
"silahkan non, sarapannya sudah siap", ucap mbk Ayu saat Dian masuk dari halaman belakang menuju ruang tengah
"iya mbk Ayu, makasih ya !!, ayo mbk Ayu sarapan sama sama !!", pinta Dian sambil melangkah menuju meja makan
"tapi non...."
"gak apa apa mbk, sekalian biar saya ada temannya ngobrol lagi"
mbk Ayu pun mengangguk dan langsung memposisikan duduknya didepan Dian
"maaf non sekali lagi kalo boleh saya tau, memangnya masalah apa yang sedang non Dian alami saat ini ?, siapa tau saya bisa bantu kasih saran", ucap mbk Ayu sambil mengambilkan beberapa makanan dan meletakkannya di atas piring Dian
"begini mbk Ayu.....", sambil menarik nafas panjang, "sekarang ini aku sedang ada masalah rumah tangga dengan suami ku, mantan pacarnya datang kerumah dan mengaku kalo ia hamil dan meminta suami ku untuk menikahinya", jelas Dian
"terus non Dian percaya kalo suami non yang melakukannya ?"
"entahlah mb Ayu, aku sendiri bingung", jawab Dian sambil sesekali menyendokkan makanan ke mulutnya
__ADS_1
"kalo menurut saran saya...., lebih baik non Dian selidiki dulu, apa betul suami non berselingkuh dan sampai menghamili mantan pacarnya itu, atau tidak !!, jangan sampai non Dian mengambil langkah yang salah dan akan menyesal dikemudian hari", ucap mbk Ayu
"iya sih...!!, bener juga kata mbk Ayu, itu juga yang sekarang sedang terlintas dalam pikiran aku, aku juga lagi mikirin gimana caranya"
setelah Dian menyelesaikan sarapannya, ia langsung berjalan menuju kamar di lantai atas untuk segera mengikuti meeting melalui video call, dua jam sudah meeting berlangsung dan setelah acara meeting selesai Dian pun langsung menghubungi Jack orang kepercayaaannya di kantor
Jack adalah salah satuh pegawai kepercayaan Dian, ia adalah kepala bagian IT, dan ia selalu berhasil menjalankan tugas perusahaan untuk mencari informasi tentang klien Dian yang dirasa Dian agak mencurigakan saat bekerja sama dengan perusahaannya, kerja Jack selalu dapat diacungi jempol jadi tak heran Jack selalu mendapat tugas dari perusahaan untuk mengumpulkan informasi informasi dari beberapa rekan kerja Dian
"iya....Jack !!, saya mohon bantuan anda untuk mencari informasi tentang perempuan bernama Luna, saya mau informasi lengkap tentang dia dan saya minta secepatnya kamu kirim infonya kepada saya", perintah Dian pada Jack lewat ponselnya
<<<>>>
sementara di tempat kerja Luna, ia mendapat telpon dari Yusuf untuk meminta dirinya menjumpai Yusuf disebuah kafe saat jam pulang kantor
setelah jam pulang kantor tiba, ia segera meluncur menuju tempat yang sudah ditentukan untuk bertemu dengan Yusuf, sesampainya ia disana, ia melihat Yusuf sudah duduk di meja pojok dalam kafe tersebut, dan Luna pun langsung menghampirinya
"akhirnya kamu memintaku untuk menemuimu juga, apakah kamu sudah mengambil keputusan untuk menikahi aku ?", ucap Luna sambil cengar cengir dan duduk didepan Yusuf
__ADS_1
"jangan bermimpi kamu Luna !!, aku memintamu menemuiku tak lain untuk minta agar kamu menjelaskan semuanya ke pada istri aku, bahwa anak yang kamu kandung itu bukan anak aku, dan aku pun minta sama kamu untuk mengurungkan niat kamu meminta aku untuk mengawinimu, aku gak mau terjadi kesalah pahaman antara aku dan Dian", ucap Yusuf
"gak akan !!, aku gak akan melakukan permintaan kamu, aku gak mau melewatkan kesempatan ini, ini adalah cara agar aku bisa mendapatkan kamu kembali", ucap Luna sambil menatap tajam ke arah Yusuf
"kamu memang benar benar sudah gila !!, terserah kalo memang itu mau mu, tapi kamu ingat satu hal, aku gak akan pernah meninggalkan istri aku, dan aku gak akan pernah kembali ke padamu !!", ucap Yusuf sambil berdiri dari tempat duduknya dan berniat pergi meninggalkan Luna
"tunggu....!!!, apa kamu benar benar tega sama aku ?", Luna berkata kata sambil matanya mulai berkaca kaca
Yusuf yang berniat meninggalkan tempat duduknya, seketika menghentikan langkahnya dan melihat tajam ke arah Luna "kamu masih ingat perlakuan orang tuamu kepadaku saat dulu kita masih pacaran, mereka berdua begitu tidak menyukaiku karna keadaan aku dan keluarga aku yang bukan dari keluarga kaya, dan mereka lebih memilih menjodohkan kamu dengan pilihan mereka, lelaki yang lebih segala galanya dari ku, dan kamu pun menuruti semua keinginan orang tuamu tanpa bisa mempertahankan hubungan kita"
"tapi.....!!!, aku gak punya pilihan lagi waktu itu", jawab Luna sambil menundukkan sedikit kepalanya
"aahhh.....sudahlah !!, aku gak mau membahas semua itu lagi, dan mulai saat ini aku berharap sama kamu agar kamu lebih bisa bersikap dewasa dan mempertanggung jawabkan semua perbuatan kamu, dan jangan jadikan orang lain sebagai alat untuk memuluskan semua keinginanmu"
"aku harap kamu bisa mengerti dengan semua kondisi kita masing masing, aku bukan Yusuf pacar kamu yang dulu, aku sekarang adalah seorang suami dan calon ayah dari anak ku, jadi kamu jangan pernah bermimpi dan berharap lagi untuk bisa kembali memiliki aku, aku akan sangat berterima kasih padamu kalo kamu bisa mengembalikan keadaan ini kembali normal seperti dulu antara aku dan Dian, tapi kalo kamu masih bersikeras dan menimbulkan masalah yang lebih gila lagi, aku akan sangat membencimu seumur hodupku, ingat itu !!!", ucap Yusuf sambil pergi meninggalkan Luna yang masih duduk dengan wajah tertunduk
Luna hanya tertunduk tanpa berkata apapun, tak terasa air matanya mulai menetes di kedua pipinya, ia menyadari ternyata semua tindakannya selama ini untuk mendapatkan kembali hati mantannya itu adalah sia sia, ternyata Yusuf sudah tidak mencintainya lagi, hatinya memang benar benar setia mencintai istrinya, dalam pikiran Luna sedikit menyesal mengapa dulu ia tak pernah mempertahankan lelaki sebaik dan sesetia Yusuf, mengapa dulu ia lebih memilih menuruti ambisi orang tuanya untuk menjodohkannya dengan lelaki yang lebih kaya, air matanya pun semakin deras mengalir di pipinya
__ADS_1