Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Pertunangan Dewi


__ADS_3

keesokan harinya saat Dian bangun dari tidurnya, ia sudah tidak mendapati suaminya disampingnya, lalu ia bangun dan langsung menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya


"kamu sudah bangun sayang !, gimana tudurnya nyenyak ?" sapa Yusuf saat Dian keluar dari kamar mandi, dan ia melihat suaminya yang sudah berpakaian rapi membawa sebuah nampan yang diatasnya terdapat segelas susu


"maafin aku ya mas ! aku bangunnya sedikit telat, jadi aku gak sempat nyiapain baju kerja kamu" ucap Dian sambil menghampiri suaminya yang sedang meletakkan segelas susu diatas meja


"sudahlah sayang ! gak apa apa, aku tau kamu sangat capek sekali, lagian aku kan masih bisa menyiapkannya sendiri, nah !.....sekarang minum susunya dulu mumpung masih hangat" sambil Yusuf menyodorkan segelas susu ke arah Dian


"makasih ya mas !" ucap Dian lalu meminum susunya sambil duduk diatas tempat tidurnya


setelah Dian dan Yusuf siap dengan pakaian kerja masing masing, mereka lalu turun untuk segera sarapan dan lalu meninggalkan rumah menuju ke tempat kerja


"kamu nanti lembur lagi sayang ?" tanya Yusuf saat tiba dihalaman kantor AH corporation


"kayaknya sudah nggak mas !, kemaren sudah aku selesaikan semuanya"


"aku masuk ke kantor dulu ya mas !" ucap Dian sambil mencium tangan suaminya dan Yusuf pun membalas memberi ciuman dikening istrinya, setelah Dian turun Yusuf segera melajukan mobilnya menuju ke tempat kerjanya


"pagi bu Dian !....tadi bu Dewi mencari ibu kemari, tapi ibu belum datang" sapa Lisa saat Dian tiba didepan ruangan kerjanya


"oh.....makasih ya Lisa !" jawab Dian sambil berjalan masuk keruangannya


tak berapa lama kemudian....."hallo say !" Dewi masuk keruangan Dian, dan langsung duduk didepan meja kerja Dian


"kebiasaan deh kamu ! masuk ruangan orang tanpa pakai ketuk pintu dulu" ucap Dian yang merasa kesal dengan tingkah sahabatnya itu, tapi Dewi hanya senyum senyum menanggapi ucapan sahabatnya itu


"emangnya ada apa sih ? tadi Lisa bilang kamu nyariin aku pagi pagi ?" tanya Dian dengan tetap memandang kearah layar laptopnya


"aku mau kasih tau kamu kabar gembira say !" jawab Dewi


"kabar gembira apaan ?"


"kamu tau gak....!!!, besok malam Beni bersama orang tuanya mau kerumah, mereka mau ngelamar aku say !!" jawab Dewi dengan memajukan mukanya ke arah Dian sambil ekspresi wajahnya yang begitu berbunga bunga


"oohhh....aku kira kabar gembira apaan" ucap Dian dengan nada datar, sedangkan pandangannya tak lepas dari layar monitor laptopnya


"kamu kenapa sih ! datar amat !!"

__ADS_1


"emangnya aku harus gimana ?" tanya Dian sambil menatap ke arah Dewi, yang terlihat kesal karna respon Dian yang biasa biasa aja


"kamu sama sekali gak kaget dengar aku mau dilamar Beni ?"


"kenapa aku mesti kaget, aku sudah tau kalo Beni akan ngelamar kamu, mas Yusuf sudah bilang semuanya" jawab Dian santai


"oohhh....jadi rupanya Beni sudah buka kartu duluan, aahhhh....!!! sudahlah !!! itu gak penting, yang penting ! kamu besok malam harus datang ke acara lamaran aku ! gak boleh kalo sampai gak datang !" seru Dewi dengan nada serius


"iyaa....sayang ku !!! aku pasti akan datang, mana mungkin aku akan melewatkan moment bahagia ini" ucap Dian sambil mencubit dagu Dewi


"bener ya ! awas kalk sampai gak datang , udah ah ! aku balik ke ruangan aku dulu, kalo sampai ketahuan big bos bisa berabe urusannya" canda Dewi sambil berlalu meninggalkan ruangan Dian, sementara Dian hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya itu


- - - - - - -


keesokan harinya setelah Dian dan Yusuf pulang dari kantor, mereka berdua segera bersiap siap untuk datang ke acara pertunangannya Beni dan Dewi


"mas ayo cepetan, ntar keburu telat lho kita !" seru Dian dari ruangan tengah


"iya bentar sayang ! aku lagi cari kunci mobil nih !!..... aku kelupaan dimana tadi aku naruhnya" terdengar suara Yusuf dari dalam kamar seperti kebingungan


"kamu kebiasaan deh ! pasti lupa kalo naruh sesuatu, untung aja kamu gak pernah lupa kalo bawa aku !" ucap Dian saat melihat suaminya turun dari kamar menuju ruang tengah, sambil menunjukkan wajah kesalnya


"maaf non ! ini kunci mobilnya, bibi temukan tadi diatas meja dapur dekat lemari es" tiba tiba bi Siti datang sambil memberikan kunci mobil kepada Dian


"makasih ya bi !"


