
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan
satu tahun sudah genap pernikahan Dian dan Yusuf
Yusuf pun semakin sayang dan perhatian kepada Dian, ia tak pernah sedikitpun berbuat kasar terhadap istrinya itu
Dian yang semakin lama semakin menikmati dengan suasana yang selama ini ia rasakan,
lambat laun Dian pun semakin perhatian terhadap Yusuf, sepertinya dalam hati Dian pun mulai muncul rasa cinta yang dirasakannya tidak seperti biasanya
ia seakan mulai sepenuhnya merasakan cinta tersebut, cinta yang benar - benar tumbuh dari lubuk hatinya yang paling dalam
ia merasakan seperti orang yang sedang dimabuk cinta kepada pacarnya, hatinya selalu bergetar setiap kali suaminya mencium bibirnya dengan lembut
seperti halnya hari itu, Dian yang sedang menikmati udara malam yang dingin diatas balkon kamarnya, karna memang malam itu cuacanya begitu cerah, nampak bintang - bintang yang berkelap kelip memancarkan sinarnya menghiasi langit malam membuat suasana semakin romantis
"sayang.....kamu belum tidur ?", Yusuf yang tiba - tiba muncul dan memeluk pinggang Dian dari belakang, membuatnya kaget, tapi Dian tidak menolaknya ia makin menikmati dan larut dalam pelukan suaminya
"mas.....kamu lihat itu !!!", tangan Dian menunjuk kearah langit yang dipenuhi kejora bintang - bintang
"ia....aku lihat !!, memang ada apa disana ?", tanya Yusuf sambil meletakkan dagunya di atas bahu istrinya
"kamu lihat, bintang - bintang itu, ia menyinari langit malam dengan kilauan sinarnya, yang membuat langit itupun nampak begitu indah dan cerah....seperti halnya kamu, kamu yang selama ini selalu menjadi bintang - bintang disini, dan membuat hati ini merasa cerah seperti halnya langit itu", ucap Dian sambil memegang tangan suaminya dan meletakkannya didepan dadanya
Yusuf yang sempat tak percaya dengan ucapan istrinya, langsung melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh istrinya tepat menghadap dirinya
"sayang.....satu yang perlu kamu tau, kamu itu sekarang sudah menjadi istriku, kamu juga sudah menjadi belahan jiwaku jadi sudah kewajiban aku untuk selalu menyayangi dan membahagiakanmu, aku sudah janji dalam hati aku", ucap Yusuf sambil memegang kedua bahu istrinya
Dian tak memberikan jawaban apapun, ia langsung melingkarkan tangannya ke pinggang suaminya dan memeluknya dengan erat serta menyandarkan kepalanya didada suaminya
"aku tidak akan memaksamu untuk mencintai dan menerimaku seutuhnya, karna aku tau kamu masih takut terluka karna cinta dan aku masih ingat tentang janji kita waktu itu, dan aku tak akan meminta lebih dari ini", ucap Yusuf sambil mengelus rambut istrinya dengan lembut
"mulai malam ini aku akan cabut semua janji itu, aku akan mencintai kamu sepenuhnya dan akan menjadi milikmu seutuhnya", ucap Dian sambil meletakkan satu jari telunjuknya dibibir suaminya
"malam ini juga aku akan melaksanakan kewajiban aku sebagai seorang istri kepada suaminya, aku akan menyerahkan semua jiwa ragaku padamu, aku akan berusaha membahagiakanmu", ucap Dian lagi sambil tangannya mengelus dada suaminya
Yusuf pun seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan istrinya, lalu ia memegang kedua tangan istrinya dan bertanya "benarkah semua yang kamu katakan itu ?, apa kamu bicara semua itu dengan sadar ?"
__ADS_1
"iya mas.....aku sadar dengan semua ucapanku itu, aku merasa sudah cukup mengenal kamu seutuhnya dan aku pun percaya dengan semua cinta serta perhatian kamu yang tulus padaku selama ini"
"maka ijinkanlah aku malam ini untuk melaksanakan kewajiban aku sebagai istri dan menjadi istri kamu seutuhnya", ucap Dian
"baiklah !!!, maka sekarang ijinkan aku untuk menggendong dan membawamu keranjang kita", ucap Yusuf
Dian pun mengiyakan keinginan suaminya itu dengan menganggukkan kepalanya
lalu Yusuf pun segera menggendong tubuh istrinya dan membawanya masuk ke kamar serta meletakkan tubuh istrinya itu diatas ranjang dengan lembut dan penuh kasih sayang
dengan lembut Yusuf mulai mencium kening istrinya, lalu mulai turun kemata, pipi sampai ke bibir dan membuat Dian memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut bibir suaminya
Yusuf melumat bibir istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang, membuat Dian mendesah merasakan kenikmatan yang ditimbulkan dari pertemuan dua bibir tersebut
tanpa terasa tangan Yusuf mulai meraba bagian tubuh istrinya yang lain mulai dari leher, dada sampai ke bawah, lalu Yusuf pun mulai memberanikan diri membuka pakaian istrinya satu persatu, begitu juga dengan Dian melakukan
