Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Teman semasa kuliah


__ADS_3

Setelah Dian dan Lisa menempuh beberapa menit perjalanan akhirnya keduanya tiba di tempat yang dituju, tempat dimana keduanya akan bertemu dengan seseorang yang akan membantu menyelesaikan permasalahan di kantor cabang milik AH Corporation


"iya pak, ini saya sudah sampai, sebentar lagi Lisa akan mengirimkan share lokasi ke bapak" ucap Dian saat turun dari mobilnya


"Lisa, segera kamu kirim share lokasi kita ini ke pada pengacara kita, agar beliau segera datang kemari" perintah Dian


"baik bu !" jawab Lisa dan segera menjalankan perintah Dian


kemudian keduanya pun melanjutkan berjalan menuju ke dalam Cafe tersebut


"selamat sore bu !, ada yang bisa saya bantu ?" tanya seorang pelayan saat menyambut kedatangan Dian dan Lisa


"sore mbak !" balas Dian ramah


"saya sudah ada janji bertemu sama bapak Gunawan di tempat ini, apa beliau sudah sudah datang ya ?" ucap Dian lagi


"maaf, apa betul ini ibu Dian dari AH Corporation ?" tanya pelayan tersebut memastikan


"iya mbak betul" jawab Dian


"kalo begitu mari silahkan saya antar ke mejanya bapak Gunawan, beliau sudah menunggu dari beberapa menit yang lalu" kemudian Dian serta Lisa pun mengikuti pelayan tersebut


saat tiba disebuah meja dengan no 35, Dian melihat seorang lelaki duduk sendirian tapi ia tidak mengenali wajahnya karna lelaki tersebut menundukkan kepalanya sambil memainkan ponsel yang ada ditangannya


"maaf pak !, ini bu Dian nya sudah datang" ucap pelayan tersebut pada lelaki itu, saat mendengar perkataan pelayan itu, laki laki itupun langsung mendongakkan kepalanya dengan melemparkan senyuman pada Dian, seketika itupun pelayan tersebut langsung meninggalkan tempat itu

__ADS_1


"Ferdy.....!!!!!" ucapan Dian yang seolah kaget campur rasa tak percaya melihat sosok lelaki dihadapannya


"iya ini aku,,,,,,,apa kabar kamu Dian !" ucapan itu dengan dibarengi uluran tangan Ferdy dan disambut baik oleh Dian


"kenapa bisa kamu ?, mana pak Gunawan nya ?" tanya Dian


"tenang,,,,, pak Gunawan itu adalah aku, kamu lupa kalo nama lengkap aku adalah Ferdy Gunawan,, dan aku pakai nama itu saat aku dikantor" jawab Ferdy


"tapi yang papa aku rekomendasikan itu bukan kamu orangnya, jelas jelas bukan kamu orang yang ada di foto tersebut" jelas Dian


"kalo boleh tau aku mau lihat fotonya" pinta lelaki tersebut, lalu Dian pun segera menunjukkan sebuah foto yang ada di dalam ponselnya, nampak lelaki tersebut tersenyum ringan melihatnya


"oh itu adalah papa aku, namanya Gunawan, presdir sekaligus pemilik perusahaan Gunawan grup sedangkan jabatan aku dikantor papa adalah seorang General Manager yang bertanggung jawab atas semua proyek proyek dengan perusahaan lain yang bekerja sama dengan Gunawan grup, dan papa aku sendiri yang memberikan tanggung jawab ini kepadaku untuk bisa membantu mu menyelesaikan permasalahan perusahaan kamu karna sedikit banyak AH Corporation juga pernah berjasa pada Gunawan grup" panjang lebar penjelasan Ferdy kepada Dian yang membuat Dian akhirnya mengerti mengapa lelaki yang ditemuinya tidak sama dengan foto yang ada di dalam ponselnya


"tenang, kamu gak perlu khawatir aku akan membantu semua permasalahan kamu sampai beres" ucap Ferdy lagi


setelah perbincangan antara Ferdy dan Dian, tak lama kemudian datanglah serang lelaki dan langsung menuju meja tersebut, dan disambut ramah oleh mereka, lelaki tersebut tak lain adalah pengacara perusahaan milik Dian, kemudian mereka semua langsung larut dalam pembicaraan membahas permasalahan yang sedang dialami oleh kantor cabang AH Corporation, nampak keseriusan mereka semua dan tak jarang terlihat saling beradu argumen dan terkadang juga ada sedikit canda tawa dari mereka, nampak pula Ferdy yang tak henti hentinya terkadang memanfaatkan kesempatan untuk mencuri pandang terhadap Dian


cukup lama juga meeting yang terjadi antara mereka, dan tanpa di sadari ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam dan diambil kesepakatan antara mereka mau tidak mau kalo Dian harus datang langsung ke kantor cabang yang ada di luar kota bersama dengan Ferdy, demi terselesaikannya masalah tersebut


