Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Ngidam


__ADS_3

"kenapa sayang, kok mulut kamu pakai ditutupi tangan segala ?", tanya Yusuf saat melihat Dian yang sedang membekap hidung dan mulutnya dengan tangannya saat mereka berdua duduk dimeja makan


"aku gak mau ya, kalo kamu pakai parfum itu lagi", jawab Dian yang hanya melirik pada suaminya


"tapi ini kan aroma parfum kesukaan kamu", ucap Yusuf dengan kebingungannya melihat sikap istrinya


"pokoknya aku gak mau tau !!, kalo kamu masih pakai parfum itu lagi, aku gak mau lagi berangkat kekantor sama kamu !!", Dian sewot sambil melangkah pergi meninggalkan meja makan menuju halaman rumahnya


Yusuf yang semakin bingung melihat tingkah istrinya, hanya bisa memandangi saat Dian pergi meninggalkannya yang sepertinya marah terhadap dirinya


"sabar den.....biasa yang namanya orang sedang hamil, tingkahnya memang aneh - aneh" celetuk bi Siti saat melihat Yusuf yang masih bengong di meja makan


"iya bi....saya ngerti kok, saya berangkat dulu ya bi", pamit Yusuf pada bi Siti, yang kemudian berjalan menyusul Dian ke mobil


bi Siti hanya menggelengkan kepala dan menarik napas panjang, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya


"pagi bumil" sapa Dewi saat berpapasan sama Dian di depan lift kantor, saat mereka berdua keluar dari lift yang berbeda


Dian hanya tersenyum ringan ke arah sahabatnya itu, dan kemudian melanjutkan langkahnya menuju ruang kerja masing - masing


didalam ruang kerja Dian langsung larut dengan semua pekerjaannya mulai dari menjawab semua email yang masuk maupun menandatangani file - file dalam map yang menumpuk diatas meja kerjanya


"mas aku mau nanti sebelum kamu jemput aku pulang, kamu mampir dulu di abang yang jual bakso, aku mau makan bakso pakai sambalnya yang pedes ya", tiba - tiba Dian menelpon suaminya, karna ia ingin sekali makan bakso


"sayang....sejak kapan kamu suka makan pedes, biasanya kan kamu selalu ingetin aku, agar tidak makan yang terlalu pedes" jawab Yusuf dari seberang telpon


"bodoh amat....pokoknya aku mau makan bakso yang pedes, titik !!!, seru Dian sambil langsung menutup telponnya


Yusuf yang berada di kantornya hanya bisa mengelus dadanya dan geleng - geleng dengan keanehan istrinya, tapi ia segera menyadari mungkin karna istrinya sedang hamil


"kenapa lu bro ?.....aku lihat kayaknya lu sedang bingung ?", tanya Beni yang tiba - tiba sudah ada disamping Yusuf

__ADS_1


"iya nih.....semenjak istri gue hamil, tingkahnya makin aneh, dan permintaannya pun aneh - aneh, apalagi semua keinginannya harus dipenuhi", jelas Yusuf


"sabar bro....namanya juga orang hamil"


sementara saat jam pulang kantor tiba, Yusuf yang seperti biasa selalu menjemput istrinya dikantor, ia tak lupa membelikan dulu pesanan Dian yang tadi dipesan lewat telpon


akhirnya saat mereka berdua sampai dirumah, Yusuf langsung menuju dapur untuk meminta pada bi Siti agar memindahkan bakso tersebut ke mangkok, sedangkan Dian yang langsung menuju kekamarnya segera membersihkan dirinya dikamar mandi karna ia merasa sudah gerah


saat Dian selesai dan keluar kamar mandi Yusuf yang melihat itu langsung menyodorkan mangkok berisi bakso ke pada Dian yang langsung duduk di atas tempat tidur


"sayang makan dulu baksonya ya !!, nanti keburu dingin gak enak", pinta Yusuf


"gak mau ah !!, aku sudah gak nafsu makan bakso, kamu makan aja sendiri, aku mau tidur aja", jawab Dian yang langsung merebahkan tubuhnya dan menutupinya dengan selimut


