
keesokan harinya Luna memberanikan diri untuk menghubungi Hendra meminta untuk menemuinya di tempat seperti biasa, saat waktu pertama mereka bertemu
Hendra yang sangat sibuk dengan bisnisnya di luar kota, ia hanya menjanjikan untuk bisa ketemu dengan Luna dua hari lagi
sesaat setelah ia menutup sambungan telponnya dengan Luna, Hendra sempat berfikir mengapa wanita itu tiba - tiba menghubunginya lagi, padahal ia merasa kalo masalahnya dengan Luna sudah selesai
sementara di kantor Yusuf saat jam makan siang tiba, Yusuf dan Beni segera menuju kantin yang ada di lantai bawah untuk makan siang
seperti biasa Yusuf dan Beni selalu mengambil posisi tempat duduk dipojok ruangan tersebut, karna mereka merasa lebih nyaman duduk disitu yang tidak begitu banyak orang lalu lalang, kemudian secara tiba - tiba Vira datang menghampiri mereka berdua dan langsung duduk diantara mereka
"boleh aku gabung disini sama kalian ?", tanya Vira sambil menyesap minuman yang ia bawa
"boleh !!!, gak ada yang melarang, tapi tumben aja, kenapa lu mau gabung sama kita ?", tanya Beni yang sedikit bingung dengan Vira
"ahh...gak ada apa - apa, aku cuma mau ngobrol aja sama kalian, dari pada aku sendirian "
"oohh ya...gimana kabar Luna, sahabat lu itu ?", tanya Beni yang sedikit menyelidik
"justru itu yang mau aku omongin sama kalian", jawab Vira
Yusuf tak sedikit pun mengeluarkan kata - kata, ia terus menikmati makan siang yang ada di depannya, sepertinya ia tak begitu tertarik dengan topik obrolan mereka masalah Luna
"kenapa kamu diam saja suf ?, kamu gak mau tau kabar dan keadaan Luna ?", tanya Vira yang sepertinya tau kalo Yusuf sedari tadi cuek bebek dan tak sedikitpun berkomentar
"untuk apa aku mesti tau kabar nya !!, lagian dia bukan apa - apa aku, saudara juga bukan", akhirnya Yusuf angkat bicara juga, meski dengan nada yang sedikit datar
"bukan begitu, aku cuma mau ngasih tau kamu kalo Luna sekarang sedang hamil"
"lantas apa hubungannya dengan aku ?, lagian Luna kan bukan hamil sama aku, jadi benar kan gak ada hubungannya sama aku ?", ucap Yusuf
"iya....aku tau !!, tapi....", tiba - tiba perkataan Vira terputus karna Yusuf segera berdiri dari duduknya dan segera pergi meninggalkan tempat tersebut, yang kemudian diikuti oleh Beni sahabatnya
__ADS_1
Vira yang melihatnya, hanya terdiam tak mampu berkata apapun, karna ia tau kalo memang itu semua tak ada hubungannya dengan Yusuf, tapi tadi ia hanya berniat memberitahukan semua itu, agar ada sedikit rasa simpati dari Yusuf yang ia tau karna Yusuf adalah mantan pacar sahabatnya, tapi sepertinya Yusuf sudah benar - benar melupakan Luna dan sepertinya sudah tak ada sedikit pun rasa cinta yang tersisa untuk sahabatnya itu
sementara saat jam pulang kantor tiba, Luna langsung memacu motornya kencang menuju rumahnya karna ia ingin segera istirahat saat tiba dirumahnya, setelah ia memarkirkan motornya diteras rumahnya ia langsung menuju ke kamarnya untuk segera istirahat, sang mama yang melihat keanehan sikap Luna merasa heran karna tidak biasanya puterinya bersikap seperti itu
"kamu kenapa sayang ?, ada masalah di kantor ?", tanya mamanya sambil duduk ditepi ranjang putrinya
"gak ada apa - apa ma, aku cuma capek mau istirahat aja"
"baiklah kalo gitu, tapi jangan lupa nanti kamu harus makan, jangan sampai kamu sakit", ucap mamanya sambil berlalu meninggalkan Luna yang sudah memejamkan matanya
akhirnya tiba waktu seperti yang dijanjikan oleh Hendra untuk menemui Luna, dan sengaja Hendra mengambil jam penerbangan siang hari, agar ia sampai di kota tersebut dan menemui Luna saat jam pulang kantor tiba sesuai permintaan Luna, saat tiba di kota tersebut Hendra langsung menuju hotel tempat biasa ia menginap untuk segera check in kamar hotel, dan masih ada waktu untuk ia sekedar membersihkan tubuhnya di kamar hotel sebelum ia bertemu dengan Luna
sesampainya di tempat yang sudah ditentukan, Hendra kemudian menghubungi Luna kalo dirinya sudah berada ditempat dimana ia dan Luna akan bertemu
tak berapa lama kemudian Luna pun tiba, dan melihat Hendra duduk disudut ruangan sambil menikmati secangkir kopi, Luna pun segera menghampirinya
"hai....apa kabar ?", sapa Luna saat berada di depan Hendra sambil menyodorkan tangannya
"ada apa, kamu tiba - tiba meminta aku menemuimu disini ?, ada masalah apa lagi ?" tanya Hendra
"aku mau mengatakan sesuatu sama kamu", jawab Luna sambil memposisikan duduknya disamping Hendra
"hheemmm....apa itu ?"
