang tuaku selalu mewanti wanti Arin, kalo dia harus bisa membuktikan dulu sampai dia bisa jadi sarjana baru boleh pacaran" balas Dewa sambil tangannya memeluk bahu istrinya


"tapi mas ! gak ada salahnya kan kalo sekarang Arin mulai belajar membuka hatinya untuk kak Dewa, dan aku yakin kalo kak Dewa pasti akan ngerti keinginan Arin untuk bisa lulus dulu jadi sarjana, karna aku sendiri gak mau kalo sampai Arin jatuh hati pada laki laki lain yang gak jelas latar belakangnya" ucap Dian sambil kepalanya kembali bersandar pada bahu Yusuf


"ya gak salah sih ! tapi semua itu kembali pada diri Arin sendiri"


"tapi kan mas ! mungkin Arin ngelakuin semua itu, karna ia takut akan ngecewain kamu dan orang tua kamu"


"aku mohon mas bisa ngomong ke Arin dan kedua orang tua mas, masalah kak Dewa, dan mas Yusuf harus bisa meyakinkan Arin untuk bisa menerima cintanya kak Dewa" pinta Dian sambil memegang tangan suaminya dan pandangannya melihat keatas kearah suaminya


"ya, baiklah, kalo memang itu keinginan kamu sayang ! aku akan berusaha meyakinkan Arin dan kedua orang tua aku" ucap Yusuf sambil sesekali mencium pucuk kepala istrinya


"makasih ya sayang !" balas Dian sambil mengeratkan pelukannya kepinggang suaminya


"lho....kalian sudah malam, masih disini ? belum tidur ?, emangnya baby Alif sudah tidur ?" tanya mama Dian yang tiba tiba keluar dari kamarnya dan melihat Dian bersama Yusuf masih duduk diruang tengah


"iya ma.....kami berdua masih belum mengantuk" jawab Dian


"oh ya sayang.....gimana kamu jadi kan minggu depan rencana untuk syukuran pindahan rumah ?" tanya mama Dian lagi


"iya jadi dong ma....kan semua perkakas yang ada dirumah yang lama sudah dipindah kesini semua, tinggal nunggu selesai beres beresnya saja" jawab Dian


"emangnya kenapa ma ?"


"gak apa apa sih ! cuma nanti mama akan segera menghubungi teman mama untuk pesan kateringnya, biar jadwalnya gak barengan dengan jadwal orang lain" jawab mama Dian


"oh ya Yusuf, jangan lupa kasih tau orang tua kamu ya !" ucap mama Dian


"iya ma !" jawab Yusuf singkat sambil menganggukkan kepalanya

__ADS_1


__ADS_2