"hheeee....iya maaf ya sayang ! tadi aku langsung kedapur sebelum aku masuk kamar, soalnya aku ngerasa haus banget, jadi aku minum dulu deh di dapur" ucap Yusuf sambil senyum senyum seperti orang tak punya dosa


"udahlah !!....ayo cepetan berangkat ntar acaranya keburu dimulai lagi" seru Dian sambil berjalan mendahului suaminya menuju kemobil


"mas ! ntar mampir ke toko kue langganan aku dulu ya ! aku mau belikan mamanya Dewi kue kesukaannya, soalnya aku sudah lama banget gak pernah main kerumahnya" ucap Dian dalam perjalanan menuju kerumah Dewi


sesampainya ditoko kue yang dituju Dian segera membeli beberapa kue kesukaan mamanya Dewi dan membungkusnya dengan rapi, lalu mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan kerumah Dewi


"sepertinya para tamu dari keluarga Beni belum datang ya mas ! kok rumah Dewi masih sepi" ucap Dian saat turun dari mobil dan melihat sekitar rumah Dewi masih sepi


"hheeemmmm" jawab Yusuf

__ADS_1


"assalamu'alaikum"....!! ucap Dian saat memasuki rumah Dewi


"wa'alaikumsalam"...!!, hai sayang !! ayok masuk !" jawab bu Risma ibundanya Dewi saat melihat Dian dari depan pintu


"aduuuhhh !!...lama ya kamu gak pernah kesini ! tante sampai kangen banget lho !" tante Risma langsung memeluk Dian yang sudah seperti anaknya sendiri


"iya...maaf tante ! Dian sibuk banget, jadi gak sempat main kesini seperti dulu lagi, oh ya tan ! ini aku bawain kue kesukaan tante" yang langsung memberikan sesuatu yang ia beli tadi


"haiii bumil pa kabar....!! makin cantik aja kamu ! lama gak ketemu kangen loh aku sama kamu" sapa laki laki yang tiba tiba merangkul Dian dari belakang


"iiihhhh kak Dewa kebiasaan deh ! bikin orang jantungan aja !, gimana kak kabarnya baik ?" Dian pun membalas sapaan kak Dewa yang sempat membuatnya kaget


"ya....seperti yang kamu lihat sekarang ! aku masih awet ngejomblo" Dewa membanggakan dirinya sambil membuka lebar kedua tangannya


"emang gak ada wanita yang naksir kakak ?, atau wanita yang sesuai dengan kriteria kak Dewa ?" tanya Dewi


"kamu kan tau aku orangnya gimana ! aku tuh ! sebenarnya dari dulu naksir sama kamu, tapi kamunya aja yang gak pernah respect sama aku, sampai kapanpun aku siap nunggu dan menerima kamu" ucap Dewa yang ceplas ceplos sambil mencubit hidung Dian


"apaan sih kak Dewa ! aku tuh sudah anggap kakak seperti kakak aku sendiri, lagian aku sekarang sudah punya suami, ntar kalo suami aku cemburu gimana ?" ucap Dian sambil mencubit lengan kak Dewa dan melirik ke arah suaminya, benar saja dugaan Dian nampak raut muka Yusuf terlihat kecut dan gak suka dengan perlakuan Dewa terhadap Dian, seketika Dian sadar dan langsung melepaskan tangan Dewa yang masih berada di bahunya, Dewa hanya tersenyum menanggapi ucapan dan sikap Dian terhadapnya


sementara tak lama kemudian saat semua sedang asyik ngobrol, nampak rombongan keluarga Beni memasuki halaman rumah Dewi, lalu semuanya turun dari mobil dan disambut hangat oleh keluarga Dewi termasuk Yusuf


"sayang.....sana kamu panggil Dewi ya, kamu langsung aja kekamarnya !" ucap tante Risma, dan dibalas anggukan oleh Dian


"mas aku kekamar Dewi dulu ya ! mau ajak turun tuh anak !" pamit Dian sama Yusuf yang masih memasang muka cemburunya dan Dian pun langsung melangkah pergi kelantai atas menuju kamar Dewi


tak berapa lama Dian dan Dewi turun dari kamarnya dan menuju ke ruang tamu tempat berkumpulnya kedua keluarga, "kamu cantik banget Wi !" bisik Dian ditelinga Dewi saat berjalan menghampiri keluarganya, Dewi tak berkata apa apa hanya mencubit lengan Dian dan menundukkan kepalanya sambil tersenyum malu


"kamu tenang, santai gak perlu grogi !" ucap Dian lagi memberi support pada sahabatnya saat Dewi mulai tegang dengan menggenggam tangan Dian, Dian pun merasakan ketegangan itu karna yang ia rasakan tangan Dewi begitu dingin


sementara itu acara pertunangan Dewi dan Beni berjalan lancar dengan diakhiri pertukaran cincin antara keduanya, Dewi nampak begitu bahagia, sedangkan disela sela acara tersebut Dian yang nampak sedikit melirik ke arah suaminya, terlihat di wajah suaminya yang masih menunjukkan wajah kecemburuannya


setelah selesai acara pokok, semua keluarga dipersilahkan untuk menikmati beberapa hidangan yang sudah disediakan


"cie...cie...cie...!! yang lagi berbunga bunga" goda Dian saat menghampiri Dewi dan Beni


"kalian sekarang sudah sah menjadi sepasang kekasih dan yang jelas kalian berdua sudah tidak jomblo lagi, dan yang jelas kalian pasti gak akan ada waktu ketemu kita lagi...ya kan mas !" ucap Dian sambil menyenggol bahu suaminya, tapi Yusuf hanya merespon ucapan Dian dengan hanya menyunggingkan senyum dibibirnya

__ADS_1


saat semua keluarga Beni meninggalkan rumah Dewi, tak lama kemudian Dian dan Yusuf pun juga ikut berpamitan dan meninggalkan rumah Dewi juga


__ADS_2