Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Dukungan sahabat


__ADS_3

"maaf den....den Yusuf tidak ngantor ?", tanya bi Siti yang melihat Yusuf duduk di ruang tengah, sambil terus memainkan ponsel yang ada di tangannya


"gak bi !!, aku ambil cuti hari ini", jawab Yusuf


seharian Yusuf hanya duduk di ruang tengah di depan tv, sambil terus memainkan ponselnya, rupanya ia berkali kali menghubungi ponsel Dian tapi ternyata ponsel istrinya mati dan gak dapat dihubungi sama sekali, ia hanya termenung dan bingung, pikirannya hanya tertuju kepada istrinya, ia berfikir kemana istrinya pergi dan apa yang harus ia lakukan


saat Yusuf masih kalut dengan pikirannya, tiba - tiba ponselnya berbunyi, dan muncullah nama Beni di layar ponsel tersebut


"hallo bro !!!, lu kemana, hari ini kok gak ngantor ?", tanya Beni dari seberang telpon, yang sadar seharian gak melihat sahabatnya itu


"gue cuti, gue lagi males ngantor, istri gue pergi dari rumah", jawab Yusuf dengan nada datarnya


"pergi dari rumah ?, maksud lu ?"


"iya pergi, gue gak tau ia pergi kemana, ia tiba - tiba pergi ke luar kota tanpa pamit ke gue"


"lu udah cek ke rumah mertua lu, siapa tau istri lu ada di sana, kalo gak, coba lu hubungi teman dekatnya siapa tau temannya itu tau, kemana istri lu pergi"


tanpa pikir panjang lagi Yusuf segera menghubungi rumah mertuanya, tapi ternyata yang mengangkat telpon adalah salah satu pembantu rumah tangga di rumah pak Agung


"maaf mas Yusuf, non Dian gak ada di rumah ini", jawab salah satu pembantu pak Agung dari seberang telepon


"baiklah mbak, makasih ya", jawab Yusuf dan segera mengakhiri panggilan telponnya


lantas Yusuf pun kepikiriran untuk menghubungi no ponsel Dewi, ia berharap Dewi tau kemana istrinya pergi


"aku gak tau mas kemana Dian pergi, ia hanya bilang mau ke luar kota untuk menenangkan pikirannya, emang mas sama Dian lagi ada masalah ya ?", ucap Dewi saat menerima panggilan telpon dari Yusuf


"ceritanya panjang Wi, aku gak bisa cerita lewat telpon....ya sudah kalo kamu gak tau, sekali lagi maaf kalo aku sudah mengganggu jam kerja kamu", ucap Yusuf sambil segera mengakhiri panggilan telponnya

__ADS_1


Dewi yang merasa harus tau apa yang terjadi dengan Yusuf dan Dian, ia berencana untuk pergi ke rumah Dian saat jam pulang kantor, ia ingin tau apa sebenarnya yang sudah terjadi dalam rumah tangga mereka


ternyata pikiran Beni pun sama, ia merasa kasihan terhadap sahabatnya Yusuf, ia pun juga berniat pergi ke rumah sahabatnya itu selepas jam pulang kantor


saat bel rumah Dian berbunyi, bi Siti segera membukakan pintu rumah tersebut


"sore bi !!, Yusuf nya ada ?, saya Beni teman kerjanya Yusuf", sapa Beni dengan sopan sambil menyalami bi Siti, saat melihat bi Siti yang membukakan pintu


"ada,,,, den Yusuf nya ada di kamar, biar bi Siti panggilkan dulu, silahkan duduk dulu", ucap bi Siti sambil mempersilahkan Beni menunggu di ruang tamu, dan bi Siti pun segera menuju kamar atas untuk memanggil Yusuf


tak lama Yusuf pun keluar dari kamar dan turun ke ruang tamu, setelah bi Siti memberitahu kalo ada Beni di ruang tamu


"sabar ya bro !!!, kita usahakan cari sama - sama, gue selalu bantu lu", ucap Beni saat Yusuf menghampirinya dan duduk disebelahnya


saat mereka berdua sedang ngobrol, tiba - tiba terdengar bel rumah berbunyi, dan bi Siti segera membukakan pintu, ternyata si Dewi yang datang


