Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Persiapan liburan


__ADS_3

"sayang....ternyata untuk tiket promo yang ke bali tanggal 15 sampai 20", ucap Yusuf saat menelpon Dian dari kantornya


"berarti tiga hari lagi ya mas ?, kalo gitu aku akan selesaikan semua pekerjaanku untuk tiga hari kedepan, dan aku akan undur semua schedule meeting untuk tanggal 15 sampai 20", ucap Dian menjawab telpon dari suaminya


setelah Dian menutup telpon dari Yusuf Dian langsung, menelpon Lisa, dan Andika untuk menemui dirinya diruang kerjanya


"Lisa....tolong schedule meeting untuk tanggal 15 sampai 20 kamu cancel semua, karna saya mau ajukan cuti untuk tanggal tersebut", ucap Dian pada Lisa sambil menunjuk kalender yang ada di atas meja kerjanya


"baik bu", jawab Lisa sambil menganggukkan kepalanya


"oh ya...maaf, memangnya bu Dian mau kemana ya ?", tanya Lisa yang sempat penasaran karna bos nya tiba - tiba mengajukan cuti


"aku ada acara sama suami keluar kota", jawab Dian


"oh ya.....untuk pak Andika, saya minta tolong selama saya libur, pak Andika yang handle semua urusan intern perusahaan, kalo ada tamu sementara waktu bisa berhubungan langsung dengan bapak", perintah Dian kepada Andika


"baik bu Dian....semua perintah bu Dian akan saya laksanakan", jawab Andika


"terima kasih atas kerjasamanya, sekarang silahkan pak Andika dan Lisa bisa melanjutkan pekerjaan masing - masing"


kemudian mereka berdua pun meninggalkan ruangan Dian dan menuju ke tempat masing - masing


"dari ruangan Dian ya pak ?, emangnya ada apa pak, sampai bapak dipanggil Dian keruangannya ?", tanya Dewi yang kebetulan berpapasan dengan Andika di depan lift


"iya bu Dewi.....tadi bu Dian bilang kalo beliau mau ambil cuti mulai tanggal 15 sampa 20, katanya ada acara sama suaminya diluar kota, jadi saya di suruh menghandle semua urusan intern perusahaan", jawab Andika


"oohhh....", makasih ya pak", ucap Dewi, sambil berlalu meninggalkan Andika menuju ke pantry, dan Andika melanjutkan menuju ke ruang kerjanya


jam pulang kantor pun tiba, semua karyawan satu persatu mulai meninggalkan tempat kerja mereka masing - masing, begitu juga dengan Dian dan Dewi

__ADS_1


saat Dian keluar meninggalkan ruang kerjanya, tiba - tiba ia berpapasan dengan Dewi di depan pintu lift


"hai say...kata Andika kamu mau ambil cuti ya ?", tanya Dewi


"iya.....emang kenapa ?", jawab Dian sambil tangannya memencet tombol lift


"gak apa - apa sih...emang kamu mau kemana sih sama Yusuf ?", tanya Dewi lagi yang sempat penasaran


"ada deh..., mau tau aja !!!", jawab Dian sambil senyum - senyum dan melanjutkan langkahnya menuju ke lobby


"sialan.....", gerutu Dewi yang tak dapat jawaban dari pertanyaannya


sesampainya di lobby bawah, Dian melihat Yusuf sudah menunggunya dan duduk di sofa yang ada duangan tersebut, Dian pun langsung berjalan menghampiri suaminya


"cie...cie...ternyata abang gojeknya selalu setia menunggu si tuan putri", goda Dewi saat melihat sahabatnya yang menghampiri Yusuf


"emang kenapa ?, idih....kamu iri ya ?, Dian menggoda balik sahabatnya itu


Dian dan Yusuf hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu


lalu kemudian Dian dan Yusuf pergi meninggalkan lobby menuju kemobil mereka


sesampainya didalam mobil, Dian langsung mencolokkan flaskdisk nya dan mulai memutar lagu - lagu slow tentang cinta yang lumayan enak didengar di telinga


"sayang, tumben kamu memutar lagu - lagu seperti ini ?, ini kan lagu - lagu orang yang sedang kasmaran dan jatuh cinta ?", tanya Yusuf yang merasa aneh, karna setau Yusuf selama ini istrinya tidak pernah memutar lagu - lagu cinta


"emang....kan aku sekarang sedang jatuh cinta dan kasmaran sama seseorang", ucap Dian dengan santainya


Yusuf yang mendengar ucapan istrinya, merasa kaget dan dengan tiba - tiba Yusuf mengarahkan mobilnya menepi dan berhenti dipinggiran jalan

__ADS_1


"lho kenapa berhenti mas ?", tanya Dian yang sempat kaget karna suaminya mendadak menghentikan mobilnya di pinggir jalan


"apa kamu bilang tadi ?, kamu sedang jatuh cinta sama seseorang ?, emangnya siapa orang tersebut yang membuatmu jatuh cinta ?", tanya Yusuf dengan nada penuh kecemburuan dan memposisikan duduknya menyerong menghadap Dian


mendengar ucapan dan pertanyaan suaminya, Dian hanya tertawa sambil menutupi mulutnya, dalam hati ia berkata "rupanya suaminya mulai cemburu dengan ucapannya"


"kamu cemburu ya mas ?", Dian pun mulai menggoda suaminya


"siapa juga yang cemburu", jawab Yusuf sambil membuang pandangannya ke arah kaca depan mobil


"jangan marah gitu dong sayang !!!, kamu mau tau siapa yang sudah membuat aku jatuh cinta ?", ucap Dian sambil memegang bahu suaminya


"emangnya siapa ?"


"ya....tentu saja kamu dong sayang !!!, siapa lagi ?, kamu kan suamiku jadi wajar dong kalo aku jatuh cinta pada suamiku sendiri, masa aku jatuh cinta sama suami orang ?", jelas Dian meyakinkan sambil ia memeluk lengan suaminya


"bener ?, gak bohong ?, awas kalo sampai bohong, dari rumah aku hukum kamu",


"oky deh.....kalo gitu mending aku bohong aja biar aku dapat hukuman dari kamu", goda Dian lagi sambil senyum - senyum ke arah suaminya


"awas kamu ya !!!, khusus untuk kamu bohong atau gak, nanti dari rumah tetep aku hukum kamu", ucap Yusuf sambil mencubit hidung istrinya, lalu iapun melanjutkan melajukan mobilnya lagi


"oh ya mas.....gimana kalo nanti waktu tour ke bali, saat kita disana, kita gak usah pakai jasa travel dari biro perjalananya, tapi kita pakai sopir pribadi keluarga ku aja, kita hanya ambil untuk perjalanan pulang pergi, makan dan penginapannya aja, biar kita bisa menikmati keliling disana tanpa terikat waktu", ucap Dian


"hheeemmmm...aku sih terserah enaknya aja, yang penting aku masih bisa tetap pakai jasa kamu untuk melayaniku", lagi - lagi Yusuf mulai dengan kekonyolannya


"mulai deh....!!!"


"aaauuuwww sakit sayang !!!", Yusuf mengerang kesakitan, rupanya Dian mencubit pinggang Yusuf, karna ia kesal dengan kegenitan suaminya

__ADS_1


tanpa terasa, akhirnya mereka berdua tiba di halaman rumah mereka


__ADS_2