"a...aku....hamil Hen", jawab Luna
"lantas apa hubungannya sama diriku ?"
"kamu harus bertanggung jawab Hen, ini anak kamu !!!", ucap Luna sambil memegang tangan Hendra
"mana mungkin aku percaya kalo kamu hamil anak aku ?, kamu jangan coba - coba mempermainkan aku", ucap Hendra sambil menarik tangannya dari genggaman Luna
__ADS_1
"aku gak bohong Hen, aku memang sedang mengandung anak kamu, kamu ingat waktu itu, kita pernah melakukannya, dan hanya dengan kamu aku melakukannya Hen", jelas Luna yang matanya mulai berkaca - kaca
"iya aku ingat.....tapi mana mungkin aku bisa percaya kalo kamu melakukannya hanya denganku, siapa tau kamu juga pernah tidur dengan laki - laki lain", ucap Hendra dengan nada datarnya
/// plaaakkk ///
sebuah tamparan tangan Luna mendarat cantik di pipi kiri Hendra, setelah Hendra mengatakan kalo dirinya dituduh pernah tidur dengan laki - laki lain selain Hendra, dan air mata Luna pun mulai mengalir deras di pipinya
"kenapa kamu tampar aku ?", tanya Hendra sambil mengelus pipinya, bekas tamparan Luna
"brengsek kamu Hendra !!!, kamu telah menuduh aku tidur dengan laki - laki lain yang jelas - jelas hanya kamu laki - laki yang pernah tidur dengan ku, aku rela melakukannya denganmu karna aku berharap bisa mendapatkan cintamu, setelah aku sadar aku gak mungkin lagi bisa mendapatkan cinta Yusuf", lagi - lagi jelas Luna sambil sesekali mengusap air matanya yang jatuh
"huummm....cinta !!!, mana mungkin kamu menginginkan cinta ku, yang jelas semua ini pasti modus kamu karna harta ku kan ?", senyum sinis tersungging di bibir Hendra "karna setiap wanita yang mendekatiku hanya karna harta ku bukan cinta ku, kecuali Dian adalah yang tulus mencintaiku"
"oohh ya....kenapa gak kamu gunakan aja kesempatan ini untuk bisa mendapatkan kembali cinta mantan kamu itu ?"
"apa maksudmu Hen ?", tak mengerti dengan maksud Hendra
"kamu datang dan bilang padanya kalo kamu hamil, dan butuh pertanggung jawaban", ide gila Hendra muncul dibenaknya
"kamu gila Hen !!!, mana mungkin dia percaya karna memang bukan dia yang melakukannya"
"kamu coba saja, siapa tau berhasil"
"kamu mau lepas tanggung jawab mu begitu saja, setelah apa yang kamu perbuat terhadapku", ucap Luna dengan mulai emosi
"tapi semua yang aku lakukan itu, semuanya dibawah kesadarannku, karna pengaruh obat perangsang tersebut, dan kamu yang sengaja membalikkan fakta untuk menjebakku dengan alasan karna cinta, tapi sebenarnya karna harta ku"
"dasar kamu Hendra brengsek !!!, bagaimanapun juga kamu harus bertanggung jawab, apapun caranya aku akan tetap menuntut pertanggung jawabanmu", ucap Luna sambil berlalu dari hadapan Hendra
Hendra yang melihat semua itu, hanya menyunggingkan satu bibirnya keatas, dan dengan cueknya ia tetap menikmati secangkir kopi yang mulai dingin didepannya
__ADS_1