"iya bi"


"gimana mas, kamu sudah coba hubungi ponselnya Dian ?", tanya Dewi sambil duduk diseberang Yusuf


"sudah, aku sudah berkali kali menelponnya, tapi ponselnya dimatikan, rupanya ia tak mau menerima telpon dari siapapun, aku benar - benar mencemaskan keadaannya apalagi sekarang ia sedang mengandung anak aku", jawab Yusuf


"sebenarnya ada masalah apa yang terjadi antara kamu dan Dian ?", tanya Dewi penasaran


Yusuf pun menceritakan semua permasalahan yang terjadi antara ia dan Dian, mulai dari awal mula peristiwa sampai akhirnya Dian pergi meninggalkan rumah, Dewi pun menggangguk angguk mengerti apa yang sudah terjadi dalam rumah tangga sahabatnya


"oh ya Wi....kira - kira kamu tau kemana Dian perginya ?", tanya Yusuf


"aku tadi sudah coba tanyakan ke Lisa, sekertarisnya Dian, ia mengatakan kalo kemaren Dian minta dipesankan tiket pesawat dengan tujuan kota A, dan ia bilang ke aku katanya ia hanya mau menenangkan pikirannya dan ia bakalan balik kesini kalo semuanya sudah normal kembali" , ucap Dewi

__ADS_1


"gimana kalo lu coba hubungi no ponsel adik ipar lu, siapa tau ia bisa kasih informasi kemana biasanya istri lu pergi kalo sedang ada masalah", usul Beni


"bener juga ide nya, gak ada salahnya mas kalo kamu coba", Dewi menyetujui usul Beni untuk menelpon si Dilla


Yusuf pun menyetujui ide sahabatnya itu, dan langsung menghubungi no ponsel Dilla


"ada apa mas ?", tanya Dilla dari seberang telpon Yusuf


"begini Dil, aku mau tanya sesuatu sama kamu, tapi kamu harus janji jangan beritahukan masalah ini sama mama dan papa kamu ya ?"


"iya mas aku janji, emangnya ada masalah apa mas Yusuf sama kak Dian ?", tanya Dilla lagi


"kamu tau gak, kira - kira tempat yang biasa kaka kamu datangi kalo ia sedang ada masalah untuk menenangkan pikirannya ?"


"biasanya kak Dian selalu pergi ke villa kami yang ada di kota A, kalo ia sedang ada masalah, emangnya kak Dian pergi dari rumah ya mas ?", jelas Dilla


"iya Dil, kakak kamu pergi tanpa pamit, dan sekertarisnya di kantor bilang kalo ia pergi ke kota A, kamu bisa mengantar kami kesana ?"


"aku bisa mas, tapi kalo sekarang aku masih belum bisa mas, karna masih ada tugas kampus yang harus aku selesaikan, aku janji lusa mas Yusuf aku antar kesana, mas Yusuf tenang aja, kak Dian bakalan baik - baik aja disana, karna disana ada orang kepercayaaan papa, untuk menjaga villa kami yang bakalan menjaganya 24 jam, kalo ada apa - apa disana pasti akan segera menghubungi kami disini", jelas Dilla


"iya, makasih ya Dil, atas informasinya, nanti kalo kamu sudah siap, kamu hubungi aku lagi ya", ucap Yusuf sambil mematikan sambungan telponnya


"gimana bro ?, apa adik ipar lu tau, istri lu ada dimana ?" tanya Beni penasaran


"iya....Dilla tau dimana istri gue sekarang berada, ia sekarang berada di villa keluarganya yang ada di kota A, tempat yang selalu istri gue datangi kalo lagi ada masalah, dan Dilla janji lusa bakalan antar gue kesana", jawab Yusuf


"bagus deh kalo gitu mas, sekarang sambil menunggu waktu Dilla mengantar kamu ke sana, kamu bisa selesaikan dulu masalah kamu disini sama orang yang sudah bikin masalah ama rumah tangga kamu"


"bener juga bro apa kata Dewi, aku bakalan bantu lu nyelesein masalah lu ama Luna", Beni mendukung usulan Dewi

__ADS_1


__ADS_2