
Hari minggupun tiba, Dian yang terlebih dahulu bangun segera kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, dan bersiap - siap karna pagi itu ia berniat untuk jalan - jalan disekitar komplek perumahannya
Dian yang sudah rapi dengan setelan training dan sepatu kats nya, segera berjalan meninggalkan kamarnya, tapi sebelum itu ia sempat menoleh ke arah suaminya dan ia hanya tersenyum melihat suaminya yang masih tertidur pulas
"pagi non.....", sapa bi Siti yang sudah berada didepan rumah dan sedang menyapu halaman
"non mau kemana ?"
"aku mau jalan - jalan bi, mumpung udara pagi yang masih segar", jawab Dian sambil melanjutkan langkahnya keluar dari halaman rumahnya
sementara dikamar, Yusuf yang menyadari kalo Dian sudah tidak ada dikamarnya, segera menuju kamar mandi untuk sekedar cuci muka, dan mengganti pakaian tidurnya dengan atasan kaos oblong dan celana panjang
seketika itu juga Yusuf langsung turun kebawah, dan mencari istrinya di ruang tengah, ruang makan, tapi tak mendapati seorang pun yang ada disana, tapi saat ia menuju ke dapur disana ada bi Siti yang sedang melakukan pekerjaannya
"bi....bibi lihat Dian tidak ?"
"iya den, tadi saya ketemu non Dian didepan, katanya ia ingin jalan - jalan disekitar komplek" jawab bi Siti
Yusuf tanpa berkata apapun, ia langsung segera beranjak dari dapur, dan secepatnya keluar rumah untuk mencari istrinya
ia berjalan menyusuri jalanan disekitar komplek rumahnya, tak jauh dari situ ada sebuah fasum, bisa juga dibilang taman bermain, jika setiap hari minggu tempat tersebut selalu ramai dikunjugi orang, ada anak - anak maupun orang dewasa yang hanya sekedar menikmati udara pagi ataupun sekedar berjalan mengelilingi tempat tersebut
tak lama matanya tertuju, pada seorang wanita yang duduk dibangku panjang yang ada di sekitar taman tersebut, wanita itu tak lain adalah Dian istrinya
Yusuf langsung menghampirinya, dan duduk disamping istrinya, Dian yang tak menyadari hal itu dari awal, cukup merasa kaget dibuatnya
"kenapa kamu gak bangunin aku sih ?, kan aku bisa menamani kamu jalan - jalan ?"
"aku lihat kamu masih tidur pulas, jadi aku gak tega ngebanguninnya", jawab Dian
"kalo sampai ada apa - apa sama kamu, gimana ?, aku gak mau ya kalo sampai terjadi apa - apa sama anak aku yang ada disini", ucap Yusuf sambil mengelus perut Dian yang masih rata
mereka berdua pun semakin asyik ngobrol dan menikmati udara pagi yang cerah sambil melihat beberapa anak kecil yang bermain lepas di taman tersebut
tak terasa matahari sudah semakin naik, dan sinarnya pun sudah sangat terik, mereka berdua memutuskan untuk kembali ke rumah
setelah sampai di teras rumah, Dian langsung duduk di kursi yang ada diteras tersebut, Yusuf yang melihat istrinya nampak kelelahan, segera masuk dan mengambilkan segelas air, lalu meletakkannya di depan istrinya
kemudian Yusuf segera berjongkok didepan Dian, dan mulai membuka sepatu istrinya
__ADS_1
"apaan sih mas.....aku kan bisa melakukannya sendiri", ucap Dian yang merasa gak enak sama suaminya
Yusuf tak memperdulikan perkataan istrinya, ia terus membuka sampai kedua sepatu tersebut terlepas dari kaki istrinya
setelah selesai, Yusuf mengajak istrinya masuk, dan duduk di ruang tengah
"non....sarapan nya sudah siap, kalo non mau sarapan, silahkan" ucap bi Siti
"iya bi....makasih", lalu Dian dan Yusuf segera menuju ruang makan
"bi....tolong buatkan susu untuk Dian ya ?"
"baik den..."