Yusuf yang melihat semua itu hanya bisa menarik napas panjang, dan ia pun segera membawa bakso tersebut ke dapur, dan meminta bi Siti untuk memakannya


malam pun semakin larut, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Dian yang terbangun dari tidurnya, tiba - tiba meminta sesuatu ke pada Yusuf


"sayang, jam segini mana ada orang jualan mangga muda, ada juga buah mangga yang ada disupermarket", ucap Yusuf sambil menunjukkan jam yang ada di ponselnya


"aku gak mau tau, pokoknya aku mau mangga muda sekarang"


"baiklah, kalo gitu aku akan ke rumah ibu aku, siapa tau pohon mangga di rumah ada yang berbuah, kamu tunggu sebentar ya....", ucap Yusuf sambil mencium kening istrinya, dan berjalan meninggalkan Dian untuk pergi ke rumah orang tuanya


sesampainya Yusuf di depan rumah orang tuanya, ia langsung mengetuk pintu rumah, dan tak lama muncullah ayah Yusuf dari dalam rumahnya


"ada apa kamu malam - malam kemari nak ?", tanya ayahnya yang sempat heran dengan kedatangan Yusuf


"yah....apa pohon mangga kita yang dibelakang rumah sedang berbuah apa tidak ?, aku butuh mangga muda yah...."


"untuk apa kamu malam - malam begini cari mangga muda ?"

__ADS_1


belum sempat Yusuf menjawab pertanyaan ayahnya, tiba - tiba dari dalam muncul ibu dan adiknya


"lho Yusuf !!, kamu malam - malam begini kesini ada perlu apa, mana istrimu ?", tanya ibunya sambil celingukan seperti orang yang sedang mencari sesuatu


"itu bu....Yusuf kesini katanya ia butuh mangga muda", jawab ayahnya


"oohhh....pasti untuk istrimu ya ??"


"iya bu....Dian minta mangga muda, jam segini mana ada orang jual mangga muda, jadi aku kesini aja siapa tau pohon mangga kita ada yang berbuah", jelas Yusuf


"kalo gitu nanti biar ayahmu yang ambilkan, kebetulan pohon mangga kita sedang berbuah"


"oh ya bu.....apa orang hamil itu kelakuannya aneh ya ?", tanya Yusuf pada ibunya


"aneh gimana ?"


"iya aneh....kayak tadi sore pulang kerja, Dian minta dibelikan bakso, tapi setelah sampai rumah ia gak mau makan, malah ia langsung tidur, dan sekarang malam - malam begini ia minta dicarikan mangga muda, apa itu gak aneh namanya", jawab Yusuf sambil menyandarkan tubuhnya di sofa ruang tamu


"hehehehe....itu gak aneh nak !!, tapi istri kamu itu sedang ngidam, makanya mintanya yang aneh - aneh", jawab ibunya sambil tertawa ringan dan menepuk bahu Yusuf


"mas.....aku mau sekarang kamu belikan aku martabak manis ya, cepetan gak pakai lama", terdengar suara Dian dari seberang telpon saat Yusuf mengangkat telponnya yang berbunyi


"tuh kan bu....apa aku bilang, belum juga dapat mangga mudanya, sudah minta yang lain lagi"


"sudah kak....turutin aja, jangan sampai lho, kalo ntar anaknya lahir jadi ileran", goda Arin sambil senyum - senyum ke arah Yusuf


"huusst.....gak boleh gitu, Arin" ucap ibunya sambil menepuk tangan anak gadisnya yang duduk disampinya


tak lama kemudian Yusuf segera pamit pulang, saat melihat ayahnya sudah berhasil mengambilkan mangga muda yang ia cari, saat dalam perjalanannya pulang ke rumah, ia tak lupa mampir ke penjual martabak manis, membelikan sesuai pesanan istrinya


saat sampai di rumah ia segera menuju kekamarnya, dan ia pun mendapati istrinya sudah tidur pulas

__ADS_1


Yusuf tak tega membangunkannya, lagi - lagi Yusuf hanya bisa menarik napas panjang, saat mendekati istrinya lalu mencium keningnya dan Yusufpun ikut menyusul istrinya tidur disampingnya


__ADS_2