
Setelah menunggu beberapa jam akhirnya pak Agung hermawan menunjukkan tanda - tanda ia mulai siuman.
tangannya mulai bergerak - gerak.
kemudian masuklah beberapa perawat dan dokter Subandi, setelah Dian memanggil seorang perawat dan memberitahukan kalo papanya sidah siuman.
"kami akan memindahkan pak Agung ke ruang perawatan", kata salah satu perawat.
"tapi tolong ya......pak Agungnya jangan banyak diajak bicara dulu, biarkan beliau beristirahat", nasehat dokter Subandi.
"baik dok !!", jawab bu Retno.
__ADS_1
setelah papanya berada diruang perawatan, Dian duduk disamping papanya sambil sesekali mengusap wajah papanya yang masih terpejam.
"Pa.....maafin aku pa, aku gak bermaksud membuat papa seperti ini, aku sayang papa", ucap Dian sambil meneteskan air mata.
setelah seharian Dian, Dilla, dan mamanya di rumah sakit, akhirnya papanya mulai membuka matanya.
mereka langsung tersenyum melihat papanya tersadar.
Dian langsung memeluk papanya, "maafin aku ya pa......", ucap Dian.
"aku janji gak bakalan buat papa kayak gini lagi", kata Dian.
__ADS_1
"aku akan menuruti semua keputusan dan kemauan papa, aku akan menerima perjodohan ini", kata Dian sambil memegangi tangan papanya.
papa dan mamanya yang mendengar itu langsung tersenyum gembira.
"baiklah kalo gitu acaranya dua hari lagi tetap kota laksanakan, Dilla dan mama beritahu semua orang dirumah minta mereka menyiapkan semuanya", ucap papanya dengan penuh semangat.
"tapi papa kan masih belum sehat", ucap bu Retno.
"gak apa - apa ma......papa sudah merasa sehat, besok juga aku minta ke dokter Subandi untuk memberiku ijin keluar dari rumah sakit ini, papa minta rawat jalan aja". kata pak Agung.
"ya sudah kalo itu maunya papa, mama sih oke aja", ucap mamanya menyetujui permintaan suaminya.
__ADS_1
"kalo gitu Dilla aja yang pulang ke rumah sekarang, biar ngasih tau orang rumah kalo besok papa sudah boleh pulang", kata Dian.
"oky....siap boss!!!", jawab Dilla penuh semangat.