tak berapa lama, bi Siti datang dengan segelas susu, dan meletakkannya didepan Dian
"gak mau ah !!!, aku kan sudah bilang aku gak mau minum susu, kamu aja yang minum", ucap Dian sambil membungkam mulutnya dengan kedua tangannya
"sayang.....ayolah minum susunya, biar anak yang ada di perut kamu tumbuh sehat", Yusuf merayu Dian sambil mengelus kepala dan bahunya
akhirnya dengan terpaksa Dian menuruti kemauan Yusuf untuk menghabiskan segelas susu yang ada di depannya
lalu Yusuf pun menyendok makanan yang ada dipiring Dian, dan berusaha menyuapi istrinya tersebut
"apaan sih mas !!, aku kan cuma hamil, bukan sakit parah, aku masih bisa melakukan semuanya sendiri, dan aku bukan anak kecil yang harus disuapi kalo makan", Dian begitu kesal dengan perlakuan Yusuf yang super over protektif
"sayang, ini kan kewajiban aku, selalu ngelindungi istri dan anak aku"
"tapi gak gitu juga , caranya, aku bukan orang jompo, lagian dokter kan bilang gak ada masalah sama kandungan aku", protes Dian
seperti hari - hari biasanya Dian yang langsung larut dalam pekerjaannya saat ia sudah berada di kantornya, ia tak merasa bahwa ia sedang hamil
setiap hari pula, hampir setiap jam Yusuf selalu mengirimkan chat kepada Dian, entah itu menanyakan kegiatan istrinya ataupun menanyakan apa Dian sudah makan siang apa belum
seperti halnya hari itu, saat Dian selesai meeting, ia membuka ponselnya yang sempat ia silent karna ia tak mau diganggu saat meeting, saat itu pula ia melihat beberapa chat maupun panggilan tak terjawab dari Yusuf, semua chat berisi beberapa petanyaan tentang bagaimana ia dikantor, dan yang baru diterimanya adalah pertanyaan apakah dirinya sudah makan siang apa belum
"huuuffftttt.....sebel !!!", Dian merasa semakin kesal dan tak bebas dengan kelakuan super over protektif suaminya, ia tak membalas semua chat dari suaminya, ia malah memasukkan kembali meng off kan ponselnya
"kenapa kamu ?, bumil gak boleh cemberut gitu tau, entar kalo lahir anaknya jelek lho", ucap Dewi yang menggoda sahabatnya itu, saat ia mendapati Dian masih duduk diruangan meeting sambil mulutnya agak sedikit monyong kedepan
__ADS_1
"ini...ni...si Yusuf"
"kenapa sama Yusuf ?"
"kamu tau gak ???, dia tu....over protektif banget tau, masa aku mau ini gak boleh, mau itu gak boleh, makan disuapin, hampir tiap jam saat di kantor kayak gini, ia selalu nelpon, kalo gak ya kirim chat hanya sekedar menanyakan kamu sedang apa ?, sudah makan belum ?, sebel gak tuh ????", jelas Dian dengan muka yang masih cemberut
"hahaahaahaa...itu tandanya ia sayang banget sama kamu dan bayi yang ada di perut kamu itu, udah deh !!!, buat enjoy aja", jelas Dewi dengan sedikit tertawa renyah, melihat sikap sahabatnya dengan muka sebelnya
####
dua bulan sudah kandungan Dian berjalan, perhatian dan kasih sayang Yusuf kepada Dian dan calon bayinya semakin besar, hampir semua kebutuhan Dian selalu ia penuhi, semua keinginan Dian selalu ia turuti
selama itu pula ia tak pernah menyentuh tubuh Dian melebihi hanya sekedar memeluk dan menciuminya, ia tak pernah meminta berhubungan badan dengan istrinya, meskipun hasrat didalam hatinya begitu besar tapi ia tak mau terjadi apa - apa sama kandungan Dian
"mas..!!!", panggil Dian yang duduk diatas ranjang disebelah Yusuf yang sibuk membaca sebuah majalah
"hheeemmmm", Yusuf hanya bergumam dalam hatinya, dan pandangannya tetap fokus dengan majalah yang ada di depannya
"kenapa selama ini kamu gak pernah menyentuhku ?, kamu sudah bosen ya sama aku ?" tanya Dian dengan menyentuh tangan Yusuf dan nada sedikit memelas
mendengar perkataan Dian, Yusuf langsung memposisikan duduknya menghadap istrinya sambiil memandanginya dengan penuh arti
"kenapa kamu memandang ku seperti itu ?"
"sayang.....usia kandungan kamu kan masih terlalu muda, dan aku gak mau menyakiti anak yang ada di dalam kandungan kamu, dan aku masih bisa menahannya untuk hal satu itu", jelas Yusuf sambil mengelus pipi Dian dengan penuh kasih sayang
Dian yang menatap suaminya merasa terharu dan ia merasa sedikit bersalah, karna membiarkan suaminya memendam batin untuk tidak menyentuhnya
lalu Dian mendekatkan dirinya ke samping Yusuf dan memeluk suaminya dari samping
"mas....aku tidak apa - apa, asal kamu melakukannya dengan pelan - pelan, dan itu gak akan menyakiti calon bayi yang ada di dalam kandunganku"
"kamu serius ingin melakukannya ?", tanya Yusuf sambil meletakkan majalahnya di atas meja disamping ranjangnya
Dian tak menjawab apapun, ia hanya menganggukkan kepalanya
"kalo memang itu maumu, aku akan melakukannya dengan hati - hati, agar tidak menyakiti calon bayi kita"
Yusuf pun mulai mencium kening Dian, dan dilanjut dengan mencium bibir istrinya, Dian pun membalas ciuman suaminya, dan tanpa sadar Yusuf mulai membuka satu - persatu kancing baju Dian, begitupun Dian sampai akhirnya keduanya tak memakai pakaian sama sekali hanya tertutup slembar selimut, Yusuf mulai memasuki tubuh Dian dan ia pun melakukannya secara hati - hati, ia mulai menggerakkan tubuh bagian bawahnya secara pelan - pelan, takut menyakiti calon bayi yang ada di perut istrinya
__ADS_1
setelah semuanya mencapai kepuasan dan kenikmatan masing - masing, Yusuf yang terkulai lemas di samping istrinya sambil membisikkan sesuatu "terima kasih ya sayang, aku makin mencintai dan menyayangimu", sambil mengecup kening istrinya, dan mereka berdua pun akhirnya tertidur dengan saling berpelukan dengan hanya sehelai selimut yang menutupi tubuh mereka