"baik, kalo begitu saya permisi dulu !" pamit pengacara tersebut, dengan dibarengi jabatan tangan antara mereka semua


"kapan rencana kamu akan datang ke kantor cabang ?" tanya Ferdy sambil membereskan berkas berkas yang ada di atas meja di depannya


"aku mau secepatnya, kalo bisa lusa kita sudah berangkat, agar semuanya cepat terselesaikan" jawab Dian yang juga sibuk memasukkan lap top serta berkas berkas pekerjaannya dengan bantuan Lisa

__ADS_1


"ternyata dunia ini sempit sekali ya !, akhirnya kita dipertemukan kembali oleh tuhan, kalo memang jodoh gak bakal kemana" ucapan Ferdy sempat membuat Dian kaget dan merasa kalo apa yang terjadi saat ia kuliah bakalan terjadi lagi saat ini


"maaf, sudah malam aku permisi dulu" pamit Dian yang hendak melangkahkan kakinya dari meja tempat dimana Ferdy masih berdiri disitu


"jangan lupa kamu hubungi aku, kalo kamu sudah siap dengan keberangkatan kamu" ucap Ferdy saat Dian mulai membalikkan tubuhnya meninggalkan Ferdy, dan Dian pun tetap melangkahkan kakinya tanpa sedikitpun memberi balasan atas ucapa Ferdy


Lisa yang melihat semua itu hanya bisa mengikuti langkah atasannya tanpa banyak berkomentar apapun


"maaf bu, kalo gitu saya bisa naik taxi online saja dari sini, rumah saya juga tidak terlalu jauh kok dari sini" ucap Lisa saat Dian hendak membuka pintu mobilnya


"gak perlu Lis !, aku antar kamu sampai dirumah, ini sudah malam gak baik seorang gadis sendirian dijalan malam malam begini" balas Dian, dan Lisa pun hanya bisa pasrah menuruti ucapan atasan nya, kemudian keduanya pun masuk kedalam mobil Dian, dan segera pergi meninggalkan halaman cafe tersebut


"maaf bu !, kalo boleh saya tau siapa pak Ferdy itu sebenarnya, sepertinya beliau kenal baik dengan bu Dian ?" Lisa memberanikan diri bertanya pada Dian karna ia merasa penasaran melihat sikap Dian terhadap Ferdy, yang gak seperti biasa nya sikap terhadap para rekan bisnisnya yang lain


mendengar pertanyaan Lisa, Dian pun segera menghentikan mobilnya dipinggir jalan, lalu ia menoleh pada Lisa dengan senyuman di bibirnya, Lisa yang melihat nya, merasa sedikit gak enak hati karna sudah lancang menanyakan sesuatu yang bersifat pribadi kepada atasan nya


"kamu benar Lis, aku memang sudah kenal lama dengan Ferdy, ia dulu teman kuliah ku satu kampus dan ia sempat suka sama aku dan ia pun terus mengejar ngejar aku sampai lulus kuliah, tapi aku sedikitpun tak pernah ada rasa suka sama dia, karna tingkah dan sifat nya yang begitu urakan dan sombong karna mentang mentang dia anak orang kaya, jadi ia selalu membanggakan kekayaan orang tuanya dengan selalu berhurahura sama teman temannya" panjang lebar Dian menjelaskan semua nya tentang Ferdy


"jadi bu Dian sempat menolak cinta pak Ferdy ?" kembali Lisa bertanya dengan rasa penasaran nya


"iya,,,,,,meskipun dia menggunakan beribu cara untuk mengungkapkan cintanya pada ku, tapi aku sedikitpun tak pernah menanggapi nya, sampai sampai dulu ia sempat ingin memperkosa aku di sebuah hotel saat acara ulang tahun teman aku, demi semua ambisinya untuk mendapatkan cinta ku, tapi untung semua nya tidak sampai terjadi karna keburu ketahuan oleh Dewi dan atas perbuatannya itu ia dikirim oleh orang tuanya ke Australia untuk melanjutkan studinya disana" jawab Dian dengan tak terasa sedikit butiran air matanya menetes di pipinya


"maaf bu !, maaf kalo saya sudah lancang sehingga membuat bu Dian kembali mengingat masa lalu bu Dian" ucapan Lisa yang merasa bersalah


"tidak apa apa Lis !, sudahlah hari sudah malam, aku antar kamu pulang sekarang juga !"

__ADS_1


"baik bu !"


Dian pun langsung tancap gas dan meluncur menuju ke rumah Lisa sebelum ia melanjutkan perjalanan nya menuju ke rumah nya


__ADS_2