hal yang sama kepada suaminya
akhirnya mereka berdua sama - sama tak mengenakan sehelai pakaianpun hanya sehelai selimut yang menutupi tubuh mereka berdua
"iya mas....aku siap !!!, tapi aku minta kamu melakukannya pelan - pelan ya ?, aku takut...!!!,
ucap Dian yang menunjukkan wajah seperti orang ketakutan
"iya....sayang !!!, aku akan pelan - pelan, agar kamu tak merasakan sakit"
lagi - lagi Yusuf mulai melumat bibir istrinya dan dibalas dengan Dian, dan kedua bibir mereka pun saling beradu dan menimbulkan desahan - desahan ringan diantara keduanya
tangan Yusuf mulai beraksi membelai dada istrinya dan menyentuh serta meremas lembut kedua pa****ra istrinya, hingga membuat Dian memejamkan matanya dan semakin tenggelam menikmati sentuhan - sentuhan lembut suaminya
sebelum akhirnya Yusuf berhasil memasukkan miliknya ke dalam bagian vital istrinya, yang membuat Dian sedikit menahan sakit dengan menggigit bibirnya yang bawah dan memeluk erat leher suaminya, hingga membuat Yusuf sulit bernapas
"kenapa sayang....sakit ya ?", tanya Yusuf sambil melepaskan kedua tangan istrinya yang begitu erat memeluknya, lalu kemudian Yusuf pun kembali meremas - remas dan menjilati bagian dada istrinya dan memberikan sentuhan lembut agar istrinya tak merasakan sakit dibagian bawah
Dian menggelengkan kepalanya, "gak apa - apa, lanjutkan aja, mungkin karna ini baru pertama kali jadi agak sedikit sakit, tapi aku akan coba menahannya"
"baiklah tapi jangan kamu paksakan ya.....kalo memang sakit sekali kamu bilang aja, aku akan coba menggoyangnya pelan - pelan", ucap Yusuf
__ADS_1
lagi - lagi Dian menggigit bibirnya bagian bawah, tapi kali ini disertai dengan sedikit desahan dari mulutnya, sepertinya ia mulai merasakan kenikmatan dari permainan tersebut
setelah keduanya mencapai puncak kenikmatan dan merasakan kepuasan masing - masing, maka permainan mereka berakhir dan Yusuf pun kembali menciumi kening istrinya
"terima kasih ya sayang.....kamu sudah membahagiakanku malam ini, kamu sudah menjadi milikku seutuhnya begitu juga sebaliknya dan aku akan semakin mencintai dan menyayangimu", ucap Yusuf sambil mengelus pipi istrinya dan kembali menciumnya
Dian pun kembali memeluk tubuh suaminya dan terlelap dalam dekapan Yusuf, begitu pun Yusuf dan mereka berdua pun sama - sama terlelap dalam kebahagiaan
keesokan paginya Yusuf yang pertama kali bangun dari tidurnya, hanya tersenyum melihat istrinya yang masih terlelap dalam tidurnya, lalu ia mencium kening istrinya dan kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi
saat keluar dari kamar mandi ia masih mendapati istrinya begitu nyenyak tidurnya, dalam hati Yusuf hanya bergumam mungkin istrinya kecapekan karna permainannya semalam
lagi - lagi Yusuf mencium kening istrinya, dan ternyata Dian merasakannya, ia mulai menggeliat dan membuka matanya, ia mendapati suaminya tersenyum disampingnya
"kamu sudah bangun mas ??", tanya Dian sambil berusaha bangun dari tempat tidurnya
"aawww.....sakit !!!", Dian menjerit sambil menggigit bibirnya yang bawah dan menarik sedikit selimutnya
ia merasakan sakit bagian tubuhnya yang bawah dan seluruh tubuhnya terasa lemas seperti tak bertenaga, tapi ia berusaha bangun dari tidurnya dan mencoba duduk diatas ranjangnya
"kamu kenapa ?, sakit sekali ya ?, apa perlu aku gendong ke kamar mandi ?", tanya Yusuf yg penuh kekhawatiran
"gak usah ah, malu.... !!, aku bisa sendiri koq", jawab Dian sambil melangkahkan kakinya pelan menuju kamar mandi
ia melihat langkah istrinya yang begitu pelan menuju kamar mandi seperti sedang menahan sakit, dalam hatinya ia sempat bergumam apa mungkin permainanya tadi malam terlalu kasar terhadap istrinya, lagi - lagi Yusuf seperti merasa bersalah telah menyakiti istrinya
saat Yusuf sedang memikirkan kejadian semalam, ia tak menyadari kehadiran istrinya disampingnya
"kamu kenapa mas ?, kamu mikirin apa ?, apa kamu gak puas ya dengan aku semalam ?", tanya Dian sambil duduk disamping suaminya dan memegangi tangan suaminya
"gak koq sayang...!!!, aku sangat - sangat puas dan aku merasa menjadi lelaki dan suami seutuhnya, sekali lagi terima kasih ya"
"justru aku yang harusnya minta maaf, karna sudah menyakitimu dengan perlakuanku semalam", ucap Yusuf sambil mengelus rambut istrinya
"sudahlah...!!!, aku sudah baikan, mungkin karna emang baru pertama ngelakuinnya jadi wajar kalo sedikit sakit"
"sekarang ayok kita sarapan dulu dan siap - siap berangkat kekantor", ajak Dian sambil menggandeng tangan suaminya keluar kamar
__ADS_1